
Arlan melihat sekeliling mansion tidak ada tanda - tanda musuh datang karena Arlan merasa ngantuk dan ingin tidur Arlan pun berjalan menuju kamar khusus perawatan dimana Alviana sedang berbaring dan terluka.
Pintu Alviana yang tadi tertutup rapat kini setengah terbuka membuat perasaan Arlan menjadi tidak enak. Arlan mengeluarkan senjata di balik saku anti pelurunya.
Arlan perlahan berjalan mendekati pintu ruangan dimana Alviana dan Alvian sedang terluka, dampai di depan pintu Arlan perlahan membuka pintu di mana Alviana sedang berbaring. Matanya membulat sempurna melihat seseorang berseragam hitam - hitam sampai wajahnya juga ditutupi dengan kain berwarna hitam.
Arlan mendengar semua percakapan Alviana dengan pria itu yang bernama Bona, hati Arlan bahagia mendengar semua perkataan Alviana.
Arlan sangat terkejut ketika melihat Bona menodongkan senjatanya ke dahi Alviana tanpa berpikir panjang Arlan menembak kepala Bona sebelum Bona menembakkan senjatanya ke dahi Alviana dan Bona langsung jatuh di tubuh Alviana.
bruk
" Akh... sakit!!! Mas Arlan, kak Alvian tolong Alviana !!!."teriak Alviana kesakitan sambil menahan tubuh Bona yang menimpa tubuhnya.
Arlan langsung berjalan dengan cepat karena Alviana berteriak kesakitan karena tubuhnya tertimpa badan Bona yang berbadan besar.
Arlan menarik dan menyingkirkan badan Bona dari tubuh Alviana kemudian di dorong hingga terjatuh di lantai.
Alvian tidak mendengar kedatangan Bona dan percakapan Bona dengan adiknya Alviana karena pengaruh obat bius yang diberikan oleh paman Kennath tapi ketika mendengar suara tembakan dan teriakan kesakitan dari Alviana membuat Alvian terkejut dan berusaha membuka matanya yang masih terasa berat karena masih ada efek obat bius dan langsung duduk di ranjang.
" Apa yang sudah terjadi Arlan?" tanya Alvian kaget sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
" Bona ingin menembak Alviana sebelum itu terjadi aku menembak Bona terlebih dahulu." terang Arlan sambil memeluk Alviana yang sedang menangis.
" Terima kasih Arlan karena kamu sudah menyelamatkan adikku." ucap Alvian tulus
deg
Arlan yang mendengar ucapan terima kasih secara tulus membuat jantungnya berdetak kencang hatinya sangat bahagia mendengarnya.
Selama ini Alvonso dan Alvian jarang bicara dengan Arlan hanya di depan mommy Laras mereka hanya say hallo tapi jika tidak ada mommy Laras, Alvonso dan Alvian hanya menganggap Arlan sebagai orang asing.
Arlan menegakkan tubuhnya dan menghadap Alvian sambil tersenyum.
" Mommy kemana Ar?" tanya Alvian
" Mommy, Bunda Clarisa dan Paman Ronald serta paman Kennath pergi ke markas mafia blue black." jawab Arlan.
" Apakah terjadi sesuatu dengan Daddy?" tanya Alvian kuatir.
" Kata mommy Daddy dalam bahaya karena itu Mommy, paman Ronald dan Bunda Clarisa serta paman Kennath pergi." ucap Arlan.
" Arlan tolong ambilkan laptop di ruang kerja daddy, aku ingin tahu apa yang terjadi di markas mafia blue black." pinta Alvian
__ADS_1
" Ok." ucap Arlan semangat.
Arlan pun keluar mengambil laptop di ruang kerja daddy Alvonso setelah mendapatkannya Arlan mengambilnya dan membawanya ke ruang perawatan di mana Alvian dan Alviana berada. Bersamaan dengan dua orang penjaga untuk membawa jenasah Bona untuk dikuburkan.
Arlan memberikannya kepada Alvian ketika Arlan hendak berdiri meninggalkan Alvian, Arlan di tarik tangannya untuk duduk di samping Alvian. Arlan dengan senang hati duduk di samping Alvian.
" Arlan kamu bisa meretas cctv?" tanya Alvian
" Tidak bisa, sebenarnya aku ingin tapi sayangnya tidak bisa." ucap Arlan menunduk lesu, Arlan sangat berharap Alvian mau mengajarinya walau itu tidak mungkin.
" Mau aku ajarkan?" tanya Alvian menawarkan diri.
" Apakah boleh? eh maaf maksudku benarkah?" tanya Alvian dengan mata berbinar bahagia.
" Tentu saja benar, caranya seperti ini." ucap Alvian.
Alvian pun mengajarkan ke Arlan cara meretas cctv karena Arlan termasuk anak yang cerdas tidak membutuhkan waktu yang sangat lama Arlan sudah bisa meretas cctv.
Alvian meminta Arlan untuk meretas cctc markas mafia blue black dan tidak butuh lama Arlan berhasil meretas cctv.
Tampak rekaman video cctv mommy Laras di perban oleh dokter Kennath, sedangkan bunda Clarisa sedang berjaga. Tidak berapa lama daddy Alvonso, Alvonso dan paman Ronald menghampiri mereka bertiga.
Daddy Alvonso menggendong istrinya meninggalkan lokasi markas mafia blue black bersama dengan yang lainnya.
" Iya betul Al." ucap Arlan
" Hei kamu menikah dengan adikku, kamu panggil aku kakak sama seperti Alviana walau aku tahu kamu lebih tua dari dari kami tetap saja panggil aku kakak." protes Alvian.
" Maaf kak." ucap Arlan tersenyum kikuk
Alvian hanya membalas senyuman. Arlan dan Alviana sangat senang kakaknya sudah bisa menerimanya.
Arlan dan Alvian mengobrol dan terkadang tertawa tidak terasa terdengar suara mobil dan motor berdatangan.
" Itu seperti suara motorku." tanya Alvian bingung.
" Iya Mommy Laras, paman Kennath dan paman Ronald naik motor sport." ucap Arlan menerangkan.
Alvian hanya ber o dan tidak berapa lama kakaknya yang bernama Alvonso membuka pintu dan daddy Alvonso masuk ke dalam sambil menggendong mommy Laras yang terluka.
" Mommy gimana dad?" tanya Alvian
" Mommy baik saja hanya saja sekarang lagi tidur karena masih ada efek obat bius." jawab daddy Alvonso
__ADS_1
" Daddy dan kak Alvonso baik - baik saja?" tanya Alviana
" Baik, eh kamu sudah sadar sayang?" tanya daddy Alvonso terkejut sambil mendekati putrinya Alviana.
Kak Alvonso yang sedang memperhatikan mommynya terkejut mendengar suara adiknya Alviana, Alvonso langsung menengok ke arah adiknya dan menghampirinya.
" Kamu sudah sadar dek?" tanya Alvonso
" Sudah dad, kak." jawab Alviana
" Bagaimana apakah ada yang sakit?" tanya paman Kennath yang baru saja datang.
" Tubuhku masih sakit paman." jawab Alviana
" Tanganmu diperban dan bajumu kenapa ada bercak darah?" tanya paman Kennath bingung
Daddy Alvonso dan Alvonso baru tersadar.
Alviana dan Arlan bergantian bercerita apa yang sudah terjadi di mansion. Para pria terkejut mendengar cerita Alviana dan Arlan, mereka bersyukur semuanya baik - baik saja.
" Masih jam 03.30 pagi kalian istirahat biar daddy yang menjaga kalian." ucap daddy Alvonso
Mereka hanya mengangguk dan istirahat karena badan mereka sangat letih. Tidak butuh lama merekapun sudah tertidur pulas.
Daddy Alvonso yang melihat Alvian dan Alviana serta Arlan tertidur keluar meninggalkan mereka diikuti oleh Alvonso, paman Kennath mereka menuju ke ruang keluarga.
" Alvonso kamu istirahat biar daddy akan jaga." ucap daddy Alvonso
" Baik dad, Alvonso juga lelah dan sangat mengantuk." ucap Alvonso sambil berjalan menuju kamarnya.
" Kamu tidak tidur Ken?" tanya daddy Alvonso
" Tidak, aku akan menemanimu untuk bergadang, sudah lama sekali kita tidak pernah bergadang dan bertarung seperti ini." ucap dokter Kennath
" Iya benar, sudah lama sekali semenjak kita menikah kita tidak melakukan ini." ucap daddy Alvonso sambil mengingat masa lalu.
" Iya, kita juga tidak menyangka istri - istri kita bisa mengubah hidup kita menjadi lebih baik dari dulu sering bergadang dan sering membunuh." ucap Ronald tiba - tiba datang dan duduk di samping dokter Kennath
" Benar katamu Ron, kita bersyukur mempunyai istri seperti mereka dan bersyukur lagi istri - istri kita bersahabat baik." sambung daddy Alvonso.
" Benar katamu Al kita bersyukur mempunyai pasangan yang baik." puji Ronald
Mereka berbicara sampai tidak terasa sudah jam 6 pagi karena lelah dan mengantuk merekapun tidur di sofa dengan posisi duduk.
__ADS_1