Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Berkumpul Kembali


__ADS_3

" Waoww.. mommy hebat. Kenapa mommy tidak bekerja?" tanya Arlan


" Daddy tidak mengijinkan mommy kerja karena di suruh mengurus suami dan anak - anak. Setelah mommy pikir - pikir akhirnya mommy tidak bekerja lagi karena keluarga lebih penting dari pada harta. Dua sahabat mommy yang bernama Maria dan Clarisa juga berhenti bekerja. Maria sebagai dokter kandungan dan Clarisa sebagai designer. Kami bertiga di rumah mengurus suami dan anak - anak." ucap mommy Laras


Arlan dan Alviana hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


Tidak terasa merekapun sampai di mansion. Arlan yang sangat merindukan ke 6 anaknya langsung menemuinya bersama istrinya Alviana.


" Hallo sayang." panggil Arlan


" Papa... hiks... hiks..." tangis ke 6 anak kembarnya


Arlan dan Alviana berlutut sambil memeluk satu persatu ke 6 anaknya.


" Kenapa kalian menangis?" tanya Arlan bingung


" Papa, cami angen sama papa." ucap Charli


" Papa angan celja telus." ucap Albert


" Anti atit." ucap Bella


" Maaf calau cami nacal, cami janji tidak nacal agi." ucap Della


" Papa hiks...hiks.." ucap mereka serempak sambil menangis


Arlan merasa semakin bersalah melihat ke 6 anaknya menangis karena keegoissan dirinya.


" Maafkan papa sayang." ucap Arlan sambil menangis dan memeluk anaknya secara bergantian.


Alviana terharu dan bahagia melihat suaminya yang sudah menyadari akan kesalahannya.


" Kalian bobo siang ya." pinta Alviana


" Baik, papa temani kita bobo siang ya." ucap ke 6 anak kembar


" Ok." jawab Arlan sambi tersenyum dan menggendong ke tiga putrinya dengan menggunakan ke dua tangannya sedangkan ke tiga anaknya yang laki - laki bersama Alviana masuk ke dalam kamar ke 6 anaknya untuk menemani mereka tidur siang.


Setelah mereka tidur siang Arlan mengajak Alviana untuk masuk ke kamarnya yang berada di sebelahnya.


Alviana membuka kemejanya dan celana panjangnya hingga menyisakan kaos lengan pendek dan celana pendek kemudian berbaring di ranjang.


Arlan melepaskan kemejanya dan membuangnya secara asal kemudian berjalan ke arah ranjang dan berada di atas Alviana sambil kedua tangannya masing - masing menggengam tangan Alviana dan menatap istrinya dengan tatapan bergairah.

__ADS_1



" Sayang, kita main yuk sudah lama keris mas tidak pernah di asah? mas takut keris mas nanti tumpul." ucap Arlan sambil mencium bibir istrinya.


" Maksud mas apa? memang mas punya keris? kok aku tidak tahu ya kalau mas punya keris. Kerisnya kenapa di asah memang untuk melukai orang?" tanya Alviana polos


ctak


auch


Arlan menyetil dahi Alviana karena sangat gemas dengan istrinya.


" Sayang tega banget sih kalau aku tiba - tiba lupa sama mas Arlan bagaimana?" tanya Alviana sambil mengusap keningnya yang terasa berdenyut.


" Habis mas gemas, maksud mas ini." ucap Arlan menempelkan tubuhnya ke tubuh istrinya.


" Kamu bisa merasakan ada sesuatu yang mengganjal di bawah perutmu? tahukan sudah lama keris mas belum masuk ke sarungnya." ucap Arlan sambik melepaskan seluruhnya pakaiannya.


Kini tubuh mereka polos tanpa sehelai benangpun desahan demi desahan keluar dari mulut mereka berdua hingga lahar milik Arlan ditumpahkan ke rahim Alviana.


cup


Arlan mengecup kening istrinya dengan lembut kemudian memeluknya.


" Terima kasih sayang." ucap Arlan sambil memejamkan matanya dan tidak lama mereka berdua tidur sambil berpelukan.


Di kota Lain


Seorang wanita sedang memukuli anak tirinya.


" hiks... hiks... hiks... sakit... mama maafkan Dila hiks... hiks .. hiks..." tangis Dila pecah tidak tahan di cubit dan dipukuli oleh ibu tirinya.


" Mama kan sudah bilang, mama minta kamu masak kenapa rasanya asin semua hah!!!" bentak ibu tirinya


plak


" Dasar anak tidak berguna." bentak ibu tirinya sambil menampar anak tiri yang malang itu


" Maafkan Dila ma... hiks... hiks..." ucap Dila


Ibu tirinya tidak memperdulikan tangis anak tirinya. Tangannya mulai dinaikkan ke atas untuk menampar Dila kembali tapi tangannya di tahan oleh tangan seorang pria yang berbadan besar.


Plak

__ADS_1


Pria itu menahannya dengan tangan kirinya kemudian tangan kanannya menampar wanita itu dengan sepenuh tenaga hingga wanita itu terjatuh tersungkur dan sudut bibirnya berdarah.


" Apa yang kamu lakukan terhadap putriku hah?" bentak pria itu.


" Maafkan aku suamiku." ucap istrinya


" Dasar wanita tidak tahu diri bertahun - tahun aku memberikan semua kesenangan, apapun yang kamu minta aku selalu memberikanmu tapi ternyata kamu malah memukuli putri kesayanganku." bentak suaminya.


" Maafkan aku suamiku anak kita nakal karena itu aku memukulnya." ucap istri tersebut.


" Memang mataku buta, selama bertahun - tahun aku sudah curiga kenapa Dila ingin sekali tinggal dengan neneknya ternyata ini yang Dila dapatkan setiap hari jika tinggal di rumah ini dan apa kamu bilang anak kita? kalau anak kita kamu tidak akan memukul Dila seperti itu." bentak suaminya kembali.


" Maafkan aku suamiku, aku janji tidak akan memukul anakmu lagi." ucap istrinya sambil menangis.


" Aku tidak percaya dengan janjimu lebih baik kamu pergi dari rumahku." usir suaminya.


" Jangan usir aku, aku janji akan memperbaikinya dan menjadi ibu yang baik untuk Dila." ucap istrinya dengan nada memohon sambil mengatupkan kedua tangannya.


" Kamu tahu, aku sudah menyelidiki asal usulmu dan ternyata kamu tega membohongiku selama bertahun - tahun ternyata kamu sudah pernah menikah dan mempunyai seorang bayi yang kamu telantarkan." bentak suaminya


" Suamiku, maafkan diriku aku terpaksa melakukan itu karena aku sangat mencintaimu dan meninggalkan suamiku yang penyakitan itu. Aku tidak sanggup menderita karena itulah aku meninggalkan suami dan anak kandungku yang sudah dua bulan aku lahirkan." ucap istrinya tanpa berpikir panjang.


" Apa?? kamu tidak ingin hidup susah? berarti jika seandainya usahaku bangkrut kamu juga akan pergi dariku hah!" bentak suaminya kembali


" Bukan begitu..." ucapan wanita itu terpotong oleh suaminya.


" Kamu saja tega meninggalkan suami yang sedang sakit dan juga tega meninggalkan anak kandungmu. Apalagi Dila bukan anak kandungmu. Pergi dari sini!!! pengawal?" teriak suaminya memanggil anak buahnya.


Pengawal atau bodyguard itu berjalan dengan cepat menemui tuannya.


" Iya tuan ada apa?" tanya bodyguard itu


" Usir wanita itu." ucap suaminya


" Baik tuan." ucap bodyguard itu sambil menyeret istri majikannya.


" Suamiku maafkan aku, aku janji tidak akan melakukannya lagi, kalau aku pergi aku ingin membawa pakaianku." pinta istrinya


" Apa yang kamu pakai tubuhmu itu yang kamu bawa. Cepat usir dia dan jangan pernah membuka pintunya kembali untuk wanita ular itu." bentak suaminya.


" Sayang, maafkan papa kalau selama ini kamu tersiksa dengan mama tirimu." ucap papanya sambil memeluk papanya.


" Tidak apa - apa pa yang penting sekarang papa sudah tahu kalau ibu tiri Dila sangat jahat dengan Dila." ucap Dila membalas pelukan papanya.

__ADS_1


Bodyguard itu menarik sampai di luar pagar kemudian mendorong hingga terjatuh tersungkur kemudian menutup pintu gerbangnya tanpa memperdulikan teriakan bekas majikan itu.


" Sial aku di usir suamiku terpaksa aku akan kembali dengan suami dan anakku. Kurasa anakku sekarang sudah dewasa dan aku bisa menumpang hidup dengan mereka." ucap wanita itu.


__ADS_2