Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Alvonso dan Harlan


__ADS_3

Di Kamar Harlan dan Liani


Pagi harinya Liani perlahan membuka matanya, tubuhnya terasa sakit semua. Matanya membulat sempurna melihat dirinya berpelukan dengan seseorang.


Liani mengangkat kepalanya ke atas melihat kekasihnya masih tertidur pulas. Liani merasakan sentuhan kulitnya bersentuhan dengan kulit Harlan.


Perlahan Liani membuka selimutnya dan matanya membulat sempurna kalau mereka berdua tidak menggunakan sehelai benangpun. Lianipun menangis mahkota yang dijaganya kini sudah diambil oleh kekasih yang dicintainya.


" Hiks... hiks..hiks..." tangis Liani pecah


Harlan yang sedang tertidur pulas membuat dirinya terbangun.


" Sayang, ada apa hmmm.." tanya Harlan suara khas bangun tidur.


" Apa yang kita lakukan sayang hiks... hiks...hiks..." tangis Liani


" Maafkan aku sayang, kita berempat terkena obat peran****g, karena itulah kita jadi seperti ini." ucap Harlan menjelaskan


" Kita berempat, maksud mas?" tanya Liani


" Kita, kak Alvonso dan Kelly. Kurasa kak Alvonso dan Kelly sama seperti kita." ucap Harlan


" Siapa yang tega melakukan ini?" tanya Liani


" Mas juga tidak tahu sayang, mas dan kak Alvonso akan menyelidikinya. Mas atau kamu yang mau mandi dulu?" tanya Harlan


" Mas saja yang mandi. Mas Harlan?" panggil Liani


" Ya sayang." jawab Harlan


" Setelah kejadian ini apakah mas Harlan akan meninggalkan aku?" tanya Liani sambil matanya berkaca - kaca


" Kita akan segera menikah, mas tidak akan mungkin meninggalkanmu karena mas sangat mencintai jadi tenang saja mas pasti akan tanggung jawab." ucap Harlan sambil mengusap ke dua air mata Liani dengab menggunakan ibu jarinya.


" Terima kasih sayang." ucap Liani sambil memeluk Harlan.


" Sayang, jangan lakukan itu nanti mas terkam lagi." ucap Harlan


" Maksud mas apa?" tanya Liani bingung.


Tanpa sadar Liani naik ke tubuh Harlan sambil menatap wajah kekasih yang dicintainya. Harlan yang mendapatkan perlakuan seperti itu sudah tidak dapat menahan hasratnya.


Harlan langsung membalikkan badannya dan kini Liani berada di bawah.


" Sayang apa yang sayangku lakukan?" tanya Liani panik


cup


Harlan tidak menjawab pertanyaan Liani, Harlan yang sudah kecanduan tubuh Liani melakukan seperti semalam. Harlan memberikan pemanasan terlebih dahulu barulah melakukan penyatuan. Setelah puas barulah Harlan memasukkan lahar miliknya.

__ADS_1


" Itu maksud mas sayang, mas mandi dulu ya." pinta Harlan


cup


Harlan mengecup kening Liani kemudian berjalan ke arah kamar mandi dengan tubuh masih polos. Liani yang melihat itu langsung menutup matanya.


Setelah 20 menit Harlan sudah selesai mandi dan menggunakan handuk yang menutupi bagian bawahnya.


Liani menatap wajah tampan suaminya ditambah dada Harlan yang membuat jantungnya berdebar kembali.


" Sayang, aku tahu kalau aku sangat tampan. Sekarang tubuhku ini milikmu dan tubuhmu adalah milikku jadi kita bisa bebas memegang. Sekarang kamu mandilah mas sudah siapkan air hangat agar tubuhmu terasa segar." ucap Harlan sambil berjalan menuju ke lemari mengganti pakaiannya.


Liani hanya diam tidak menjawab ucapan Harlan. Liani bangun dan turun dari ranjangnya dengan perlahan, gesekkan bagian int**nya terasa sangat perih membuat Liani yang tadi berusaha berdiri tidak jadi.


Harlan sudah selesai berpakaian dan melihat Liani yang masih duduk belum turun dari ranjangnya.


" Kenapa sayang?" tanya Harlan


" Bagian bawahku perih sekali sayang." cicit Liani


Harlan mendekati Liani dan menarik selimut yang menyelimuti tubuh Liani kini terlihat jelas tubuh polos Liani.


" Sayang apa yang sayang lakukan?" tanya Liani malu sambil menutupi gunung kembarnya dan bagian bawahnya dengan menggunakan ke dua tangannya.


Tanpa menjawab Harlan langsung menggendong tubuh Liani ke kamar mandi. Harlan berjuang mati -matian menahan hasratnya untuk tidak memakan Liani.


xxxx


Di Kamar Alvonso dan Kelly


Bunyi suara pesan masuk di ponsel Alvonso mengganggu tidurnya Kelly. Kelly perlahan membuka matanya, tubuhnya terasa sakit semua. Matanya membulat sempurna melihat dirinya berpelukan dengan seseorang.


Kelly mengangkat kepalanya ke atas melihat sahabat masa kecilnya siapa lagi kalau bukan Alvonso yang masih tertidur pulas. Kelly merasakan sentuhan kulitnya bersentuhan dengan kulit Alvonso.


Perlahan Kelly membuka selimutnya dan matanya membulat sempurna kalau mereka berdua tidak menggunakan sehelai benangpun. Kellypun menangis mahkota yang dijaganya kini sudah diambil oleh sahabat masa kecilnya.


" Hiks... hiks..hiks..." tangis Kelly pecah


Alvonso yang sedang tertidur pulas membuat dirinya terbangun.


" Ada apa Kel?" tanya Harlan suara khas bangun tidur.


" Apa yang sudah kita lakukan mas hiks... hiks...hiks..." tangis Kelly pecah


" Apakah kamu tidak ingat Kel? kamu menggodaku dengan tubuh polosmu dan sebagai lelaki normal aku tidak bisa menolaknya." ucap Alvonso sambil tersenyum sedikit Kelly tidak melihat senyum kemenangan Alvonso.


Kelly berusaha mengingat apa yang terjadi semalam. Kelly menatap wajah tampan sahabatnya.


" Aku ingat semuanya, aku... aku... sudah... hiks... hiks... kotor... hiks..." tangis Kelly pecah

__ADS_1


" Tidak Kelly kamu tidak kotor, mas akan tanggung jawab. Sepulang dari sini mas akan melamarmu." ucap Alvonso sambil memeluk Kelly agar Kelly berhenti menangis.


Kelly membalas pelukan Alvonso dan menangis di dada milik Alvonso sambil tangan satunya memukul dada Alvonso. Alvonso hanya diam saja membiarkan Kelly menangis. Alvonso membelai punggung Kelly agar berhenti menangis.


Setelah tangisan reda Kelly, Kelly melepaskan pelukannya dan menatap wajah tampan sahabat masa kecilnya yang selalu menjaganya.


" Mas, mau bertanggung jawab karena kita melakukan ini, apakah mas mencintaiku? ataukah hanya bertanggung jawab saja?" tanya Kelly


" Tentu saja mas sangat mencintaimu bukan karena kita melakukan ini." ucap Alvonso yakin


" Sejak kapan mas mencintaiku?" tanya Kelly


" Sejak kamu lulus smp mas sudah suka tapi mas berusaha menahannya sampai kamu melamar kerja jadi sekretaris mas membuat mas bahagia karena bisa berdekatan denganmu.


Tidak berapa lama ponsel milik Alvonso berdering. Alvonso mencari ponselnya ternyata ada di lantai bersama jas miliknya. Alvonso turun dan mengambil ponselnya dilihatnya Harlan menghubungi dirinya.


" Hallo." panggil Alvonso


" Hallo kak, kakak dan Kelly sudah mandi?" tanya Harlan


" Belum, kenapa?" tanya Alvonso


" Pakaian Liani ada di lemari tolong ambilkan kak, kasihan Liani nanti kedinginan." ucap Harlan.


tut tut tut tut


Harlan langsung mematikan ponselnya secara sepihak tanpa menjawab permintaan Harlam dan langsung menatap Kelly.


" Sayang, dimana pakaian Liani?" tanya Alvonso


" Sayang." ulang Kelly


" Iya sayang, kini mas akan mengubah panggilanmu menjadi sayang." ucap Alvonso


" Liani memang kemana?" tanya Kelly


" Ada di kamar sebelah, sepertinya Harlan dan Liani melakukan seperti yang kita lakukan." ucap Alvonso


" Maksud mas?" tanya Kelly terkejut.


" Sepertinya kita berempat terkena obat peran****g, karena itulah kita jadi seperti ini." ucap Alvonso menjelaskan


" Kita berempat, maksud mas?" tanya Kelly


" Kita, Harlan dan Liani. " ucap Harlan


" Siapa yang tega melakukan ini?" tanya Liani


" Mas juga tidak tahu sayang, mas dan Harlan akan menyelidikinya. Mas mau ambil baju Liani dimana bajunya?" tanya Alvonso

__ADS_1


__ADS_2