Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Penyelamatan Alviana


__ADS_3

Tangan kanan Alviana berusaha menahan pisau yang mengarah ke jantungnya hingga darah Alviana semakin banyak yang keluar sedangkan tangan kirinya berusaha menahan tangan pria itu yang sedang mencekiknya, muka Alviana mulai memutih karena kekurangan oksigen akibat cekikan pria itu.


Alviana berusaha menggerakkan tubuhnya untuk bangun tapi seluruh tulang - tulangnya terasa sangat sakit.


Alviana hanya bisa mengeluarkan air mata menahan rasa sakit yang teramat sangat.


Arlan yang melihat istrinya dalam bahaya langsung berjalan dengan cepat.


Arlan menahan dan menarik ke dua tangan pria itu yang sedang mencekik dan memegang pisau ke arah Alviana.


duak


Arlan memukul wajah pria itu dengan kepala Arlan dengan sangat keras membuat pria itu meringis kesakitan dan hidungnya berdarah, pria itupun berjalan mundur.


Pria itu berusaha melepaskan tangan yang di genggam oleh Arlan sambil melepaskan pisaunya karena kedua tangannya memegangi hidungnya yang terasa sakit.


Alviana bisa bernafas lega karena terbebas dari cekikkan pria itu tapi karena darah banyak yang keluar dan tubuhnya yang masih lemas membuat Alviana pingsan seketika.


Arlan tidak mengetahui kalau Alviana pingsan karena hatinya sangat marah melihat pria itu menyakiti istrinya, Arlanpun melanjutkannya dengan menendang perut pria itu sehingga pria itu tersungkur ke lantai. Pukulan demi pukulan dilayangkan oleh Arlan secara membabi buta hingga pria itu pingsan karena tidak kuat menerima pukulan Arlan.


" Liani!!" teriak Maria memanggil anaknya Clarisa


" Alviana!!!" teriak mommy Laras karena melihat tangan putri kesayangannya terluka dan masih mengeluarkan darah.


Mommy Laras, Clarisa dan Maria setelah mendapat bantuan Ronald dan Harlan di saat yang tepat membuatnya bisa mengalahkan para musuhnya.


Terlebih Ronald dan Harlan sangat pandai dalam ilmu bela diri sehingga bisa mengalahkan para musuh yang menyerang mereka.


Mommy Laras dan Maria melihat musuhnya tinggal sedikit langsung masuk ke dalam ruang perawatan. Sedangkan Ronald dan Clarisa serta Harlan masih menyerang musuhnya yang tinggal sedikit itu.


Arlan yang mendengarkan teriakan mommy Laras dan Mama Maria langsung menengok ke arah istrinya.


Arlan berlari mendekati istrinya yang mukanya sudah pucat dan pingsan membuat Arlan semakin bertambah panik.


" Mommy, dokter yang tinggal ke sini kemana?" tanya Arlan dengan wajah panik.


" Dokter dan perawat mati di tembak para penjahat yang menyerang mansion." ucap mommy Laras.


Maria yang melihat Liani pingsan menggendongnya dan dibaringkan di sofa.


" La, kamu urus Liani basuhlah air hangat untuk luka Liani dan berikan sesuatu ke hidung Liani agar tersadar dari pingsannya biar aku yang urus Alviana." perintah Mama Maria.


" Arlan kamu ke ruangan tempat menginap dokter ambil tas dokter itu, mama akan mengambil kotak P3K." perintah mama Maria.


Mama Maria dan Bunda Clarisa meminta Arlan dan Harlan untuk memanggil mama dan bunda sama seperti anak - anaknya daddy Alvonso dan mommy Laras.


Merekapun mengikuti permintaan mama Maria. Maria memperbaiki selang infus yang sudah terlepas dan dengan telaten mengobati Alviana hingga darah berhenti keluar dan memperban tangan Alviana yang terluka. Perlahan - lahan mata Alviana terbuka menatap mama Maria.

__ADS_1


" Mama Maria." lirih Alviana


" Alviana kamu sudah sadar sayang?" tanya Arlan


" Mas Arlan." panggil Alviana lirih


" Adakah yang sakit Al?" tanya mama Maria.


" Badanku sangat sakit ma, digerakkan sangat sulit, apa yang sebenarnya terjadi ma?" tanya Alviana lirih menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.


" Kamu mengalami kecelakaan dan ada berapa bagian tulang ada yang patah, tapi tenang saja masih bisa diperbaiki. Yang penting kamu jangan banyak gerak dulu." ucap mama Maria.


" Baik ma." ucap mama Maria


Mama Maria hanya tersenyum dan berdiri untuk mengecek Liani keponakannya.


Arlan yang melihat mama Maria berdiri dan berjalan ke arah Liani langsung duduk di samping Alviana.


Arlan dengan lembut merapihkan anak - anak rambut milik Alviana sambil tersenyum.


" Sayang maafin aku ya?" ucap Arlan dengan mata sendu penuh penyesalan.


" Sudahlah sayang jangan di bahas aku ingin melupakannya.


" Apakah sayangku tidak memaafkan diriku?" tanya Arlan


" Hanya luka sedikit nanti juga sembuh." ucap Arlan tersenyum bahagia karena diperhatikan istrinya.


" Daddy, Kak Alvonso dan Kak Alvian kemana sayang? kok Alviana tidak melihatnya?" tanya Alviana.


Arlan pun menceritakan semuanya dari awal hingga paman Ronald, Arlan dan Harlan datang ke mansion.


" Terima kasih sayang, jika tidak ada mas mungkin aku sudah mati di tangan pria itu." ucap Alviana


" Jangan bicara tentang kematian mas belum siap jika kamu meninggalkan mas. Mas sangat mencintaimu." ucap Arlan.


Alviana hanya tersenyum sambil menatap wajah tampan suaminya.


cup


" Cepat sembuh ya." ucap Arlan sambil tersenyum dan mengecup kening istrinya.


" Liani!" panggil paman Ronald dan bunda Clarisa.


" Bunda, ayah." panggil Liani


" Apa yang terjadi? panggil ayah Ronald.

__ADS_1


" Ayah, tadi pria itu ingin membunuh Liani terus Liani lempar vas bunga di nakas terus Liani di tendang Ayah sakit sekali setelah itu Liani memanggil Kak Alviana setelah itu Liani tidak ingat apa - apa." ucap Liani menerangkan kejadian yang dialaminya.


" Liani, terima kasih ya telang menolong kakak." ucap Alviana


" Sama - sama kak." ucap Liani sambil tersenyum.


Liani terima kasih ya kak Arlan tidak akan pernah lupa kebaikanmu." ucap Arlan


" Sama - sama kak Arlan." ucap Liani sambil tersenyum menatap wajah kak Arlan.


" Terima kasih sayang sudah menyelamatkan kak Alviana, apakah masih ada yang sakit?" tanya mommy Laras lembut.


" Sama - sama mommy, sudah lebih baik dari pada tadi." ucap Liani lembut.


Ronald dan Arlan dan di bantu oleh bodyguard yang masih hidup membawa mayat - mayat yang berserakan untuk di kubur secara layak sedangkan para penjahat yang terluka di bawa ke markas oleh anak buah Arlan di temani oleh Harlan, kaki dan tangannya diikat dengan kencang agar mereka tidak melawan nantinya.


Karena jam masih menunjukkan pukul 2 pagi merekapun istirahat karena tubuh mereka sangat lelah. Arlan berbaring di ranjang sebelah Alviana sambil memeluknya.


xxxxx


Di tempat lain Dokter Kennath, Alvian dan anak buah mafia menghentikan mobilnya agak menjauh dari mansion milik keluarga Bona.


Dokter Kennath menatap tajam ke arah kediaman mansion banyak yang menjaga mansion tersebut di tambah mereka menggunakan senjata selaras panjang.


Alvian beserta anak buah mafiabmilik dokter Kennath menyerang para penjaga bunyi suara tembakan saling bersahutan.


Dokter Kennath berjalan mengendap menuju ke dalam untuk mencari orang tua Bona. Orang tua Bona merasa terkejut mendengar suara tembakan di mansionnya karena tidak menyangka kalau mansionnya akan di serang secepat ini.


" Dokter Kennath?" panggil ibunya Bona terkejut


" Kenapa terkejut?" ledek Dokter Kennath


" Tidak buat apa aku terkejut sudah lama aku menantikan ini, kamu harus mati dokter Kennath gara - gara istri sialanmu adik sepupuku mati bunuh diri." bentak ibunya Bona sambil mengambil senjatanya di balik bantalnya dan mengarahkan senjatanya ke dokter Kennath.


dor


akh


xxxx


Terima kasih atas komentarnya dan jangan lupa like, tambahkan votenya dan tip nya yaaa biar author tetap semangat menulis, terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘


Salam Author,


Yayuk Triatmaja


xxxx

__ADS_1


__ADS_2