
Sejak saat itu kegiatan Clara di matai - matai oleh Max sampai Clara bertemu dengan sepasang suami istri paruh baya itu sampai Clara bekerja sama dengan salah satu bodyguard yang menjaga mansion untuk mematikan rekaman cctv kemudian terjadi pendorongan Alviana.
XXXX FLASHBACK OFF XXXX
" Selama ini kenapa kamu tidak cerita Max?" tanya daddy Alvonso
" Max berharap Clara berubah, Max selalu menasehati Clara supaya melupakan dendamnya tapi ternyata usaha Max selama ini gagal. Maafkan Max ya dad, mom?" pinta Max sendu
" Tidak apa - apa Max. Oh iya tunjukkan foto bodyguard dan sepasang suami istri paruh baya itu." pinta daddy Alvonso
Max pun mengambil ponselnya dan memperlihatkan foto mereka.
" Dia Paijo, Paijo seorang bodyguard yang sangat dan paling setia. Daddy tidak menyangka. Kalau sepasang suami istri paruh baya itu daddy tidak mengenalnya, coba kamy kirim ke ponselnya daddy." pinta daddy Alvonso
Max pun mengirim foto itu ke ponsel milik daddy Alvonso.
" Terima kasih Max." ucap daddy Alvonso
" Sama - sama dad." jawab Max
" Kalau kamu tahu yang mendorong Clara kenapa kamu diam Max?" tanya mommy Laras
ceklek
Ketika Max akan mengatakan datanglah Arlan dan masuk ke dalam ruang perawatan Max.
" Daddy, mommy?" panggil Arlan
" Bagaimana dengan Alvina?" tanya mommy Laras.
" Masih belum sadar mom, sekarang lagi diperiksa dokter Kennath." jawab Arlan sambil berjalan mendekati mereka.
" Apa yang terjadi dengan Max mom?" tanya Arlan karena melihat Max berbaring.
Mommy Laras menceritakan semua yang terjadi dan juga menceritakan tentang perilaku Clara. Arlan sama sekali tidak percaya Clara yang cantik dan sangat menggemaskan ternyata sangat jahat mirip seperti psychophat. Arlan pun melihat rekaman cctv dimana Clara mendorong Alviana.
" Sekarang dimana Clara mom?" tanya Arlan geram
" Ada di rumah sakit jiwa." jawab mommy Laras
" Oh ya Arlan kamu kenal sepasang suami istri paruh baya ini?" tanya daddy Alvonso memperlihatkan ponselnya.
__ADS_1
" Kenal dia tuan Richard dan istrinya bernama Ana orangtuanya Alya, kenapa dad?" tanya Arlan heran.
" Mereka yang mempengaruhi Clara untuk berbuat jahat." ucap daddy Alvonso
" Sebentar Alya, sepertinya aku kenal nama itu dimana ya?" ucap mommy Laras sambil berfikir
" Oh iya kalau tidak salah dia itu saudara sepupu dengan Jessica ibunya Clara." ucap mommy Laras
" Ya benar mom, pantas saja sepupuku Rocky tidak mau mengurus Clara ternyata perilakunya sangat mengerikan. Sia - sia saja kami merawatnya." keluh Arlan.
" Mommy juga salah karena tidak tahu masa lalunya Clara yang sangat mengerikan itu, mommy kalau ada waktu akan bicara dengan Clara." ucap mommy Laras
" Baik mom, oh ya aku ingin menangkap tuan Richard dan istrinya bernama Ana karena Arlan tidak mau nanti sewaktu - waktu akan melukai keluarga kita.
" Kamu hati - hati ya Arlan dan daddy juga akan menangkap bodyguard karena dia juga bekerjasama dengan Clara untuk mematikan rekaman cctv mansion." ucap daddy Alvonso
" Daddy juga hati - hati." ucap Arlan
Mereka berdua pergi meninggalkan Max dan mommy Laras yang sebelumnya mereka berpamitan terlebih dahulu.
" Oh ya Max, Kalau kamu tahu yang mendorong Clara kenapa kamu diam Max?" tanya mommy Laras lagi.
" Waktu Max sedang haus Max keluar dan Max mendengar kak Alviana berteriak lalu Max berlari untuk menolong tapi terlambat. Max sempat melihat Clara di atas tangga kemudian berjalan dengan santai dan masuk ke dalam kamarnya." ucap Max menjelaskan
" Max ingin tahu apakah Clara mengakuinya tapi ternyata tidak malah menuduh Max." jawab Max
" Ketika semua menuduhmu kenapa kamu diam Max?" tanya mommy Laras
" Max ingin tahu apakah ada yang membela Max dan ternyata mommy percaya sama Max dan membela Max. Max sangat senang mommy mempercayai Max dan melindungi Max. Max tadi sempat berfikir kalau semuanya tidak mempercayai Max, Max akan memberikan rekaman cctv dan Max akan pergi dari keluarga besar Alvonso. Jujur Max sangat nyaman tinggal bersama dengan keluarga besar Alvonso." ucap Max
" Mommy senang mendengarnya. Oh ya Max apa kamu lapar Max?" tanya mommy Laras
"Lapar mom." jawab Max
" Mommy suapin ya?" pinta mommy Laras
" Bolehkah mom? Max terakhir disuapin ibu Max waktu Max masih kecil." ucap Max sendu
" Boleh donk. Sekarang buka mulutnya?" pinta mommy Laras menyuapi bubur ke mulut Max.
Mommy Laras dengan telaten menyuapi bubur ke mulut Max hingga terasa bubur itupun habis. Mommy Laras menaruh bubur ke meja nakas dan mengambil gelas untuk diberikan ke Max setelah minum Max istirahat.
__ADS_1
" Max, mommy tinggal sebentar ya? mau menengok Alviana." pinta mommy Laras
" Baik mom." jawab Max sambil tersenyum.
" Kamu tidurlah Max." pinta mommy Laras sambil merapikan selimut Max kemudian mengecup kening Max.
" Baik mom." jawab Max tersenyum bahagia sambil memejamkan matanya.
Mommy Laras keluar meninggalkan Max tinggal sendiri menuju ke ruangan Alviana di rawat di ruang icu.
Sepeninggal mommy Laras, Max membuka matanya.
" Mommy kehadiran mommy membuat hidup Max tenang dan bahagia. Max janji akan melindungi mommy, daddy, ke tiga kakakku dan ke tiga adikku." ucap Max dan tidak lama Max tertidur lelap.
Mommy Laras berjalan mendekati pintu ruang icu dan melihat dokter Kennath keluar dari ruangan icu.
" Hallo Ken, bagaimana kondisi putriku?" tanya mommy Laras
" Masih sama La." ucap dokter Kennath sendu karena Alviana sudah dianggap putrinya sendiri.
" Ken, bisakah dibawa pulang bersama ke 6 bayinya?" tanya mommy Laras
" Bisa kan tempat mansionmu komplit mirip rumah sakit hanya perlu membeli 6 alat inkubator untuk bayi Alviana." jawab dokter Kennath.
" Ok. Nanti aku bicarakan dengan daddy Alvonso.
" Ok. Aku tinggal ya La mau mengecek pasien lainnya." pamit dokter Kennath
" Ok." jawab mommy Laras singkat.
Dokter Kennath berjalan meninggalkan mommy Laras dan mommy Laras masuk ke dalam ruang icu menatap sendu putrinya.
" Sayang, sadarlah apakah kamu tidak ingin melihat ke 6 anakmu. 3 putra tampan perpaduan dengan daddy dan Arlan dan 3 putrimu mirip dengan Arlan. Mommy juga bingung kenapa semua mirip daddy dan Arlan tidak satupun mirip denganmu sama seperti mommy semuanya mirip daddy padahal kita yang hamil." curhat mommy Laras
Tidak terasa air mata momny menetes melihat putri kesayangannya berbaring lemah tak berdaya dengan muka sangat pucat seperti kapas.
cup
Mommy Laras mengecup kening Alviana sambil mengusap pipi Alviana.
Mommy Laras melihat Alviana meneteskan airmata. Mommy Laras mengusap air mata Alviana dengan ke dua ibu jarinya.
__ADS_1
" Sayang, kamu pasti dengar suara mommy, mommy sampai sekarang tidak percaya dulu kamu masih bayi mommy gendong sekarang kamu sudah punya bayi waktu berlalu dengan cepatnya tapi bagi mommy kamu adalah putri mommy yang masih kecil. Putri kesayangan mommy." ucap mommy Laras sambil menggenggam tangan Alviana.