Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Semakin Mencintaimu


__ADS_3

Salah seorang pegawai Arlan melangkahkan kakinya dengan cepat tanpa menatap ke arah depan hingga menabrak Alviana membuat pegawai itu jatuh ke lantai sedangkan Alviana nyaris terjatuh karena Arlan menahan tubuh Alviana dengan menggunakan tangannya dan memeluknya.


Arlan menatap tajam ke arah pegawainya. Arlan melepaskan pelukan Alviana dan berjalan menuju ke pegawainya hendak menamparnya.


Semua pegawai yang melihatnya takut akan sifat ke arogant nya bos Arlan terlebih pegawai wanita itu yang masih terduduk di lantai dengan tubuhnya gemetaran menahan rasa takut.


Alviana yang tahu kekasihnya akan menampar pegawainya menahan tangan Arlan dan menggelengkan kepalanya sambil menahan air matanya untuk tidak keluar.


" Sayang, ku mohon jangan ya?" mohon Alviana


Arlan sangat terkejut mendengarnya karena baru kalinya Alviana memanggilnya sayang, emosi yang tadi meledak - ledak kini berangsur - angsur turun dan memeluk Alviana.


Alviana membalas pelukan Arlan kemudian melepaskan dan mendorong tubuh Arlan.


" Sayang malu di lihat orang." bisik Alviana


Arlan menuruti keingian Alviana dan melepaskan pelukannya.


Alviana berjalan ke pegawai wanita itu membuat wanita itu yang tadi merasa lega kini menjadi takut lagi, takut karena kekasih bosnya lebih galak dari bos arogantnya.


" Jangan takut, ayo berdiri bukannya sekarang waktunya istirahat dan makan siang." ucap Alviana lembut dan tersenyum sambil mengulurkan tangannya ke arah wanita itu.


Wanita itu terkejut dan membalas senyuman Alviana dengan kikuk. Wanita itu membalas uluran Alviana dan berdiri.


" Maaf kami pergi dulu untuk makan siang, mari sayang dan Harlan kita pergi." ucap Alviana lembut


Alviana , Arlan dan Harlan berjalan menuju ke luar perusahaan untuk menaiki mobil yang sudah disiapkan oleh bodyguardnya.


Para pegawai banyak yang memuji kebaikan Alviana yang bisa menundukkan singa jantan yang tadi siap menerkam. Mereka mendoakan semoga mereka menjadi pasangan yang serasi dan hidup bahagia.


Alviana yang sangat cantik dan ramah bersanding dengan bosnya yang arogant terasa cocok karena bisa mengubah sifat bosnya sedikit demi sedikit.


xxxx


Di dalam mobil Arlan memegang tangan Alviana.


" Sayang coba sekali lagi memanggilku." pinta Arlan


" Mas Arlan." ucap Alviana


" Bukan yang itu tapi yang tadi pas keluar dari lift." ucap Arlan


" Apa ya?" tanya Alviana sambil pura - pura berfikir.


ctak


Karena Arlan kesal membuat Arlan menyetil dahi Alviana.


" Aish KDHK" ucap Alviana sambil mengusap dahinya yang di setil Arlan.

__ADS_1


" Apa itu KDHK ?" tanya Arlan bingung


" Kekerasan Dalam Hubungan Kekasih." ucap Alviana asal


" Hahahahhaha... ternyata kamu lucu juga ya?" tanya Arlan tertawa sambik memegangi perutnya yang sakit karena kebanyakan tawa.


" Memangnya aku badut." ucap Alviana cemberut tapi dalam hatinya sangat senang karena melihat kekasihnya tertawa.


" Terima kasih sayang, kamu tahu baru kali ini aku bisa tertawa lepas." ucap Arlan tiba - tiba mukanya sedih mengingat kisah lalunya yang suram.


Alviana sudah tahu masa lalu Arlan dan mengerti perubahan sikap Arlan yang tadi ceria kini berubah menjadi sendu. Alviana mendekati Arlan sambil menatap wajah tampan kekasihnya.


cup


Alviana mengecup pipi Arlan dan menatap wajahnya.


" I Love You." ucap Alviana tersenyum berusaha mengalihkan perhatian Arlan supaya tidak sedih lagi.


cup


Arlan membalas kecupan di pipi Alviana.


" I Love You too." ucap Arlan tersenyum membalas senyuman Alviana. Arlan semakin mencintai Alviana karena kehadiran Alviana sangat berarti bagi dirinya.


Mereka berdua mengobrol sambil tertawa, Alviana berusaha agar Arlan selalu bisa tersenyum karena dirinya sangat senang melihat kekasihnya tersenyum dan tidak sedih lagi.


20 Menit kemudian mereka sampai di hotel xxxx Arlan duduk berdampingan dengan Alviana. Arlan memesan makanan yang ada di buku menu. Sambil menunggu makanan mereka berdua berbicara dan mengobrol bersama sampai tidak terasa makananpun datang.


Selesai makan Alviana menyusun piringnya dan piring Arlan yang sudah kotor dan taruh di tengah dan semua sendok kotor ditaruh diatas piring yang kotor. Alviana mengambil tissue kemudian mengelap meja makan yang terkena noda makanan hingga bersih.


Apa yang dilakukan oleh Alviana di perhatikan oleh Arlan.


" Sayang, kenapa kamu lakukan itu? itukan tugas pelayan?" tanya Arlan


" Memang benar, tapi kalau kita melakukan seperti ini kitakan bisa mengurangi sedikit pekerjaan para pelayan yang sangat banyak." ucap Alviana lembut


Arlan sangat terharu dan bahagia tidak salah dirinya memilih Alviana sebagai kekasihnya.


" Oh ya kenapa kamu melarang mas memukul pegawai mas, kan dia melakukan kesalahan dengan sengaja menabrak dirimu." ucap Arlan dengan nada kesal karena dirinya mendengar kekasihnya mengaduh kesakitan bahunya di tabrak oleh pegawainya.


" Sayang, kan dia tidak sengaja mana ada orang yang sengaja menabrak sampai dia ikutan jatuh. Sayang boleh aku minta satu hal darimu?" pinta Alviana


" Boleh minta apa? mansion, apartemen, mobil, perhiasan, pakaian atau semuanya." ucap Arlan dengan nada sombong.


" Aish memangnya aku cewe matre, aku juga bisa minta sama daddy tapi aku tidak mau." ucap Alviana


" Tidak sayang, mas tidak menganggapmu cewek matre karena memang mas tulus mencintaimu dan memberikan apa saja sesuai keinginanmu." ucap Arlan


Alviana hanya membalas dengan senyuman hatinya bahagia karena kekasihnya sangat tulus mencintai dirinya.

__ADS_1


" Kamu minta apa sayang?" tanya Arlan penasaran.


" Aku ingin mas Arlan mengubah sedikit sifat marah - marah mas karena mas akan terlihat bertambah tampan jika mas Arlan tersenyum dan tidak marah - marah lagi " ucap Alviana sambil tersenyum


" Baiklah mas akan mencoba menahan emosi mas." ucap Arlan membalas senyuman Alviana.


Seorang pelayan datang dan membawa piring dan peralatan makan untuk di cuci. Mereka berdua mengobrol hingga tidak terasa jam 1 siang waktunya menunggu klien untuk meating.


Dua orang pria datang dan menghampiri Arlan dan Alviana.


" Tuan Arlan." sapa pria itu


" Tuan Bona." Sapa Arlan kembali


" Kenalkan ini sekretaris sekaligus kekasihku." ucap Arlan mengenalkan Alviana karena tuan Bona menatap kekasihnya tanpa kedip.


" Alviana" ucap Alviana mengenalkan diri sambil mengulurkan tangannya.


" Bona." ucap tuan Bona membalas uluran tangan Alviana.


" Mari kita duduk." ucap Arlan sambil menarik tangan Alviana yang masih di pegang oleh tuan Bona.


" Sepertinya kita pernah mengenalnya ya?" tanya tuan Bona


Alviana berfikir sambil menatap pria itu.


" Maaf tuan, saya tidak ingat." ucap Alviana


" Apakah dulu nona Alviana pernah bersekolah di SMP Pelita Kasih?" tanya tuan Bona


" Iya benar, tapi maaf saya benar - benar lupa." ucap Alviana


" Tidak apa - apa karena saya penganggum rahasia, panggil saja Bona." ucap Bona


" Baik Bona." ucap Alviana tersenyum ramah.


" Oh ya 6 hari lagi ada acara reuni apakah kamu ikut Alviana? tanya tuan Bona


" Tentu saja saya ikut." jawab Alviana tersenyum ramah.


" Ehem.. mari kita bicarakan kerja sama kita." ucap Arlan yang berusaha menahan emosinya.


" Baik." ucap tuan Bona singkat.


Mereka membicarakan bisnis kerjasama pembangunan resort hotel dan taman hiburan yang bisa menguntungkan ratusan juta setiap bulannya.


Sesekali Bona menatap wajah Alviana, Arlan sangat geram tapi berusaha menahan dirinya apalagi kekasihnya sama sekali tidak menatap Bona membuatnya hatinya agak tenang.


Setelah satu jam lamanya akhirnya mereka sepakat untuk melakukan kerja samanya. Arlan menggandeng tangan Alviana dan langsung berpamitan meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


Kini tinggallah tuan Bona dan asistennya duduk di meja restoran hotel xxx


" Alviana, sejak SMP aku selalu menganggumi dirimu tanpa kamu ketahui, 6 hari lagi kita pasti akan bertemu di acara reuni pasti kamu akan menjadi milikku." ucap tuan Bona tersenyum licik.


__ADS_2