Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Nasehat Mommy Laras


__ADS_3

" Sayang, mas mandi ya badan mas terasa gerah." ucap Arlan


" Ok. Hati - hati tangan mas jangan sampai kena air." pinta Alviana


" Ok. Sayang jangan pergi ya." pinta Arlan


" Iya tenang saja." jawab Alviana


Arlan berjalan ke arah kamar mandi sedangkan Alviana mengganti sprei, bantal dan bantal guling dan menaruhnya di keranjang kotor.


Alviana menyiapkan pakaian santai untuk suaminya dan menaruhnya di ranjang.


Alviana mengambil pakaian Arlan dan menaruhnya di keranjang kotor dan membawa keranjang kotor untuk di cuci menggunakan mesin cuci.


Selesai mandi, Arlan mencukur bulu - bulu yang sudah tumbuh. Kini wajah Arlan kembali bersih dan tampan.


Arlan keluar menggunakan handuk yang menutupi bagian bawahnya.


" Sayang, kamu dimana?" panggil Arlan


Arlan berjalan menuju ke ruang ganti tapi istrinya tidak ada kemudian ke balkon juga tidak ada dengan langkah gontai Arlan berjalan ke arah ranjang untuk mengambil dan memakai pakaian yang sudah disiapkan oleh istrinya.


" Kamu tega sayang, kenapa meninggalkan mas sendiri lagi." ucap Arlan sendu sambil berjalan ke arah balkon dan menatap ke arah balkon kamar sebelahnya.


Matanya membulat sempurna, Alviana sedang menjemur di balkon sebelahnya. Hatinya bahagia ternyata istrinya tidak meninggalkan dirinya.


Alviana yang merasa dirinya diperhatikan menengok ke arah samping sambil tersenyum dan melambaikan tangannya ke arah suaminya dan suaminyapun membalas senyuman Alviana dan juga melambaikan tangannya.


Setelah agak lama Alviana datang ke kamar Arlan.


" Nah kalau begini suamiku kan semakin bertambah tampan." ucap Alviana memuji suaminya dan memeluknya.


Arlan pun membalas pelukan Alviana.


" Kita ke bawah yuk, di tunggu mommy." ucap Alviana sambil memakai tas yang tadi di taruh di atas meja.


" Ayo." ajak Arlan

__ADS_1


Hati Arlan berdetak kencang, dirinya sangat takut jika seandainya mommy Laras mengajak istrinya pulang karena Arlan sungguh tidak bisa jauh dari Alviana.


Mereka kini duduk berhadapan, Arlan duduk di samping istrinya sedangkan dihadapannya mommy Laras dan Harlan.


" Mommy ingin bertanya padamu dan mommy harap kamu jujur sama mommy. Mana yang kamu pilih keluargamu atau harta yang berlimpah ruah?" tanya Mommy Laras menatap tajam ke arah Arlan sambil melihat Arlan bohong atau tidak dengan melihat tatapan matanya.


" Arlan memilih keluarga karena keluarga merupakan harta yang paling berharga." ucap Arlan tegas


Mommy Laras tersenyum karena Arlan berkata jujur.


" Kalau seandainya kejadian itu terulang lagi, apakah kamu akan memarahi ke 6 anak kembar atau memukulnya?" tanya mommy Laras


" Arlan tidak akan memarahinya ataupun memukulnya." ucap Arlan tegas tanpa keraguan dalam menjawab pertayaan mommy Laras.


Mommy Laras dan Alviana senang mendengar nada ketegasan Arlan.


" Lain kali jika itu terjadi katakanlah dengan lembut yang penting kita sabar memberitahukan ke anak kita lama - lama mereka juga mengerti dan tidak melakukannya lagi." ucap mommy Laras lembut


" Dan satu lagi jangan suka membanding - bandingkan. Misalnya kamu itu seharusnya seperti kakak atau adikmu yang pintar, atau kamu itu nakal tidak seperti saudaramu yang lain dan lain sebagainya. Karena kita saja jika dibandingkan dengan orang lain pasti akan marah ataupun kesal karena itu janganlah suka membandingkan. Jika salah satu tidak bisa mengerjakan sesuatu beri dia semangat. Intinya kalian berdua harus sabar dalam menghadapi karakter ke 6 anak kalian yang berbeda - beda sifatnya." ucap mommy memberikan nasehat ke Arlan dan Alviana.


" Baik mom, terima kasih atas nasehatnya." ucap Arlan dan Alviana serempak


" Baik mom, Harlan akan selalu mengingat nasehat mommy, maafkan Harlan mom." ucap Harlan menyesali dirinya waktu itu tidak memperdulikan ke 6 ponakannya menangis.


" Arlan juga meminta maaf sama mommy dan Alviana. Arlan mohon ijinkan agar hari ini bisa berkumpul kembali dengan istri dan ke 6 anak kami." ucap Arlan sendu


" Semua tergantung Alviana, apakah hari ini boleh pulang atau menunggu satu minggu lagi. Apalagi tinggal seminggu lagi tidak akan lama kok." ucap mommy Laras tersenyum jahil.


" Aish mommy, sehari rasanya setahun apalagi seminggu. Sayang, mas mohon ijinkan kita berkumpul kembali." ucap Arlan memohon.


Alviana menatap mommy Laras dan mommy Laras hanya menganggukan kepalanya. Alviana menghembuskan nafasnya.


" Baiklah..." ucap Alviana terpotong oleh mommy Laras.


" Tunggu satu minggu lagi." sambung mommy Laras sambil tersenyum jahil menatap wajah mereka.


Ucapan mommy Laras sontak membuat Arlan, Alviana dan Harlan membulatkan matanya dengan sempurna dan menatap wajah mereka masing - masing.

__ADS_1


" Ayo sayang kita pupang." ajak mommy Laras menarik tangan Alviana.


" Tapi mom.." ucapannya terpotong oleh mommy Laras


" Mana kunci motornya?" pinta mommy Laras


Alviana membuka tasnya dan memberikan kunci motornya ke mommy Laras.


Arlan dan Harlan hanya tersenyum kecut melihat mereka berjalan menuju ke arah pintu keluar. Mommy Laras menghentikan langkahnya ketika membuka pintu keluar.


" Kalian tidak ikut kami?" tanya mommy Laras


" Apa???" jawab Arlan dan Harlan serempak karena takut salah dengar.


" Alviana ternyata mereka masih betah tinggal di apartemen. Kamu jangan sedih ya sayang nanti mommy carikan suami baru." ucap mommy Laras usil


" Mommy!!" teriak Alviana dan Arlan serempak


" Aish.. kenapa teriak mommy dengar kali, Arlan dan Harlan kamu mau ikut pulang tidak? kalau ikut pulang Arlan naik mobil dan Harlan naik motor yang tadi dipakai Alviana ini kuncinya." ucap mommy Laras memberikan kunci motornya ke Harlan.


Arlan dan Harlan langsung berjalan mendekati mereka. Harlan menerima kunci motor dan pergi dari apartemen Arlan.


" Mommy yang mengendarai mobil, Alviana dan Arlan kamu di belakang." perintah mommy Laras sambil membuka kursi pengemudi.


" Tapi mom..." ucapan Arlan terpotong oleh mommy Laras.


" Tanganmu masih terluka, sudah duduk di belakang." perintah mommy Laras.


" Baik mom." jawab Arlan


Mereka bertiga meninggalkan apartemen milik Arlan.


" Mommy, Arlan mau nanya boleh?" tanya Arlan ketika mereka dalam perjalanan menuju ke mansion.


" Boleh, kenapa?" tanya mommy Laras.


" Waktu itu mommy bisa memberikan 10 dokumen kerja sama dan dokumen penting tentang kerja sama dengan perusahaan PT ALEXA CORP. ke Arlan dalam waktu yang sangat singkat. Kok bisa mom?" tanya Arlan penasaran

__ADS_1


" Dulu Mommy ikut test sebanyak 200 orang pelamar dan hanya di ambil 5. Dan mommy diterima dan bekerja sebagai sekretaris di kantor daddy. Bagi mommy mengerjakan hal itu sangat mudah bagi mommy. Hanya perlu 10 menit sudah selesai. Kemudian mommy pergi ke 10 perusahaan dengan naik motor sport agar cepat sampai ke tujuan dan kebetulan mommy sangat kenal dengan pemilik perusahaan jadi gampang meminta tanda tangan mereka." ucap mommy Laras menjelaskan ke Arlan.


__ADS_2