Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Maria Bertemu Mantan Pacar


__ADS_3

3 Bulan Kemudian


Usia kandungan Clarisa menginjak 8 bulan sedangkan Maria 7 bulan. Clarisa mengajak sahabatnya Laras dan Maria untuk membeli pakaian bayi dan sekalian temu kangen.


Laras mengajak Alvonso junior, Alvian dan Alviana karena kebetulan hari ini mereka libur sekolah sedangkan ke tiga bayinya di tinggal di urus oleh baby sister dan di awasi oleh mama mertua dan suaminya Laras, sebenarnya Laras akan membawanya tapi Mama Alvonso dan Alvonso melarangnya dengan alasan di mansion sepi jika mereka dibawa semuanya.


Akhirnya Laras meninggalkan rumahnya dan pergi bersama ke tiga anaknya ke mall tempat janjian bertemu dengan kedua sahabatnya. Laras mengendarai mobil dan di sampingnya Alviana sedangkan belakangnya Alvonso dan Alvian.


Akhirnya merekapun sampai di parkiran mall dan menuju restoran karena kebetulan waktu makan siang sambil menunggu ke dua sahabatnya.


Tidak berapa lama merekapun datang dan duduk di kursi sedangkan ke tiga anaknya duduk berhadapan dengan tiga wanita dewasa yaitu Maria, Clarisa dan mommynya.


Seorang pria tampan berjalan dan duduk di samping meja dekat dengan meja di mana Maria duduk hanya saja mereka duduk saling membelakangi.


" Pelayan." panggil pria itu


deg


( " suara itu seperti familiar tapi apakah itu mungkin? sudah bertahun - tahun kami putus akankah kami mesti bertermu kembali?" batin Maria )


Maria berusaha menetralkan jantungnya yang berdebar - debar dan tidak berani menatap pria itu.


" Maria dan Clarisa kalian pesan apa?" tanya Laras sambil menulis pesanan dirinya dan ke tiga anaknya.


" Aku pesan bihun goreng seafood dan minumannya juice alpulkat sama air mineral." ucap Clarisa


Laraspun mencatat pesanan Clarisa.


" Kalau kamu Maria? pesan apa?" tanya Laras


............


" Maria." panggil Laras


............

__ADS_1


" Mariaa." panggil Laras sambil menyegol lengannya karena Laras duduk di tengah di antara Maria dan Clarisa.


Maria yang dirinya di senggol Laras langsung tersadar dari lamunanya.


" A... ada apa?" tanya Maria gugup.


" Aku bilang kamu mau pesan apa? tanya Laras lagi.


Clarisa dan Laras menatap sahabatnyabMaria tidak seperti biasanya kemudian mereka berdua saling menatap seakan bertanya ada apa tapi mereka berdua mengedikkan bahu tanda tidak tahu.


" Aku pesan Gado - gado dan siomay minumnya juice jambu." ucap Maria


deg


Pria di sebelah Maria sangat terkejut mendengar suaranya sangat familiar.


( " Suara itu sangat familiar seperti suara Maria dan temannya juga memanggilnya Maria tapi apakah mungkin? Jantungku kenapa masih berdetak kencang seperti waktu setiap aku bertemu dengannya" batin pria tersebut ).


Selesai makan Laras memanggil pelayan untuk meminta bill setelah pelayan itu kembali lagi Laras memberikan kartu kredit tanpa batas yang diberikan oleh suaminya yang baru pertama kalinya pasalnya Laras tidak pernah memakainya untuk membayar makanan mereka.


Mereka berenam berdiri untuk keluar dari restoran menuju tempat perlengkapan bayi. Ketika Maria membalikkan tubuhnya bertepatan dengan pria itu membalikkan badannya.


Maria pun segera membalikkan badannya kembali dan ingin segera keluar dari tempat itu.


greb


Pria itu tidak bisa menahan rasa kerinduan teramat sangat terhadap Maria dan memeluknya dari belakang dengan memegang ke dua bahu dan membalikkan badan Maria secara perlahan dan menatap wajah Maria dengan sendu tapi Maria hanya berdiam dan menundukkan mukanya karena Maria masih sangat shock bertemu dengan pria tersebut.


Laras langsung menyenggol Clarisa dan memberikan kode. Clarisa yang mengerti kode tersebut bersama Laras berusaha menyingkirkan tangan pria itu dari sahabatnya Maria.


Pria dan Maria itupun tersadar.


plak


Maria menampar pria itu tepatnya mantan kekasihnya yang dulu diputusin olehnya.

__ADS_1


Pria itupun terkejut sambil memegang pipinya yang sangat sakit karena Maria menampar dengan tenaga penuh. Terlebih terkejut lagi pria itu baru sadar kalau Maria sudah hamil karena perutnya sudah membuncit.


" Maria! ka...kamu hamil?" tanya pria itu terkejut dengan nada gugup.


" Iya Alex aku hamil, memang kenapa?" tanya Maria ketus.


" Sama siapa? Siapa pria itu? akan aku hajar dia! kemana orangnya?" tanya Alex beruntun.


" Kamu mau memukul suamiku? apa aku tidak salah dengar Alex?"panggil Maria dengan menekan nama Alex.


" Ka...kamu sudah menikah?" tanya Alex dengan nada gugup dan seakan tidak percaya.


" Kenapa? bukannya dulu kamu yang meminta hubungan kita putus dengan alasan orangtuamu menginginkan cucu?" tanya Maria sinis


" Aku tidak jadi menikah karena dia bukan gadis baik dan sejak itu aku selalu mencarimu dan menghubungimu tapi nomer ponselmu tidak aktif sepertinya nomerku kamu blokir dan akhirnya aku bertemu dengan gadis yang tulus mencintaiku tapi ternyata dia mandul sehingga orangtuaku meminta kami bercerai karena aku juga tidak mencintainya karena dia hanyalah pelarianku saja sambil aku mencarimu." ucap Alex.


"Maukah kamu kembali padaku? aku akan menerima anak yang ada di dalam kandunganmu." ucap Alex.


" Maaf Alex, bagiku kamu adalah masalaluku kamu tanpa perasaan memutuskan aku secara sepihak. Kini aku bersama suamiku yang sangat mencintaiku jadi tidak mungkin aku kembali padamu." ucap Maria tegas.


" Ayo La, Mar dan 3 Al kita pergi." ucap Maria sambungnya


Mereka berenam pergi meninggalkan Alex. Rasa penyesalan hinggap di diri Alex karena tidak semua gadis sebaik Maria, gadis polos, murah hati dan tidak mata duitan.


Alex memang pria tampan dan kaya tapi mencari seorang gadis yang benar - benar tulus dan tidak mata duitan hanya Maria. Kebanyakan gadis yang di kenal Alex rata - rata minta di ajak ke mall membeli tas branded, baju branded dan meminta perhiasan yang harganya puluhan jutaan rupiah.


Selama pacaran dengan Maria walau hanya dua bulan tapi Maria tidak pernah meminta barang - barang mahal seringnya mereka hanya menonton bioskop dan makan dan jalan - jalan di taman kota.


Penyesalan tiada guna ibarat nasi sudah jadi bubur itu pepatah yang terjadi pada Alex seorang CEO tampan dan kaya.


" Maria walau bagaimanapun kamu harus menjadi milikku gimanapun caranya, aku tidak rela jika kamu jadi milik orang lain." gumam Alex sambil tersenyum licik memandangi punggung Maria yang berjalan sampai tidak kelihatan.


Maria, Laras dan Clarisa dan ketiga anaknya berjalan menuju toko perlengkapan bayi. Clarisa membeli perlengkapan bayi di bantu Laras dan Maria dan juga ke tiga anaknya Alvonso, Alvian dan Alviana yang sudah beranjak remaja.


Selesai belanja merekapun berjalan menuju parkiran. Sampai di parkiran Clarisa dan Maria tadi berangkat naik taksi diajak bareng oleh Laras.

__ADS_1


Rumah Maria lumayan agak jauh tapi Laras tidak mempermasalahkannya dan sampai di tempat jalan yang mulai agak sepi mendadak mengerem mobiilnya.


ckiiitttt


__ADS_2