Cinta Setelah Berpisah

Cinta Setelah Berpisah
Kejutan


__ADS_3

Hari demi hari,minggu demi minggu,waktu terus bergulir,sudah saatnya Yura mendapatkan kejutan dari suami dan anak-anaknya.


Hari ini mereka berencana akan mengajak Yura melihat rumah barunya.


Di perjalanan Yura tidak mengetahui kalo ada suprise untuknya,dia hanya tahu kalo mereka akan dinner bersama.


Namun hati Yura bertanya-tanya saat mobil memasuki sebuah komplek yang masih asri dan jauh dari kebisingan.


Tiba-tiba mobil berhenti,"kenapa kita berhenti di sini?",tanya Yura heran.


"maaf ya bu,kita mau ibu menutup mata dulu",ucap Rachel sambil menutup kedua mata Yura dengan kain.


"sebenarnya kalian sedang merencanakan apa sih?",tanya Yura lagi.


"nanti ibu juga tahu sendiri",ucap Atha lalu menggenggam tangan ibu nya.


Mobil sudah sampai di halaman rumah,mereka berempat turun dari mobil,Atha langsung memandu ibunya berjalan.


"pelan-pelan bu jalannya,dan jangan lepaskan tanganku",ucap Atha.


"apa ibu boleh buka penutupnya?",tanya Yura.


Adelio merangkul pundak Yura,"siap-siap apa yang akan kamu lihat nanti",bisik Adelio.


Perlahan Adelio membuka ikatannya,dan Yura pun membuka matanya,"surprise...",teriak Rachel dan Atha.


Yura tertegun saat melihatnya,dia masih tidak mengerti apa yang sedang menimpa dirinya.


"maksudnya ini apa?",tanya Yura pada suaminya.


"ini hadiah untukmu dari kami",jawab Adelio.


Seketika Yura meneteskan air matanya,Adelio langsung merangkul Yura kembali.


"apa kamu suka?",tanya Adelio,Yura pun menganggukkan kepalanya.


"kami ingin tahu siapa arsiteknya?",


"siapa?",


"putra kita",ucap Adelio,seketika Yura menoleh ke arah Atha,lalu dia memeluk putranya sambil menangis.


"ini cita-citanya sejak kecil,ingin membangun rumah untuk ibunya,dan aku berusaha mewujudkan mimpinya",lanjut Adelio.


Yura semakin erat memeluk putranya,"terima kasih sayang,kamu sangat berharga bagi ibu",ucap Yura.


"dan yang satu ini,dia adalah penyemangat kami,karena dia kami lebih bersemangat",ucap Adelio sambil merangkul Rachel.


Yura pun langsung memeluk putrinya,"makasih sayang",ucap Yura.


Tidak ingin ketinggalan,Adelio memeluk ketiganya,membiarkan mereka berada di dekapannya.


...----------------...


Kini Yura,Adelio,Atha dan Rachel berada di dalam rumah,Yura sangat takjub dengan pemandangan yang berada di samping rumah,suasananya begitu sejuk.


"apa ibu suka semua ini?",tanya Atha.

__ADS_1


"tentu sayang ibu sangat menyukainya,terima kasih ini hadiah yang tak akan ibu lupakan",jawab Yura.


Atha tersenyum lalu mencium kedua tangan ibunya,"mulai hari ini kita akan tinggal di sini",ucap Atha.


Yura mengernyitkan keningnya,"tapi rumah kita!".


"aku akan menjualnya,dan mulai sekarang kita akan tinggal di sini",timpal Adelio.


"tapi kenapa di jual,rumah itu penuh kenangan kita",ucap Yura.


Adelio dan Atha saling melirik,"aku serahkan saja padamu,keputusan ada pada mu,yang terpenting kita akan tinggal di sini",ucap Adelio.


"makasih sayang,aku tidak akan menjual rumah itu,karena rumah itu adalah kenangan kita,aku tidak mau melupakan semuanya",ucap Yura.


Di rumah itu Yura tidak perlu membeli kebutuhannya,karena Adelio sudah menyiapkan segalanya buat Yura.


Siang berganti malam,Adelio beserta istri dan anaknya makan malam bersama,mereka menikmatinya penuh hangat.


"jangan dulu makan,ayah sedang menunggu seseorang datang",ucap Adelio.


"siapa?",tanya Yura penasaran.


"nanti kamu juga tahu sendiri",jawab Adelio.


Tidak lama kemudian tamu itu datang,dan Adelio menyambutnya dengan baik.


"selamat malam pak Dafa",sapa Adelio.


"malam",


"silahkan duduk,kita makan malam bersama",Adelio mempersilahkan pada Dafa.


"sayang,aku sengaja mengundang tetangga kita",ucap Adelio pada Yura.


"tetangga",ucap Yura masih belum mengerti.


"iya,pak Dafa adalah tetangga kita,rumahnya tepat di depan rumah kita".


Rachel menghela nafasnya,ternyata dugaannya benar kalo ayahnya sudah mengetahuinya.


"selamat datang di komplek ini nyonya",ucap Dafa pada Yura.


"terima kasih,mudah-mudahan kita bisa menjadi tetangga yang baik",ucap Yura.


Mereka pun makan bersama,sesekali Dafa melirik kearah Rachel yang masih cuek dengan kehadirannya,Yura pun ikut memperhatikan tingkah Dafa.


Selesai makan mereka berbincang di halaman samping,gelak tawa terdengar di rumah itu.


Karena Rachel merasa bosan dia pamit untuk pergi ke kamarnya,"ayah ibu,aku pergi ke kamar",ucap Rachel.


"pergilah nak,sudah waktunya kamu istirahat nanti besok kesiangan".


"iya bu,ehm pak Dafa maaf saya tinggal",


Dafa menganggukkan kepala sambil melemparkan senyum,sontak jantung Rachel berdegup kencang,"ya ampun kenapa dengan ku",ucap Rachel dalam hati,tidak menunggu lama di cepat-cepat pergi ke kamarnya.


Setelah sampai di kamar,Rachel bersandar di pintu sambil meraba jantungnya.

__ADS_1


"kenapa perasaan ini masih ada,kenapa susah hilangnya",keluh Rachel.


Tiba-tiba suara pintu di ketuk,tok...tok..tok...


Rachel langsung membuka pintunya,"kak Atha".


"aku boleh masuk gak?",tanya Atha.


Tanpa menjawab Rachel melebarkan pintunya,tidak menunggu lama Atha masuk.


"pasti kamu terkejut dengan kedatangan Dafa,iya kan?",tanya Atha.


"biasa aja",jawab Rachel.


Atha tersenyum,"aku sudah tahu kalo dia adalah lelaki yang kami sukai,dan aku yakin kalo kamu sudah mengetahui kalo Dafa tinggal di sini",tutur Atha.


"kalo iya emang nya kenapa?".


"tidak ada apa-apa,hanya saja kenapa kamu tidak bercerita padaku dan ayah kalo Dafa akan menjadi tetangga kita",


"gak penting banget sih kak,aku ngasih tahu dia,lagian aku sedang berusaha move on darinya",tutur Rachel.


"tapi gagal",timpal Atha.


"masih proses kak",


"yakin",


"yakin lah..."


"kami kaya gitu karena kamu beranggapan kalo dia punya istri iya kan?",


"kok beranggapan,memang dia sudah punya istri",


"kamu salah,dia singel malahan dia hidup berdua bersama ibunya",jelas Atha.


"kakak tahu dari mana?",


"ya kakak tahu karena saat kakak tahu dia tetangga kita,kakak mencoba menghampirinya karena kebetulan dia sedang berdua di depan rumahnya sambil berjemur bersama ibunya".


"tapi aku pernah lihat kalo dia sedang berduaan bersama seorang wanita di rumahnya",


"mungkin itu sepupunya atau tetangga lain",


Rachel terdiam,dia berpikir mungkin apa yang dikatakan ada benarnya,karena dia tidak pernah bertanya akan hal itu pada Dafa.


"kenapa diam,pasti nyesel ya",goda Atha.


"ih apaan sih,udah deh sebaiknya kakak keluar aku mau istirahat",ucap Rachel sambil mendorong Atha.


"iya iya,kakak keluar tapi kakak yakin kalo kamu gak bakal tidur nyenyak",ucap Atha lalu berlari keluar dari kamar Rachel.


"ih kakak,awas ya nanti aku bales deh",teriak Rachel.


Dafa yang berjalan keluar rumah seketika melihat ke arah lantai atas saat mendengar suara Rachel lalu dia tersenyum.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2