Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Penangkapan Mama Siska dan Asisten Leo


__ADS_3

Alviana hanya tersenyum mendengarnya.


" Arlan, maaf mau nanya data perusahaanmu sudah amankah?" tanya Alviana.


" Sepertinya aman karena aku belum mendapat laporan dari anak buahku. Memangnya kenapa?" tanya Arlan


" Yakin." tanya Alviana


" Yakinlah." ucap Arlan pasti


" Coba ku cek." ucap Alviana.


Alviana pun mengutak atik laptopnya setelah selesai Alviana mulai menghitung.


1


2


3


4


5


6


7


Ponsel Arlan berbunyi tampak dari kantor dan menatap Alviana.


" Angkat di sini dan tekan loud speakernya." pinta Alviana.


Arlan pun menggeser tombol hijau kemudian menekan tombol loud speakernya mengikuti perintah Alviana.


📱" Hallo." ucap Arlan


📱" Tuan, gawat ada yang menyabotase data perusahaan kita." ucap anak buah Arlan.


📱" Bagaimana bisa?" tanya Arlan sambil memandang Alviana sedangkan yang di pandang hanya cengir kuda.


📱"Tidak tahu tuan, ini kami lagi berusaha." ucap anak buah Arlan.


📱" Baik, laksanakan jangan sampai data perusahaan bocor." ucap Arlan tegas.


📱 " Baik tuan." ucap anak buah Arlan.


tut tut tut tut


Arlan mematikan ponselnya dan menatap Alviana.


" Bagaimana mas Arlan? katanya yakin?" goda Alviana.


" Bagaimana bisa?" tanya Arlan bingung.


" Ya bisalah." jawab Alviana santai.


" Balikkan semula anak buahku pusing." pinta Arlan.


" Ok." jawab Alviana


Alvianapun mengembalikan seperti semula setelah selesai Alviana menghitung kembali.


1


2


3


4


5


6

__ADS_1


7


Ponsel Arlan berbunyi langsung Arlan geser ke tombol warna hijau dan loud speaker ponselnya.


📱"Tuan, mendadak semua data sudah kembali seperti semula." jawab anak buah Arlan.


📱Ok." jawab Arlan singkat tanpa perlu bertanya karena Arlan tahu siapa pelakunya.


tut tut tut


" Bagaimana?" tanya Alviana sambil tertawa.


" Kamu ya, nakal." ucap Arlan sambil mengacak - ngacak rambut Alviana.


" Aish berantakan tahu." ucap Alviana sambil merapikan rambutnya.


" Mau aku bikin supaya datamu aman tidak?" tanya Alviana.


" Boleh, kalau memang bisa." ucap Arlan


" Mas Arlan meragukanku?" tanya Alviana sambil cemberut.


" Tidak, ayolah jangan cemberut, mau aku cium lagi?" tanya Arlan


" Aish enak aja, tidak boleh cium." ucap Alviana


" Kan cium doank." ucap Arlan


" Iya cium doank tapi ujung - ujungnya merebet kemana - mana." ucap Alviana


" Tapi enakkan?" goda Arlan sambil mengedipkan matanya.


" Mau aku tolongin supaya data Mas Arlan aman atau aku pulang?" ancam Alviana tanpa membalas ucapan Arlan.


" Tolongin supaya data perusahaanku aman." jawab Arlan


" Baiklah." ucap Alviana


" Nomer ponsel Mas Arlan?" tanya Alviana


" Mau tukeran nomer ponsel ya? kebenaran hampir lupa menanyakan nomer ponselmu." ucap Arlan.


" Mas Arlan aku serius jangan bercanda terus." protes Alviana sambil mendelik


" Nomer ponselku 08xx 9999 9999." ucap Arlan.


Alviana pun memasukkan nomer ponsel ke laptopnya, setelah selesai memasukkan nomer ponsel, Alviana mengutak atik kembali laptopnya dan tidak berapa lama bunyi suara ponsel sangat nyaring di ponsel milik Arlan membuat Arlan terkejut.


" Itu tandanya ada orang yang membobol data perusahaanmu makanya ponsel Mas Arlan berbunyi nyaring jadi tidak perlu menunggu kabar dari karyawan mas Arlan." terang Alviana.


Tidak berapa lama anak buah Arlan menghubungi Arlan dan melaporkan ada yang menyobatase perusahaan.


" Lalu apa yang mesti kulakukan?" tanya Arlan setelah menerima laporan dari anak buahnya.


" Mas Arlan cukup menekan tanda ini, tapi jangan di tekan ya cukup lihat saja" ucap Alviana.


" Lho kenapa?" tanya Arlan bingung.


" Kalau mas Arlan tekan yang ada data di laptop Mas Arlan ini hilang semua dan laptopnya tidak bisa digunakan." ucap Alviana


" Oh begitu, kalau menghentikan suaranya?" tanya Arlan.


" Tekan tombol ini kemudian suara ponsel Mas Arlan langsung berhenti berbunyi dan data kembali seperti semula." terang Alviana.


Arlan menekan tombol yang diperintah Alviana dan benar saja ponselnya berhenti berdering. Kemudian tak berapa lama Arlan mendapat laporan dari anak buahnya kalau data perusahaan kembali normal.


" Berarti kamu bisa membobol data perusahaan?" tanya Arlan


" Bisa, tapi aku tidak mau melakukannya kecuali perusahaan itu berbuat curang atau kejahatan." ucap Alviana menerangkan."


"Baguslah kalau begitu, belajar darimana?" tanya Arlan


" Dari mommyku." ucap Alviana

__ADS_1


" Mommymu orang pintar ya, beruntungnya kamu memiliki mommy." ucap Arlan.


" Terima kasih, aku pulang ya? aku sudah janji sama mommyku pulang cepat." ucap Alviana


" Maukah kamu mengajariku tentang it?" tanya Arlan


" Kapan - kapan kalau ketemu lagi aku beritahukan." jawab Alviana.


" Aku antar ya?" pinta Arlan


" Oh ya mobilku? aku lupa dengan mobilku." tanya Alviana.


" Mobilmu ada di garasi, aku antar ya? nanti aku pulangnya biar di jemput sama bodyguardku.


" Kapan - kapan aja." ucap Alviana sambil berdiri.


" Baiklah aku antar sampai di garasi.


Arlan pun ikut berdiri dan menemani Alvina ke garasi apartemennya.


Sampai di garasi Alviana membuka pintu mobilnya dan masuk ke dalam mobil dan melambaikan tangannya ke arah Arlan. Arlanpun membalas lambaian Alviana.


" Aku sangat mencintaimu Alviana, aku janji akan setia padamu." ucap Arlan


Arlan menghubungi seseorang kemudian menutup telephonenya.


" Siap - siap saja buat kalian berdua ajal kalian sebentar lagi dekat." ucap Arlan tersenyum devil.


Arlan juga ke luar menuju markasnya sambil menghubungi seseorang kemudian menutupnya.


xxxx


Arlan kini sudah di markas mafia tampak mama tirinya Siska terikat ke dua kaki dan ke dua tangannya dengan posisi huruf X begitu pula dengan asisten papanya Leo.


" Hallo mama Siska, hallo om?" panggil Arlan tersenyum sinis


" Sayang tolong lepaskan mama, mama di tangkap oleh orang tidak di kenal." ucap mama Siska


" Tuan muda, tolong bantu saya, saya juga di tangkap oleh orang tidak dikenal. ucap asisten Leo.


" Ckckck.. apakah kalian tahu siapa yang menyuruh kalian di tangkap?" tanya Arlan sinis sambil mengambil alat cambuk.


" Apakah kamu sayang? apa salah mama?" tanya mama Siska terkejut


" Salah kalian berdua adalah kalian berdualah yang membunuh papaku dan jangan panggil aku sayang, cih dasar menjijikan." bentak Arlan


ctar akh


ctar akh


Arlan mencambuk Mama Siska dan asisten Dio.


" Bagaimana sakit?" tanya Arlan


" Ampun, maafkan aku." ucap mama Siska berteriak kesakitan sedangkan Leo terkejut karena aksinya bisa ketahuannya.


" Tidak ada ampun buat kalian."bentak Arlan


ctar akh ctar akh


ctar akh ctar akh


ctar akh ctar akh


ctar akh ctar akh


ctar akh ctar akh


Arlan mencambuk sebanyak 5 kali cambukan tanpa ampun ke arah mama tirinya Siska dan juga asisten Leo membuat mereka berdua lepas.


Arlan memerintahkan melepaskan ikatan kedua tangan dan ke dua kaki mama tiri Siska dan asisten Leo dan membawa mereka ke tempat kolam.


Asisten Leo ditenggelamkan dengan di pegangin oleh dua orang anak buah mafia. Dua anak buahnya memegang masing - masing tangan asisten Leo dan Arlan menekan kepala Leo untuk dimasukkan ke dalam air.

__ADS_1


__ADS_2