
" Aku apa hah!" bentak Arlan tidak terima karena Alvian menunjuk jari telunjuknya ke dada Alvian.
" Kau berani melawanku!" bentak Alvian
Arlan tidak bisa menahan emosinya tangan Alvian langsung di genggam dan siap untuk melintirnya tapi sebelum melakukan hal itu tangan Arlan di sentuh oleh Alviana.
" Kak Alvian dan Mas Arlan aku mohon, di depan kita ada Debby, Denisa dan di dalam mobil ada Denis, kita tidak boleh memberi contoh yang tidak baik." pinta Alviana sambil matanya meneteskan air matanya.
Wajah Arlan yang memerah hendak menerkam Alvian ketika mendengar suara permohonan Alviana membuat Arlan memejamkan matanya untuk menetralkan emosinya yang sudah mulai naik ke ubun - ubun.
Arlan membuka matanya kembali dan melepaskan tangannya yang tadi menggenggam tangan Alvian.
Arlan menghapus airmata Alviana dengan menggunakan ibu jari kirinya karena tangan kanannya masih di genggam oleh Alviana.
" Maaf." Lirih Arlan
Alvian yang melihat apa yang dilakukan oleh Arlan langsung menarik tangan Alviana dengan kasar hingga lepaslah genggaman Arlan dan Alviana.
" Alviana, Debby dan Denisa masuk." perintah Alvian
Alviana pun menuruti perintah kakaknya Alvian. Alviana dan ke dua adiknya Debby dan Denisa masuk ke dalam mobil di ikuti oleh Alvonso masuk ke dalam kursi pengemudi.
" Ingat, jangan pernah mendekati adikku lagi aku tidak suka." ucap Alvian memperingati Arlan
Alvian masuk ke dalam mobil duduk di samping pengemudi. Arlan hanya memandang mobil sambil mengepalkan tangannya menahan rasa amarah.
" Awas kamu Alvian akan aku balas, kamu pikir aku takut padamu, cih.. kalau tidak ingat akan adikmu Alviana sudah ku hajar dari tadi." geram Arlan menatap tajam ke arah mobil yang semakin menghilang dari pandangannya.
xxxx
Alvonso yang tahu sifat adiknya hanya diam saja, Alvonso sengaja duduk di kursi pengemudi karena kalau di samping pengemudi tidak menutup kemungkinan Alvian akan mengendarai mobil dengan kencang.
Tidak ada suara yang dikeluarkan karena Alvian berfikir ada ke tiga adiknya yang masih kecil nanti saja pas di rumah Alviana akan dimarahi oleh Alvian.
__ADS_1
15 menit kemudian merekapun sampai di mansion milik orang tuanya. Semua turun dari mobil dan masuk ke dalam mansion yang sudah dibukakan oleh penjaga gerbang.
Mereka berlima masuk ke dalam ruang keluarga tampak mommy Laras dan daddy Alvonso menatap mereka bertiga dengan tajam.
" Debby, Denisa dan Denis kalian masuk ke kamar kalian masing - masing cuci tangan dan kaki, ganti baju dan langsung makan." perintah mommy Laras
" Baik mom." ucap mereka bertiga serempak
Debby, Denisa dan Denis menaiki anak tangga menuju kamarnya. Kini di ruang keluarga tinggal berlima. Daddy Alvonso, mommy Laras, Alvonso, Alvian dan Alviana.
" Cerita sama daddy kenapa kalian lama menjemput ke tiga adik kalian?" tanya Daddy Alvonso.
" Itu dad akibat Alviana pacaran sama Arlan makanya lama kita sampai mansion." ucap Alvian
" Kenapa bisa? coba jelaskan lebih rinci Daddy tidak mengerti." ucap daddy Alvonso.
" Alviana.." ucap Alvian terpotong oleh Daddy Alvonso
" Alvian, biar Alviana yang cerita jangan ada yang bicara, daddy ingin tahu dari Alviana." pinta daddy Alvonso
Alviana pun menceritakan semuanya dari awal pertemuan dengan Clara dan mengantarnya ke kantor perusahaan milik Arlan tidak ada yang ditutupi oleh Alviana hanya satu yang ditutupi yaitu ketika Arlan memarahi karyawannya.
Karena Alviana berencana besok ke kantor Arlan untuk memintanya jangan memarahi karyawannya.
" Begitu dad, mom kenapa aku lama." ucap Alviana menyelesaikan ceritanya dengan tertunduk takut dimarahi.
" Sekarang giliranmu Alvian!" printah Daddy Alvonso
" Alvian pun menceritakan pertemuan dengan Arlan dan tadi siap berkelahi dengan Arlan tapi di larang oleh adiknya yaitu Alviana
" Sayang, tindakanmu tidak salah tapi setidaknya hargai ke dua kakakmu yang sedang menunggumu lama, kasihan kan ke 3 adikmu pulang sekolah sudah lelah dan lapar." ucap Mommy Laras lembut pada putrinya Alviana.
" Untuk Alvian, mommy mohon tolong kurangi emosimu, mommy tahu kamu dan kak Alvonso lelah menunggu adikmu Alviana tapi mommy minta dengarkan orang lain bicara jangan suka memarahi orang, kalau orangnya tidak terima dan membalas dendam bagaimana? Lebih baik kita banyak berteman daripada mencari musuh. Mommy percaya Arlan itu pria baik tapi pria baik bisa menjadi jahat kalau dia disakiti perasaannya." ucap mommy Laras menasehati Alvian yang sering tidak bisa menahan emosinya mirip dengan daddy Alvonso suaminya.
__ADS_1
" Tapi mom, Alvian tidak menyukai Arlan." ucap Alvian
" Sayang, sekarang begini jika itu di balik Arlan itu jadi dirimu dan Arlan menjadi Alvian. Bagaimana perasaanmu? ingat pesan mommy jika kita melakukan sesuatu ke seseorang yang kurang baik kita harus berfikir jika orang itu melakukan seperti apa yang kita lakukan bagaimana perasanmu? tidak mau bukan!. seperti contoh kita tidak mau di pukul tapi kita mau mukul orang. Kamu paham Alvian? " tanya mommy lembut.
"Paham mom." ucap Alvian
" Mommy juga pesan buat kalian bertiga jangan suka menyimpan dendam, iri hati, sombong, merendahkan orang lain, lebih baik mencari teman dari pada mencari musuh." ucap Mommy Laras bijak
" Baik mom." ucap mereka serempak
" Sekarang kalian bertiga berpelukan, ingat pesan mommy, mommy tidak ingin kalian bertengkar saling membantu antar saudara." ucap Mommy Laras menasehati ke tiga anaknya.
Merekapun mengikuti perintah mommynya dengan saling berpelukan.
Mommy Laras dan daddy Alvonso terharu melihat ke tiga anaknya rukun. Daddy Alvonso bersyukur mempunyai istri seperti mommy Laras.
" Mommy dan daddy bahagia melihat kalian bertiga rukun, sekarang kalian cuci tangan dan kaki setelah itu kalian makan siang. Kita makan bersama." pinta mommy Laras
" Baik mom, dad." ucap ke tiga anaknya serempak dan patuh terhadap perkataan orang tuanya. Mereka pun berjalan dan menaiki anak tangga menuju kamarnya dan kini tinggal mereka berdua.
Mommy Laras dan daddy Alvonso berjalan menaiki tangga menuju kamarnya untuk beristirahat. Biarlah ke enam anaknya makan bersama karena mommy dan daddy sudah makan dari tadi.
Mommy Laras berbaring di ranjangnya yang sangat empuk di ikuti oleh suaminya daddy Alvonso berbaring di samping istrinya sambil memeluk istrinya. Mommy Laras menempelkan kepalanya di dada suaminya membalas pelukan suaminya. Daddy Alvonso pun membelai rambut istrinya Laras yang panjang sepinggang berwarna hitam legam.
"Mommy terima kasih atas semua yang mommy lakukan pada kami, daddy bersyukur mendapatkan mommy." ucap daddy Alvonso
" Sama - sama sayang, mommy juga bersyukur mendapatkanmu." ucap mommy Laras.
" Daddy kalau melihat Alvian mirip waktu Daddy masih muda." ucap Daddy Alvonso
xxxxx
Terima kasih atas komentarnya dan jangan lupa like, vote dan tip nya yaaa biar author tetap semangat menulis, terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘
__ADS_1
Salam Author,
Yayuk Triatmaja