
Mommy Laras langsung mematikan secara sepihak. Mommy Laras dan Alviana turun tidak jauh dari gedung tua. Mommy Laras dan Alviana berjalan perlahan mendekati gedung tua ada beberapa pengawal yang berjaga - jaga di gedung tua.
" Kalian berdua jangan jalan mengedap - ngendap kami sudah tahu kedatangan kalian, penjaga mereka berada di sebelah kanan arah jarum jam 3." ucap wanita dari pengeras suara.
Beberapa orang penjaga langsung berjalan sesuai instruksi. Sesuai perkataannya wanita tadi Mommy Laras dan Alviana berjalan ke arah mereka.
Para penjaga langsung mengarahkan pistolnya ke dahi mommy Laras dan Alviana. Mereka berdua angkat tangan dan mengikuti mereka.
Sampai di sebuah gudang yang sangat luas tampak seorang wanita kurang jelas wajahnya karena membelakangi mommy Laras dan Alviana, wanita itu memegang tongkat bisbol dan para pengawal membawa senjata tajam dan pistol. di samping mereka ada ke empat anaknya yang diikat ke dua tangan dan kaki mereka.
Mommy Laras dan Alviana mendekati ke empat anaknya. Mommy Laras memeluk Denis sambil memberikan pisau lipat begitupula Alviana memeluk Max sambil menyelipkan pisau tanpa sepengetahuan mereka. Kemudian memeluk Debby dan Denisa.
" Sudah jangan saling peluk, aku jijik melihatnya. Hallo Alviana?" panggil wanita itu membalikkan badannya ke arah Alviana.
" Kau, Jessica?" pekik Alviana terkejut.
" Ya aku Jessica, sudah berbulan - bulan aku menunggu kesempatan ini dan sekarang rencanaku sukses. Kamu memanggil mommymu ya meminta bantuan?" ledek Jessica
" Kamu ingat aku Alviana?" tanya wanita di sebelahnya tiba - tiba muncul.
" Alya? kalian berdua?" tanya Alviana tidak percaya apa yang dilihatnya.
" Ya aku Alya, kami adalah saudara sepupu dan kamu juga tahu suami kak Jessica berarti saudara sepupu suamimu Arlan sebenarnya masih hidup kami menyekapnya dan satu lagi Bianca itu anak dari pacarnya Kak Jessica bukan anak dari suaminya." ucap Alya keceplosan
" Alya, kenapa kamu cerita?" bentak Jessica kesal membuka rahasia yang tersembunyi.
" Ups.. maaf kak keceplosan, tenang kak mereka semua akan mati jadi tidak ada yang tahu rahasiamu." ucap Alya.
" Pertama - tama aku pukul siapa dulu ya? kalau Alviana nanti saja karena aku ingin di melihat saudaranya kesakitan." ucap Jessica
Jessica mengelilingi ke empat anak mommy Laras yang sedang terikat di kursi. Max dan Denis menyimpan pisau lipat agar tidak ketahuan oleh Jessica.
" Siapa pria ini, aku tidak pernah melihatnya? apakah dia anak selingkuhan daddymu Alviana?" hina Jessica menunjuk Max.
Max menatap tajam ke arah Jessica membuat Jessica marah tanpa menunggu jawaban Jessica memukul Max karena Alviana sangat dekat dengan Max, Alviana memeluk Max agar Max tidak terkena pukulan.
bugh
akh
" Max tolong jaga mommy dan ke tiga adik kita." pinta Alviana sambil menatap Max dengan sendu dan menahan rasa sakit di kepalanya karena terkena pukulan hingga mengeluarkan darah.
brugh
deg
__ADS_1
Alviana pingsan dan langsung jatuh dipelukan Max, jantung Max berdetak kencang mendengar permintaan Alviana karena Max berontak ingin melepaskan ikatan membuat Alviana jatuh ke lantai.
"Alviana!!" teriak mommy Laras
"Kak Alviana!!!" teriak Debby, Denis dan Denisa.
Mommy Laras marah melihat putrinya terluka langsung menyerang Jessica tapi pengawal lebih cepat mengeluarkan pistolnya.
dor
akh
" Max titip ke tiga anak mommy." ucap mommy Laras lirih sambil mendekati Max dan memegang tangan Max sambil menatap ke tiga anaknya dan tidak berapa lama mommy Laras menutup matanya.
Deg
Jantung Max berdetak kencang kembali, Max bingung kenapa dirinya menjadi selemah ini di hadapan musuhnya. Keluarga yang telah membunuh daddynya. Max menatap wajah mommy Laras dan wajah Alviana membuat dirinya ingin memenuhi permintaan mereka berdua untuk melindungi ke tiga adiknya.
" Mommy!!!" teriak histeris ke tiga anaknya.
Max dan Denis berusaha membuka ikatan tangan dan kakinya. Mereka tidak melihat apa yang dilakukan oleh Max dan Denis. Hingga ikatan mereka terlepas.
Jiwa psychopath Max yang sudah lama tidak keluar kini keluar dengan menggenggam senjata lipatnya Max langsung berlari ke arah Jessica dan langsung menusuk ke perutnya dan di gesek agak memajang kemudian di tariknya pisau itu.
jleb
Jessica teriak kesakitan karena perutnya mengeluarkan banyak darah. Semua yang ada di situ terkejut melihatnya.
jleb
akh
Max menusukkan pisaunya ke mata kiri Jessica dan ketika ingin menusukkan ke mata kanan Jessica, salah seorang pengawal mengarahkan pistolnya ke dahi Max karena Max ingin menusukkan pisaunya ke arah mata Jessica satunya lagi.
dor
akh
dor
akh
Pengawal itu langsung mati di tempat karena tembakan dari seseorang yang mengenai tangannya hingga pistolnya terlempar jauh kemudian pria itu ditembak di dahinya hingga tewas seketika.
Semua orang langsung menengok ke arah yang nembak nampak ke tiga pria tampan itu berjalan mendekati mereka.
__ADS_1
Daddy Alvoso, Alvonso dan Alvian menembaki mereka semua tanpa ampun karena melihat dua wanita yang disayangi terluka.
Sedangkan Max melanjutkan kembali aksinya menusuk bola wanita satunya.
jleb
akh
Hingga ke dua bola mata wanita itu membuat wanita berteriak kesakitan dan langsung gelap gulita. Max menarik pisau itu dan mengarahkan tangannya ke atas karena ingin menusukkan ke arah jantung Jessica.
greb
" Kak Max, Denisa mohon jangan bunuh wanita yang sudah tidak berdaya." pinta Dennisa sambil memeluk Max tanpa mengenal rasa takut.
deg
cring
Jantung Max berdetak, Max memejamkan matanya menahan emosi yang sedang keluar, Setelah bisa mengontrol emosi Max menjatuhkan pisau itu dan berjalan menuju mommy Laras untuk di gendongnya. Tanpa di duga daddy Alvonso datang menghampiri Max.
" Max biar daddy yang mengangkat mommy, daddy minta tolong bawa ke tiga adikmu ke luar dari sini dan masuklah ke dalam mobil." pinta daddy Alvonso menatap sendu ke arah Max karena daddy Alvonso sangat sedih melihat istri dan anaknya Alviana terluka.
deg
Jantung Max berdetak kembali, Max merasakan kasih sayang dari keluarga besar Alvionso yang tidak pernah dia dapatkan. Ayahnya juga sayang tapi terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga cuman sedikit waktu buat mereka. Sedangkan daddy Alvonso selalu ada waktu untuk dirinya dan keluarga saling bercerita dan bercanda bersama - sama.
Max dengan tatapan elangnya melihat ada seseorang ingin menembak daddy Alvonso membuat Max langsung memeluk daddy Alvonso.
dor
" Akh... daddy I Love You." ucap Max lirih
bruk
Max tertembak karena melindungi daddy Alvonso membuat daddy Alvonso membeku mendengar ungkapan Max.
Alvian dan Alvonso yang melihat Max melindungi daddynya langsung menatap tajam ke arah penembak itu dan mengarahkan senjatanya ke arah pria itu.
klik
klik
Senjata Alvonso dan Alvian ternyata sudah habis membuat pria itu tersenyum tipis, pria itu mengarahkan senjatanya ke arah Alvonso.
dor
__ADS_1
akh