
" Daddy setahu Arlan kalau bayi kembar karena faktor keturunan. Tapi Arlan lihat daddy dan mommy anak tunggal tapi kenapa mommy dan Alviana bisa hamil anak kembar?" tanya Arlan bingung.
" Nenek daddy yang kembar 2 sayangnya nenek daddy sudah lama sekali meninggal waktu daddy masih kecil." ucap daddy Alvonso
" Oh begitu ya dad." ucap Arlan
" Oh ya, daddy tanya sama kamu tapi jujur ya. Kamu setiap hari minta jatah ke istri atau kadang - kadang kalau ingin main." tanya daddy Alvonso usil.
Daddy Alvonso ingin tahu apakah menantunya sama seperti dirinya yang selalu meminta jatah atau tidak.
Arlan terkejut mendengar pertanyaan vulgar mertuanya membuat Arlan hanya tersenyum malu.
" Kenapa mukamu memerah Al, jangan bilang kamu setiap hari meminta?" selidik daddy Alvonso
" Maafkan Arlan dad." ucap Arlan karena dirinya memang seperti itu.
Sejak Arlan pertama kali melakukannya bersama Alviana membuat Arlan memintanya setiap hari hingga membuat Alviana kelelahan. Alviana tidak pernah mengeluh atau marah padanya tapi Arlan tahu istrinya ingin melakukan apa saja agar suaminya senang walau tubuhnya sangat lelah.
" Maaf kenapa?" tanya daddy Alvonso bingung
" Arlan... setiap hari meminta kadang pagi atau malam sepulang kerja." ucap Arlan tertunduk malu dan merasa bersalah karena tidak bisa menahan libi**nya yang tinggi.
" Pffftttt... daddy Alvonso tertawa mendengar penjelasan Arlan
" Daddy tidak marah?" tanya Arlan ragu
" Kenapa mesti marah justru daddy ingin memberitahukan kalau daddy memang sepertimu." ucap daddy jujur
" Benarkah?" tanya Arlan tidak percaya
" Ya benar, kamu siap - siap kalau istrimu ngidam dan minta yang aneh - aneh dan kamu harus sabar dalam menghadapi perubahan istri yang terkadang membuat kita kesal. Daddy pernah mengalaminya ketika daddy ingin minta jatah tapi mommy selalu menolaknya membuat daddy kesal hingga daddy hampir saja kehilangan mommy dan ketiga anak kami Debby, Denis dan Denisa. Mommy mengalami kecelakaan di tabrak oleh teman daddy karena teman daddy sangat menyukai daddy tapi daddy tidak tahu. Daddy harap apa yang di alami daddy buat pelajaranmu Arlan. Karena di saat istri tercinta kita koma barulah kita sadar bahwa separuh nafas kita hilang." ucap daddy Alvonso tanpa sadar air matanya keluar.
Arlan hanya diam mendengarkan nasehat daddynya yang sangat berharga baginya.
" Sekarang daddy ingin kamu jujur pada daddy, iatrimu Alviana sekarang sedang berbaring koma bagaimana perasaanmu sedih atau senang?" tanya Daddy
" Tentu saja sedih daddy, kalau bisa Arlan bersedia menggantikan sakit Alviana." ucap Arlan
" Begitupula yang dirasakan daddy saat mommy terluka dan berbaring koma tapi hal itu tidak mungkin. Karena itu sebisa mungkin daddy menahan emosi, marah, egois ataupun sejenisnya karena daddy ingin membahagiakan mommy agar mommy selalu tersenyum. Jika istri tersenyum hati kita akan senang juga kerja kita jadi semangat." ucap daddy Alvonso memberikan wejangan ke Arlan.
__ADS_1
" Terima kasih daddy atas nasehat buat Arlan." ucap Arlan tersenyum
Daddy Alvonso hanya tersenyum mendengar ucapan Arlan.
" Satu lagi jika istrimu nanti sangat gendut karena hamil kembar jangan marah atau menghinanya karena yang ada istrimu akan stress dan mempengaruhi janinnya. Tentu kamu tidak ingin terjadi sesuatu dengan istri dan ke 6 anakmu bukan?" tanya daddy Alvonso
" Iya daddy, Arlan tidak ingin terjadi sesuatu dengan istri dan ke 6 anakku yang masih dalam kandungan." jawab Arlan
"Sifat Alviana adalah mengalah, tidak suka keributan jadi jika dia sedih dan terluka maka dia akan pergi dari kehidupanmu sama seperti mommynya. Beruntung Alvonso, Alvian dan Alviana menghubungi daddy jika tidak daddy tidak akan bertemu dengan mommy dan anak - anak Daddy lagi. Daddy harap semua perkataan daddy kamu ingat jangan sampai kesalahan daddy kamu lakukan juga. Karena kita merasakan kehilangan ketika seseorang yang sangat kita cintai tidak ada di sisi kita." ucap daddy bijak.
Arlan mengingat masa lalu dulu Alviana pernah seperti itu hanya karena salah paham dengan Jessica dia pergi dan menghilang beruntung mommy Laras memberitahukannya kalau tidak Arlan tidak bertemu dengan istri yang dicintainya.
" Daddy mau ke ruang perawatan mau menengok mommy, kamu pergilah ke ruang icu. Ajak Alviana mengobrol walau koma Alviana bisa mendengarnya." pinta daddy Alvonso.
" Baik dad." jawab Arlan
Daddy Alvonso dan ketiga anaknya yang masih kecil pergi ke ruang perawatan sedangkan Arlan ke ruang ICU.
xxxxx
Keluarga Ronald
Ronald keluar sambil menggendong istrinya sedangkan Alvian masuk ke dalam dengan menggenggam tangan Liani.
Clarisa langsung di bawa ke ruang ugd untuk di ambil peluru yang bersarang di tubuhnya. Ronald, Alvian dan Liani menunggu di ruang ugd. Tidak berapa lama muncullah Harlan bersama Rocky.
" Harlan, terima kasih atas bantuannya." ucap Ronald tulus
" Sama - sama tuan." jawab Harlan
" Panggillah paman, apakah kamu sudah lupa Harlan? kenapa masih memanggilku tuan?" tanya Ronald
" Maaf kebiasaan di kantor." jawab Harlan tersenyum kikuk.
" Di kantor juga tidak apa - apa memanggil paman atau kamu bisa juga memanggilku ayah, anggap saja aku ayahmu." jawab Ronald
" Benarkah?" tanya Harlan tidak percaya
" Iya benar, itu kalau dirimu bersedia." ucap Ronald
__ADS_1
" Harlan bersedia, terima kasih ayah." jawab Harlan terharu tanpa sadar dirinya memeluk Ronald dan Ronaldpun membalas pelukannya.
" Paman curang." ucap Alvian tiba - tiba
" Curang kenapa Al?" tanya Ronald bingung sambil melepaskan pelukannya dan menatap Alvian.
" Harlan memanggil paman dengan sebutan ayah sedangkan Alvian memanggilnya paman." ucap Alvian sambil cemberut
" Pfftttt... kamu manggil ayah juga tidak apa - apa apalagi kamu memanggil istriku dengan sebutan bunda." ucap Ronald.
" Benarkah?" tanya Alvian
" Benar Al? masa ayah bohong." jawab Ronald
" Terima kasih ayah." jawab Alvian senang. Mereka berdua pun berpelukan setelah beberapa saat mereka melepaskan pelukannya.
Tidak berapa lama ponsel milik Alvian berbunyi. Alvian mengambil ponselnya di saku kemejanya dan melihat siapa yang menghubungi dirinya.
DADDY MEMANGGIL
Alvian pun langsung mengangkatnya setelah 15 menit bicara Alvian melamun karena tidak percaya apa yang di dengarnya. Membuat Ronald dan Harlan cemas takut mendengar berita buruk.
" Ada berita apa Al?" tanya Ronald penasaran
" Mommy, Alviana dan Max terluka. Mommy dan Max tertembak dan berhasil di ambil pelurunya dan kini sudah sadar." ucap Alvian tersadar dari lamunannya karena tangannya di pegang oleh Ronald.
" Terus Alviana?" tanya Ronald cemas
" Kak Alviana bagaimana? kak Alviana tidak apa - apakan?" tanya Harlan panik
"Alviana koma tapi...." ucap Alvian terpotong karena syock mendengar kabar dari daddynya.
" Tapi apa Al?" tanya Ronald dan Harlan bersamaan
" Kak Alviana hamil." jawab Alvian
" Apa? syukurlah tapi tidak apa - apakan janinnya?" tanya Ronald sedangkan Harlan hanya menatap Alvian menunggu jawaban.
" Tidak apa - apa, tapi yang membuat Alvian syock Alviana hamil kembar 6." jawab Alvian akhirnya
__ADS_1
" What???" pekik mereka serempak.