
Arlan tanpa berpikir panjang mengambil gelas dan sengaja menjatuhkan.
prang
Harlan yang juga sedang melamun terkejut mendengar suara gelas jatuh.Arlan yang hendak turun mengambil pecahan gelas di larang oleh Harlan.
" Kakak biar Harlan saja yang membersihkannya." ucap Harlan sambil keluar dari kamar Arlan.
Arlan yang melihat Harlan sudah pergi langsung turun dari ranjang dan mengambil pecahan gelas. Arlan yang sangat merindukan istri dan ke 6 anaknya nekat melakukan menggores tangannya hingga mengeluarkan darah.
" Akhh... mungkin dengan begini aku bisa bertemu dengan istriku." ucap Arlan berbicara dengan dirinya sendiri.
Ceklek
Harlan membuka pintu sambil membawa alat sedot debu agar tidak ada serpihan gelas yang tertinggal.
Harlan terkejut melihat darah di lantai dan menatap tangan Arlan yang sudah berdarah.
" Kak Arlan, apa yang kakak lakukan? aku akan mengobati kakak." ucap Harlan
" Jangan, tolong telephone Alviana untuk datang, bilang tanganku terluka. Aku ingin tahu apakah dia perduli padaku atau tidak." ucap Arlan
" Baiklah kak." ucap Harlan pasrah karena Harlan tahu kalau kakaknya keras kepala.
Harlanpun menghubungi Alviana deringan ke dua di angkat oleh Alviana.
" Hallo Harlan ada apa?" tanya Alviana lembut
" Tolong ke apartemen kak Arlan, kak Arlan terluka." ucap Harlan
tut tut tut tut
Alviana mematikan ponselnya sepihak tanpa bertanya terlebih dahulu.
" Kok dimatiin sich?" ucap Harlan kesal
" Kenapa? apa jawabannya? Alviana panik dan ingin datang?" tanya Arlan beruntun
" Sepertinya tidak karena aku bilang ke kak Alviana untuk datang ke apartemen kak Arlan, kak Arlan terluka langsung dimatiin. Sudahlah kak, Harlan yang mengobati saja." ucap Harlan
" Tidak biarkan saja." ucap Arlan sedih karena kini istrinya sudah tidak perduli padanya.
" Kak Alviana tidak mungkin datang kan kak Alviana kaki dan tangannya masih kaku karena waktu koma itu, ayolah kak biar Harlan obati luka kakak." ucap Harlan mencoba merayu Arlan agar mau diobati.
" Tidak, biarkan saja. Kamu pergilah dan tinggalkan kakak sendiri." usir Arlan
" Hm.. baiklah." ucap Harlan
__ADS_1
Harlan berjalan mendekati pintu sebelum membuka pintu Harlan mengatakan sekali lagi tanpa membalikkan badannya.
" Kalau kakak sayang dengan Alviana obati luka kakak." ucap Harlan sambil berjalan dan membuka pintu kamar Arlan meninggalkan Arlan sendiri.
xxxx
Alviana yang mengetahui suaminya terluka langsung berlari menuju ke garasi motor dan menaiki motor sport menuju pintu gerbang.
" Pak, nanti kalau mommy tanya Alviana pergi ke apartemen mas Arlan karena mas Arlan sedang terluka." ucap Alviana berpesan pada penjaga mansion.
" Baik nyonya muda." jawab salah satu penjaga mansion.
Alviana mengendarai motor sport dengan kencang hingga tidak membutuhkan waktu lama Alviana sudah sampai di aparteman Arlan.
Alviana yang sudah tahu pin apartemen Arlan langsung memencet dan masuk ke dalam. Alviana berlari menaiki anak tangga dan bertemu dengan Harlan.
" Harlan bagaimana keadaan mas Arlan?" tanya Alviana panik
" Kak Arlan tidak mau diobati katanya inginnya kak Alviana yang mengobati. Oh ya kamu sudah bisa jalan normal lagi Kak Al?" tanya Harlan terkejut melihat Alviana kini sudah bisa menggerakkan tubuhnya.
" Ceritanya panjang aku mau lihat mas Arlan dulu." ucap Alviana sambil berjalan menuju ke kamar Arlan.
ceklek
Alviana terkejut melihat bau yang agak menyengat rokok dan minuman alkohol dan kamar yang tidak pernah dibersihkan.
" Harlan, kakak kan sudah bilang pergilah tinggalkan kakak sendiri. Istriku saja tidak perduli padaku biarkan saja aku mati kehabisan darah." ucap Arlan
" Akukan sudah bi..." ucapan Arlan terpotong karena ketika membalikkan badannya ternyata yang datang istri yang sangat dicintainya.
Tanpa menjawab Alviana mencari kotak P3K setelah ketemu Alviana mengambilnya kemudian mengobati tangan Arlan kemudian memperbannya.
Selesai mengobati, Alviana membuka gorden dan mengambil penyedot debu yang tadi ditinggalkan oleh Harlan. Selesai menyedot debu Alviana membereskan botol - botol minuman. Setelah beres Alviana keluar dari kamar Arlan tapi baru beberapa langkah Arlan memanggilnya.
" Mau kemana? apakah kamu tidak merindukanku" tanya Arlan sendu
" Mau ambil pel agar kamar mas Arlan segar." ucap Alviana tanpa menjawab pertanyaan yang ke dua.
Alviana keluar mengambil alat pel kemudian mengepel lantai kamar Arlan. Kini kamarnya sudah bersih dan terasa segar.
Alviana duduk di samping ranjang suaminya dan langsung memeluknya.
" Jangan di tanya aku sangat - sangat merindukanmu." ucap Alviana
" Terima kasih sayang, mas pikir kamu tidak merindukanku." ucap Arlan sendu
Alviana melepaskan pelukannya dan menatap wajah suaminya yang sangat dirindukan.
__ADS_1
" Sayang, selama 3 minggu aku tinggal kok sekarang jadi seperti ini, sudah makan?" tanya Alviana
" Aku tidak nafsu makan sayang." ucap Arlan manja, dirinya sangat senang mendapatkan perhatian istrinya.
" Baiklah aku akan membuatkan masakan buat mas Arlan." ucap Alviana
" Jangan untuk saat ini pesan makanan aja mas masih kangen." ucap Arlan
" Baiklah aku akan..." ucapan Alviana terpotong karena pintu kamar Arlan terbuka.
" Mommy." panggil Arlan dan Alviana terkejut melihat mommynya datang.
Arlan hanya menundukkan wajahnya karena takut dirinya meminta Alviana untuk datang menemui dirinya.
" Gimana Al, apanya yang terluka?" tanya mommy Laras lembut
deg
Jantung Arlan berdetak ternyata apa yang dipikirkannya salah, mommy Laras ternyaa masih perduli padanya.
" Tangan Arlan mom yang terluka." ucap Arlan sambil menunjukkan tangannya yang sudah di balut oleh perban.
" Kenapa bisa tanganmu terluka?" tanya mommy Laras curiga.
" Karena Arlan...." Arlan menghentikan ucapannya dan menatap Alviana kemudian menatap mommy Laras.
Mommy Laras tahu kalau Arlan sengaja melukai dirinya sendiri agar istrinya datang menemui suaminya.
" Mommy sudah tahu." ucap mommy Laras
" Apa Harlan mengatakan ke mommy?" tanya Arlan dalam hati kesal dengan Harlan yang membocorkan rahasianya.
" Bukan, mommy hanya menebak. Oh ya ini mommy bawa makanan. Kalian makanlah nanti mommy mau makan sama Harlan." ucap mommy Laras memberikan 2 kotak makanan dan di terima oleh Alviana.
Mommy Laras meninggalkan mereka berdua dan turun ke bawah menuju meja makan.
Alviana menaruh makanan di meja makan dan membuka kotak makanan kemudian menyuapkan makanan ke suaminya. Sesuap demi sesuap di makan oleh Arlan. Kebahagiaan yang tak terkira bisa melihat kembali wajah istrinya. Tanpa terasa makananpun habis kemudian Alviana menaruhnya kembali kemudian mengambil gelas.
" Mau makan lagi sayang?" tanya Alviana sambil membuka kotak makanan yang satunya.
" Buatmu saja, kamukan belum makan." ucap Arlan
" Aku gampang." ucap Alviana
Alviana kembali menyuapkan makanannya ke mulut Arlan tapi disuapkan ke dua Arlan menolaknya.
" Kita makan bersama sekarang kamu yang makan nanti gantian." pinta Arlan.
__ADS_1
" Ok." jawab Alviana singkat
Merekapun makan saling bergantian dan tidak terasa makananpun habis.