
Marcel tengah menggendong putrinya,dia menatap bayi Rachel sangat dalam,Yura yang memperhatikannya menjadi tidak enak hati.
"kamu pasti akan merindukannya",ucap Yura.
Marcel tersenyum,"itu sudah pasti,bahkan aku meninggalkannya sangat berat",ujar Marcel.
"kalo sudah sampai di sana hubungi kami",ucap Yura.
"tentu,aku akan sering menghubungi kalian untuk menanyakan si cantik Rachel,tidak apa kan?",tanya Marcel pada Yura dan Adelio.
"dengan senang hati kami akan menunggu mu",kata Adelio.
"maafkan aku sudah merepotkan kalian,aku jadi tidak enak",tutur Marcel.
"tidak apa,kami sangat senang Rachel berada di sini,jadi rumah ini semakin ramai dan Atha mempunyai teman",ujar Yura.
"iya,jadi kamu jangan khawatir soal Rachel kami akan menjaganya seperti anak kami",timpal Adelio.
"terima kasih,aku jadi lebih tenang sekarang,aku janji akan segera datang lagi",ucap Marcel.
"baiklah kalo begitu aku pergi",pamit Marcel.
"papah tinggal dulu sayang,baik-baik di sini sama ibu dan ayah,jangan rewel ya",ucap Marcel lalu mencium kening putrinya.
Yura dan Adelio saling menatap,hati mereka begitu tersentuh oleh ucapan Marcel.
Marcel pun pergi,Adelio dan Yura melambaikan tangannya,"hati-hati di jalan",teriak Adelio pada Marcel.
"sayang,aku kok jadi gak enak hati ya melihat Marcel pergi",ucap Yura setelah Marcel sudah pergi.
"mudah-mudahan dia baik-baik saja",ujar Adelio.
"sayang,aku mau berangkat kamu hati-hati di rumah",pamit Adelio.
"iya sayang kamu juga hati-hati",pesan Yura.
Setelah Adelio benar-benar pergi,Yura pun masuk kedalam rumah,setelah dia sudah berada di kamarnya,tiba-tiba ponselnya berdering,dan Yura mengangkatnya yang masih menggendong bayi Rachel.
"hallo....",
"....."
"baiklah kalo begitu saya ke sana sekarang".
Yura menutup teleponnya,dan dia langsung keluar dari kamarnya.
Di kantor pemakaman umum Jodi terdiam,tubuh nya lemas,wajahnya pucat,dia di temani seorang penjaga yang berusaha bertanya identitasnya,namun Jodi hanya terdiam.
Yura yang sudah datang,dipersilahkan masuk oleh penjaga lainnya,"silahkan masuk nyonya,kami sudah membawanya ke kantor".
Yura pun masuk,dia melihat Jodi yang duduk sambil menatap dinding dengan kosong.
__ADS_1
"apa anda mengenalinya?",tanya penjaga makam.
"kenal,terima kasih sudah memberitahu saya",jawab Yura sambil mendekati Jodi.
Yura merasa iba melihat kondisi Jodi yang kotor dan sepertinya tidak ada gairah untuk hidup.
"maaf kalo boleh tahu,sejak kapan dia berada di sini?",tanya Yura.
"saya perhatikan sejak kemarin,dan semalaman dia di makam itu,kondisinya lemah sepertinya dia belum makan",jawab penjaga.
Yura pun membawa Jodi pulang kerumahnya karena Yura tahu kalo Jodi tidak punya siapa-siapa dan dia tidak mungkin membiarkan Jodi dengan kondisi seperti ini.
Setelah sampai di rumah,Yura memanggil dokter untuk memeriksa Jodi.
"bagaimana dok?",tanya Yura pada dokter yang baru saja selesai memeriksa Jodi.
"dia tidak apa-apa hanya saja dia mengalami depresi ringan dan sepertinya dia sudah beberapa hari tidak makan",jawab dokter.
Yura menarik nafas,dia berpikir kalo selama Jodi di sekap oleh Adelio,dia tidak makan.
"kalo begitu saya pamit pulang,dan ini resep obat yang harus di beli",ucap Dokter.
"iya terima kasih dok",ucap Yura.
Tiba-tiba saja Mia datang sambil membawa satu gelas air putih hangat.
"nyonya,kenapa anda membawanya ke sini,apa tuan tahu soal ini?",tanya Mia.
"tolong bersihkan badannya dan gantikan baju yang sudah aku siapkan,minta bantuan pada Amin",titah Yura.
"baiklah",ucap Mia,dan Yura pun berlalu.
Setelah kepergian Yura,Mia pun langsung mengambil handuk dan ember kecil untuk membersihkan tubuh Jodi yang kotor.
"wajah kamu begitu tampan,tapi sayang jahat,untung majikan ku baik",ucap Mia sambil membersihkan tangan Jodi.
...----------------...
Hari sudah sore,Adelio sudah berada di rumahnya,dia langsung mencari keberadaan Yura,namun tidak ada dimana-mana.
Adelio bertanya pada bi Iyem yang sedang memasak.
"bi,apa nyonya keluar?",
"tidak tuan,tadi nyonya sedang menidurkan bayi rachel".
"di kamar tidak ada",
"ehm saya kurang tahu tuan,yang saya lihat tadi nyonya sedang bersama bayi Rachel".
"baiklah,kalau melihatnya bilang aku sudah pulang",
__ADS_1
"baik tuan".
Adelio pun kembali ke kamarnya,dia berniat untuk membersihkan badannya,namun saat dia menaiki anak tangga,Adelio melihat dari dalam jendela Yura dan Mia keluar dari kamar khusus art.
Tapi Adelio tidak menghentikan langkahnya,dia terus menaiki anak tangga.
Yura masuk kedalam rumah,bi Iyem langsung menghampiri,"nyonya,tuan sudah pulang tadi dia mencari nyonya",ucap bi Iyem.
"makasih bi",Yura pun langsung menuju kamarnya.
Adelio tengah membersihkan badannya di kamar mandi,dia membiarkan air membasahi tubuhnya.
Sedangkan Yura dia sudah berada di kamarnya dan langsung menyiapkan baju yang akan di kenakan Adelio.
Setelah selesai,Adelio langsung keluar dari kamar mandi,dia melihat Yura yang sedang menunggunya di tempat tidur sambil memainkan ponselnya.
"kamu dari mana?",tanya Adelio.
"aku dari bawah,maaf aku tidak tahu kalo kamu sudah pulang",jawab Yura sambil beranjak dari duduknya.
"apa Marcel sudah ada kabar?",tanya Adelio.
"belum,mungkin dia masih di perjalanan",
"seharusnya dia baru sampai",ucap Adelio.
Setelah selesai mengenakkan baju,Adelio menarik pinggang Yura dan membiarkan berada di pelukannya.
"sayang aku rindu padamu,sudah beberapa hari kita melewatkan tugas dinas kita",bisik Adelio di telinga Yura yang membuat istrinya kegelian.
"sabar sayang,ini masih sore",ucap Yura.
"sebenarnya ada yang ingin ku tunjukkan padamu",lanjut Yura.
"oh ya,kamu mau memberi kejutan padaku",ucap Adelio senang.
"ikut saja",Yura menarik tangan Adelio lalu mereka berdua keluar dari kamar.
Di sebuah kamar kecil,Adelio terdiam dia melihat Jodi yang tengah terbaring,kepalanya sakit seperti ingin meledak setelah melihat Yura membawa Jodi pulang kerumahnya.
"kata dokter dia mengalami depresi kecil dan tubuhnya lemah akibat beberapa hari dia tidak makan",jelas Yura.
Adelio tak menanggapi dia langsung keluar,Yura tidak tinggal diam dia lalu menyusul Adelio.
"aku tahu kamu tidak setuju aku membawanya ke sini,tapi aku masih punya hati,aku gak mungkin membiarkan dia menderita seperti itu",ucap Yura yang membuat langkah Adelio terhenti.
Adelio membalikkan tubuhnya,"sudah sepantasnya dia mengalami seperti itu,anggap saja itu hukuman baginya",ujar Adelio.
Yura mendekat,"aku tahu dia begitu jahat terhadap mu,tapi sampai kapan kamu akan membencinya?",tanya Yura.
Adelio tidak menjawab dia pergi begitu saja,Yura hanya bisa menghela nafasnya,Yura harus bisa membuka hati Adelio untuk memaafkan Jodi.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...