Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Keributan Para Sahabat


__ADS_3

Alvonso langsung berjalan mendekati pintu sambil membawa kartu aksesnya dan ditempelkan di dekat pintu.


ceklek


Alvonso membuka pintu tampak Harlan dan Liani menatap Alvonso. Alvonso menggeserkan tubuhnya agar Liani dan Harlan masuk.


" Harlan dan Liani kalian mau pesan apa?" tanya Alvonso


" Apa saja." ucap mereka serempak


Alvonsopun memesankan makanan untuk mereka berempat. 15 menit kemudian makananpun datang mereka makan dalam diam. Selesai makan Harlan membereskan piring kotor ke dalam troli kemudian di taruh di luar pintu.


Alvonso mengambil laptopnya dan mulai mengutak atik Alvonso meretas cctv.


" Bagaimana ke 4 pria yang semalam menyerang kita?" tanya Alvonso tanpa memandang ke arah Harlan karena mata dan ke dua jarinya sibuk mengutak atik laptopnya.


" Mobilnya masuk ke jurang dan tidak ada yang selamat karena mobilnya meledak hanya anak buahku saja yang berhasil menyelamatkan diri." ucap Harlan menjelaskan


" Bagaimana bisa?" tanya Alvonso


" Salah satu dari mereka merebut stir kemudi dan membawanya ke jurang." ucap Harlan


" Sial, mereka memilih mati dari pada di interogasi." ucap Alvonso kesal.


Alvonso berhasil meretas cctv dan memperlihatkan ke arah Harlan, Kelly dan Liani.


" Pelayan itu yang memberikan minuman ke kita." ucap Harlan yang masih ingat wajah pelayan itu.


Alvonso memundurkan cctv seseorang menggunakan masker memberikan bungkusan ke pelayan itu.


" Siapa pria bermasker itu?" tanya Harlan lagi


" Harlan kamu bisa diam tidak? " omel Alvonso


Harlan langsung terdiam dan melihat cctv.


Alvonso memundurkan kembali pria itu menghilang tanpa jejak dan tidak bisa meretas cctv kembali.


" Sial susah, aku harus minta bantuan mommy dan Max." ucap Alvonso


Alvonso menghubungi Max tapi ponselnya tidak aktif berkali - kali Alvonso menghubungi tapi tetap tidak aktif


" Sial nomernya tidak aktif." omel Alvonso


Alvonso kemudian menghubungi mommnya deringan ke dua mommy Laras mengangkat ponselnya.


" Hallo Al, gimana di sana apakah baik - baik saja?" tanya mommy Laras


" Mommy kami ada masalah bisa minta tolong?" tanya Alvonso


" Masalah apa Al?" tanya mommy Laras


" Kami diberi obat perang***g dan Alvonso melakukan bersama Kelly dan Harlan melakukan bersama Liani." ucap Alvonso tanpa basa basi


" Kamu jangan bercanda Al?" teriak mommy Laras tidak percaya.

__ADS_1


" Alvonso serius mom, Alvonso sudah meretas yang memberikan minuman itu dan ada seorang yang memerintahkannya tapi orangnya pakai masker." ucap Alvonso


" Ya sudah kami akan ke sana. Kamu menginap di mana?" tanya mommy Laras


" Kami menginap di hotel Alexis kamar 505." ucap Alvonso


" Ok." jawab mommy Laras


tut tut tut


Mommy Laras menutup telephonenya secara sepihak.


" Harlan coba kamu minta anak buahmu untuk menangkap pelayan itu." perintah Alvonso sambil mengirimkan foto ke ponsel milik Harlan


" Baik kak." jawab Harlan


Harlanpun mengirim pesan ke anak buah mafianya.


15 menit kemudia anak buahnya memberi kabar lewat ponselnya.


Harlan menghembuskan nafasnya dengan kasar.


" Kak Alvonso orangnya mati di tembak semalam." ucap Harlan


" Apa???" teriak Alvonso, Kelly dan Liani


" Sial pelakunya pasti sudah merencanakan ini semuanya." ucap Alvonso kesal


Alvonso mengutak atik kembali laptopnya tapi sangat sulit menemukan pelakunya.


" Kenapa kak Alvonso dan kak Harlan pindah kamar sebelah?" tanya Kelly


" Mas takut kalau mereka menyerang kalian, jadi lebih amannya biar mas dan Harlan menjaga kalian." ucap Alvonso


" Baiklah." jawab Kelly dan Liani.


Harlan dan Alvonso duduk di sofa sedangkan Kelly dan Liani berbaring di ranjang dan tidak membutuhkan waktu yang lama merekapun sudah tidur pulas.


4 Jam Kemudian


" Harlan kamu menunggu di luar kamar aku mau mandi dulu di kamar sebelah nanti gantian kakak yang menjaga karena sebentar lagi mommy akan datang." ucap Alvonso


" Baik kak." ucap Harlan


" Liani dan Kelly bangunlah, kalian mandilah. Harlan akan menjaga pintu di luar. Kakak akan mandi di kamar sebelah." ucap Alvonso membangunkan Liani dan Kelly.


Liani dan Kelly perlahan membuka matanya dan menatap wajah Alvonso.


" Baik kak." jawab Liani dan Kelly serempak


Liani dan Kelly bangun menuju ke kamar mandi sedangkan Alvonso dan Harlan keluar dari kamar.


" Harlan kalau ada apa - apa ketuk pintu kamar saja." ucap Alvonso


" Baik kak." jawab Harlan

__ADS_1


Alvonso masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan diri kemudian Alvonso memakai pakaian santai. Alvonso keluar dari kamarnya dan bergantian menjaga pintu kamar dan Harlan masuk ke kamarnya untuk membersihkan diri.


Setengah jam Harlan sudah rapih menggunakan pakaian santai dan keluar dari kamarnya.


" Kita langsung ke kamar sebelah." ucap Alvonso.


" Ok." jawab Harlan


tok tok tok tok tok


ceklek


Liani membuka pintu kamar hotel dan menatap kekasihnya dan Alvonso


" Ada apa?" tanya Liani


" Boleh kami masuk, sebentar lagi orangtuaku akan datang." ucap Alvonso


" Baiklah." jawab Liani


Liani menggeser tubuhnya agar Alvonso dan Harlan bisa masuk ke dalam kamar. Liani kemudian menutup pintu kamarnya.


Alvonso dan Harlan duduk di sofa sedangkan Liani dan Kelly duduk di ranjang.


Alvonso membuka kembali laptopnya mencoba meretas cctv tapi belum berhasil menemukan pelakunya.


tok tok tok tok tok


ceklek


Harlan membuka pintu kamar hotel dan matanya membulat sempurna dan menelan saliva dengan kasar karena mendapat tatapan tajam Ronald dan Clarisa.


Harlan berjalan mundur dan mempersilahkan Ronald dan Clarisa masuk kemudian di susul mommy Laras dan daddy Alvonso dan di belakangnya dokter Kennath dan dokter Maria.


Ronald mengangkat tangannya hendak menampar Harlan karena telah berani menodai putri kesayangannya tapi tangannya di tahan oleh mommy Laras.


" Aku tahu Ronald dan Clarisa sangat kecewa tapi aku mohon dengarkan cerita mereka dulu." pinta mommy Laras


" Alvonso paman percaya padamu tapi kenapa kamu melakukan serendah itu hah" bentak dokter Kennath


Dokter Kennath mendekati Alvonso dan tangannya akan menampar Alvonso, Alvonso hanya pasrah ketika tangan dokter Kennath akan menampar dirinya sedangkan mommy Laras yang melihat anaknya akan di tampar langsung melepas tangan Ronald kemudian menjadikan dirinya sebagai tameng bagi ke dua anak ke sayangannya Alvonso dan Harlan.


bruk


Mommy Laras menjatuhkan dirinya dan berlutut di depan mereka.


" Kennath, Maria, Ronald dan Clarisa aku tahu Alvonso dan Harlan melakukan kesalahan besar tapi bisakah mendengarkan cerita mereka terlebih dahulu." pinta mommy Laras


" Sayang jangan lakukan itu, kita nikahkan saja mereka." ucap daddy Alvonso sambil menarik tubuh istrinya agar berdiri.


" Menikah? kalian tahu putriku masih kecil dan jalannya masih panjang." bentak dokter Kennath


" Kennath dan Ronald aku tahu putra kami bersalah dan semua itu sudah terjadi, ibarat nasi sudah menjadi bubur. Jalan satu - satunya menikahkan mereka." ucap mommy Laras


" Ini juga salahmu Al, kamu yang suka jahil memberikan obat perang***g kepada kami sekarang lihat anak - anak kami juga terkena imbasnya." bentak dokter Kennath.

__ADS_1


__ADS_2