Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Hukuman Mama Siska dan Asisten Leo


__ADS_3

Asisten Leo langsung tersadar dari pingsannya ketika kepalanya dimasukkan ke dalam air. Asisten Leo memberontak tapi tangannya di tahan oleh dua anggota mafia Arlan. Rasa sakit bekas cambukan dan rasa sesak karena banyak air masuk ke dalam mulut dan hidungnya.


Setelah agak lemas Arlan menarik rambut asisten Leo agar dia bisa bernafas kemudian melanjutkan ke mama tirinya.


Mama tirinya pun juga sama langsung tersadar dari pingsannya tubuhnya terasa perih dan mama Siska berusaha memberontak tapi kedua tangannya di pegang oleh anak buah mafia gagak hitam.


2 menit rambutnya di tarik oleh Arlan dan rambutnya di tarik ke arah belakang sehingga mama tiri Siska menghadap ke wajah Arlan.


Arlan menatap dengan bengis ke wajah mama tirinya kemudian menenggelamkannna kembali kepala mama tirinya. Mama tirinya tidak bisa memberontak karena badannya sangat perih terkena cambukan Arlan.


Badannya mulai lemah membuat Arlan menghentikan aksinya dan menarik rambut mama tirinya agar bisa bernafas.


" Bawa mereka ke ruangan khusus." perintah Arlan sambil berjalan meninggalkan mereka menuju ruangan khusus.


Arlan duduk dengan santai sambil menatap ke arah mama tirinya dan asisten Leo yang di tarik paksa oleh para anak buahnya kemudian di dorong hingga mereka terjatuh di lantai menghadap ruangan mirip aquarium yang sangat besar.


Dua tangan dan dua kakinya sudah di ikat dengan menggunakan tali.


Mama Siska dan asisten Leo menatap aquarium dengan mata melotot dan sangat ketakutan.


Di dalam aquarium tersebut ada 1 anaconda yang sangat besar sedang istirahat dengan santai di batang pohon yang juga besar.


" Masukkan pria itu dan jadikan santapan anaconda." perintah Arlan


Asisten Leo dan mama Siska menelan ludah dengan sangat susah mereka sangat ketakutan dan berlutut meminta ampun.


" Maafkan saya tuan." ucap Leo


" Maafkan mama, mama janji menjadi mama yang baik buatmu." ucap mama Siska sambil menangis ketakutan


" Tidak ada pengampunan buat kalian berdua, nyawa di bayar dengan nyawa dan kamu jangan sebut kamu sebagai mama karena aku menganggapmu sebagai pelacur atau jalang." bentak Arlan sarkas.

__ADS_1


Mereka berdua menangis ketakutan hingga mereka buang air kecil karena sangat ketakutan melihat anaconda yang tiba - tiba menatap mereka berdua.


Mereka semua menertawakan mama Siska dan asisten tanpa terkecuali Arlan. Salah seorang anggota mafia menyalakan kran air dan temannya menggunakan selang air dan menyemprot ke bagian tengah paha mama Siska dan asisten Leo agar ruangannya tidak bau. Setelah di rasa cukup kran pun dimatikan.


Arlan menekan tombol menggunakan pin kemudian sidik ibu jari milik Arlan. Arlan melakukan itu agar hanya dialah yang berhak melakukannya dan tidak ingin kejadian dulu terulang lagi.


xxxx Flash Back On xxxx


" Tono, aku hari ini akan pergi ke luar kota, Mr. X masukkan saja ke ruangan aquarium ular piton kesayanganku." ucap Arlan


" Baik tuan." ucap Tono wakil mafia gagak hitam


Tono masuk ke dalam ruangan aquarium ular piton, Tono duduk dengan santai kemudian masuklah beberapa anak buah mafia sambil membawa seorang pria terikat dia adalah Mr. X


" Tuan, ampuni saya." pinta Mr. X


" Bosku, memintaku agar Mr. X dimasukkan ke aquarium ular piton untuk menjadi santapan siang." ucap Tono wakil mafia gagak hitam.


" Saya tidak tertarik" ucap Tono wakil mafia gagak hitam.


" Bagaimana Rp. 500,000,000.00." tawar Mr. X


Tono diam dan sangat tertarik dengan uang yang sangat besar. Sedangkan Mr. X yang tahu di depannya mata duitan bicara kembali.


" Rp 1,000,000,000.00 ." tawar Mr. X


" Ok. Deal, transfer sekarang dan Mr. X saya bebaskan." ucap Tono wakil mafia gagak hitam.


" Ok deal, saya transfer setengah dulu, tuan bunuh ular piton itu setelah ular piton itu mati baru saya transfer sisanya." jawab Mr. X bahagia, baginya uang segitu tidak seberapa dibandingkan dengan nyawanya.


" Ok." jawab Tono.

__ADS_1


Mr. X pun mengetikkan sesuatu di ponselnya dan tidak berapa lama ponsel milik Tono berbunyi sekali, isinya sebuah pesan laporan ada uang masuk di rekening miliknya sejumlah Rp. 500,000,000.00


Tono pun memencet sesuatu dan tampak ular piton itu yang tadi diam kini mulai bergerak - gerak semakin lama ular itu memukul kaca aquarium seperti ingin keluar tapi karena kacanya sangat kuat membuat aquariumnya tidak pecah. Ular piton pun mati dengan cara mengenaskan tubuhnya gosong hitam.


Tono sengaja membuat ruangan di dalam aquarium panas sehingga ular itu pun mati. Tono mendapatkan sisa uang Rp. 500,000,000.00. sesuai yang dijanjikan oleh Mr. X. dan Mr. X pun dibebaskan.


Tanpa sepengetahuan Tono salah seorang anggota mafia gagak hitam melapor kejadian itu kepada ketua mafia gagak hitam.


Arlan yang mengetahui itu sangat marah dan langsung memesan ular anacondo sama sahabatnya yang suka mengoleksi binatang buas termasuk ular.


Selesai mengerjakan tugasnya di luar kota, Arlan langsung datang ke markasnya. Arlan pura - pura tidak tahu siapa pelakunya. Arlan menyuruh wakil mafia untuk masuk ke dalam ruangan aquarium untuk membersihkan dengan alasan besok sudah ada penghuni baru.


Tanpa curiga Tono wakil ketua mafia masuk ke dalam tanpa takut karena di dalamnya tidak ada ular.


Tapi perkiraannya salah, 8 orang anak buah mafia membawa seekor anaconda dan di masukkan ke dalam kotak yang menuju ke dalam aquarium dan anaconda itupun menelan Tono.


Sejak itu hanya Arlanlah yang bisa mengotrol semuanya dari suhu ruangan aquarium dan termasuk makanan anaconda. Jika tidak ada manusia yang di makannya Arlan memberikan sapi untuk makanan anaconda.


xxxx Flash Back Off xxxx


Setelah Arlan menekan tombol pin dan sidik ibu jarinya, lantai dekat mama Siska dan asistennya Leo bergerak dan membentuk kotak seukuran peti untuk manusia.


Dua orang anak buah mafia mengangkat Leo yang sudah terikat untuk dimasukkan ke dalam lubang. Leo berusaha memberontak tapi tenaganya kalah jauh.


Leo pun dimasukkan ke dalam lubang itu, Leo berusaha untuk berdiri untuk keluar tapi sayang lubangnya seukuran leher Leo sehingga dia tidak bisa kabur.


Arlan menekan tombol kembali dan lantaipun bergerak menutup. Leo dengan buru - buru menurunkan kepalanya karena takut terjepit lantai.


Tubuh Leo ke tarik karena di dalamnya seperti seluncuran yang berisi air hingga Leo masuk ke dalam kolam yang berisi air yang tidak terlalu dalam.


Anaconda yang melihat ada mangsanya langsung terjun ke dalam kolam yang berisi air dan membelit tubuh Leo, Leo berusaha memberontak tapi tenaganya kalah jauh, Leo berteriak kesakitan karena rasa sakit teramat sangat ketika ular itu meremasnya hingga tulang - tulangnya hancur setelah tulang - tulangnya hancur,mulut anaconda itu terbuka dan menelan Leo secara perlahan.

__ADS_1


__ADS_2