
Jam 7 pagi Clarisa sudah terbangun, Clarisa terkejut tidak melihat suaminya berada di sisinya karena seingat Clarisa suaminya tidur si sampingnya dan memeluk dirinya.
Clarisa mencuci muka dan menyikat gigi kemudian keluar dari kamarnya untuk mencari keberadaan suaminya.
Baru beberapa langkah Clarisa bertemu dengan sahabatnya Maria.
" Hai Cla, kenapa mukamu panik? suamiku dan yang lainnya kemana?" tanya Maria ikutan panik memikirkan suaminya dan sahabatnya Laras dan suaminya Laras dan juga suaminya Clarisa.
" Aku mencari suamiku tapi tidak ada. Apakah suamimu ada di kamarmu?" tanya Clarisa
" Tidak ada, apakah mereka semua sudah pulang? kemana mereka?" tanya Maria beruntun
" Sudah. Aku tidak tahu kemana mereka? yang aku ingat Laras terluka dan di bawa ke ruang perawatan." ucap Clarisa menjelaskan
" Kita cari mereka yuk?" ajak Maria.
" Ayo." jawab mereka.
Mereka berdua mencari keberadaan para suaminya Ronald dan dokter Kennath. Sampai di ruang keluarga hati mereka sangat lega melihat Daddy Alvonso, dokter Kennath dan Ronald sedang tertidur pulas di sofa.
Mereka berdua akhirnya memutuskan untuk memasak karena sebentar lagi keluarga besarnya akan bangun.
Clarisa dan Maria serta di bantu para pelayan mulai memasak. Setengah jam kemudian akhirnya mereka sudah masak. Satu persatu anak mereka duduk di meja makan.
Clarisa dan Maria berjalan ke arah kamarnya untuk membersihkan diri selesai mandi Clarisa dan Maria membangunkan para suaminya dan juga sahabat suaminya daddy Alvonso. Mereka bertiga masuk ke kamar masing - masing untuk mandi diikuti oleh Maria dan Clarisa.
Maria turun ke lantai satu menuju dapur untuk mengambil baskom dan diisi air hangat kemudian membawa baskom berisi air hangat ke dalam ruang perawatan. Maria berjalan menuju ranjang Laras dan menaruh baskom di meja kemudian berdiri kembali untuk membangunkan Arlan.
Arlan pun terbangun dan keluar dari ruang perawatan untuk masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan dirinya.
Maria melap tubuh Laras menggunakan air hangat yang tadi di bawanya. Setelah selesai Maria membawa keluar baskom tersebut untuk dibuang ke wastafel kemudian hendak mengisi kembali dengan air hangat.
Mommy Laras merasakan tubuhnya terkena air hangat membuka matanya perlahan.
" Mar, aku ada dimana?" tanya bunda Laras
" Kamu ada di mansion La." ucap Maria
" Semuanya baik - baik sajakan?"tanya mommy Laras
__ADS_1
" Iya La, hanya Alvian terluka tertembak kakinya dan Alviana belum sadar." ucap Maria menjelaskan karena melihat kaki Alvian diperban.
Maria tidak tahu kalau Alviana sudah tersadar karena kamarnya kedap suara sehingga Maria tidak mendengar suara tembakkan dan teriakan Alviana. Begitu pula dengan Alvian, Maria tidak tahu karena dirinya merasa mengantuk berat dan tidak tahu apa - apa.
" Aku harap Alviana cepat sadar dan sembuh dan semoga Alvian cepat sembuh kakinya." ucap mommy Laras sedih memikirkan ke dua anaknya terluka.
" Iya La, sudah bersih sekarang aku cek ya setelah itu aku mau melap tubuh Alvian dan Alviana." ucap Maria
" Makasih ya Mar. Clarisa kemana? kok tidak kelihatan?" tanya Laras
" Sama - sama La, mengenai Clarisa aku tidak tahu padahal dia sudah mandi dan menyiapkan keperluan suaminya tapi sampai sekarang tidak keluar dari kamarnya." adu Maria.
" Sudahlah biarkan saja, sekali lagi terima kasih ya." ucap mommy Laras.
Maria hanya tersenyum dan mulai mengecek kondisi mommy Laras setelah selesai Maria pamit keluar ruangan perawatan.
Maria berjalan ke arah dapur dan membuang air yang sudah kotor habis melap tubuh mommy Laras.
" Buat apa Mar?" tanya Clarisa yang baru saja turun dari tangga untuk menyiapkan keperluan suaminya.
" Ini habis melap tubuh Laras setelah itu melap tubuh Alvian setelah itu Alviana. Kamu darimana saja Mar? tanya Clarisa menyelidik
" Biasa menyiapkan keperluan suamiku." ucap Maria tersenyum kikuk
Maria membisikkan sesuatu ke Clarisa. Clarisa yang mendengarnya matanya langsung membulat hanya gara - gara semalam melihat musuhnya tanpa sehelai benang langsung mengajaknya pagi - pagi.
" Benar - benar ya suamimu tidak lihat situasi." gerutu Maria
Clarisa hanya menatap Maria sambil cengir kuda merasa malu karena nafsu suaminya memang sangat tinggi.
" Alviana biar aku saja yang melap tubuhnya."ucap Clarisa mencoba mengalihkan perhatian.
" Ok." jawab Maria singkat
Mereka berdua menyiapkan dua baskom dan diisi air hangat kemudian membawanya ke ruang perawatan.
Merekapun melakukan hal yang sama melap tubuh Alvian dan Alviana.
Alvian dan Alviana yang merasa tubuhnya terkena air hangat langsung membuka matanya.
__ADS_1
" Kamu sudah sadar Al?" tanya Clarisa terkejut
" Iya." jawab Alviana sambil tersenyum menatap Clarisa.
Maria menghentikan kegiatannya dan berjalan ke arah Alviana untuk mengecek kondisinya.
Clarisa berdiri dan pindah melap tubuh Alvian.
" Apakah ada yang sakit?" tanya Maria
" Badanku sakit jika digerakkan." ucap Alviana sendu.
" Itu karena tulang - tulangmu ada yang retak tunggulah beberapa bulan akan normal kembali." ucap Maria.
Selesai memeriksa Maria melap tubuh Alviana hingga selesai.
ceklek
Tampak Arlan masuk ke dalam ruang perawatan dan menatap semua orang yang berada di ruang perawatan sambil tersenyum merekapun membalas senyuman Arlan.
Maria dan Clarisa selesai membersihkan Alvian dan Alviana langsung berdiri untuk keluar ruang perawatan sebelum keluar Maria mengatakan kalau makanannya sudah siap nanti pelayan akan mengantarkan makanannya.
Setelah itu mereka keluar menuju ruang dapur. Di sana sudah ada suami dan anak - anak mereka.
" Bagaimana keadaan mommy Laras, Alvian dan Alviana Mar?" tanya daddy Alvonso
" Mereka sehat hanya lukanya belum sembuh, oh ya Alviana sudah sadar." ucap Maria menjelaskan ke daddy Alvonso.
" Nanti aku cek dan sekarang aku mau makan laper banget hehehe.." ucap dokter Kennath.
Merekapun tertawa bersama, Maria meminta pelayan untuk menyiapkan makanan untuk Mommy Laras, Alviana dan Alvian berupa bubur ayam sedangkan Arlan memakan makanan yang mereka makan.
Selesai menyiapkan semua makanannya seorang pelayan hendak mengantarkan makanan menggunakan troli tapi daddy Alvonso melarangnya karena dia sendiri yang akan melakukannya dan meminta ke para sahabatnya dan ke empat anaknya Alvonso, Debby, Denis dan Denisa untuk makan duluan.
Dady Alvonso membawanya ke dalam ruang perawatan.
" Arlan ini makananmu dan juga makanan bubur buat Alviana." ucap daddy Alvonso sambil memberikan dua piring dan dua gelas.
" Terima kasih dad. Alviana mas akan suapi kamu dulu ya setelah selesai makan baru mas makan." ucap Arlan sambil menekan tombol agar ranjang yang di kepala Alviana bergerak naik keatas sedikit. Arlan dengan telaten menyuapkan makanan ke mulut Alviana.
__ADS_1
" Alvian ini makananmu ya, kamu makan biar cepat sembuh." ucap daddy Alvonso sambil menekan tombol agar ranjang yang di kepala Alvian bergerak naik ke atas agar Alvian mudah untuk memakan.
" Terima kasih dad." ucap Alvian sambil menerima makanannya dan makan dengan lahap.