Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Permohonan Maaf Arlan


__ADS_3

" Walau tante Sutrimelza Hermawan jahat tapi bukan harus di tabrak." ucap Arlan tidak terima


" Bagaimana dengan mommy dan kak Alviana? apakah kak Arlan lebih memilih tante Sutrimelza Hermawan daripada kak Alviana?" tanya Max sarkas tanpa sadar air matanya keluar.


" Max sudah 3 kali memperingatkan tante untuk tidak menyakiti keluargaku tapi peringatan Max tidak pernah di dengar. Kak Arlan tahu apa yang dikatakan oleh tante?" tanya Max dengan nada membentak.


Max mengeluarkan ponselnya dan disambungkan ke laptopnya.


xxxxxx


Tampak ibunya Harlan sedang berbicara di apartemen milik Harlan.


" Pokoknya saya ingin kalian membunuh Laras Taylor dan Alviana dan yang terakhir Max. Kalian bu**h ke tiga orang itu sekarang." bentak ibunya Harlan


" Tapi nyonya orang suruhan saya mati secara misterius kalau nyonya bersedia menambah uang maka saya akan mengirimkan anak buahku yang terbaik." ucap pria itu.


" Ok saya akan tambahkan uangnya. Sekarang bunuh mereka sekarang." perintah ibunya Harlan.


xxxxxx


" Arlan, kakak kecewa denganmu." ucap Alvonso meninggalkan mereka semua


" Kakak juga kecewa, kalau kamu lebih memilih tantemu silahkan laporkan Max ke polisi tapi setelah itu lupakan Alviana dan juga keluarga besar Alvonso. Max ayo ikut kakak." ucap Alvian sambil menarik tangan Max.


Max patuh tangannya di pegang oleh Alvian dan mengikuti kakaknya Alvian. Hati Max sangat terharu keluarganya sangat menyayangi dirinya. Maria dan Clarisa juga ikut keluar meninggalkan Arlan sendirian.


arghhh


Arlan berteriak dengan menarik rambutnya dengan menggunakan tangannya dirinya tidak menyangka sama sekali kalau tantenya Sutrimelza Hermawan sangat jahat pada keluarga Alvonso. Penyesalan melingkupi hatinya membuat Arlan menangis menyesal telah melukai hati keluarga Alvonso.


Arlan keluar dari ruangan tempat kerjanya daddy Alvonso menuju ruangan icu. Arlan melihat istrinya Alviana yang lehernya sudah diperban dan keluarga besarnya sedang duduk di ruangan icu.


bruk


Arlan berlutut di hadapan keluarga besar Alvonso.


" Maafkan aku, aku sangat menyesal." ucap Arlan sambil menangis menyesali terlalu percaya dengan ibunya Harlan.


Alviana yang melihat suaminya berlutut membuatnya dirinya tidak tega. Alviana mendekati suaminya dan menarik ke dua tangan Arlan agar berdiri kemudian memeluknya. Arlan pun membalas pelukan Alviana.


" Sayang, sudah lupakan yang telah terjadi. Yang penting jika terjadi sesuatu mas jangan menggunakan emosi cari dulu kebenaran." ucap Alviana sambil menangis


" Apa lupakan? tidak! kakak sangat membenci Arlan." bentak Alvian tidak terima

__ADS_1


" Kakak semua orang pasti pernah melakukan kesalahan. Sekarang Alviana nanya sama kakak jika salah satu anggota keluarga kita ada orang yang mencoba mencelakai apakah kakak akan marah?" tanya Alviana dengan tak henti - hentinya Alviana menangis.


" Tentu saja kakak akan marah." jawab Alvian tegas


" Begitu juga dengan mas Arlan. Tantenya di tabrak tentu saja dirinya marah tanpa mengetahui kebenarannya, kalau tantenya itu sangat jahat bukan saja sama kelurga kita ibunya Harlan juga jahat pada Harlan dan ayahnya Harlan." ucap Alviana tegas


" Apa maksudmu Al?" tanya Arlan bingung sambil melepaskan pelukannya dan melihat wajah Alviana.


" Kakak ingat aku sama mommy pergi mau makan di restoran sebrang?" tanya Alviana.


" Ya saya ingat, memangnya kenapa?" tanya Arlan bingung


" Sebenarnya kami ingin menyelidiki kematian tante dan juga kecelakaan Harlan denan meretas cctv karena itulah kami lama." terang Alviana


" Apa yang kamu dapatkan?" tanya Arlan


" Ibunya Harlan meninggalkan Harlan masih dalam kondisi masih bayi merah dan suaminya dalam kondisi bangkrut. Ayahnya Harlan bersama adik kandung perempuan ayahnya Harlan mengurus Harlan. Ayahnya Harlan bekerja dari nol sampai menjadi sukses sedangkan Harlan diurus oleh tantenya. Hingga Harlan berumur 13 tahun. Sepeninggalan ayah dan tantenya Harlan tinggal di apartemen milik Arlan. Satu tahun kemudian Harlan bekerja sebagai asisten mas Arlan. Benar begitu mas?" tanya Alviana


" Kalau masalah keluarga Harlan mas sama sekali tidak tahu. Tapi kalau Harlan bekerja denganku ya itu benar." ucap Arlan jujur


" Tapi tidak mungkin tante bisa sejahat itu pergi meninggalkan Harlan dalam kondisi bayi masih merah dan juga meninggalkan suaminya dalam kondisi bangkrut." ucap Arlan tidak percaya


" Itulah yang terjadi, aku ada bukti rekamannya." ucap Alviana menyakinkan suaminya.


" Setelah tante pergi apa yang dilakukan tante?" tanya Arlan penasaran.


Arlan diam begitu pula dengan yang lainnya.


" Hingga suatu ketika tante menampar anak tirinya ketahuan oleh suaminya kemudian tante diusir dari rumah suaminya. Di dalam perjalanan tante bertemu dengan Harlan dan tinggal dengan Harlan." ucap Alviana mengakhiri ceritanya.


" Mas tidak menyangka kalau tante begitu jahat pada keluargaku juga keluargamu Al. Mas merasa sangat malu terhadap keluargamu. Mas akan pergi dari kehidupanmu." ucap Arlan sendu.


" Kak Alvonso, kak Alvian dan Max maafkan Arlan. Tolong bilang sama daddy dan mommy kalau Arlan sangat menyesal dan meminta maaf." ucap Arlan sendu tidak terasa air matanya mengalir penyesalan teramat sangat dan perasaan malu akibat ulah ibunya Harlan.


Arlan membalikkan badannya dan berjalan meninggalkan mereka dengan perasaan hancur.


greb


Alviana memeluk suaminya Arlan dan menangis.


" Sayang, jangan pergi ke 6 anak kita sangat membutuhkanmu. Kita mulai lagi dari awal dan lupakan apa yang telah terjadi." ucap Alviana sambil menangis membuat kemeja Arlan basah.


" Tapi.." ucapan Arlan terpotong oleh perkataan daddy Alvonso.

__ADS_1


" Benar kata putriku Arlan, anak - anak kalian sangat membutuhkanmu. Lupakan masalah yang tadi dan untuk anak - anak daddy Alvonso, Alvian dan juga Max kalian saling berpelukan dengan Arlan. Jangan menyimpan dendam karena dendam yang di simpan akan merusak jiwa kita dan membuat kita menjadi sakit. Kalian tidak inginkan kalau mommy kalian menangis karena anak - anaknya tidak rukun?" tanya daddy Alvonso yang baru saja keluar dari ruangan icu.


" Tidak dad." jawab Alvonso, Alvian dan Max bersamaan.


" Bagus, sekarang kalian berpelukan, saling memaafkan dan lupakan masalah yang tadi." pinta daddy Alvonso


Merekapun saling berpelukan dan masing - masing meminta maaf. Arlan sangat bahagia dirinya masih di terima di keluarga besar Alvonso.


Kini sudah tidak ada lagi dendam di antara mereka. Masing - masing melupakannya dikarenakan mommy Laras selalu berpesan agar semua anak - anaknya dan para menantunya untuk selalu rukun.


xxxxx


Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :



Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.


Cinta Satu malam Bersama Mafia


Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2


Cinta Pertama Psychopath


Cinta Pertama Mafia



Dan


Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author

__ADS_1


Yayuk Triatmaja


xxxxxx


__ADS_2