Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Arlan dan Alviana 2


__ADS_3

" Ya sudahlah tidak usah beli." ucap Alviana cemberut sambil berdiri dan berjalan keluar.


" Sayang mau kemana?" tanya Arlan


" Mau pulang." jawab Alviana


grep


Arlan memeluk Alviana dari arah belakang tapi Alviana berusaha melepaskan pelukan Arlan.


" Mas, lepas aku ingin pulang." pinta Alviana


" Sayang marah sama mas ya?" tanya Arlan lembut.


Arlan terkejut merasakan tangan yang memeluk pinggang Alviana basah. Arlan melepaskan pelukannya dan membalikkan badannya.


" Sayang kenapa menangis?" tanya Arlan


" Tidak apa - apa, oh ya aku mau menelephone kak Alvonso atau kak Alvian." ucap Alviana dengan nada cemberut sambil berjalan menuju ke meja.


" Buat apa?" tanya Arlan bingung


" Aku ingin pesan siomay, ketoprak dan batogor." ucap Alviana dengan nada kesal sambil mengambil tasnya untuk mengambip ponselnya.


" Bukannya tadi minta ketoprak sama siomay kenapa nambah batagor?" tanya Arlan bingung.


" Aku juga pengen, sudahlah aku mau menelephone dulu." ucap Alviana dengan nada agak ketus.


" Ya sudah aku akan beliin, kamu disini aja ya?" pinta Arlan


" Ok. Terima kasih sayang." ucap Alviana lembut dan tersenyum sambil mengecup kening istrinya.


" Tadi ngomongnya dengan suara cemberut, kesel terus ketus selanjutnya lembut. Sayangku kenapa sih?" tanya Arlan bingung


" Tidak apa - apa. Sudah beliin jangan lama -lama." ucap Alviana


Arlan pun berjalan keluar ruangannya. Baru saja sampai di depan lift Harlan sedang berjalan menuju lift.


" Mau kemana kamu Har?" tanya Arlan


" Lho bukannya tadi kak Arlan memintaku untuk beliin makanan?" tanya Harlan bingung.


" Tidak jadi aku saja yang beli." ucap Arlan


" Kenapa?" tanya Harlan bertambah bingung.


" Istriku tidak mau kalau bukan aku yang membelinya." ucap Arlan


" Oh, ya sudah aku balik lagi." ucap Harlan

__ADS_1


" Tidak, kamu temani aku membeli makanan itu." ucap Arlan


" Baiklah." ucap Harlan


Mereka berdua masuk ke dalam lift untuk memesan makanan pesanan Alviana. Arlan dan Harlan kini sudah sampai di dalam mobil.


" Istriku meminta siomay, batagor dan ketoprak, kita beli itu." ucap Arlan.


" Memangnya tadi tidak sarapan? terus apakah kak Alviana habis makanan begitu banyaknya?" tanya Harlan beruntun


" Sudah sarapan, tidak tahu yang penting Alviana tidak nangis, kita mau beli dimana?" tanya Arlan


" Di pinggir jalan." jawab Harlan


" What?? tidak boleh makanan itu tidak hiegenis kasihan perut istriku nanti mulas, kita pergi ke restoran milil kita." ucap Arlan


" Baiklah, aku akan menelephone dulu ke restoran untuk menyiapkan semua pesanan istri kak Arlan." ucap Harlan.


" Ok." jawab Arlan singkat


Harlan pun menghubungi restoran miliknya untuk memesan ke tiga makanan itu setelah selesai menelephone Harlan mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.


Sampai di restoran semua pegawai terkejut melihat kedatangan bosnya yang datang secara tiba - tiba.


Arlan dan Harlan duduk di ruangan vvip mereka duduk santai sambil menunggu makanannya siap, seorang pelayan datang menemui bosnya.


" Maaf tuan mau pesan apa?" tanya pelayan itu dengan hormat.


" Aku minun kopi hitam." ucap Harlan


" Baik tuan." jawab pelayan itu.


Pelayan itupun berjalan keluar untuk menyiapkan pesanan bosnya dan juga pesanan tangan kanan bosnya.


" Tumben kak Arlan memesan minuman susu coklat panas biasanya sama seperti diriku kopi hitam." ucap Harlan bingung.


" Tidak tahu aku ingin aja, kok tiba - tiba perutku mual ya bau masakan. Harlan aku keluar ya nunggu di mobil, tidak kuat baunya." ucap Arlan sambil menutup hidungnya menahan rasa mual.


" Ok." jawab Harlan


Arlan pun berlari keluar dari restoran karena rasanya perutnya seperti di aduk - aduk. Arlan duduk bersandar di kursi sebelah pengemudi sambil memijat kepalanya yang tiba - tiba merasa pusing dan mual dalam waktu bersamaan.


" Apa yang terjadi dengan diriku? apa aku salah makan? tapi aku makan seperti biasanya. Tapi kenapa aku mual dan pusing ya? apalagi bau masakan." tanya Arlan menanyakan pada dirinya sendiri.


Arlan menunggu kedatangan Harlan setelah setengah jam menunggu Harlanpun datang membawa pesanan Alviana dan minunan susu coklat panas pesanan Arlan.


Arlan meminum susu coklat panas terasa enak sampai tidak terasa minumannya habis tak bersisa.


Harlan hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan bosnya sekaligus saudara sepupunya. Harlan melajukan kendaraannya menuju kantor.

__ADS_1


Sampai di kantor Arlan dan Harlan masuk ke dalam ruangan masing - masing.


ceklek


Arlan langsung membuka pintu ruangannya dan melihat istrinya masih sibuk bekerja. Arlan menaruh pesanan Alviana ke meja dekat sofa.


" Sayang, ini semua pesananmu sudah mas belikan." ucap Arlan sambil tersenyum manis.


" Terima kasih sayang." ucap Alviana berjalan menuju sofa sambil mengecup bibir suaminya.


Alviana duduk di sofa diikuti Arlan di sampingnya. Alviana membuka makanannya, baru saja di buka perut Arlan merasa di aduk - aduk.


" Sayang mas mual kamu makan sendiri ya." ucap Arlan sambil berdiri dan keluar dari ruangannya.


" Ok." jawab Alviana singkat dan santai tanpa dosa melihat perut suaminya mual.


Alviana makan dengan lahap ketiga makanan dalam sekejab sudah masuk ke dalam perutnya. Alviana membereskan bekas bungkusan makanannya dan di buang di tong sampah.


Satu jam kemudian Arlan masuk ke dalam ruangannya. Perut Arlan terasa di aduk - aduk kembali karena tidak tahan Arlan berlari ke dalam kamar mandi pribadinya.


hoek hoek


Arlan mengeluarkan semua sarapan dan minuman yang tadi baru saja dibeli. Alviana terkejut langsung berdiri dan berjalan mendekati suaminya.


" Kamu kenapa sayang?" tanya Alviana bingung


" Sayang, tolong buang bekas makananmu keluar jangan di dalam kantor." ucap Arlan


" Memang kenapa sayang?" tanya Alviana bingung


" Perutku mual mencium baunya." ucap Arlan


" Baiklah." jawab Alviana


Alviana berjalan keluar dan mengambil bungkusan makanan yang tadi di buang di tong sampah dan dipindahkan di tong sampah di luar ruangan yang agak jauh.


Alviana kembali masuk ke dalam dan berjalan mendekati suaminya yang masih di kamar mandi. Alviana membantu Arlan berdiri dengan cara memeluknya dari arah samping dan membawanya ke kamar pribadinya untuk berbaring.


" Sayang, apa yang bisa kubantu?" tanya Alviana


" Temani aku tidur badanku sangat lemah." ucap Arlan sendu sambil Arlan berbaring di ranjang.


" Baiklah." jawab Alviana sambil berbaring dan memeluk suaminya.


Tidak berapa lama Arlan sudah tertidur pulas dengan memeluk istrinya. Setelah suaminya tertidur Alviana berusaha melepaskan pelukan suaminya dan berjalan keluar menuju mejanya untuk melanjutkan pekerjaannya kembali yang sempat tertunda.


xxxx


Di tempat lain, Debby, Denis dan Denisa menunggu mommy Laras untuk menjemput sekolah.

__ADS_1


" Kak, lihat kakak itu kasihan dipukuli kita tolongin yuk?" pinta Denisa kepada Debby dan Denis kakaknya sambil menunjuke arah remaja pria itu.


Debby dan Denis melihat remaja pria itu dipukuli oleh banyak orang. Mereka langsung berdiri dan berjalan mendekati mereka yang sedang memukuli pria remaja itu diiukuti oleh Denisa.


__ADS_2