
" Max maafkan mommy ya?" ucap mommy Laras lembut.
" Maaf kenapa mom?" tanya Max bingung.
" Mommy lupa bilang hari ini kamu pergi sekolah, kemarin mommy sudah mendaftarkan kamu sekolah." ucap mommy Laras.
" Benarkah mom?" tanya Max tidak percaya.
" Benar Max,apakah kamu senang?" tanya mommy Laras.
" Senang mom, terima kasih mommy." ucap Max tanpa sadar memeluk mommy Laras.
Mommy Laras memeluk Max sambil mengusap punggung Max.
" Sekarang kamu bersiap - siap nanti kita berangkat bersama ke tiga adikmu." ucap mommy Laras.
" Tiga adikku?" tanya Max bingung.
" Kan mommy menganggap Max sebagai anak mommy berarti kamu mempunyai 3 kakak dan 3 adik. Apakah kamu tidak ingin?" tanya mommy sendu.
" Ingin mommy. Max akan menganggap mereka sebagai 3 kakak dan 3 adik." ucap Max mantap tanpa sadar.
" Syukurlah mommy ikut senang mendengarnya. Mommy hanya pesan padamu jika mommy sudah tiada kalian yang akur jangan bertengkar dan saling melindungi." ucap mommy Laras sambil menatap Max sendu dan menggenggam tangan Max.
" Mommy mempunyai warisan nanti warisan punya mommy buatmu karena semua saudaramu sudah mendapatkan bagiannya. Mommy juga pesan padamu Max jangan merebutkan harta karena harta itu tidak abadi. Dendam dan kebencian itu tidak baik untuk di simpan karena akan merusak hidupmu. Jika kita mati hanya amal dan ibadah kita yang di catat bukan seberapa kaya kita atau seberapa hebatnya kita." sambung mommy Laras.
deg
deg
Max merasa kaget atas ucapan mommy Laras. Max hanya diam hatinya semakin berkecamuk antara dendam atau menghentikan rasa dendamnya.
" Ayo Max kita siap - siap berangkat?" ajak mommy
" Terus buku dan tas buat sekolah bagaimana Mom?" tanya Max
" Sudah ada di dalam mobil berikut sepatu dan kaos kaki dan mengenai seragam nanti kita ambil di sekolah dan langsung di pakai" ucap Mommy Laras
Akhirnya Max masuk ke kamarnya mengganti celana pendek menjadi celana panjang. Alviana duduk di kursi pengemudi dan Mommy Laras duduk di samping di Alviana diikuti oleh Max, Debby, Denis dan Denisa.
xxxx
Di Kediaman Dokter Kennath
Maria seperti biasanya bangun pagi - pagi masak dan menyiapkan segala keperluan suaminya dari pakaian kerja sampai air hangat untuk mandi dilanjutkan membangunkan suaminya.
cup
" Sayang bangun bukannya hari ini ada rapat?" tanya Maria istrinya.
__ADS_1
Dokter Kennath membuka matanya menatap wajah istrinya yang sangat cantik sambil tersenyum dan di balas senyuman istrinya.
" Sayang satu ronde yuk setelah itu mas mandi." ucap dokter Kennath
Maria hanya menganggukkan kepalanya merekapun melakukan kegiatan panas dan seperti perkataannya hanya satu ronde kemudian merekapun mandi bersama.
Selesai mandi mereka masing - masing memakai pakaiannya. Maria membereskan ranjangnya yang berantakan bekas kegiatan panas tadi kemudian mengambil pakaian yang berserakan di lantai dan dimasukkan ke dalam keranjang khusus pakaian kotor.
Selesai membereskan Maria memakaikan dasi suaminya, dokter Kennath memandang wajah istri tercintanya.
" Sayang papa malas berangkat kerja?" ucap dokter Kennath.
" Bukannya hari ini ada rapat pemegang saham sayang?" pinta Maria
"Iya sih benar tapi tidak tahu kenapa perasaan papa merasa tidak enak seperti terjadi sesuatu dengan mama." ucap dokter Kennath.
" Selama ini tidak terjadi apa - apakan? mama hari ini habis mengantar anak kita sekolah langsung pergi bertemu dengan sahabatku Laras dan Clarisa. Mungkin itu hanya perasaan sayangku saja." ucap Maria sambil merapihkan jas suaminya.
" Nah suamiku sekarang sudah tampan." sambung Maria mencoba mengalihkan suaminya sedari tadi melamun.
" Sebelumnya tidak tampan ya?" tanya dokter Kennath cemberut.
" Tampan sekarang semakin lama semakin bertambah tampan, mama semakin mencintai papa." gombal Maria.
" Aish pagi - pagi sudah gombal." ucap dokter Kennath sambil mencubit hidung istrinya.
cup
Dokter Kennath mencium hidung istrinya dengan lembut.
" Sudah tidak sakit lagikan? kan sudah papa kecup." jawab dokter Kennath lembut
" Sudah tidak sakit lagi sa..." ucapan Maria terpotong karena terdengar suara ketukan pintu kamarnya.
tok
tok
tok
"Papa, mama sudah bangun belum nanti Kelly terlambat." ucap Kelly sambil mengetuk pintu.
" Sebentar sayang mama dan papa sebentar lagi turun." ucap Maria dari dalam kamarnya.
" Ayo sayang kita turun." ucap Maria.
"Mari sayang." jawab dokter Kennath
Mereka berdua menuruni anak tangga menuju ke meja makan. Mereka makan dalam diam menikmati sarapan buatan mama Maria.
__ADS_1
Selesai makan seperti biasa dokter Kennath mengecup kening istrinya kemudian mengendarai mobil menuju rumah sakit miliknya.
Setelah kepergian suaminya dokter Kennath, Maria mengendarai mobil untuk mengantar Kelly ke sekolah.
xxxx
Di Kediaman Ronald
Seperti biasanya Clarisa terbangun dengan tubuh masih polos karena tiap malam suaminya selalu mengajaknya bermain sampai beberapa ronde.
Clarisa mandi membersihkan diri kemudian memakai pakaian dres warna putih dan berdandan secara natural tapi tidak menutupi kecantikan yang terpancar dari dalam dirinya.
Clarisa menyiapkan air hangat kemudian dilanjutkan menyiapkan pakaian kerja suaminya. Setelah selesai Clarisa turun ke bawah menyiapkan roti bakar untuk suami dan ke dua anaknya setelah beres Clarisa berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya.
Dilihatnya suaminya masih tertidur pulas,Clarisa mendekati suaminya yang masih tertidur pulas.
" Sayang bangun nanti terlambat kerja lagi" ucap Clarisa.
" Baiklah sayang." ucap Ronald langsung terbangun dan berjalan dengan santai tanpa dosa karena tidak memakai apapun alias polos tanpa sehelai benangpun menuju kamar mandi.
Clarisa hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah suaminya yang tidak pernah berubah sejak mereka menikah.
Clarisa membersihkan dan merapihkan ranjang yang berantakan dan mengambil pakaian yang berserakan di lantai dan dimasukkan di ranjang kotor.
Setelah beres Clarisa berjalan keluar menuju kamar sebelah kanan yaitu kamar Liani. Liani sudah rapih bersiap untuk berangkat sekolah.
" Sayang anak Bunda sudah cantik, turun ke meja makan ya?" pinta bunda Clarisa.
" Baik bunda." jawab Liani
Clarisa keluar dari kamar Liani berjalan melewati kamarnya menuju kamar anaknya Rocky.
Kamar Maria dan Ronald berada di tengah antara kamar Liani dan Rocky agar mudah mengontrol ke dua anak mereka.
Clarisa masuk ke kamar anaknya Rocky yang sudah rapih memakai seragam sekolah dan sama seperti Liani, bunda Clarisa meminta Rocky turun ke bawah.
Clarisa keluar diikuti oleh Rocky hanya bedanya Clarisa menuju kamarnya sedangkan Rocky berjalan menuju anak tangga.
hari
ceklek
Clarisa masuk ke dalam kamarnya tampak suaminya sedang memakai dasi. Tanpa di minta Clarisa mendekati suaminya kemudian memakaikan dasi. Ronald hanya memandang wajah istrinya.
" Sayang, kenapa ayah ingin sekali libur kerja dan menemanimu seharian." ucap Ronald.
" Sayang bukankah hari ini ada janji ketemu klien penting?" tanya Clarisa
" Iya sih tapi ayah tidak tahu bunda kenapa perasaan ayah tidak enak seperti terjadi sesuatu denganmu." ucap Ronald sendu sambil memeluk istrinya yang sudah memakaikan dasinya.
__ADS_1