Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Cinta Satu Malam Bersama Mafia


__ADS_3

Dalam kondisi terdesak bantuan pun datang. Alviana yang tidak bisa menahan hasratnya dan dokter Aldrian yang mengetahuinya segera mendekati Alviana dan langsung menariknya agak menjauh dan langsung memeluk Alviana. Dokter Aldrian tidak memperdulikan dirinya tadi terkena pukulan musuhnya.


Alviana yang mendapat pelukan dokter Aldrian membalas pelukannya dan ingin mengecup bibir dokter Aldrian sebelum bibir mereka bersentuhan Arlan datang dan menarik tangan Alviana hingga tubuh Alviana berada di pelukan Arlan.


" Sayang, tolong puaskan aku. Aku sangat tersiksa." ucap Alviana sambil menggerakkan tubuh bagian intimnya ke keris milik Arlan membuat keris Arlan menegang.


" Alvonso, Alvian cepat bantu aku, biar mereka di urus oleh anak buahku." ucap Arlan sambil berusaha melepaskan pelukan Alviana dan menahan ke dua tangan Alviana.


Arlan berusaha menahan hasratnya karena mendapat perlakuan Alviana. Arlan langsung menggendong tubuh Alviana.


Alvonso dan Alvian yang melihat Alviana menderita langsung mengikuti Alviana diikuti oleh dokter Aldrian.


Para penjahat di serang oleh anggota mafia milik Arlan dan tidak berapa lama bantuan kembali datang dari anggota mafia milik paman Kennath sehingga para penjahat yang menyerang ke tiga anak kembar kalah telak karena mereka kalah jumlah.


Harlan sudah duduk dari tadi di kursi pengemudi dan semua pintu sudah di buka membuat Arlan dengan mudah masuk bersama Alviana di belakang kursi pengemudi diikuti di sampingnya Alvian. Alvian langsung menutup pintu sebelah kiri.


Alvonso duduk di samping Alviana, Alvonso pun menahan tubuh Alviana agar tidak terlalu berdekatan dengan Arlan. Sedangkan dokter Aldrian duduk di samping pengemudi.


Dokter Aldrian hatinya sangat kesal karena tadi hampir saja mereka berciuman tapi rencananya gagal oleh ulah Arlan. Dokter Aldrian sangat pandai merubah mimik wajahnya sehingga tidak ada satupun yang mencurigainya kecuali Arlan.


Arlan tahu ketika pria itu memeluk Alviana dan ingin menciumnya. Untungnya dirinya tepat waktu. Arlan sangat membenci pria itu karena mengambil keuntungan terhadap kekasihnya. Arlan tidak menyalahkan Alviana yang memeluk pria itu karena Arlan tahu penyebab Alviana melakukan itu.


10 menit akhirnya mereka sampai di mansion milik Arlan. Alvian membuka mobilnya dan langsung keluar sambil menahan pintu mobil milik Arlan agar Arlan segera keluar.


Arlan yang ingin menggendong Alviana di larang oleh Alvian karena Arlan hanya kekasihnya bukan suaminya.


Arlan langsung mengalah dan Alvian langsung menggendong tubuh Alviana sedangkan Alvonso yang sudah turun memegang tangan Alviana yang berusaha ingin melepaskan dresnya.


Arlan berjalan cepat menuju kamar pribadinya di lantai dua diikuti oleh Alvonso, Alvian dan dokter Aldrian.


Alviana diletakkan di ranjang milik Arlan oleh Alvian sedangkan Alvonso masih menahan kedua tangan Alviana dengan erat


" Arlan aku pinjam dua dasi." perintah Alvonso


Tanpa banyak bertanya Arlan membuka lemarinya dan mengambil dua dasi miliknya dan diberikan oleh Alvian dasinya satu dan satunya lagi Arlan pegang karena tangan Alvonso sedang menahan tangan Alviana yang sedang memberontak ingin melepaskan tangannya yang di pegang oleh Alvonso.

__ADS_1


" Alvian dan Arlan ikat kaki dan kedua tangan Alviana biar tidak memberontak!" perintah Alvonso selanjutnya.


Alvian dan Arlan langsung melakukan permintaan Alvonso.


" Tolong aku, aku benar - benar tidak tahan.. ahhh...." rintih Alviana sambil mendesah


" Dokter Aldrian apa yang mesti kami lakukan untuk menghilangkan efek obat peransang?" tanya Alvonso frutrasi karena melihat adik kesayangannya sangat tersiksa menahan gairahnya.


" Hanya ada satu cara yaitu melakukan hubungan suami istri agar efek obatnya hilang." ucap dokter Aldrian


" Sial." ucap Alvian


" Bukannya bisa dengan berendam di air dingin atau diberikan obat untuk menghilangkan efeknya?" tanya Arlan


" Tidak bisa karena jenis obatnya mengandung dosis sangat tinggi dan terlebih Alviana sudah dari tadi menahan hasratnya." ucap dokter Aldrian menjelaskan.


" Ada cara lain?" tanya Alvonso kuatir


" Tidak ada, jika tidak melakukannya maka Alviana akan tersiksa dan mengakibatkan kematian." ucap dokter Aldrian.


Alvonso langsung menelephone mommynya. Deringan pertama langsung diangkat mommy Laras. Alvonso langsung menekan speakernya agar orang yang berada di ruangan itu mendengarnya.


📱" Mommy, apa yang mesti kami lakukan, Alviana terkena obat peransang, jika tidak melakukan hubungan suami istri Alviana bisa mati, aku dan Alvian tidak mungkin melakukannya karena Alviana adik kami?" tanya Alvonso to the point tanpa basa basi


📱 " Di situ ada Arlan?" tanya mommy Laras


📱 " Ada mom." ucap Alvonso


📱 " Mommy, saya Arlan." ucap Arlan langsung sambil mengambil ponsel milik Alvonso.


📱 " Arlan apakah kamu mencintai anakku Alvina dan bersedia menikah dengan putriku Alviana?" tanya mommy Laras


📱 " Tentu saja mommy, Arlan sangat mencintai Alviana dan bersedia menikah dengan Alviana." ucap Arlan tegas


📱 " Arlan berjanjilah pada mommy dan daddy untuk menjaga dan menyayangi Alviana sepenuh hati dan jiwa ragamu." ucap Mommy Laras.

__ADS_1


📱 " Iya mommy, Arlan berjanji." ucap Arlan mantap tanpa keraguan.


📱 " Alvonso dan Alvian biarkan Arlan yang melakukannya. Semuanya keluar dan tinggalkan Arlan dan Alviana berdua." perintah mommy Laras.


📱 " Baik mom." ucap mereka serempak.


Semuanya keluar dari ruangan kamar pribadi milik Arlan kemudian menutup pintu kamarnya. Kini tinggallah Arlan dan Alviana berdua di kamar.


Arlan langsung melepaskan seluruh pakaian yang dikenakan hingga tubuhnya polosnya tanpa sehelai benangpun. Keris Arlan kini berdiri dengan tegak tanpa ada halangan.


Arlan melepaskan ikatan kaki dan tangan Alviana. Alviana menarik tangan Arlan hingga Arlan berada di atas Alviana.


Alviana mengalungkan ke dua tangannya ke leher Arlan dan mulai mencumbunya. Arlan pun membalas ciuman Alviana sambil menarik resleting dres milik Alviana kemudian menariknya ke bawah dan kini tinggal dua bukit kembar yang masih terbungkus dan juga bagian segi tiga bagian bawah.


" Sayang puaskan aku." rintih Alviana sambil mendesah


" Sayang maafkan aku yang sudah lama menahan hasratku kini aku bisa melakukannya aku berjanji untuk segera menikahimu." ucap Arlan dengan suara berat sambil melepaskan kaitan yang mengikat ke dua gunung kembarnya kemudian menariknya dilanjutkan menarik segi tiga milik Alviana.


Desahan demi desahan keluar dari mulut Alviana membuat hasrat Arlan semakin naik terlebih sejak dulu Arlan selalu menginginkan ini.


" Maaf sayang mungkin ini terasa sakit, tahan ya." ucap Arlan


Hentakan pertama sangat sulit membuat Alviana berteriak kesakitan tapi karena obatnya sangat kuat membuat Alviana menekan pinggang Arlan dengan kedua tangannya agar keris Arlan dapat menyatu dengan sarung milik Alviana. Arlan yang juga sudah tidak tahan menahan hasratnya berusaha kembali memasukkan kerisnya ke sarungnya di hentakkan ke dua Arlan berhasil.


Alviana mengeluarkan air mata karena merasakan sakit di bagian intimnya.


Arlan hanya diam tidak menggerakkan karena ingin Alviana bisa menerima kerisnya yang berada di dalam sarungnya.


Arlan merasakan kerisnya di jepit oleh sarung milik Alviana membuat Arlan merasa enak sampai ke ubun - ubun.


Setelah Alviana berhenti menangis barulah Arlan menggerakkan pinggulnya berulang - ulang. Desahan demi desahan keluar dari mulut mereka berdua.


Sudah 4 ronde Arlan bermain dengan berbagai posisi. Arlan yang baru merasakan pertama kalinya membuatnya kecanduan terhadap tubuh Alviana.


Setiap bermain Arlan langsung membuang laharnya di dalam rahim Alviana karena Arlan menginginkan seorang bayi dari rahim Alviana.

__ADS_1


Setelah ronde ke lima Arlan tumbang dan menarik kerisnya dan berbaring di samping Alviana.


__ADS_2