
" Ok." jawab Alviana
Alviana dan Arlan berjalan bersama sampai di ruang keluarga Alviana menaiki anak tangga menuju kamarnya sedangkan Arlan menuju ke arah keluarga paman Ronald dan saudaranya Harlan .
Alviana membereskan semua pakaiannya ke dalam koper. Alviana menarik koper dan berjalan menuju lift.
Kini Alviana menuju ke ruang tamu dan berpamitan pada paman Kennath, bunda Clarisa, Rocky dan Liani.
Harlan duduk di kursi pengemudi sedangkan Arlan dan Alviana duduk di belakang kursi pengemudi.
Harlan mengendari mobil dengan kecepatan sedang menuju bandara untuk kembali ke Indonesia.
Arlan hanya memegang tangan Alviana karena Arlan mengingat pesan mommy Laras untuk tidak berbuat macam - macam karena mommy Laras bisa tahu semuanya.
20 menit kemudian merekapun sampai di bandara dan menaiki pesawat pribadi milik Arlan. Harlan yang tidak ingin di jadikan nyamuk, Harlan memakai kacamata hitam dan menggunakan heans free dan menyalakan musik sambil memejamkan matanya.
" Sampai ke Indonesia lumayan lama, kamu istirahatlah di dalam ada kamar pribadi." ucap Arlan
" Ok, kebetulan aku juga sudah ngantuk sekali." ucap Alviana
" Istirahatlah." ucap Arlan
Alviana berjalan dan membuka pintu kamar pribadi milik Arlan dan berbaring di ranjang tidak membutuhkan waktu lama Alviana tertidur pulas.
Arlan yang juga merasakan ngantuk berjalan ke arah pintu kamar pribadinya dengan agak ragu Arlan membuka pintunya dan ternyata tidak di kunci.
Arlanpun masuk dan berbaring di samping Alviana yang membelakangi dirinya. Arlan menarik perlahan tubuh Alviana ke dalam pelukannya.
Arlan menatap Alviana yang tertidur dengan pulas dan tanpa sadar kepala Alviana berbaring di dada Arlan kemudian memeluknya dengan erat hingga adik kecilnya Arlan menjadi tegang.
Arlan dengan bersusah payah menahan hasratnya karena ucapan mommy Laras selalu teringang di telinga Arlan. Tidak butuh berapa lama Arlan pun bisa tidur dengan saling berpelukan.
Jam 5 sore Arlan terbangun terlebih dahulu dengan bersusah payah Arlan berusaha melepaskan pelukannya agar Alviana tidak mengetahuinya.
Setelah berhasil Arlan dengan perlahan keluar dari kamar pribadinya dan mencuci muka di toilet satunya karena di kamar mandi pribadinya takut nanti Alviana marah padanya karena sudah berjanji untuk tidak melakukan selain pegangan tangan dan cium kening dan pipi tidak boleh lebih.
Arlan duduk berdampingan dengan Harlan membahas pekerjaan saja. Selesai membahas pekerjaan Arlan memesan makanan untuk di makan Arlan, Alviana dan Harlan.
ceklek
Pintu ruangan pribadi Arlan terbuka tampak Alviana keluar dari ruangan pribadi dengan menggunakan dres warna hitam sehingga kulit yang putih menambah terang dan semakin bersinar terang dan seksi.
__ADS_1
Alviana merias wajah secara natural dan lipstick berwarna pink membuat Alviana semakin bertambah cantik.
Arlan menatap Alviana sampai tidak berkedip dan ingin rasanya menerkam dan membawanya ke kamar pribadinya. Arlan berusaha memejamkan matanya sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar agar bisa memendam hasratnya yang mulai menaik.
Arlan dan Alviana duduk berdampingan sambil makan bersama sedangkan Harlan makan bersama bodyguard.
xxxx
Arlan dan Harlan mengantar Alviana pulang ke mansion milik daddy Alvonso dan mommy Laras.
Sampai di mansion mereka bertiga berjalan memasuki ruangan keluarga. Tampak Mommy Laras duduk berdampingan dengan Daddy Alvonso menikmati teh bersama berhadapan dengan Alvonso duduk berdampingan dengan Alvian mereka berempat tertawa bersama membuat Arlan dan Harlan mendengar tertawa mereka seperti tertusuk ingin rasanya menjadi bagian dari mereka.
" Mommy, daddy, kak Alvonso dan kak Alvian apakah tidak merindukan Alviana?" tanya Alviana manja.
Mereka berempat serentak menghentikan tawanya dan berdiri menghadap suara yang sangat familiar.
" Alviana." panggil mereka serempak
Alviana menghambur mommy Laras memegang tangannya dan mengecup punggung tangan mommy Laras kemudian memeluknya kemudian dilanjutkan ke arah daddy Alvonso.
Arlan dan Harlan hanya menatap Alviana dan keluarga Alviana terasa bahagia. Mommy Laras yang tahu keinginan Arlan langsung memanggilnya.
" Arlan, apakah kamu tidak merindukan mommy?" tanya mommy Laras lembut sambil mengarahkan tangannya agar Arlan memegang tangannya.
" Sama daddy tidak?" tanya daddy Alvonso ke Arlan.
Arlan yang mendengarnya sangat bahagia dan melakukan apa yang tadi telah dilakukannya. Mommy Laras melihatnya sangat senang karena suaminya sudah tidak cemburu lagi.
Mommy Laras menatap ke wajah Harlan terlihat jelas kalau Harlan ingin seperti Arlan.
" Maaf namanya siapa?" tanya mommy Laras.
" Saya Harlan nyonya." ucap Harlan agak terkejut karena dirinya diperdulikan walau hanya menanyakan namanya saja sudah cukup baginya.
" Jangan nyonya, bagaimana kalau mommy jadi mommy punya anak 8." ucap mommy Laras lembut
" Apakah boleh?" tanya Harlan dengan mata berbinar.
" Tentu saja boleh, sekarang mau mengecup tangan mommy?" tanya Mommy Laras lembut.
Harlan pun dengan senang hati melakukannya seperti mimpi rasanya.
__ADS_1
Kini Alvonso dan Alvian sudah tidak musuhan dengan Arlan karena mommy Laras meminta untuk selalu rukun dan tidak boleh bermusuhan.
Mereka semua berkumpul dan tertawa bersama - sama.
" Alviana kebetulan kamu pulang ke Indonesia seminggu lagi ada reuni SMP di kota xx menginap di hotel selama 2 hari 3 malam. Apakah kamu mau ikut atau tidak?" tanya Alvian
" Alviana ikut kak, Alviana ingin ketemu teman - teman Alviana." ucap Alviana senang
" Mommy sama daddy mengijinkan tapi khusus Alviana jangan jauh - jauh dengan ke dua kakakmu." pinta mommy Laras.
" Baik mom dan dad." ucap Alviana
" Nak Arlan dan nak Harlan kalau mau ikut boleh kok?" ucap daddy Alvonso
" Benar dad?" jawab mereka berdua serempak
" Tentu saja tapi mommy minta nak Arlan sebagai orang yang lebih tua dari anak - anak mommy tolong marahin mereka kalau mereka nakal atau susah diberi tahu." ucap mommy Laras
" Baik mom, Arlan selalu ingat pesan mommy dan daddy." ucap Arlan dengan penuh hormat.
" Oh ya mommy tinggal sebentar ya mau memasak, ada yang minta request masakan?" tanya mommy Laras.
" Arlan ingin ayam bbq." ucap Arlan
" Harlan ingin ayam betutu." ucap Harlan
" Yang lainnya tidak ada yang minta?" tanya mommy Laras
" Tidak ada mom." ucap mereka serempak
Mommy Laras pergi ke dapur untuk masak dengan di bantu oleh Alviana, Denisa dan Debby.
Tidak terasa makananpun sudah siap merekapun makan bersama tidak ada satupun yang berbicara semua menikmati makanannya.
Karena sudah malam Arlan dan Harlan pun pulang bersama sedangkan penghuni mansionnya bersiap untuk istirahat.
xxxxxxxxxx
Terima kasih atas komentarnya dan jangan lupa like, vote dan tip nya yaaa biar author tetap semangat menulis, terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘
Salam Author,
__ADS_1
Yayuk Triatmaja