
Tanpa sepengetahuan Alviana yang serius mengutak atik laptop milik Arlan untuk mencari data rekaman cctv yang terpotong, Arlan menatap wajah Alviana hingga ke bibir Alviana, ingin rasanya menciumnya kembali tapi Arlan berusaha menahan dirnya untuk tidak melakukannya karena Arlan tidak ingin membuat orang yang di cintainya menangis lagi.
Arlan menatap ke arah lain menghilangkan pikiran mesumnya dan menenangkan adik kecilnya yang meronta ingin keluar.Setelah adik kecilnya sudah tenang Arlan menatap Alviana kembali dan mengkhayal jika Alviana kelak menjadi pasangannya.
Arlan tersadar dari lamunan mesumnya ketika Alviana berteriak kalau berhasil mendapatkan potongan rekaman cctv yang hilang.
Arlan langsung fokus ke arah cctv tampak di rekaman cctv mama Siska menelephone seseorang tapi tanpa ada suara, Alviana langsung menghentikan rekaman cctvnya.
" Kenapa dihentikan?" tanya Arlan bingung.
" Aku ingin mengetahui apa yang dibicarakan oleh mama tirimu." ucap Alviana
" Apakah bisa?" tanya Arlan heran.
" Ya bisalah." jawab Alviana santai.
Alviana mulai mengutak atik kembali laptopnya.
xxxxx Rekaman CCTV On xxxxx
📱 " Hallo Leo, mana obat yang mengandung racun buat suamiku yang sialan itu." tanya mama siska
📱 " Sebentar lagi aku ke kamarmu." balas Leo
ceklek
Tampak papa Arlan masuk ke dalam kamar dan memeluk istrinya sambil berciuman kemudian masuk ke dalam kamar mandi. Setelah papa Arlan masuk ke kamar mandi, mama Siska keluar dari kamarnya dan menutup pintu
xxxx Rekaman CCTV OFF xxxx
Alviana yang melihat orangtua Arlan langsung memalingkan muka sedangkan Arlan tidak memperhatikan perubahan wajah Alviana karena Arlan sangat marah setelah tahu fakta kalau mama tirinya yang berencana membunuh papahnya.
" Alviana kenapa dihentikan rekaman cctvnya?" tanya Arlan
" Oh iya sebentar, rekaman cctv inikan hanya di kamar orangtuamu berarti aku harus meretas rekaman cctv di luar kamar." ucap Alviana berusaha menguasai hatinya.
Arlan hanya diam dan menatap rekaman cctvnya membuat Alviana lega. Alviana pun melanjutkan meretas rekaman cctv di luar kamar orang tua Arlan.
( Untunglah Mas Arlan tidak mengetahui kalau aku sangat malu melihat adegan ciuman, walau aku sudah pernah di cium sekali oleh Mas Arlan tapi aku tidak mau lagi karena kata Mommy, pria baik itu harus bisa menjaga kehormatan wanitanya dengan tidak menciumnya cukup pegangan tangan. Ciuman hanya boleh dilakukan jika sudah menikah, itu pesan Mommy. batin Alviana ).
xxxx Rekaman CCTV On xxxxx
__ADS_1
Mama Siska keluar dari kamarnya dan menunggu seseorang dan tidak berapa lama seseorang pria kurang jelas mukanya datang ke arah mama Siska, mereka berpelukan dan berciuman kemudian memberikan sesuatu ke mama Siska.
xxxx Rekaman CCTV OFF xxxxx
" Siapa om itu?" tanya Alviana
" Tidak tahu karena kurang jelas gambarnya." jawab Arlan
Alviana mengklik gambar pria itu dan mulai mengutak atik kembali karena bagaimanapun jiwa keponya ikut penasaran.
Sepuluh menit kemudian, tampaklah gambar itu. Arlan yang melihat gambar pria itu sangat terkejut dan tidak menyangka sama sekali pria yang di kenalnya tega melakukan itu membuat Arlan langsung berdiri dan menahan amarah yang meledak - ledak.
Alviana yang tahu Arlan menahan amarah menarik tangan Arlan supaya duduk di ranjang sampingnya dan mengusap punggung tangan Arlan agar tenang, Setelah agak tenang barulah dilepasnya.
" Siapa orang itu?" tanya Alviana
" Dia Leo, asisten papa juga asistenku, sebenarnya aku juga sudah curiga di rekaman cctv ketika mama Siska menelephone dan menyebut nama Leo tapi aku berusaha menyakinkan diriku kalau bukan dia pelakunya" ucap Arlan sendu, hatinya sangat terpukul orang kepercayaan papanya tega mengkhianatinya.
Alviana memeluk Arlan dari arah samping dan mengusap punggung Arlan dan Alviana merasakan bahunya basah, Alviana tahu kalau Arlan sedang menangis.
Alviana sering melihat kalau daddy bahkan kakaknya Alvonso, Kak Alvian dan dirinya jika sedang sedih dan ada masalah mommy Laras selalu memeluknya dari samping hingga mereka tidak bersedih lagi.
Itulah yang dilakukan Alviana agar Arlan bisa mengurangi rasa sedihnya. Setelah Arlan merasa tenang Alviana melepaskan pelukannya.
" Lanjut." jawabnya singkat
" Baiklah." jawab Alviana juga singkat.
Alvianapun melanjutkan rekaman cctvnya.
xxxx Rekaman CCTV On xxxx
" Berikan obat racun ini ke minuman tuan besar, obat ini bisa menghentikan jantung sehingga dokter hanya tahu kalau tuan besar terkena serangan jantung mendadak." ucap asisten Leo
" Ok, terima kasih sayang." jawab mama Siska.
" Sama - sama sayang, tinggal kita menyingkirkan tuan muda Arlan." ucap Leo
" Waktu itu aku pernah menyewa ketua mafia gagak hitam untuk membunuh anak tiriku tapi tidak ada kabar beritanya dan anak tiriku malah baik - baik saja." ucap mama Siska kesal.
" Sabar sayang, ini aku juga lagi menyewa seseorang untuk menyobatase perusahaan milik tuan muda Arlan agar perusahaannya bangkrut dan pindah atas nama kita." jawab Leo
__ADS_1
" Sayangku memang pintar, tidak sabar suamiku mati dan kita bisa menikah secepatnya." ucap mama Siska
" Iya aku juga tidak sabar." jawab Leo
" Aku masuk kamar dulu si pak tua sebentar lagi selesai mandi." ucap mama Siska
" Ok, semoga berhasil sayang." ucap Leo
Mereka berdua berciuman kemudian mama Siska membuka pintu kamarnya dan masuk ke dalam sesangkan Leo berjalan menuju anak tangga.
xxx Rekaman CCTV OFF xxxx
Alviana mengutak atik kembali cctv rekaman di kamar orang tua Arlan.
xxxx Rekaman CCTV On xxxx
Mama Siska berjalan menuju ke meja nakas kemudian memasukkan obat ke dalam gelas milik suaminya. Mama Siska duduk di ranjang setelah melakukan tugasnya.
ceklek
Pintu terbuka tampak papa Arlan keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk dan mendekati mama Siska di ranjang.
Mama Siska yang melihat suaminya keluar dari kamar mandi memberikan minuman yang sudah berisi racun.
" Sayang minum dulu." ucap Mama Siska
" Nanti saja, aku ingin memakanmu lebih dulu." ucap papa Arlan sambil mengambil gelas yang di pegang mama Siska.
Papa Arlan mencium dan ********** mereka pun melakukan kegiatan panas mereka setelah mengeluarkan laharnya barulah mereka berhenti.
" Ayolah sayang, minumlah." pinta mama Siska.
" Kenapa kamu ingin aku meminumnya?" tanya papa Arlan
" Minuman ini ada obat kuatnya karena aku ingin main lagi bersama suamiku tersayang." ucap mama Siska sambil memamerkan tubuhnya.
" Baiklah sayang akan aku minum, aku juga ingin main bersamamu lagi." jawab papa Arlan.
Papa Arlan pun meminumnya hingga habis kemudian menaruhnya di meja nakas. Mama Siska berdiri sambil memamerkan tubuhnya ke arah suaminya kemudian memeluknya.
Papa Arlan pun membalas pelukan istrinya dan mencumbunya, 2 menit kemudian papa Arlan merasakan sakit dan memegang dadanya.
__ADS_1
" Dadaku sakit sekali." ucap papa Arlan sambil melepaskan pelukannya dan memegangi dadanya dengan dua tangannya.