Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Rocky Di Ketemukan


__ADS_3

Alvianpun membereskan laptopnya dan berjalan untuk menemui Ronald.


bruk


Auch


Baru saja keluar dari kantin menuju ke ruang


perawatan tubuh Alvian di tabrak oleh seorang gadis berpakaian dokter.


Alvian tidak berpengaruh karena tubuhnya memang kuat tapi gadis itu hampir saja terjatuh kalau tidak di tahan oleh Alvian menggunakan tangannya.


" Maaf saya tidak sengaja karena saya buru - buru." ucap dokter itu sambil berusaha melepaskan tangan Alvian yang masih di genggamnya.


" Ya tidak apa - apa jawab Alvian tanpa sadar tersenyum dan melepaskan genggaman tangannya.


deg


Jantung Alvian dan dokter itu berdetak kencang ketika mereka saling menatap.


" Dokter Amelia Dacosta." ucap Alvian sambil membaca name tag di dada dokter itu.


" Ya benar itu nama saya, nama tuan?" tanya dokter Amelia sambil mengulurkan tangannya.


" Jangan panggil tuan panggil saja Alvian." ucap Alvian


" Tidak sopan kalau hanya memanggil nama saja, bagaimana kalau mas Alvian?" tanya dokter Amelia sambil tersenyum.


" Boleh." jawab Alvian sambil membalas senyuman Amelia.


" Permisi, saya ingin mengecek pasien." pamit dokter itu sambil meninggalkan Alvian.


Alvian pun berjalan melanjutkan perjalanan menuju ruangan bunda Clarisa.


ceklek


Alvian membuka pintu ruangan tampak Ronald sedang berbincang dengan Clarisa sedangkan ke dua anaknya sedang tertidur.


" Al, Harlan kemana?" tanya Ronald


" Harlan dan anak buahnya menyelamatkan sepupunya yang bernama Rocky." ucap Alvian menjelaskan.


" Oh. Oh ya Al, Ayah mau ke kantin dulu titip bunda dan ke dua adikmu ya?" pinta Ronald


" Baik Ayah." jawab Alvian


" Kamu pesan makanan apa?" tawar Ronald.


" Tidak tadi Alvian dan Harlan sudah makan di kantin." jawab Alvian.


" Ok. Sayang ayah mau pergi ke kantin dulu ya?" pamit Ronald pada istrinya.


" Hati - hati sayang." ucap Clarisa


Ronald hanya tersenyum dan berjalan keluar ruangan perawatan menuju ke arah kantin.


" Bunda gimana keadaannya?" tanya Alvian

__ADS_1


" Bunda baik sayang, terima kasih sudah membantu bunda dan ayah serta ke dua adikmu." ucap Clarisa tulus.


" Bunda, Alvian sudah menganggap bunda, ayah dan ke dua adik sebagai keluargaku jadi tidak perlu mengucapkan terima kasih.


Clarisa sangat terharu mendengar perkataan Alvian. Clarisa bersyukur didikan dari kecil mommy Laras, dirinya dan sahabatnya Maria membuat Alvonso, Alvian dan Alviana menghargai mereka bertiga tanpa membedakan ibu kandungnya ataupun bukan ibu kandungnya.


ceklek


Pintu terbuka membuat Clarisa mengalihkan pemandangannya ke arah pintu tampak seorang dokter cantik bersama ke dua perawat masuk. Alvian yang membelakangi pintu sontak membalikkan badannya.


deg


Jantung Alvian dan dokter itu berdetak kembali. Dokter yang baru saja datang bernama Amelia dokter yang tadi dirinya di tabrak.


" Permisi nyonya kami ingin mengecek kondisi nyonya." ucap dokter Amelia dengan nada lembut dan berjalan menuju ke mereka diikuti oleh ke dua perawat.


" Permisi mas Alvian saya ingin mengecek kondisi nyonya." pinta dokter Amelia ramah.


Alvian yang salah tingkah langsung menggeserkan tubuhnya agar Clarisa di periksa.


Setelah selesai memeriksa dokter Amelia tersenyum ke arah Clarisa.


" Kondisi nyonya dan janin nyonya baik - baik saja kemungkinan 4 hari lagi nyonya boleh pulang." ucap dokter Amelia.


Clarisa bisa menangkap kalau dokter yang bernama Amelia dan Alvian ada perasaan terlihat dari gerak gerik mereka.


" Terima kasih dok, oh ya bolehkah saya bertanya secara pribadi?" tanya Clarisa


" Boleh. Tanya apa nyonya?" tanya doker Amelia bingung


" Apakah dokter sudah menikah atau sudah punya kekasih?" tanya Clarisa tanpa basa basi karena menurutnya Clarisa tidak ingin anak kesayangannya mengharap kalau pada kenyataannya gadis itu sudah menikah atau sudah mempunyai kekasih.


" Amelia belum menikah ataupun mempunyai kekasih nyonya." ucap dokter Amelia jujur.


" Dokter Amelia cantik apalagi seorang dokter masa belum mempunyai kekasih atau teman dekat?" tanya Clarisa menyelidik


" Teman banyak nyonya tapi untuk kekasih Amelia belum menemukan yang cocok. Karena Amelia ingin menikah sekali seumur hidup. Jadi Amelia hati - hati dalam memilih pasangan." ucap Amelia


" Memang kriterianya apa saja?" tanya Clarisa penasaran


" Seiman, Baik, sayang, mengerti pekerjaan Amelia sebagai dokter, bertanggung jawab, tidak pernah memukul kalau Amelia berbuat salah cukup dimarahi dan tanggung jawab." ucap Amelia menjelaskan kriteria calon pendampingnya.


" Semua kriteria sepertinya cocok sama kamu Al?" ucap Clarisa usil sambil menahan tawa.


" Bunda." ucap Alvian tersenyum malu.


Sedangkan Amelia hanya tersenyum melihat Alvian yang tersenyum malu.


" Jalani saja dulu jika memang kalian berjodoh kalian akan menikah tapi jika memang bukan berjodoh bunda harap kalian berteman baik dan tidak menjadikan kalian bermusuhan ." ucap Clarisa


" Oh ya, panggillah bunda sama seperti Alvian." ucap bunda Clarisa


" Baik bun, terima kasih bun. Maaf bun Amelia mau mengecek pasien lainnya.


" Ok." jawab Bunda Clarisa dan Alvian bersamaan.


Dokter itupun keluar ruangan perawatan untuk melihat pasien lainnya.

__ADS_1


" Alvian, apakah kamu suka dengan dokter Amelia?" tanya Clarisa.


" Alvian tidak tahu bun tapi yang pasti pas pertama kali ketemu di kantin dan ketemu lagi dengan dokter Amelia di sini jantung Alvian selalu berdetak kencang." jawab Alvian jujur karena Alvian tahu bunda Clarisa sudah tahu sifat luar dalamnya Alvian.


" Itu namanya kamu jatuh cinta, perjuangkan Alvian apalagi dia belum punya kekasih, kalau kamu diam nanti di ambil orang lain." ucap bunda Clarisa.


" Baik bun, Alvian akan berjuang." ucap Alvian bersemangat.


" Bagus itu bunda suka semangatmu. Alvian bunda lelah, bunda ingin tidur sebentar ya?" ucap Bunda Clarisa.


" Baik bunda. Bunda istirahat saja biar Alvian menjaga bunda dan ke dua adik Alvian


Bunda Clarisa memejamkan matanya dan tidak lama bunda Clarisa tertidur pulas. Alvianpun duduk di sofa sambil membuka laptopnya melanjutkan pekerjaan kantor.


xxxx


Tempat Penyekapan Rocky


Harlan dan 5 anggota mafia yang sudah terlatih menembak dan bela diri menggunakan pakaian serba hitam.


Harlan berjalan mengendap - ngendap mendekati gudang tua yang digunakan untuk penyekapan Rocky.


5 orang penjaga sedang berkeliling menjaga gudang tua.


dor akh


dor akh


dor akh


dor akh


dor akh


Harlan beserta 5 anak buah mafia gagak hitam menembak 5 orang penjaga yang sedang berjaga dan langsung mati di tempat.


Harlan dan 5 orang anak buahnya mulai masuk ke gudang dan melihat Rocky ke dua tangan dan kakinya terikat. Merekapun saling tembak karena orang - orang yang di bawa Harlan orang terlatih tidak butuh lama musuh dikalahkan.


Harlan mendekati sepupunya yang sudah setahun lebih dikiranya sudah meninggal ternyata masih hidup.


xxxxx


Mohon Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar author tetap semangat dalam menulis novel ini, terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author


Yayuk Triatmaja

__ADS_1


xxxxxx


__ADS_2