
" Berhenti." teriak Debby, Denis dan Denisa.
Mereka yang memukul pria remaja itu langsung menghentikan memukul pria remaja itu.
" Maaf kenapa bapak dan ibu memukul kakak itu?" tanya Denisa lembut
" Dia telah memukul anak saya, lihatlah." ucap wanita itu memperlihatkan anaknya yang sudah babak belur.
" Tapi kakak itu juga sudah babak belur." ucap Debby
" Tapi kami belum puas memukulnya." ucap wanita itu.
Debby, Denis dan Denisa saling berbisik selesai berbisik mereka mengeluarkan uang 5 lembar uang merah.
" Ini kami ada uang Rp. 500,000 cukup buat pengobatan anak tante dan lepaskan kakak itu." ucap Denisa lembut.
" Ok." jawab wanita itu sambil mengambil uang merah sebanyak 5 lembar dengan hati senang.
Mereka yang memukuli langsung pergi meninggalkan mereka. Denisa mendekati pria remaja itu untuk membantunya berdiri.
" Ayo kak, kita duduk di situ." pinta Denisa
Remaja itu hanya mengangguk lemah, Denis dan Denisa memapah remaja itu untuk duduk di kursi dekat sekolah.
Denisa mengeluarkan bekalnya dan juga air minum serta saputangannya.
" Kakak ini masih ada bekal dan minuman punya Denisa, kakak belum makan kan?" tanya Denisa
Remaja itu hanya mengangguk tanpa bicara. Denisa memberikan bekalnya dan minumannya ke remaja itu.
" Kak Debby, aku minta air minumnya donk." pinta Denisa
" Pakai minumanmu saja." ucap remaja itu tiba - tiba bersuara.
" Minuman itu buat kakak, aku minta air minum punya kak Debby buat melap tubuh kakak yang terkena debu." ucap Denisa sambil tersenyum.
Debby memberikan air minum miliknya. Denisa dengan telaten membersihkan debu yang menempel di tubuh remaja itu. Remaja itu hanya meringis menahan rasa sakit.
" Nama kakak siapa?" tanya Denisa
" Nama kakak Max." ucap remaja itu bernama Max.
" Kak Max, sebenarnya apa yang terjadi kenapa kakak memukul laki - laki itu?" tanya Denisa sambil melap kakinya yang berdarah.
__ADS_1
" Dia menghina dan memukul kakak karena itu kakak membalasnya, kenapa kalian memberikan dia uang?" tanya Max
" Agar mereka berhenti memukul kakak." jawab mereka serempak.
" Sepertinya kalian kembar, siapa nama kalian?" tanya Max
" Aku Debby." ucap Debby memperkenalkan diri.
" Aku Denis." ucap Denis
" Aku Denisa." ucap Denisa
Mereka saling berjabat tangan.
" Hallo sayang, maafkan mommy ya lama menunggu." ucap mommy Laras lembut
" Tidak apa - apa mom." jawab mereka serempak
" Ini siapa sayang?" tanya mommy Laras bingung karena ada remaja pria dengan kondisi luka - luka ditubuhnya.
" Ini kak Max mommy tadi kak Max dipukuli oleh orang karena itu kami menolongnya." ucap Denisa.
Max membalikkan badannya sambil memaksakan tersenyum tapi senyumannya langsung memudar.
Max terkejut melihat mommy Laras, wajahnya sangat familiar. Max mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu daddynya terbunuh oleh salah satu wanita yang berada dihadapannya. Max berusaha mati - matian merubah mimiknya menjadi remaja yang baik.
" Perkenalkan tante, saya Max. Debby, Denis dan Denisa sangat baik tante telah menolong saya." ucap Max tersenyum ramah sambil mengulurkan tangannya.
" Perkenalkan tante mommynya anak - anak mereka." ucap mommy Laras sambil tersenyum dan membalas uluran tangan Max.
Max mencium punggung tangan mommy Laras membuat mommy Laras tersenyum melihat kesopanan Max walau hati kecilnya merasa ada keanehan yang membuat mommy Laras curiga tapi Mommy Laras berusaha menepisnya.
" Kamu tinggal dimana Max?" tanya Mommy Laras
" Max tinggal sendiri di rumah kontrakkan sambil bekerja." ucap Max
" Kamu tidak sekolah Max dan dimana kedua orangtuamu?" tanya mommy Laras
" Tidak tante Max tidak sekolah dan orang tua Max sudah meninggal waktu Max masih kecil." ucap Max berusaha menahan emosinya yang ingin meledak.
" Bagaimana ikut Mommy dan kamu jangan memanggil tante tapi panggillah dengan sebutan Mommy seperti anak - anak mommy." ucap mommy Laras polos.
Mommy Laras tidak tahu di satu sisi menyuruhnya untuk tidak mengenalnya karena Max bukan laki - laki baik tapi di sisi satunya mommy Laras tidak tega melihat Max yang masih remaja tinggal sendiri dan masih membutuhkan kasih sayang dan pendidikan. Mommy Laras berusaha melawan hatinya yang berusaha menolak Max.
__ADS_1
" Benarkah?" tanya Max
" Iya benar, oh ya mau ikut mommy sekalian mommy obati lukamu." ucap mommy Laras lembut.
" Baik tan.. eh Mom." jawab Max
" Ayo anak - anak kita ke mobil." ajak mommy Laras.
Mereka berlima masuk ke dalam mobil. Max duduk di samping pengemudi. Mommy Laras mengambil kotak obat dan dengan telaten membersihkan dan mengobati Max. Setelah selesai mommy Laras mengendarai mobil menuju ke mall.
" Mommy kenapa kita ke mall?" tanya Denisa
" Mommy ingin membeli sesuatu apa kalian lapar?" tanya mommy Laras
" Lapar mom." ucap mereka serempak
Mommy Laras dan ke tiga anaknya serta Max masuk ke dalam restoran. Para pengunjung membicarakan Max yang berpakaian lusuh dan mukanya lebam - lebam. Tapi mommy Laras dan ke tiga anaknya tidak memperdulikannya.
" Debby, kamu pesan makanan ya? mommy sama Max pergi sebentar." ucap mommy Laras
" Baik mom." ucap mereka serempak.
Mommy Laras dan Max pergi ke butik yang ada di mall tersebut. Mommy Laras meminta Max mengganti pakaiannya kemudian mommy Laras membeli enam lusin stel pakaian untuk Max. Setelah selesai mereka menuju restoran tempat ke tiga anaknya.
Orang yang tadi membicarakan Max sekarang mencibir mommy Laras yang menyukai brondong. Ke tiga anaknya sangat marah ingin memarahi mereka tapi mommy Laras melarangnya.
Tanpa sepengetahuan mommy Laras, Denis mengirim pesan ke grup keluarga Alvonso. Mereka makan walau hatinya sangat kesal mendengar mereka membicarakan mommy Laras dan Max.
Max yang mendengarnya ingin berdiri untuk memukuli mereka tapi mommy Laras memegang tangan Max dan menggelengkan kepalanya.
Belum ada setengah jam daddy Alvonso, Alvonso dan Alvian datang. Semua pengunjung yang tadi membicarakan mommy Laras dan Max langsung berhenti membicarakan dan beralih memuji ke tiga pria tampan.
Ketiga pria tampan bergantian mencium pipi mommy Laras. Membuat mereka semakin merendahkan mommy Laras sebagai wanita murahan.
Daddy Alvonso, Alvonso dan Alvian sangat marah karena wanita yang disayangi dituduh sebagai wanita murahan.
Daddy Alvonso menelephone manager restoran dan manager pengelola mall. Setelah mereka berkumpul di restoran daddy Alvonso menatap mereka dengan tajam.
" Mulai hari ini dan seterusnya mereka semua ini yang telah menghina istri dan anakku tidak diijinkan untuk masuk ke mall milikku." ucap daddy Alvonso tegas sambil menatap mereka satu persatu yang tadi angkuh dan sombong membicarakan orang kini berubah ketakutan dan berlutut meminta maaf karena merasa bersalah yang menghina pemilik mall ini.
" Tidak akan kami maafkan, aku mengenal kalian semua, sebagian istri dan para gadis adalah orang tua dan suaminya bekerja di perusahaan kami maka kami akan memecat orangtua kalian dan juga suami kalian." ucap Alvonso tegas.
" Bagi yang melakukan kerjasama dengan perusahaan kami dan menanam saham mulai sekarang kami menghentikan, tidak ada kata memaafkan buat kami." ucap Alvian menatap mereka dengan bengis
__ADS_1
Bagi Alvian mommy Laras adalah wanita yang sangat di sayangi karena itu Alvian tidak terima jika mommynya dihina.