
Dokter dan perawat melarang mereka masuk tapi Alvonso dan Alvian tetap memaksanya dan masuk ke dalam dimana Alviana sedang di rawat.
Tampak Alviana sudah membuka matanya dan menatap sekelilingnya sambil membuka penutup mulut untuk bantu pernapasan.
" Alviana?" panggil ke dua kakaknya bahagia karena adiknya sudah sadar dan hatinya tadi ketakutan kini lega.
" Kak Alvonso dan kak Alvian, aku di mana?" tanya Alviana bingung.
" Kamu di rumah sakit dek." ucap mereka serempak.
Dokter dan perawat meminta mereka keluar dari ruangan icu.
Alvonso dan Alvian akhirnya keluar dan menunggu di luar. Alvonso menelepon Daddy Alvonso kalau adiknya Alviana sudah sadar dari koma.
Satu jam kemudian mereka sudah datang, hatinya bahagia karena Alviana sudah sadar.
Ceklek
Pintu terbuka tampak dokter keluar Daddy Alvonso, Mommy Laras dan ke dua anaknya berdiri mendekati dokter yang merawat Alviana.
" Bagaimana keadaan putri kami dok?" tanya Daddy Alvonso
" Putri tuan sudah sadar dan akan kami pindahkan ke ruangan vvip." ucap dokter.
" Kami berencana mau kami pindahkan ke Indonesia, apakah bisa?" tanya daddy Alvonso
" Oh ya bisa, silahkan." ucap dokter.
" Terima kasih dok." ucap Mommy Laras.
" Sama - sama nyonya." jawab dokter.
Daddy Alvonso menggendong anaknya yang bernama Debby berumur 3 tahun lebih, Mommy Laras menggendong Denisa berumur 3 tahun lebih, Alvonso menggendong Denis berumur 3 tahun lebih dan Alvian.
Mereka semua masuk ke dalam ruangan rawat inap menemui Alviana.
" Mommy, Daddy, kak Alvonso dan Kak Alvian?" panggil Alviana
" Hallo sayang?" panggil mereka serempak
" Mommy, daddy dan kak Alvonso membawa anak siapa? tanya Alviana bingung
Hening
Hening
Hening
Semua yang ada di situ bingung mendengar ucapan Alviana.
" Sayang, merekakan anak - anak Daddy sekaligus adik - adik kalian?" ucap Daddy Alvonso bingung.
" Huwaaaa... mommy, kak Alvonso dan kak Alvian, Daddy nikah lagi huwaaaa.." tangis Alviana
" Sayang, siapa bilang daddy nikah lagi? tanya mommy Laras ikutan bingung
__ADS_1
" Itu buktinya bawa anak kecil 3,kok Mommy sama Kak Alvonso dan kak Alvian mau aja sih gendong mereka?" omel Alviana
" hahahaha..." tawa mereka serempak
" huwaaaa. kenapa kalian menertawakanku." omel Alviana
" Sudahlah Alviana jangan bercanda, ngga lucu tahu." omel Alvian
" Siapa yang bercanda aku serius?" ucap Alviana
Mereka semua langsung diam karena tadi mereka pikir kalau Alviana hanya bercanda tapi ternyata serius.
Mommy Laras langsung menekan bel dan tidak berapa lama dokter datang.
" Ada yang bisa saya bantu?" tanya dokter
" Maaf dok kok putri kami tidak ingat tentang adiknya?" tanya mommy Laras.
" Nona Alviana tahu berapa umur nona sekarang?" tanya dokter sambil mengangkat tangannya ke arah mereka karena ada yang ingin memotong pembicaraan.
" Tahu, umur saya sekarang 10 tahun dok. " jawab Alviana
" Anda mengenal mereka?" tanya dokter
" Kenal, Daddy Alvonso, Mommy Laras, Kak Alvonso dan Kak Alvian." jawab Alviana
" Kalau ke tiga bocah ini?" tanya dokter
" Saya tidak kenal dok? saya pikir 3 anak itu anak dari selingkuhan daddy." ucap Alviana sambil melototkan daddy karena kecewa dengan daddy Alvonso.
Mereka serentak membulatkan mata dengan sempurna mendengarkan perkataan Alviana.
Sejak kapan?" kok aku tidak tahu?" tanya Alvina bingung.
" Bisa tahu kenapa bisa ada di rumah sakit?" tanya dokter
Alviana berusaha mengingat - ingat apa yang terjadi kenapa beradadi sini semakin mengingat kepalanya semakin sakit
" Aakhhhh kepalaku sakit." teriak Alviana sambil ke dua tangannya memegang kepalanya.
" Sudah cukup jangan diingat lagi." pinta dokter
Alviana tetap berteriak dan akhirnya pingsan, dokter meminta mereka untuk keluar dari ruangan. Merekapun keluar dari ruangan dengan memikirkan Alviana.
Mereka kini berada di ruangan tunggu dan tidak berapa lama dokterpun keluar dan meminta untuk datang ke ruangan pribadinya.
Mommy Laras dan Daddy Alvonso mengikuti dokter ke ruangannya sedangkan Alvonso dan Alvian menjaga adiknya Alviana.
Sampai di ruangan dokter mereka semua duduk di kursi yang berada di situ.
" Langsung saja ya. Maaf, sepertinya nona Alviana kehilangan sebagian memorinya, jad kuminta jangan paksain Alviana untuk mengingatnya karena takutnya nanti kejadiannya seperti tadi." ucap dokter
" Apakah anak kami bisa sembuh dan kembali ingatannya dok?" tanya mommy Laras
" Seiring berjalannya waktu Alviana akan ingat semuanya termasuk kejadian waktu kecelakaan itu." ucap dokter
__ADS_1
" Apakah kecelakaan ini ada hubungannya dengan kejadian Alviana lupa ingatan dok?" tanya mommy Laras memastikan.
" Kemungkinan seperti itu benturan besi pada lampu yang besar itu mengenai kepalanya sehingga mempengaruhi ingatannya." ucap dokter.
" Bolehkah Alviana sekarang kami bawa pulang ke Indonesia." pinta mommy Laras
" Boleh saya lihat juga kondisinya sudah stabil." jawab dokter.
" Kalau begitu hari ini kami akan membawanya pulang." ucap Daddy Alvonso
" Baik, silahkan." ucap dokter.
Akhirnya Alviana beserta keluarganya pulang ke Indonesia untuk tinggal bersama berkumpul bersama keluarga di mansion milik Daddy Alvonso.
xxxx
Selesai bertemu dengan Alviana, Arlan dan Harlan menemui sahabatnya Harlan di rumah sakit. Hati Arlan ingin menemui Alviana kembali tapi karena tadi melihat Alvonso dan Alvian mengurungkan niatnya.
Selesai bertemu dengan sahabatnya Arlan meminta sepupunya Harlan untuk menemui Alviana kembali. Awalnya Harlan menolak tapi karena Arlan memaksanya terus akhirnya mereka berdua ke ruangan icu di mana Alviana di rawat.
Baru saja langkahnya melangkah tampak orang tuanya Alviana dan dua kakaknya Alvonso dan Alvian akhirnya membatalkan bertemu dengan Alviana.
Arlan berencana besok saja bertemu dengan Alviana.
xxxx
Pagi harinya Arlan dan Harlan bertemu dengan klien mereka meating setelah 2 jam kemudian akhirnya ada kesapakatan kerja sama di antara mereka, merekapun menandatangani berkas - berkas dokumen.
Selesai bertemu klien Arlan mengajak Harlan kembali ke rumah sakit. Sampai di rumah sakit tampak ruang icu sepi. Arlan dan Harlan memberanikan diri untuk masuk ke ruang icu tidak perduli nanti bertengkar dengan Alvonso dan Alvian.
Tampak ruangan icu sepi, Arlan dan Harlan keluar dan berjalan menuju resepsionis menanyakan keberadaan Alviana.
" Mau menanyakan atas nama Nona Alviana yang berada di ruang icu sekarang berapa di ruang rawat nomer berapa ya?" tanya Arlan
" Sebentar." ucap perawat sambil mengedipkan matanya ke arah Arlan.
Arlan tidak memperhatikan perawat itu karena Arlan sedang mengecek email lewat ponselnya.
" Nona Alviana sudah dipindahkan dari rumah sakit." ucap perawat
" Kemana?" tanya Arlan terkejut sambil mendongakkan kepalanya ke arah perawat itu.
" Maaf rahasia keluarganya." ucap perawat
" Sejak kapan?" tanya Arlan
" Kemarin sejak sadar langsung dipindahkan." ucap perawat
" Sudah sadar?" ulang Arlan bahagia
" Ya sudah sadar." ucap perawat.
" Terima kasih." ucap Harlan
" Sama - sama tuan." jawab perawat sambil tersenyum manis tapi tidak diperdulikan oleh mereka berdua.
__ADS_1
Akhirnya mereka pergi dari rumah sakit, Arlan kecewa tidak bertemu padahal baru saja kemarin bertemu.
Harlan memberi nasehat bijak, kalau jodoh tidak akan kemana. Arlan mengajak Harlan pulang apalagi kerjaan juga sudah selesai dikerjakan.