Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Penyelamatan 3


__ADS_3

Mantan kekasih Clarisa mati seketika di tembak oleh Alvian yang baru saja datang. Alvian bersama anak buahnya Arlan menembaki semua musuhnya.


Sedangkan bodyguard Ronald, Harlan dan beberapa anak buah Arlan sedang berada di luar menembaki para musuhnya.


Clarisa menggandeng putrinya Liani sedangkan Ronald menggandeng putranya Rocky. Tanpa sengaja Clarisa melihat seseorang mengarahkan pistol peredam suara ke arah suaminya Ronald.


Clarisa melepaskan genggaman tangannya yang tadi menggenggam tangan Liani dan memeluk suaminya. Ronald sangat terkejut melihat tindakan istrinya. Ronald tanpa sadar membalas pelukan istrinya.


" Sayang, ijinkan aku untuk memelukmu. Aku hanya ingin bilang kalau aku merasa nyaman bersamamu, terima kasih atas semua ungkapan cinta untukku, aku mencintaimu uhuk... uhuk..." ucap Clarisa sambil terbatuk - batuk menahan rasa sakit di punggungnya yang terkena tembakkan dan perlahan - lahan menutup matanya.


dor


akh


Terdengar suara tembakkan membuat Ronald dan Alvian terkejut. Ronald dan Alvian membalikkan badannya dan melihat pria itu mati di tembak oleh Harlan. Harlan dan Alvian bekerja sama mencari musuh yang tersembunyi kemudian menembaknya.


Ronald yang memeluk Clarisa merasakan tangan kanannya yang memegang punggung Clarisa terasa basah sedangkan tangan kirinya yang memegang pinggang istrinya tidak.


Pelukan Clarisa yang semula kencang semakin lama semakin melemah dan tubuh Clarisa terasa berat. Ronald melepaskan pelukannya dan hampir saja Clarisa terjatuh tapi tubuhnya langsung ditahan oleh Ronald menggunakan ke dua tangannya. Ronald perlahan mendorong tubuh Clarisa dan menatap wajah istrinya.


Ronald membulatkan matanya melihat istri tercinta mulutnya menguarkan darah dan kedua mata istrinya tertutup. Ronald mengangkat tangan kanannya dan melihat ada noda darah.


" Clarisa!" teriak Ronald sambil mengguncangkan tubuh istrinya.


Alvian dan Harlan yang mendengar teriakan Ronald langsung berlari ke arah Ronald. Alvian mengulurkan jari telunjuknya ke hidung Clarisa dan memegang urat nadinya.


" Paman, bunda Clarisa masih hidup, kita pergi ke rumah sakit." pinta Alvian


" Alvian kamu berada di depan lindungi paman Ronald sambil memegang Liani dan aku akan melindungi dari arah belakang sambil memegang Rocky." printah Harlan.


" Baik." jawab Alvian singkat.


Alvian berjalan dengan cepat ke arah depan dan tangan kirinya menggenggam tangan Liani dan tangan kanannya menggenggam pistol sambil matanya menatap arah sekitar di bantu oleh para anak buah mafia yang berjaga dari arah samping kanan dan kiri Alvian.


Ronald menggendong istri tercintanya dengan perasaan bercampur aduk. Tidak terasa air matanya menetes karena melihat kondisi istrinya yang menyelamatkan dirinya agar tidak tertembak.


Tangan kiri Harlan menggenggam tangan Rocky dan tangan kanannya menggenggam sebuah pistol. Matanya mengedar ke sekeliling jika ada musuh yang masih sembunyi.


Kini mereka sudah berada di mobil, Alvian membuka pintu mobil belakang pengemudi Ronald pun duduk dan Clarisa tidur berbaring dengan menggunakan paha Ronald sebagai bantalannya.


Alvian membuka pintu mobil samping pengemudi agar Liani masuk ke dalam mobil dan menutupnya setelah memasang sealt belt Liani. Alvian membalikkan badannya dan berjalan ke arah pengemudi dan masuk ke dalam mobil dan menutupnya. Alvian mengendarai kecepatan tinggi agar cepat sampai ke rumah sakit.


Harlan membuka pintu mobil belakang pengemudi agar Rocky duduk dan menutup pintu mobil. Harlan memutar arah dan duduk di belakang pengemudi sedangkan dua bodyguard sudah duduk di pengemudi beserta temannya di sampingnya. Bodyguard juga mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi di ikuti oleh mobil lainnya.

__ADS_1


xxxx


Di Tempat mansion dekat pinggiran hutan


Maria berjalan mengendap - ngendap ke arah mansion baru beberapa langkah seseorang menempelkan senjatanya ke dahi Maria.


bugh


Tangan Maria langsung menarik tangan orang itu dengan tangan kirinya kemudian merampas pistolnya sedangkan tangan kanannya memukul wajah pria itu.


Baru saja ingin menembak pria itu Maria melihat semua orang mengarah senjatanya ke arah dirinya membuat Maria angkat tangan tanda dirinya menyerah.


bugh


akh


Salah seorang dari mereka memukul punggung Maria dari arah belakang membuat Maria langsung pingsan. Maria langsung di gotong oleh mereka dan di bawa ke dalam mansion.


byur


Wajah Maria di siram membuat Maria perlahan membuka matanya. Maria berusaha bangun tapi tidak bisa membuat Maria terkejut dan melihat dirinya ke dua tangan dan kakinya sudah terikat dengan kencang.


Maria melihat sekelilingnya banyak para penjaga menggenggam senjata dan sepasang suami istri paruh baya menatap tajam ke arahnya.


" Siapa kalian kenapa kalian menangkap putriku, apa salah putriku!" teriak Maria


Wanita paruh baya itu berdiri dan mendekati Maria.


plak


Gara - gara kamu kami kehilangan putra kesayangan kami." bentak wanita itu sambil menarik rambut Maria agar wajahnya menghadap ke arah wanita itu membuat Maria meringis kesakitan menahan rasa sakit di tampar dan menahan rasa sakit di kepalanya karena di tarik oleh wanita paruh baya itu.


" Putra nyonya? apa maksud nyonya? saya tidak kenal dengan putra nyonya?" tanya Maria terkejut.


" Apa kamu kenal dengan Alex?" tanya wanita paruh baya dengan menatap tajam ke arah Maria.


Maria mencoba mengingat nama Alex setelah agak lama Maria baru mengingatnya nama Alex laki - laki yang sudah lama telah dilupakan oleh Maria.


" Ya aku ingat. Apa hubungan nyonya dengan Alex?" tanya Maria bingung.


" Alex adalah putra kami, baguslah kamu masih ingat." ucap ibunya Alex.


" Lepaskan putriku dia tidak ada hubungan dengan Alex." teriak Maria.

__ADS_1


" Putrimu ada hubungannya denganku, aku kehilangan putraku dan kamu juga harus kehilangan putrimu, pengawal!!!" teriak ibu Alex tanpa dosa


dor


Pengawal itu menembak Kelly dan tidak berapa lama tubuh Kelly terguncang - guncang dan tak lama tubuh mungil itu berhenti dan menutup matanya.


" Kelly!!!hiks.... hiks..." teriak Maria sambil menangis sambil berusaha memberontak agar ikatan tangan dan kakinya terlepas.


" Dasar wanita gila sama seperti anaknya gila, Alex sudah sepantasnya mati dan kurasa di alam kubur Alex di siksa." ucap Maria sarkas


plak


" Pengawal." teriak ibu Alex sambil menampar kembali Maria


dor


Akh


Maria tertembak di perutnya sehingga darahnya keluar dengan deras. Membuat Maria kehilangan kesadaran dan tidak ingat apa yang terjadi selanjutnya.


" Aku memang gila itu gara - gara dirimu, bagaimana sakit bukan, sekarang aku akhiri kesakitanmu, pengawal tembak dahi wanita ini!!" teriak wanita itu tanda dosa


dor


akh


xxxxx


Mohon Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar author tetap semangat dalam menulis novel ini, terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author


Yayuk Triatmaja

__ADS_1


xxxxxx


__ADS_2