
" Kenapa tidak mencoba dengan Imel? Imel cantik dan sepertinya dia gadis yang baik." ucap Ibunya Harlan
" Tapi Harlan tidak mempunyai perasaan dengan Imel." ucap Harlan
" Cobalah buka sedikit saja hatimu." rayu ibunya
" Harlan akan pikirkan bu." ucap Harlan karena Harlan memang tidak menyukai Imel dan tidak perasaan sama sekali.
" Baiklah." jawab ibunya pasrah
xxxx
Sesuai perkataan Harlan kemarin hari ini mereka sudah di mansion milik keluarga Alvonso.
Ibunya Harlan menatap takjub mansion milik keluarga besar Alvonso dan alangkah senangnya bisa tinggal di rumah yang sangat mewah.
Ibunya Harlan tidak henti - hentinya berdecak kagum melihat isi barang - barang yang antik dan tentunya dengan harga yang fantastis.
" Silahkan duduk nyonya dan tuan." ucap kepala pelayan dengan sopan
Harlan dan ibunya duduk di ruang keluarga. Ibunya Harlan tak henti - hentinya berdecak kagum dengan isi kemewahan milik keluarga Alvonso.
Tidak berapa lama datanglah Arlan dan Alviana beserta ke 6 anak kembarnya.
" Tante apa kabar?" tanya Arlan sambil mengangkat tangannya untuk mengecup punggung tangan tantenya.
" Kabar baik sayang." jawab ibunya Harlan membalas tangannya Arlan."
" Ini istri saya Alviana." ucap Arlan mengenalkan istrinya ke tantenya
" Apa kabar tante? saya Alviana." sapa Alviana sambil cipika cipiki.
" Kabar tante baik." jawab ibunya Harlan
" Dan ini anak - anak Harlan tante, yang pertama namanya Albert Ardiansyah, Bella Ardiansyah, Charli Ardiansyah, Della Ardiansyah, Ellie Ardiansyah dan Felix Ardiansyah." ucap Harlan memperkenalkan ke 6 anaknya ke tante nya Harlan.
" Hallo cucu - cucuku yang tampan - tampan dan cantik - cantik." sapa ibunya Harlan
" Hallo Nenek." jawab mereka serempak
" Arlan dan Alviana anak kalian sangat tampan - tampan dan cantik - cantik." puji neneknya Harlan
" Terima kasih tante." jawab Arlan dan Alviana serempak.
Tidak berapa lama muncullah daddy Alvonso dan mommy Laras menuruni anak tangga. Ibunya Harlan menatap daddy Alvonso tanpa berkedip dan seperti biasa daddy Alvonso bersikap dingin dan pandangannya ke arah istrinya.
" Oma, Opa." panggil ke 6 anaknya Arlan dan Harlan
" Hallo cucu - cucu Oma dan opa yang tampan - tampan dan cantik - cantik." sapa mommy Laras sambil menggendong Bella dan Della. Sedangkan daddy Alvonso menggendong Ellie dan Felix sambil mengecupnya.
__ADS_1
" Mommy dan daddy kenalkan ini ibuku, bu kenalkan mereka orang tuanya Alviana." ucap Harlan memperkenalkan diri ibunya ke keluarga besar Alvonso.
Mommy Laras seperti biasa cipika cipiki dengan ibunya Harlan sedangkan daddy Alvonso hanya menganggukkan kepala tanpa mau membalas uluran tangan ibunya Harlan.
Mommy Laras yang sudah tahu sifat suaminya membuat mommy Laras membalas uluran tangan ibunya Harlan.
( " ***Sombong sekali tidak membalas uluran tanganku, tunggu saja pria sombong suatu saat kamu akan tergila - gila padaku." ucap ibunya Harlan dengan penuh percaya diri ).
( " Kok aku merasa ibunya Harlan bukan wanita yang baik, awas saja jika dia berani menggoda suamiku." ucap mommy Laras sambil tersenyum devil*** ).
" Aku panggilnya apa ya?" tanya mommy Laras sambil tersenyum
" Panggil saja saya adik, sepertinya umur saya lebih muda dari kak Laras, bolehkah saya panggil kakak Laras?" jawab ibunya Harlan
" Tidak masalah, ayo semuanya kita makan bersama." ajak mommy Laras
Merekapun pergi ke meja makan dan merekapun duduk di meja makan. Kemudian datanglah Max, Alvonso, Alvian, Debby, Denisa dan Denis. Merekapun makan dalam diam tanpa ada yang bicara.
Selesai makan mereka semua berkumpul di ruang keluarga yang sangat besar seperti ruan aula.
Lagi - lagi sepanjang jalan ibunya Harlan berdecak kagum melihat kemewahan mansion milik daddy Alvonso.
Tanpa sepengetahuan ibunya Harlan seseorang memperhatikannya dan menatapnya dengan sangat tajam.
( " Awas saja kalau kamu bermain - main dengan keluarga besar Alvonso." ucap seseorang yang selalu memperhatikan gerak - geriknya ).
Mereka semua mengobrol dan terkadang tertawa bersama.
" Bolehkah saya menginap di sini? kepala saya tiba - tiba pusing dan tidak enak badan." ucap ibunya Harlan sambil memegangi kepalanya.
" Badan ibu lemas dan kepala terasa berputar - putar." ucap ibunya Harlan sambil berusaha berdiri.
bruk
Ibunya Harlan pingsan dan beruntung Harlan dapat menahan tubuh ibunya sehingga ibunya Harlan tidak terjatuh.
" Harlan, bawa ke kamar tamu, mommy akan menghubungi dokter." perintah mommy Laras.
" Baik mom." jawab Harlan sambil menggendong ibunya Harlan ke kamar tamu.
Mommy Laras menghubungi dokter untuk segera datang ke mansionnya.
" Anak - anak sudah malam waktunya tidur." perintah mommy Laras
" Baik mom." jawab mereka serempak
Mereka semua patuh dan berjalan ke kamar masing - masing. Kini tinggallah daddy Alvonso dan mommy Laras.
" Mommy curiga dengan ibunya Harlan." bisik mommy Laras
" Curiga kenapa?" bisik daddy Alvonso
__ADS_1
" Sepertinya ibunya Harlan menyukaimu." bisik mommy Laras berterus terang.
" ppfftfftttt." tawa daddy Alvonso
"Jangan ketawa, awas ya kalau sampai tergoda, mommy tidak kasih jatah dan mommy akan pergi dari kehidupan daddy untuk selamanya." ancam mommy Laras
" Duh.. jadi gemes melihat istriku cemburuan ." ucap daddy Alvonso sambil mengecup bibir istrinya yang sudah menjadi candunya.
" Sayang kita main yuk di kamar." ajak mommy Laras
wushhh
Tanpa menjawab mommy Laras, daddy Alvonso menggendong mommy Laras menuju ke kamarnya membuat mommy Laras menutup matanya dengan ke dua tangannya.
Daddy Alvonso hanya tersenyum melihat sikap malu -malu istrinya yang sangat menggemaskan dirinya.
xxxx
Harlan membaringkan ibunya ke ranjang dengan perlahan kemudian menyelimutinya.
Tidak berapa lama dokter keluarga Alvonso datang. Setelah di periksa dan di beri resep ibunya Harlan mulai membuka matanya.
" Dokter, ibuku sakit apa?" tanya Harlan kuatir.
" Ibu tuan hanya kecapaian saja dan stres. Jangan sering membuatnya stres karena akan terpengaruh dengan kesehatannya." ucap dokter pribadi daddy Alvonso
" Baik dokter, terima kasih." ucap Harlan
Dokter itu hanya menganggukkan kepalanya dan pergi meninggalkan mereka berdua.
" Ibu memikirkan apa?" tanya Harlan sendu
" Ibu hiks... hiks..hiks... ingin kamu menikah..ibu ingin seperti kakak sepupumu Arlan.. hiks..hiks.. sepertinya umur ibu tidak lama lagi..hiks...hiks.." ucap ibunya Harlan sambil menangis
" Tapi Harlan belum memikirkan ke arah sana bu." ucap Harlan sendu
" Sudahlah lupakan permintaan ibu, jika ibu tiada kamu jangan menangis dan menyesali karena tidak menuruti keinginan ibu." ucap ibunya Harlan sambil terisak.
Harlan menghembuskan nafasnya dengan kasar dan tidak berapa lama berfikir Harlan menyetujui keinginan ibunya.
" Harlan setuju untuk menikah." ucap Harlan pasrah
" Benarkah? berarti kamu setuju menikah dengan Imel?" tanya Ibunya Harlan
" Terserah ibu saja, Harlan menerima semua keinginan ibu." ucap Harlan pasrah
" Terima kasih sayang ibu sangat bahagia kamu memenuhi keinginan ibu." ucap ibunya Harlan tersenyum bahagia.
" Bagaimana minggu depan kalian menikah." ucap ibunya Harlan
" Apa secepat itukah?" tanya Harlan terkejut
__ADS_1
" Lebih cepat lebih baik." ucap ibunya Harlan
" Terserah ibu saja Harlan nurut. Harlan ingin istirahat bu sangat lelah." ucap Harlan meninggalkan ibunya seorang diri.