Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Kepergian Alviana


__ADS_3

Alviana terkejut Clara memanggil Arlan dengan sebutan daddy. Alviana melihat Arlan menggendong Clara dan mencium pipinya. Alviana mengalihkan pemandangannya ke arah wanita itu.


Wanita itu menatap tajam dan tersenyum sinis ke arah Alviana. Alviana yang tahu diri langsung berdiri.


" Maaf tuan Arlan, saya pamit mau pergi." ucap Alviana


" Ya silahkan." ucap Arlan tanpa sadar mengucapkan itu karena sibuk menciumi Clara karena Clara sangat imut dan menggemaskan.


Alviana menundukkan kepalanya sebentar untuk berpamitan ke arah wanita itu. Yapi wanita itu hanya menatapnya dengan muka yang siap menerkam dirinya. Alviana berjalan sambil menahan rasa luka di hatinya.


Alviana menuruni tangga karena liftnya masih tertutup. Di lantai 33 Alviana sangat lelah akhirnya menunggu di lift terbuka.


Ketika lift terbuka Alviana masuk ke dalam lift dan menekan tombol lantai 1. Sampai di lantai satu banyak karyawan tersenyum padanya dan Alviana membalas senyuman walau hatinya terluka tapi Alviana berusaha menutupinya.


" Nona Alviana." panggil resepsionis


" Ya, ada apa?" jawab Alviana lembut dan tersenyum ramah.


" Bolehkah saya minta nomer ponsel nona Alviana?" pinta resepsionis.


" Buat apa ya?" tanya Alviana bingung.


" Kalau misalnya tiba - tiba saya kena pecat bisa minta tolong cari kerjaan buat saya." ucap resepsionis bohong.


" Baiklah nomer ponsel saya 08xx 1234 5678." ucap Alviana sambil tersenyum.


" Baik terima kasih nona." jawab resepsionis tersenyum bahagia.


" Sama - sama, saya pamit mau pulang" jawab Alviana tersenyum ramah.


" Hati - hati nona." ucap resepsionis tersenyum ramah.


( " Yes, akhirnya aku dapat nomer ponsel nona Alviana jadi kalau tuan Arlan sedang marah tinggal telp nona Alviana dan nona Alviana pasti datang dan tuan Arlan tidak akan marah, untung aku pintar berbohong jadi dapat deh nomer ponselnya." ucap resepsionis dalam hati ).


Alviana berjalan dengan agak cepat dan langsung menuju parkiran mobil dan mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi.


Alviana berhenti di sebuah danau yang sepi dari pengunjung karena danau itu terkenal angker karena itu tidak ada yang berani ke danau itu.


" Mas Arlan kenapa mas Arlan melakukan ini padaku? kamu jahat mas Arlan!! cinta pertamaku akhirnya harus berakhir sangat menyakitkan.. hiks.. hiks.." tangis Alviana pecah.


Setelah menghilangkan rasa sesak dihatinya dengan menangis Alviana menghapus air matanya dan pulang ke mansion milik orangtuanya.


Beruntung di mansion masih sepi karena mommy Laras pasti dalam perjalanan pulang menjemput ke tiga adiknya sedangkan daddy Alvonso dan ke dua kakaknya masih berada di kantornya.

__ADS_1


Alviana langsung masuk ke kamar dan membuka seluruh pakaiannya dan mandi di air shower agar menghilangkan kepedihan di hatinya.


Selesai mandi Alviana mengganti pakaian santai dan langsung berbaring dan tidak berapa lama Alviana sudah tertidur pulas.


Sore harinya Alviana terbangun dan langsung mandi sore tubuhnya terasa sangat segar.


Alviana mengambil koper dan mengambil beberapa pakaian dan dimasukkan ke dalam koper. Selesai melakukan itu semua Alviana turun untuk makan malam bersama keluarganya.


Tidak ada yang tahu akan kesedihan Alviana karena Alviana pintar menyembunyikan perasaannya.


Selesai makan semua kumpul di ruang keluarga.


" Mom, Dad, Alviana ingin pergi ke negara Australia mau kuliah sambil kerja sekalian nanti tinggal sama mama Maria." Ucap Alviana


" Kenapa mendadak sekali?" tanya mommy curiga.


" Tadi Alviana telephone sama bunda Clarisa dan Alviana kangen sudah lama tidak ketemu sama bunda Clarisa. " ucap Alviana


" Baiklah yang penting kamu bisa jaga diri." ucap mommy Laras.


" Terima kasih mom." ucap Alviana sambil tersenyum


" Kapan kamu berangkat?" tanya daddy Alvonso


" What??? kenapa mendadak sekali!" pekik Alvonso dan Alvian bersamaan.


" Aish... aku bosan sama kak Alvian yang bawel ingin suasana baru." jawab Alviana asal.


" Oh kamu sudah bosan sama kakak?" omel Alvian


" Iya bosan weee.." ledek Alviana sambil menjulurkan lidahnya dan berlari sambil berlindung di belakang mommynya.


" Kamu itu." ucap Alvian mencubit pipi Alviana.


" Sakit tauu.. mommy.... daddy... kak Alvonso... kak Alvian nakal." rengek Alviana dengan suara manjanya.


" Alvian sudahlah kamu itu usil banget sih sama adikmu." ucap mommy Laras


" Siapa dulu daddynya." ucap Alvian


" Kok daddy yang di tuduh? dari tadi daddy diam kok jadi daddy disalahkan?" ucap daddy Alvonso pura - pura ngomelin Alvian.


" Berarti salah mommy." ucap Alvian asal

__ADS_1


" Aish kenapa mommy yang disalahkan?" ucap mommy Laras sambil matanya mendelik


" Terus nyalahin siapa? orang tua Alvian kan daddy dan mommy." ucap Alvian


" Berarti usilmu ngikutin daddy." ucap mommy Laras


" Lho kok daddy sich mom?" protes daddy Alvonso.


" Alvian mirip siapa?" tanya mommy Laras


" 100 persen mirip aku daddynya." ucap daddy Alvonso bangga.


" Berarti sifat usilnya mirip daddy." ucap mommy Laras.


" Aish sudahlah terserah mommy." ucap daddy Alvonso pasrah.


Merekapun tertawa bersama, bercanda bersama tidak ada pertengkaran suami istri ataupun kakak dengan adik atau anak dengan orang tuanya.


xxxx


Jam 6 pagi mereka pergi ke bandara soekarno Hatta untuk mengantar Alviana pergi ke negara Australia.


Nasehat dari ke dua orang tuanya dan ke dua kakaknya hanya diangguki oleh Alviana. Kini tibalah perpisahan Alviana masuk ke dalam menuju ke ruang pemeriksaan tiket pesawat.


Alviana sudah menaiki pesawat menatap pemandangan di bandara Soekarno Hatta.


( " Aku harap dengan kepergianku bisa melupakan luka yang teramat sakit, aku menyukaimu mas Arlan. Pertama kali mas Arlan memelukku dan membuka topengku di acara pesta. Waktu kita bertemu lagi di kantormu hatiku bahagia bisa bertemu kembali denganmu, sampai pagi - pagi setelah mengantar ke tiga adikku aku langsung menuju kantormu, aku bahagia dan ingin rasanya mencium dirimu tapi aku berusaha menahan diri, tapi di tengah ke bahagiaanku ada seorang anak memanggilmu daddy dan seorang wanita aku meyakini kalau wanita itu adalah istrimu hatiku terasa amat sakit, aku mencintaimu mas Arlan karena itu aku pergi dari kehidupanmu supaya aku tidak melukai istri dan anakmu. Aku hanya berdoa semoga mas Arlan bahagia." ucap Alviana dalam hati ).


Tidak terasa air matanya keluar dan Alviana langsung menghapusnya secara kasar dan mendengarkan lagu rock melalui headfree untuk melupakan kepedihan hatinya.


xxxx


Kini Alviana sudah tinggal di Australia bersama bunda Clarisa dan paman Ronald beserta ke dua anaknya Rocky dan Liani.


Alviana bekerja sambil kuliah agar tidak ada waktu untuk memikirkan Arlan. Alviana sengaja mengganti nomer ponselnya dengan alasan keluarganya kalau Alviana merasa bosan dengan nomer lamanya.


Alviana juga meminta kepada keluarganya jika ada yang mencarinya jangan memberitahukan keberadaannya. Awalnya mereka bertanya dan Alviana hanya menjawab ingin kosentrasi dalam kuliah dan tidak ingin di ganggu oleh siapapun dan akhirnya mereka mau mengerti.


xxxxx


Terima kasih atas komentarnya dan jangan lupa like, vote dan tip nya yaaa biar author tetap semangat menulis, terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘


Salam Author,

__ADS_1


Yayuk Triatmaja


__ADS_2