
Pagi Hari Alviana sudah bangun dan mandi karena hari ini Alviana akan bekerja menjadi sekretaris Arlan.
Alviana memakai kemeja putih dan rok pendek hitam serta jas panjang hitam, memakai sepatu ukuran 5 cm dengan rambut tergerai membuat Alviana bertambah cantik, anggun dan seksi.
Alviana menuruni tangga menggunakan lift menuju lantai satu ke ruangan meja makan. Semua makan dalam diam tanpa ada yang berbicara.
Selesai makan mereka semua berkumpul di ruang keluarga.
" Alviana kamu cantik sekali mau kerja atau mau daftar kuliah?" tanya mommy Laras.
" Mau kerja mom menjadi sekretarisnya mas Arlan mengenai kuliah nanti Alviana sekalian mencari tempat kuliah." ucap Alviana
" Ok jaga dirimu." ucap mommy Laras
" Baik mom, Alviana berangkat." pamit Alviana
Alviana mengulurkan tangan kanannya untuk mencium punggung tangan mommynya, daddy dan ke dua kakaknya Alvonso dan Alvian.
Alviana mengendarai mobil sendiri tanpa sopir menuju perusahaan PT ALVIANA COOPERATION milik kekasihnya. Alviana memakirkan mobil dan turun dari mobil.
Alviana memasuki lobby bertepatan kedatangan Arlan. Arlan yang melihat kedatangan kekasihnya langsung menggandeng tangan Alviana.
" Hari ini kamu sangat cantik dan seksi." bisik Arlan
Alviana hanya tersenyum mendengarnya dan membalas genggaman tangan kekasihnya.
Semua tidak luput dari karyawan bawahannya. Sebagian sangat senang selain mereka berdua sangat cocok dan serasi juga bosnya hari ini tidak arogant lagi karena ada pawangnya dan ada yang sebagian iri karena mereka ingin seperti Alviana tapi apa daya bosnya sangat sulit untuk di rayu yang ada malah di pecat sama seperti nasib temannya yang mencoba menggodanya padahal temannya sangat cantik dan seksi.
Alviana dan Arlan berjalan berdampingan dan di belakangnya di ikuti oleh Harlan asisten sekaligus saudara sepupunya Arlan.
Mereka memasuki lift khusus CEO tidak ada pembicaraan sama sekali hingga pintu lift terbuka mereka bertiga keluar dari ruangan lift itu menuju ruangan masing - masing.
Arlan membuka pintu ruangan yang masih menggandeng tangan Alviana. Arlan menutup pintu ruangannya dan menguncinya.
Tangan Arlan yang masih menggenggam tangan Alviana langsung di tarik hingga membentur tubuh Arlan membuat Alviana terkejut dan menatap wajah Arlan.
cup
Arlan mengecup bibir Alviana secara tiba - tiba membuat Alviana terkejut
" Mas Arlan kan janji tidak mengecup bibirku jok janjinya ingkar sambil berusaha melepaskan pelukan Arlan.
__ADS_1
" Maaf sayang mas Arlan kangen karena beberapa hari tidak bertemu denganmu membuat mas jadi seperti ini." ucap Arlan sambil melepaskan pelukannya karena Arlan tidak ingin Alviana pergi menjauh lagi seperti kemarin.
" Sudahlah lupakan sekarang mana kerjaan yang mesti kukerjakan?" tanya Alviana mencoba mengalihkan perhatiannya.
" Itu di meja banyak berkas menumpuk, kalau ada kamu membuat mas jadi semangat ngerjain apalagi tadi di tambah vitamin c." ucap Arlan sambil tersenyum
" Vitamin C? Mas Arlan meminun vitamin C?" tanya Alviana
" Bukan vitamin c yang di minum tapi vitamin cium." goda Arlan sambil tersenyum.
" Ih mesum." ucap Alviana sambil mencubit pinggang Arlan
" Auch sakit sayang." ucap Arlan sambil tertawa melihat Alviana yang sangat menggemaskan.
Alviana hanya membalas senyuman Arlan.
" Mas Arlan aku ambil aja berkasnya biar cepat selesai. Oh ya mejaku di luar ya? aku bawa keluar ya?" tanya Alviana
" Jangan mejamu aku pindahkan di sini saja biar satu ruangan denganku." ucap Arlan
" Lhk kenapa?" tanya Alviana bingung
Alviana hanya tersenyum mendengar ucapan Arlan. Arlan menelephone office boy untuk memindahkan meja, kursi, lemari sekretaris dan yang lainnya ke ruangan Arlan yang masih sangat luas.
Arlan dan Alviana duduk berdampingan di sofa. Arlan menyandar kepalanya di bahu Alviana sambil tangan kiri Arlan menggenggam tangan Alviana dan tangan kanannya memeluk Alviana.
" Kamu tahu sayang, kamu sangat berarti buatku terima kasih kehadiranmu membuat kehidupan mas menjadi berwarna. Kamu adalah cinta pertamaku, berjanjilah padaku untuk tidak menyakiti perasaanku dan meninggalkan diriku terlebih mengkhianati diriku." ucap Arlan sambil mengecup punggung tangan Alviana.
" Iya sayang, aku berjanji untuk selalu setia padamu apapun yang terjadi." ucap Alviana sambil mengusap punggung Arlan.
Arlan hanya memejamkan matanya dan menghirup wangi parfum kekasihnya yang sangat menenangkan hatinya.
Arlan selalu berusaha menahan hasratnya karena tidak ingin kesenangan sesaat akan berakibat buruk terhadap dirinya karena Arlan tidak ingin kepercayaan yang diberikan oleh keluarga besar Alviana akan menjadi rusak dan membuat dirinya akan dibenci oleh mereka.
Arlan sudah merasa nyaman dirinya dan Harlan sudah diterima oleh keluarga Alviana bahkan sudah dianggap sebagai salah satu anggota keluarganya.
tok tok tok tok
" Masuk" ucap Arlan sambil menekan remote untuk membuka pintu yang tadi sudah di kunci oleh Arlan sambil melepaskan pelukan Alviana kemudian berdiri sambil merapikan jasnya.
Satu orang office boy membuka pintu kemudian ke dua temannya membawa meja. Arlan memerintahkan ke mereka untuk meletakkan meja, kursi dll. di sudut ruangannya.
__ADS_1
30 menit kemudian pekerjaan selesai dan kini Alviana duduk di kursi sekretaris untuk mengerjakan berkas - berkas dokumen.
" Mas Arlan nanti jam 1 siang ada meating di hotel xxxx dengan PT AXA Cooperation." ucap Alviana.
" Berkas kerjasamanya sudah?" tanya Arlan
" Sudah, ini berkas kerjasamanya." ucap Alviana sambil menyerahkan dokumennya.
" Bagus kita berdua pergi ke sana karena Harlan hari ini mewakili diriku di PT Berlian Utama." ucap Arlan
" Ok." jawab Alviana singkat sambil mengerjakan berkas dokumen yang menumpuk.
Tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 12 siang waktunya untuk istirahat. Alviana yang sudah mulai lapar merapikan dokumen dan berdiri kemudian berjalan ke meja Arlan.
Arlan sangat sibuk hingga tidak mengetahui kalau Alviana sudah berdiri di mejanya. Alviana yang suka jahil menarik pena Arlan yang ingin menanda tangani berkas dokumen. Tindakan Alviana membuat Arlan terkejut dan menatap ke arah Alviana.
" Mas Arlan aku lapar, mas Arlan memang tidak lapar?" tanya Alviana sambil menampilkan mata puppy eyes.
Arlan tersenyum melihat Alviana yang sangat menggemaskan membuat dirinya mengacak - ngacak rambut Alviana.
" Mas Arlan, rambutku jadi berantakan tahu." ucap Alviana cemberut sambil merapikan rambutnya.
" Hehehe.. salah siapa mengganggu mas yang lagi sibuk, kamu lapar?" tanya Arlan sambil tersenyum
" Ya laparlah mas sudah waktunya makan siang." ucap Alviana
" Kok tidak terasa ya cepat sekali. Ayo kita makan di hotel xxxx sekalian nanti kita meating dengan klien PT AXA Cooperation sekalian bawa berkasnya." ucap Arlan
" Ok." jawab Alviana singkat sambil membawa berkas kerjasamanya.
Mereka berdua keluar dari ruangan Arlan menuju lift. Arlan dan Alviana bertemu dengan Harlan di pintu lift. Alviana menyapa Harlan dan Harlan membalas sapaan Alviana.
Harlan bahagia melihat kedekatan kakak sepupunya dengan gadis bernama Alviana yang menghormati dirinya.
Mereka bertiga masuk ke dalam lift, Harlan menekan tombol lantai 1 sampai di lantai satu mereka bertiga keluar dari pintu lift.
Banyak orang menatap bosnya yang sehari ini tidak membentak para pegawainya atau memecatnya. Mereka bersyukur ada nona yang sangat cantik yang bisa mengendalikan sikap bosnya yang arogant.
bruk
akh
__ADS_1