Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Penyerangan Markas Mafia Blue Black


__ADS_3

Dokter Kennath beserta anak buahnya yang sedang terluka pulang ke mansion milik daddy Alvonso dan sebagian berjalan menuju ke markas mafia blue black.


Dokter Kennath duduk di belakang pengemudi bersama Alvian sambil berbaring dengan menggunakan paha dokter Kennath sebagai bantalnya. Dua orang duduk di depan yang satu mengendarai mobil dan yang satunya lagi duduk di samping pengemudi.


Mereka mengendarai mobil dengan kecepatan sedang mengingat Alvian sedang terluka.


xxxx


Di mansion, perasaan mommy Laras merasa tidak enak. Mommy Laras terbangun dari tidurnya, mommy Laras melihat jam menunjukkan jam 2.15 berarti hanya 15 menit mommy Laras tertidur.


Mommy Laras duduk di kepala ranjang mengambil laptop suaminya yang kebetulan ada di meja nakas. Mommy Laras meretas cctv di markas mafia golden gold dan ternyata tidak bermasalah karena pihak dokter Kennath sepertinya akan menang.


Mommy Laras melanjutkan meretas cctv markas blue black matanya membulat sempurna suami dan anaknya Alvonso dalam bahaya karena jumlah musuh mereka sangat banyak.


Mommy Laras berjalan menuju pintu lemari dan mengambil pakaian ganti. Pakaian yang dikenakan dilepas semua dan berganti pakaian serba hitam anti peluru dan memakai jaket tebal. Mommy Laras berjalan dua langkah untuk mengambil banyak senjata milik suaminya yang disembunyikan di balik lemari pakaiannya.


Mommy Laras keluar sambil membawa sebuah kotak yang agak besar. Mommy Laras berjalan sampai menuju ke ruang keluarga, mommy Laras melihat Ronald dan Harlan sedang mengobrol. Mommy Laras mendekati mereka berdua membuat mereka terkejut melihat penampilan mommy Laras.


" Ronald dan Harlan kalian pergilah ke markas mafia blue black karena suamiku dalam bahaya dan kalian naiklah motor sport agar cepat sampai." pinta mommy Laras.


" Kamu mau kemana La?" tanya Ronald heran


" Aku akan pergi ke markas mafia blue black, oh ya kotak ini berisi senjata ambilah." ucap mommy Laras.


Setelah memberikan kotak itu mommy Laras berjalan dengan langkah cepat menuju garasi dan menaiki motor sport itu dan melajukan dengan kecepatan tinggi.


Ronald dan Harlan langsung masuk ke kamarnya masing - masing untuk berganti pakaian. Clarisa yang sedang tertidur pulas mendengar pintu kamarnya terbuka langsung membuka matanya.


" Sayang kok belum tidur?" tanya Clarisa sambil berbaring di ranjang.


" Aku dan Harlan ingin pergi menolong Alvonso kata Laras mereka dalam bahaya dan Laras sudah jalan duluan menggunakan motor sport." ucap Ronald sambil mengganti pakaiannya.


" Aku ikut, nanti aku akan bilang sama Maria untuk menjaga anak - anak dan untuk Arlan sayangku yang bilang ya?." pinta Clarisa sambil terbangun dan mengganti pakaiannya.


" Kamu dan Laras kenapa mempunyai seragam yang sama?" tanya Ronald heran


" Kami bertiga punya dan semua pakaian ini aku yang mendesainnya sehingga peluru tidak bisa menembus." ucap Clarisa menjelaskan.


Ronald hanya menganggukkan kepalanya.


Mereka berdua keluar dan menuju ke kamar Maria dan Arlan. Arlan sebenarnya mau ikut tapi Clarisa melarang dan meminta agar Arlan berjaga - jaga takut musuh menyerang secara tiba - tiba. Arlan pun akhirnya menyetujui perkataan Clarisa.

__ADS_1


Ronald, Clarisa dan Harlan membuka kotak yang diberikan oleh mommy Laras mereka bertiga mengambil senjata dan menyimpannya di balik rompi anti peluru.


Mereka bertiga berjalan menuju garasi. Ronald menaiki motor sport dan Clarisa duduk sambil memeluk suaminya begitupula dengan Harlan mengendarai motor sport mereka melajukan kendaraan dengan sangat kencang agar cepat sampai di tempat tujuan.


Belum ada setengah jam dokter Kennath datang dan turun dari mobil kemudian menggendong Alvian.


Ruangan tempat rawat Alviana yang memang tidak di buat kedap suara membuat Arlan terbangun karena mendengar suara - suara mobil berdatangan.


Arlan langsung berdiri dan mengambil pistol dan membuka pintu secara perlahan. Matanya membulat sempurna melihat paman Kennath sedang menggendong Alvian.


Arlan langsung membuka pintunya secara lebar dan berjalan menuju paman Kennath yang sedang menggendong Alvian.


" Paman apa yang terjadi?" tanya Arlan terkejut.


" Alvian tertembak." jawab dokter Kennath.


" Karena paman sudah datang aku pergi ke markas mafia blue black mau menyusul mommy, paman Ronald, bunda Clarisa dan Harlan karena daddy dalam bahaya." ucap Arlan.


" Apa?" ya sudah paman akan ikut?" ucap dokter Kennath


" Jangan paman, paman jaga mansion saja karena tadi mansion di serang untuk cerita lebih detail paman tanya sama mama Maria." ucap Arlan menerangkan.


" Baiklah paman." ucap Arlan


Dokter Kennath membaringkan Alvian di ranjang di ruangan Alviana karena di ruangan itu di desain khusus dan mempunyai 3 ranjang.


Dokter Kennath mengecek kondisi Alvian dan juga kondisi Alviana setelah selesai dokter Kennath berjalan dengan cepat menuju garasi mengambil motor sport salah satu koleksi Alvonso dan Alvian.


Alvonso dan Alvian sangat suka mengoleksi motor sport masing - masing mempunyai dua belas koleksi dengan berbagai warna dan merk.


Dokter Kennath mengendarai motor dengan sangat kencang menuju markas mafia blue black.


xxxx


Markas Mafia Blue Black


Daddy Alvonso dan Alvonso kehabisan senjata dan anak buahnya banyak yang meninggal karena anak buah mafia blue black sangat banyak dan juga sangat terlatih. Daddy Alvonso dan Alvonso dengan menggunakan tangan kosong menyerang mereka dan terkadang merebut senjata dan menembaki anak buah mafia blue black.


Di saat terdesak seorang wanita memakai pakaian serba hitam dan penutup wajah menembaki anak buah mafia blue black secara membabi buta.


Wanita itu mendekati daddy Alvonso dan Alvonso dan memberikan masing - masing senjata untuk menembaki anak buah mafia blue black.

__ADS_1


Mereka bertiga menembaki anggota mafia sehingga banyak yang mati tertembak.


dor


akh


Seseorang yang diam - diam ingin menembak Alvonso tapi wanita yang berpakaian serba hitam itu menghalanginya sehingga wanita itu tertembak mengenai lehernya.


Alvonso langsung menangkap tubuh wanita itu agar tidak terjatuh.


" Sayang kamu baik - baik sajakan? ucap wanita itu.


deg


deg


Daddy Alvonso dan Alvonso sangat terkejut dan membeku karena mendengar suara yang sangat familiar di telinga mereka berdua .


Daddy Alvonso yang penasaran langsung membuka topeng wanita itu.


" Mommy!!" teriak mereka berdua serempak.


Mereka berdua sangat terkejut ternyata yang membantu mereka bertarung adalah mommy Laras dan mommy Laras menjadi tamengnya agar anak kesayangannya tidak tertembak oleh musuh. Mommy Laras merelakan dirinya tertembak agar anaknya selamat.


" Mommy, kenapa nolongin Alvonso." ucap Alvonso menahan air matanya.


" Karena mommy sangat sayang padamu dan rela melakukan apapun demi anak - anak mommy. Pesan Mommy kalian yang rukun jangan bertengkar. Mommy bahagia jika kalian sayang menyayangi. Daddy, mommy hanya bisa bilang kalau mommy sangat mencintai daddy tolong titip anak - anak dan tolong jaga mereka." ucap mommy Laras.


Setelah mengucapkan itu mommy Laras langsung memejamkan matanya dan pingsan karena darah yang keluar dari lehernya lumayan banyak.


" Mommy


Tampak sepengetahuan Daddy Alvonso dan Alvonso dua orang menodongkan senjatanya ke arah daddy Alvonso dan Alvonso.


xxxx


Terima kasih atas komentarnya dan jangan lupa like, tambahkan votenya dan tip nya yaaa biar author tetap semangat menulis, terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘


Salam Author,


Yayuk Triatmaja

__ADS_1


__ADS_2