Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Rencana Mommy Laras


__ADS_3

" Sekarang kita sudah tahu pelakunya." ucap mommy Laras.


" Ada lagi mom." ucap Alvian


" Apalagi Al?" tanya mommy Laras


" Waktu kak Alvonso, Harlan, Kelly dan Liani habis meminum dan merasakan badannya panas kak Alvonso menarik tangan Kelly dan Harlan menarik tangan Liani untuk di bawa ke kamar mandi agar efeknya hilang tapi ketika di tempat yang sepi mereka berempat di serang karena itulah mereka tidak bisa menahan hasratnya." ucap Alvian


" Apa itu hasrat kak?" tanya Max polos


" Kamu masih kecil Max belum saatnya kamu tahu." ucap mommy Laras


" Betul itu." kata mereka serempak.


"Haishh aku ini sudah 25 tahun bukan anak kecil." ucap Max sambil menggerutu.


" Jika saatnya tiba kamu akan mengerti Max."ucap daddy Alvonso


" Baiklah dad." ucap Max pasrah


" Kita lanjutkan lagi." ucap dokter Kennath penasaran


" Ok." Jawab Alvian dan Max serempak.


" Apa ada yang lain lagi Al?" tanya mommy Laras.


" Mereka di tangkap oleh anak buah Arlan, kata Harlan mereka mati semua kecuali anak buahnya." ucap Alvian.


" Iya benar aku mendapat laporan dari anak buahku kalau mobilnya masuk ke jurang dan tidak ada yang selamat karena mobilnya meledak hanya anak buahku saja yang berhasil menyelamatkan diri karena salah satu dari mereka merebut stir kemudi dan membawanya ke jurang." ucap Arlan


" Apa ada yang lainnya Al?" tanya mommy Laras lagi


" Tidak ada mom." jawab Alvian


" Bagaimana denganmu Max apa ada yang mencurigakan di hotel?" tanya mommy Laras.


" Orang yang memakai topeng itu adalah tuan Vincent pemilik hotel Alexis dan juga pemilik perusahaan PT DAKOTA CORP." ucap Max


" Berarti tuan Vincent sengaja mengundang perayaan ulang tahun perusahaan PT DAKOTA CORP untuk menjebak Alvonso dan Harlan." tebak mommy Laras

__ADS_1


" Tepat sekali tebakan mommy, tuan Vincent sebenarnya ada dendam dengan kak Alvonso karena proyeknya gagal karena itulah sengaja menjebak kak Alvonso agar bisa mempermalukan kak Alvonso dan bisa membuat perusahaan milik kak Alvonso menjadi hancur. Max sudah menghancurkan rekaman cctv melalui virus sebelum video itu tersebar." ucap Max


" Bagus Max, kamu memang bisa diandalkan." puji Alvian.


" Terima kasih kak." ucap Max


" Kalau ingin menjebak kak Alvonso kenapa Harlan juga di jebak?" tanya Arlan bingung


" Proyek kerjasamanya di tolak oleh kak Harlan karena itulah tuan Vincent dendam terhadap kak Harlan." ucap Max menjelaskan


" Oh iya aku ingat sebulan yang lalu tuan Vincent ingin melakukan kerja sama proyek dengan perusahaanku tapi Harlan menolak karena ada beberapa point yang sangat mengutungkan buat perusahaan tuan Vincent, aku tidak menyangka tuan Vincent ternyata sangat licik untung Harlan tidak mau bekerja sama." ucap Arlan.


"Selain itu Ririn mempunyai sahabat karib bernama Celine dan dokter Aldrian, mereka tidak sengaja bertemu dengan tuan Vincent di sebuah hotel milik tuan Vincent. Tuan Vincent ternyata sepupu jauh Ririn dan tuan Vincent meminta mereka untuk menginap di hotel Alexis miliknya. Kemudian ketika kak Alvonso, kak Harlan, Kelly dan Liani makan bersama, mereka berempat tidak sengaja melihatnya dan melakukan rencana penjebakan itu." ucap Max menjelaskan.


" Ada lagi Max?" tanya mommy Laras


" Tidak ada mom." ucap Max


" Pantas saja waktu Alvonso, Harlan, Kelly dan Liani pergi meninggalkan pesta tuan Vincent tahu semua karena itu tuan Vincent memerintahkan anak buahnya menyerang mereka berempat. Ketika anak buahnya di tangkap diapun tahu. Anak buahnya nekat melakukan itu karena sudah mendapatkan ancaman jika tertangkap harus bunuh diri kalau tidak keluarganya akan di bunuh." ucap mommy Laras.


" Kita tangkap mereka." ucap mereka serempak.


" Jangan karena hotel tersebut di lengkapi rekaman cctv apalagi hotel itu milik tuan Vincent jadi kalau kita ke sana pasti mereka kabur, kita harus menjebak mereka tapi caranya gimana ya?" ucap mommy Laras sambil berfikir


" Aku tahu... aku, mas Alvonso, Kennath, Maria, Ronald dan Clarisa kita menemui anak - anak kita dan kita pura - pura bertengkar dan memutuskan persahabatan sedangkan Arlan, Alvian, Max dan beberapa anak buah kita menangkap ke empat pria tersebut dan bebarapa pengawal. Bagaimana menurut kalian?" tanya mommy Laras


" Bagus juga idemu sayang, dengan demikian mereka tidak tahu kalau kita telah menjebak mereka dan kita mudah menangkap mereka." ucap daddy Alvonso


" Aku juga setuju, nanti Arlan, Alvian, Max dan beberapa anak buah kita bawa ke mansion milik kita." ucap dokter Kennath


" Mansion milik kita?" tanya Alvian, Arlan dan Max bersamaan.


" Siapa yang keluar dulu dari hotel?" tanya mommy Laras tanpa menjawab pertanyaan ke tiga anaknya.


" Memang kenapa La?" tanya mereka serempak.


" Mansion itu hanya bisa di buka dengan menggunakan telapak tangan kita berenam aku, mas Alvonso, Kennath, Maria, Clarisa dan Ronald. Karena itu salah satu dari kalian berempat Kennath dengan Maria atau Ronald dengan Clarisa? karena Alvian, Arlan dan Max beserta Max tidak bisa membuka gerbang biar mereka menunggu kedatangan salah satu dari kalian." ucap mommy Laras.


" Kalau begitu aku dan Clarisa yang duluan keluar dari hotel dan untuk Alvian, Arlan dan Max kalian nanti menunggu kami di pinggiran hutan. Kami akan menunjuk jalan menuju mansion." ucap Ronald

__ADS_1


" Ok." jawab Alvian, Arlan dan Max serempak.


" Bagus, ayo kita berangkat bersama tapi khusus Alvian, Arlan dan Max kalian beda mobil ya supaya tidak ketahuan." ucap mommy Laras


" Baik mom." jawab mereka serempak.


Mereka pun berangkat menuju ke tempat hotel dimana Alvonso, Harlan, Kelly dan Liani menginap.


XXXXX FLASH BACK OFF XXXXX


" Itulah yang terjadi Alvonso dan Harlan." ucap mommy Laras menceritakan semuanya.


" Mommy memang yang terbaik." ucap Alvonso sambil memeluk mommy Laras.


" Harlan sangat beruntung memiliki mommy." ucap Harlan memeluk mommy Laras.


Mommy Laraspun memeluk ke dua anak kesayangannya dengan penuh kasih sayang.


" Mommy Alvian mau juga di peluk." ucap Alvian sambil berdiri dan memeluk mommy Laras.


Mommy Laraspun memeluk ke tiga anaknya yang sudah mulai tumbuh besar. Selesai berpelukan mereka melepaskan pelukannya.


" Alvonso, mommy tidak menyangka sifatmu mirip daddy." ucap mommy Laras


" Yang mana mom?" tanya Alvonso bingung


" Kamu diam - diam hasratmu sama seperti daddy sangat tinggi." ucap mommy Laras.


" Dari mana mommy tahu!" tanya Alvonso menunduk malu karena ketahuan.


" Rekaman CCTV untung hanya mommy, Alvian dan Max yang melihat tapi Max langsung menutup rekaman itu dan langsung mengirim virus." ucap mommy Laras


" Iya kak, aku saja tidak menyangka kakakku ternyata ganas juga." ucap Alvian tersenyum jahil


Alvonso hanya menutup wajahnya karena malu di goda mommy dan adiknya.


" Memang kamu tidak begitu juga Alvian?" tanya mommy Laras penasaran.


" Biasa aja mom paling 2 atau 3 ronde setelah itu kami istirahat dan paginya paling 1 kali." ucap Alvian jujur

__ADS_1


" Sama seperti Harlan, Harlan awalnya 5 kali karena memang pengaruh obat tapi paginya hanya sekali sedangkan Alvonso ckckck.." ucap mommy Laras menggelengkan kepalanya.


" Mommy!!!" teriak Alvonso dan Harlan serempak


__ADS_2