
Mommy Laras menatap tajam ke arah dua orang yang berpakaian dokter dan perawat karena mereka memakai masker.
Mommy Laras mengingat akan kejadian dulu yang pernah dialaminya waktu di rumah sakit. Mommy Laras berdiri dan berjalan mendekati mereka yang akan membuka pintu icu.
" Berhenti!" teriak mommy Laras
Dua orang itu menghentikan langkahnya kemudian membalikkan tubuhnya.
" Ada yang bisa saya bantu nyonya?" ucap dokter itu ramah.
" Siapa kalian?" tanya mommy Laras sambil menarik masker milik pria berpakaian dokter.
Dokter itu terkejut melihat apa yang dilakukan oleh mommy Laras. Tangan dokter itu dimasukkan ke dalam kantong jasnya.
" Nyonya kenapa melakukan ini? tentu saja saya dokter ingin memeriksa keadaan pasien" ucap dokter itu berusaha ramah
" Saya sangat kenal siapa dokternya dan saya yakin kalian berdua adalah dokter dan perawat gadungan, bukankah begitu tuan?" tanya mommy Laras sambil menatap tajam ke dokter itu.
Arlan yang melihat mommy Laras ribut dengan dokter itu langsung berdiri. Arlan tanpa sengaja melihat tangan dokter itu mengeluarkan sebuah pisau tajam dari kantong jas dokternya.
Arlan langsung menarik mommy Laras dan mencengkram tangan dokter itu yang memegang pisau hingga pisau itu terlepas.
bugh
Sambil memegang tangan dokter itu Arlan menendang dokter gadungan itu. Perawat yang melihat temannya terdesak membantunya tapi mommy Laras langsung menendang.
bugh
Arlan bertarung dengan dokter gadungan sedangkan mommy Laras bertarung dengan wanita itu.
Mommy Laras dan Arlan terkadang memukul dan terkadang juga menghindar dari lawannya. Daddy Alvonso yang baru saja datang dari kantin menjatuhkan makanan dan minunannya ketika melihat istri dan menantunya bertarung dengan dua orang itu.
Daddy Alvonso berjalan cepat dan langsung membantu Arlan. Arlan yang mendapat bantuan daddy Alvonso langsung berpindah membantu mommy Laras.
bugh
bugh
__ADS_1
bugh
bugh
Pukulan demi pukulan yang diberikan daddy Alvonso, Mommy Laras dan Arlan membuat mereka babak belur.
Daddy Alvonso menghubungi dokter Kennath kalau rumah sakit miliknya telah terjadi penyerangan dan meminta anak buahnya untuk membawanya ke markas milik dokter Kennath.
Sebenarnya Arlan ingin membawanya ke markas miliknya tapi hatinya masih bimbang.
" Daddy bolehkah di bawa ke markasku?" tanya Arlan
" Silahkan, tapi daddy minta beritahu daddy siapa dalangnya." ucap daddy Alvonso
" Baik dad, Arlan titip Alviana kabarin Arlan kalau ada sesuatu dengan Alviana." ucap Arlan.
" Pasti daddy akan kabarin." ucap daddy Alvonso.
Arlan menghubungi bodyguardnya untuk membawa dua orang itu ke markasnya. Tapi sayang ada seseorang penembak misterius yang menembak ke dua orang itu membuat orang yang berpakaian dokter dan berpakaian perawat mati seketika.
Arlan berlari mengejar penembak misterius itu tetapi gerakkan penembak musterius itu sangat gesit hingga sampai di lorong penembak misterius itu hilang membuat Arlan kehilangan jejak.
" Sial kemana dia?" ucap Arlan sambil mengatur nafas karena berlari sangat jauh dari lantai satu menuju ke lantai 4
Arlan pun kembali ke lantai satu menggunakan lift menuju ke ruang icu. Mommy Laras dan daddy Alvonso yang melihat kedatangan Arlan langsung menanyakan.
" Gimana Ar?" tanya mereka berdua serempak
" Arlan kehilangan jejak mom." ucap Arlan
" Apa yang terjadi?" tanya doker Kennath dan Maria bersamaan yang baru saja datang.
" Biar daddy Alvonso yang menceritakannya, Ken aku pinjem laptopmu ya?" pinta mommy Laras
" Ok, Maria temani Laras." ucap dokter Kennath
" Ok." jawab Maria singkat.
__ADS_1
Mereka berdua berjalan ke ruangan kerja dokter Kennath untuk mengambil laptopnya. Setelah mengambil laptopnya mommy Laras dan Maria kembali lagi ke ruangan icu.
Mereka kini duduk di ruang tunggu ICU. Mommy Laras mengutak atik laptopnya untuk meretas rumah sakit milik dokter Kennath.
Mommy Laras mempercepat rekaman cctv secara mundur dari orang itu datang ke ruangan icu sampai kedatangan mereka. Setelah selesai Momny Laras menekan tombol play tampak dua orang itu keluar dari mobil masing - masing membawa 2 tas yang agak besar masuk ke ruangan lobby menuju ke toilet dan keluar sudah menggunakan pakaian dokter dan perawat serta masker.
Mereka berjalan ke ruangan icu dan Mommy Laras menanyakan dokter itu sampai Arlan mencengkram tangan dokter itu yang ingin menusuk mommy Laras hingga pisau itu terlepas. Arlan berkelahi dengan dokter itu dan mommy Laras yang melihat perawat ingin menyerang Arlan langsung menolong Arlan.
Sampai Daddy Alvonso datang membantu Arlan dan Arlan membantu mommy. Sampai orang itu sudah tidak berdaya ketika Mommy Laras, Daddy Alvonso dan Arlan mengobrol seseorang menembak dua orang yang berpakaian dokter dan perawat itu.
Arlan mengejar penembak misterius itu karena di lobby ada banyak bodyguard Arlan yang berjaga membuatnya menaiki anak tangga menuju ke atas. Arlan dan beberapa bodyguard membantu Arlan mengejarnya sampai di lantai 4 penembak misterius itu meloncat dari gedung satu ke gedung lainnya dan hilang di lorong yang tidak ada cctv.
" Sial pantas saja hilangnya cepat banget ternyata dia meloncat dari gedung ke gedung lainnya." guman Arlan
" Siapa dua orang itu? kenapa ingin membunuh anakku?" guman daddy Alvonso
" Sayang sekali penembak misterius itu memakai pakaian serba hitam jadi sulit untuk mengenalinya." guman dokter Kennath
Mommy Laras mencoba mencari identitas ke dua orang itu sampai meretas cctv. Sudah dua jam lebih mommy Laras mengutak atik laptopnya dan akhirnya berhasil.
" Pelakunya Bona." ucap mommy Laras.
" What???" teriak mereka serempak
" Ya benar, lihatlah orang yang menyamar sebagai dokter dia berhubungan dengan Bona, tapi tunggu bukannya waktu itu Bona kamu tangkap Ken?" tanya mommy Laras bingung karena Bona bisa terlepas.
" Maaf, aku lupa memberitahu waktu aku mau ke markas istriku meminta agar Bona di bawa ke polisi untuk di penjara belum ada dua hari dia sakit dan di bawa ke rumah sakit ternyata itu hanya taktiknya dia kabur tanpa jejak." ucap dokter Kennath.
" Kalau begitu Alviana harus dijaga ketat agar tidak ada lagi orang yang ingin membunuhnya." ucap Mommy Laras.
" Bolehkah saya usul?" tanya Arlan
" Apa itu Ar?" tanya mommy Laras
" Aku minta ijin agar Alviana di ruangan khusus dan hanya dokter dan perawat yang di tunjuk selain itu tidak boleh masuk. Aku juga minta ijin untuk membuat ruangan pribadiku agar aku bisa menunggu Alviana hingga tersadar diruangan khusus itu." usul Arlan
" Bagaimana kalau Alviana kita pindahkan di mansion saja? bukannya dulu peralatan yang kita pernah beli belum terpakai karena Alviana sudah sadar. Kita tinggal menggaji dokter dan perawat yang menjaga Alviana. Arlan juga bisa tinggal di mansion." usul mommy Laras
__ADS_1