Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Musuh Dalam Selimut


__ADS_3

5 Hari Kemudian


Hari ini Alvonso, Alvian dan Alviana berangkat menuju ke kota xx menggunakan mobil perjalanannya membutuhkan waktu sekitar 14 jam.


Alvonso dan Alvian terkadang Alviana bergantian mengendarai mobil. Sebenarnya orang tua Alvonso meminta mereka untuk naik pesawat pribadinya karena jaraknya lumayan jauh tapi ke tiga anaknya menolaknya dengan alasan ingin menikmati perjalanannya.


14 Jam Kemudian


Akhirnya mereka sudah sampai di kota xx dan menginap di hotel yang di tunjuk oleh panitia. Alviana tidur bersama 2 teman kelasnya dulu sedangkan Alvonso dan Alvian tidur satu kamar dengan sahabat baik yang sangat akrab sekarang sahabatnya berprofesi sebagai seorang dokter.


Malam harinya mereka berkumpul di ruangan yang besar dan saling mengenalkan diri karena ada sebagian yang masih ingat dan ada juga sebagian yang sudah mulai lupa.


Tampak sepasang mata tidak pernah lepas menatap Alviana dia adalah Bona teman penganggum rahasia Alviana.


Seorang pembawa acara sekaligus panitia maju di tengah - tengah dengan membawa micnya.


" Selamat malam teman - teman terima kasih atas waktunya untuk datang ke acara reuni smp. Sesuai rencana acara besok sore kita akan pergi ke club milik ketua panitia. Kita berdansa dan saling mengakrabkan diri agar pertemanan kita tidak putus sampai di sini. Selanjutnya silahkan menikmati jamuan dan lagu - lagu dari penyanyi yang pasti kalian sudah kenal." ucap pembawa acara.


Semua orang bertepuk tangan dan menikmati lagu dan hidangan yang telah tersedia. Alvonso, Alvian dan Alviana selalu bersama membuat Bona tidak bisa berkutik untuk mendekati Alviana karena Bona tahu akan sifat ke dua kakaknya yang terlalu over protektif ke pada adiknya Alviana.


Pembawa acara itu berdiri di atas panggung ketika penyanyi yang di sewanya berhenti bernyanyi.


" Siapa di antara kalian ingin menyumbangkan lagu silahkan maju ke panggung." ucap pembawa acara.


Alviana yang mempunyai hobby menyanyi maju ke depan sambil tersenyum menatap teman - temannya.


Lirik Lagu 11 Januari - Gigi


sebelas januari bertemu


menjalani kisah cinta ini


naluri berkata engkaulah milikku


bahagia selalu dimiliki


bertahun menjalani bersamamu


kunyatakan bahwa engkaulah jiwaku


*


akulah penjagamu


akulah pelindungmu


akulah pendampingmu

__ADS_1


di setiap langkah - langkahmu


pernahku menyakiti hatimu


pernah kau melupakan janji ini


semua karena kita ini manusia


back to *


kau bawa diriku


ke dalam hidupmu


kau basuh diriku


dengan rasa sayang


senyummu juga sedihmu


adalah hidupku


kau sentuh cintaku


dengan lembut dengan sejuta warna…


Tanpa sepengetahuan orang - orang termasuk Alviana merekam apa yang dilakukan oleh Alviana termasuk Alviana bernyanyi kemudian di kirim rekaman video tersebut ke seseorang.


Seseorang yang mengirimi dirinya berupa video tersenyum menatap wajah Alviana yang sedang bernyanyi dengan suara yang sangat merdu dan membuat hatinya menjadi damai.


xxxx


Di kota yang sama Arlan dan Harlan masih berada di perusahaan cabang milik Arlan. Arlan sudah bertemu dengan kliennya dan sudah ada kesepakatan kerja sama dan malam ini rencana Arlan ingin menemui pujaan hatinya tapi sayang perusahaan cabang miliknya mengalami masalah yang sangat serius.


Hal ini membuat Arlan sangat kesal karena rencananya menjadi gagal.


" Berapa banyak kerugian kita?" tanya Arlan gusar


" Di lihat dari laporannya kerugian kita sampai milyaran rupiah dan pelakunya pemimpin cabang dan direktur keuangan mereka berdua bekerja sama dengan mafia gagak merah untuk memperkaya dirinya sendiri. Mereka membeli apartemen dan beberapa resort hotel semua ada di dokumen ini." ucap Harlan.


Arlan mengambil dokumen itu dan sangat marah 2 orang yang di percayainya tega mengkhianati dirinya.


" Kumpulkan semua anggota mafia gagak hitam yang berada di pusat dan berangkat ke kota xx dengan menggunakan pesawat pribadi dan suruh para bodyguard untuk menjemput anak buah gagak hitam." ucap Arlan


" Besok malam kita melakukan penyerangan terhadap gagak merah dan menghancurkannya berikut dua pengkhianat yang tidak tahu diri itu." sambung Arlan lagi.


" Baik kak Arlan." ucap Harlan

__ADS_1


Arlan kembali mengecek semua berkas yang diberikan oleh Harlan sedangkan Harlan melakukan tugas yang diperintahkan oleh Arlan.


Tidak terasa sudah jam 11 malam mereka pun pulang menuju mansion yang baru saja di belinya karena dekat dengan cabang perusahaanya.


Harlan memarkirkan mobilnya di garasi mansion milik Arlan yang lumayan luas. Arlan memasuki kamarnya dan langsung melepaskan seluruh pakaiannya dan mandi dengan air hangat.


Selesai mandi Arlan membuka lemari pakaiannya tampak pakaian Arlan dan juga pakaian Alviana yang baru karena masih ada label harganya. Arlan sengaja membelinya jika suatu saat Alviana menginap di mansionnya.


Arlan mengambil pakaian tidur dan memakainya. Selesai memakai pakaian Arlan berbaring sambil mengecup kemudian memeluk foto Alviana yang sudah terpasang pigura.


Tidak butuh lama Arlan pun tertidur dengan pulas dengan di temani foto Alviana yang dulu Arlan sengaja menfoto Alviana tanpa sepengetahuan Alviana.


xxxx


Pagi hari Alviana sudah terbangun beserta ke dua temannya mereka sudah mandi dan berpakaian rapih. Alviana dan ke dua temannya keluar dari kamarnya dan tampak di depan pintu Alviana berdiri dua kakak tersayangnya siapa lagi kalau bukan Alvonso dan Alvian dan satu temannya seorang dokter.


Mereka berenam turun ke lobby untuk sarapan pagi bersama teman - teman lainnya. Selesai makan mereka berkumpul di aula membicarakan acara nanti malam.


xxxx


Tidak terasa hari sudah sore mereka menyiapkan diri untuk pergi ke club. Alvian sudah duduk di kursi pengemudi dan di sampingnya sahabatnya seorang dokter yang bernama Aldrian. Aldrian sebenarnya menyukai Alviana tapi Alviana selalu menganggapnya teman.


Waktu SMP Aldrian pernah menembaknya tanpa sepengetahuan Alvonso dan Alvian waktu duduk sebangku dengan Alviana tapi Alvina mengatakan kalau Alviana belum ingin pacaran.


Dan waktu Alviana selesai bernyanyi Aldrian mendekati Alviana kembali dan menyatakan cintanya yang dulu pernah dikatakan kepada Alviana tapi lagi - lagi Alviana menolaknya secara halus dan meminta maaf dengan mengatakan kalau dirinya sudah mempunyai kekasih dan memintanya untuk melupakan dirinya.


Aldrian sangat kecewa dan terkejut mendengar perkataan Alviana. Lagi - lagi Aldrian menelan pil pahit untuk ke dua kalinya.


Alvonso, Alviana dan ke dua temannya duduk di belakang pengemudi. Dua teman Alviana yang masih gadis menaruh hati dengan Alvonso dan Alvian tapi sayang mereka berdua tidak memperdulikannya padahal dua gadis itu cantik dan seksi.


Alvian mengendarai mobil dengan santai sambil menikmati pemandangan alam yang dilaluinya. Semuanya diam larut dengan pemikiran masing - masing.


Alviana mengeluarkan ponselnya di dalam tasnya ketika ponselnya berdering sekali bertanda kalau ada pesan wa.


Alviana bahagia ketika kekasih hatinya mengirim pesan padanya dengan tersenyum bahagia Alviana membalas pesan dari kekasihnya.


Semua orang yang berada di dalam mobil menatap Alviana kecuali Alvonso dan Arlan karena mereka berdua tahu kenapa adiknya tersenyum sendiri.


" Kamu kenapa Alviana?" tanya salah satu temannya merasa kepo


" Hehehe.. ada deh." ucap Alviana tersenyum sambil saling membalas pesan wa.


Merasa tidak puas dengan jawaban Alviana gadis itu melirik nama pengirim pesan wa.


" Ciee... My Love.. yang mengirim pesan." ucap gadis itu


" Iya My Love kekasihku." ucap Alviana tersenyum malu.

__ADS_1


Dokter Aldrian yang duduk di samping pengemudi menahan kesal dan cemburu mendengar perkataan Alviana. Ke dua tangannya di genggam erat menahan rasa amarah dan cemburu buta.


__ADS_2