Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Ungkapan Cinta Liani dan Harlan


__ADS_3

Setelah agak lama merekapun melepaskan ciuman pertama mereka karena kehabisan oksigen. Mereka berdua menghirup udara sebanyak - banyaknya.


" Mas Harlan ciuman pertamaku." ucap Liani


" Sama ciuman pertamaku, maaf mungkin ini terlalu cepat buatmu, mas sudah jatuh cinta saat pertemuan kita waktu pertama kali di rumah orangtuamu." ucap Harlan jujur sambil menatap wajah Liani sambil menlap bibir Liani yang basah akibat ulah dirinya dengan menggunakan ibu jarinya.


" Sama mas, aku juga jatuh cinta sama mas pada pandangan pertama waktu mas datang ke rumahku." ucap Liani


" Benarkah? syukurlah cinta mas ternyata tidak bertepuk sebelah tangan. Mulai sekarang kita menjadi pasangan kekasih." ucap Harlan.


Harlan melakukan itu agar Liani terikat dengannya sebelum direbut oleh orang lain.


Liani hanya menganggukkan kepalanya tanda dirinya setuju. Kini mereka resmi menjadi pasangan kekasih.


Harlan sangat bahagia dan langsung memeluk Liani dan Lianipun membalas pelukan Harlan. Setelah agak lama merekapun melepaskan pelukannya.


cup


Harlan mengecup kening Liani sambil menatap wajah Liani yang tersenyum malu.


" Sayang, kita pulang sekarang?" ajak Harlan


" Sayang?" tanya Liani ulang


" Iya sayang, kita kan sekarang sudah resmi menjadi pasangan kekasih. Mas ingin kamu juga memanggilku sayang" ucap Harlan.


" Aku malu." jawab Liani


" Kenapa malu, mas ingin mendengarnya sayang." pinta Harlan


" Sayang." ucap Liani sambil menundukkan wajahnya dengan pipi yang merona.


Harlan tersenyum bahagia kemudian mengangkat wajah Liani dengan menggunakan jari telunjuknya.


" Kenapa malu, mas sangat senang mendengar kamu memanggilku sayang." ucap Harlan


cup


Harlan mengecup bibir Liani kembali karena bibir Liani kini menjadi candunya.


" Mas Harlan senang banget menciumku." omel Liani


" Habis bibirmu manis jadi mas kecanduan deh." ucap Harlan


cup


Harlan mengecup bibir Liani kembali membuat Liani mendorong tubuh Harlan agar tidak terlalu dekat dengan tubuhnya. Liani menatap tajam ke arah Harlan.

__ADS_1


" Mas kan sudah bilang panggil mas dengan sebutan sayang." ucap Harlan


" Tapi.." ucapan Liani terpotong oleh Harlan


" Setiap memanggilku mas kena hukuman dariku berupa ciuman dan tidak ada penolakan." ucap Harlan


" Baiklah, ayo kita pulang." ajak Liani


" Baiklah sayang." ucap Harlan


Mereka berdua menaiki mobil menuju ke rumah Liani. 20 menit kemudian mobil Harlan sudah sampai di depan rumah Liani.


Harlan turun dari mobil dan memutar untuk membuka pintu mobil untuk Liani. Liani turun dari mobilnya Harlan. Harlan memutar dan masuk ke dalam mobil dan membuka kaca mobilnya.


" Sayang, tidak mampir?" tanya Liani


" Kapan - kapan saja mas akan mampir. Besok mas jemput ya?" ucap Harlan


" Ok." jawab Liani singkat


Harlan melambaikan tangannya kemudian melanjutkan perjalanannya. Harlan tidak menggunakan ac karena udaranya lumayan dingin karena itulah kaca mobil dibiarkan terbuka.


Lewat di jalan yang sepi Harlan mendengar suara tangisan bayi di semak - semak.


cittttt


Harlan turun dari mobil dan mencari suara bayi yang menangis. Harlan membulatkan matanya sempurna melihat bayi masih merah berjenis kelamin wanita dan tanpa sehelai benangpun di taruh di semak semak tanpa menggunakan alas.


Harlan langsung membuka jasnya dan menaruhnya di semak - semak. Harlan menaruh bayi tersebut di jas miliknya yang tadi taruh di semak - semak kemudian menggendongnya.


Bayi yang tadi kedinginan kini menjadi hangat. Kemeja milik Harlan terkena noda darah dari bayi tersebut. Sepertinya setelah melahirkan di semak - semak langsung ditinggalkan begitu saja hanya saja ari - arinya sudah tidak ada.


Harlan kembali ke dalam mobil, bayi tersebut masih di gendong Harlan dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya digunakan untuk menyetir.


20 menit kemudian Harlan sudah sampai di mansion milik daddy Alvonso dan mommy Laras.


Mommy Laras dan daddy Alvonso mendengar suara tangisan bayi langsung berdiri dari sofa dan berjalan ke pintu utama.


" Anak siapa Harlan?" tanya mommy Laras


Mommy Laras dan daddy Alvonso terkejut melihat bayi yang masih merah. Mommy Laras langsung mengambil bayi yang berada dipelukan Harlan dan berjalan ke kamar milik Alviana diikuti oleh daddy Alvonso dan Harlan.


" Harlan menemukan di semak - semak mom, dad. Waktu Harlan pulang habis antar Liani pulang Harlan tidak sengaja mendengar suara tangisan bayi. Harlan mencarinya dan ternyata bayi perempuan ini ditaruh di semak - semak." ucap Harlan menceritakan penemuan bayi.


" Tega sekali ibunya." ucap daddy Alvonso kesal


" Kok Liani pulangnya sampai sore Har? bukannya tadi mommy meminta Liani tadi pagi?" tanya mommy Laras sambil membersihkan bayi merah itu dengan tissue basah dan memakaikan pakaian bayi milik anaknya Alviana yang di simpan di dalam lemari.

__ADS_1


" Liani bantuin Harlan kerja mom dan mulai besok Liani kerja menjadi sekretaris Harlan." ucap Harlan


" Oh baguslah, oh ya kamu gendong dulu bayinya, mommy mau buatkan susu buat bayi ini." perintah mommy Laras.


Bayi perempuan itu kini sudah bersih dan sudah memakai baju. Bayi yang sangat cantik dan imut. Harlan menggendong bayi tersebut sambil mengecup kening bayi tersebut.


" Harlan, rencananya bayi itu mau kamu asuh atau kami yang asuh?" tanya daddy Alvonso


" Harlan asuh saja dad dan nanti Harlan akan mengurus surat - surat kalau bayi ini akan menjadi anaknya Harlan." ucap Harlan yang jatuh hati pada bayi mungilnya.


Mommy Laras datang dan memberikan dot ke Harlan. Harlan memberikannya ke mulut bayi tersebut dan bayi perempuan itupun berhenti menangis.


" Kamukan kerja bagaimana mengasuhnya?" tanya daddy Alvonso


" Harlan akan sewa baby sister dad." jawab Harlan


" Mommy saja yang merawatnya nanti kalau kamu pulang gantian kamu yang menjaganya." ucap mommy Laras memberikan solusi.


" Terserah mommy saja." ucap Harlan


" Siapa namanya?" tanya daddy Alvonso


" Namanya Keira Renaldo." ucap Harlan


" Nama yang cantik secantik orangnya. Mudah - mudahan hatinya juga ikutan cantik." ucap mommy Laras.


" Amin." jawab daddy Alvonso dan Harlan.


" Susunya sudah habis dan bayinya sudah tertidur pulas. Bawalah ke kamarmu tapi sebelum itu kamu mandilah dan setelah itu langsung makan setelah makan baru nanti bawa bayinya." perintah mommy Laras


" Baik mom." jawab Harlan


Harlan berjalan keluar menuju ke kamarnya untuk membersihkan diri.


" Daddy, mommy kok pengen punya anak lagi ya?" ucap mommy Laras sambil menggendong bayi tersebut.


" Daddy tidak mau sayang, kamu tidak ingat apa kata dokter waktu itu jangan mempunyai anak lagi. Daddy tidak sanggup jika terjadi sesuatu denganmu." ucap daddy Alvonso sambil mengelus rambut istrinya.


" Daddy tidak ingin mempunyai anak lagi?" tanya mommy Laras


" Jujur iya tapi daddy lebih memilihmu karena daddy sangat mencintaimu dan tidak sanggup jika daddy kehilanganmu. Kamu segalanya buat daddy." ucap daddy Alvonso


" Terima kasih sayang, aku juga sangat mencintaimu." ucap mommy Laras terharu mendengar ucapan suaminya


ceklek


Pintu terbuka tampak Harlan sudah berpakaian rapi, mommy Laras memberikan bayi perempuan itu ke Harlan. Harlanpun menerimanya kemudian menggendongnya sambil mengecup bayi mungil itu.

__ADS_1


__ADS_2