Cinta Setelah Berpisah

Cinta Setelah Berpisah
Pecinta Wanita


__ADS_3

Keesokan harinya keadaan Yura semakin tidak sehat,badannya begitu lemas tidak ada gairah untuk beraktivitas seperti biasanya,dia hanya berbaring di kamarnya.


Adelio pun yang sudah berangkat pergi ke kantor dia memutuskan untuk kembali ke rumahnya karena mencemaskan keadaan Yura.


Dengan langkah panjang Adelio menaiki anak tangga menuju kamarnya.


"sayang kenapa kamu sudah pulang lagi?",tanya Yura ketika melihat Adelio membuka pintu kamarnya.


"aku mencemaskan keadaan mu,sebaiknya kita pergi ke rumah sakit ya",jawab Adelio mencoba membujuk Yura.


"aku baik-baik saja sayang,kamu jangan khawatir",ujar Yura.


"tidak khawatir gimana,kamu dua hari tidak keluar kamar dan kamu hanya berbaring seharian,jadi aku memilih pulang aku gak mau kamu kenapa-kenapa".


"ku mohon sayang sebaiknya kita pergi ke rumah sakit atau aku panggilkan dokter saja ya",lanjut Adelio.


"gak usah,mungkin aku hanya kecapean",Yura tetap tidak mau di periksa.


Adelio pun tidak bisa memaksa Yura dan di memilih untuk menemani Yura di kamarnya.


Adelio ikut berbaring di samping Yura kini mereka saling berhadapan,Adelio membelai rambut Yura.


"kamu terlihat sangat cantik",puji Adelio walaupun wajah Yura tanpa riasan.


"kamu lagi merayu aku ya",


"memang kalo aku menyebut kamu cantik itu namanya merayu",


"ya para lelaki memang seperti itu kan",


Adelio tersenyum,"aku sedang tidak merayu kamu,memang ini fakta".


Apa yang dilihat Adelio,istrinya itu terlihat sangat cantik,dia menyukai wajah Yura tanpa make up,karena cantiknya begitu natural.


...----------------...


Andre baru saja selesai mengerjakan pekerjaan Adelio yang di handle olehnya,dia menyadarkan tubuhnya di kursi,dia menatap langit-langit di ruangan tempat kerjanya.


Seketika dia memikirkan rencana pernikahannya bersama Kiki,tiba-tiba saja Soni masuk ke dalam ruangannya tanpa mengetuk pintu,sontak Andre pun terkaget.


"Adelio tidak masuk kerja?",tanya Soni.


"bos sudah pulang lagi katanya nyonya sedang tidak sehat",jawab Andre.


"Yura sakit apa?",tanya Soni lagi.


Andre menggelengkan kepalanya,"saya belum tahu,niatnya siang ini saya akan berkunjung kerumahnya bos".


"aku harus kasih tahu Alin",gumam Soni sambil mengutak-atik ponselnya.


"oh ya katanya kamu akan segera menikah?",tanya Soni.


Andre tersenyum malu,"iya pak".


"selamat ya kamu akan segera merasakan nikmatnya surgawi",ucap Soni sambil menepuk pundak Andre.


Andre pun tertegun saat mendengarnya,pikirannya berkeliaran dan timbul rasa kelakiannya.


Tiba-tiba Andre melihat Kiki datang kedalam ruangannya,memakai dress berwarna merah,Kiki datang menghampirinya.

__ADS_1


Di rabanya dada Andre yang bidang,dengan tatapan merayu,Kiki mengelilingi Andre yang tengah berdiri sambil memejamkan mata merasakan sentuhan tangan Kiki,Kiki membuat jarak dari Andre dan tanpa aba-aba dia menari erotis.


Andre yang melihatnya begitu terkesima dengan tarian Kiki yang membangunkan kelakiannya,Andre pun menarik Kiki ke pelukannya dan dia langsung mencium bibir Kiki dengan rakus.


Plaak...


Tiba-tiba terasa pukulan di kepalanya,"lepaskan",teriak Soni.


Andre pun tersadar,ternyata itu adalah khayalan Andre dan hampir saja nyaris mencium bibir Soni.


Andre pun merasa malu dan segera melepaskan pelukannya,lalu Andre meminta maaf pada Soni,"maafkan saya pak",ucapnya sambil membungkukkan tubuhnya.


Soni terlihat kesal dengan sikap Andre yang tiba-tiba agresif,Soni memandang Andre heran.


"kenapa pak Soni melihat saya seperti itu?",tanya Andre.


"jangan bilang kamu menyukai sesama jenis",ucap Soni.


Andre pun terbelalak saat mendengar ucapan Soni,"maksud bapak saya gay?",tanya Andre,Soni hanya mengangkat kedua bahunya.


Andre pun menepuk jidatnya,"pak Soni salah besar,saya masih normal pak,saya adalah pecinta wanita",ucap Andre.


Andre pun menunduk malu,"ya ampun Andre kamu kok jadi kaya gini",Andre berbicara dalam hati.


"ya sudah kalo gitu aku mau pergi saja",ucap Soni lalu meninggalkan Andre.


Andre bernafas lega saat Soni sudah tidak ada di ruangannya dan dia langsung menutup wajahnya,"sial",ucap Andre kesal.


Sedangkan di luar Soni berjalan melangkah meninggalkan kantor Adelio dengan otaknya yang terus memikirkan kejadian barusan,dia terus membayangkannya.


"ih amit-amit kalo tadi saja aku gak reflek mungkin aku dan dia...aahh...",Soni berbicara sendiri,dan dia merasa merinding saat mengingatnya.


...----------------...


Atha mengetuk pintu kamar ibunya setelah sampai di depan pintu,tok...tok...tok...


Tidak lama kemudian pintu terbuka,"boy",sapa Adelio.


"ayah sudah pulang?",tanya Atha.


"sudah,ada apa nak?",tanya Adelio.


"aku mau tahu keadaan ibu yah",jawab Atha.


Adelio langsung melebarkan pintunya,"ibu sedang beristirahat,sebaiknya kamu ganti dulu baju lalu makan,nanti kalo ibu sudah bangun ayah akan panggil kamu".


"kalo gitu aku ganti baju dulu",Atha pun pergi ke kamarnya dan Adelio menutup pintu kembali.


Di dapur,Jodi sedang meneguk air putih sampai habis,"haus ya!",tiba-tiba Mia datang menghampiri.


"iya ni,di luar cuaca sangat panas",ucap Jodi.


"kamu mau apa?",tanya Jodi.


"aku mau siapin makanan untuk den Atha,karena bi iyem sedang gantian Kiki untuk mengasuh Rachel",jawab Mia.


"memangnya Kiki kemana?",


"Kiki sedang pergi membeli obat untuk nyonya",jawab Mia.

__ADS_1


Jodi mengernyitkan keningnya,"nyonya kenapa?",tanya Jodi penasaran.


"dari kemarin nyonya tidak keluar kamar,katanya badannya lemes dan sakit",


"kenapa tidak di bawa ke dokter?".


"nyonya gak mau pergi ke dokter".


Kiki berdiri di depan gedung kantor Adelio,bukan hanya membeli obat tapi dia di utus Adelio untuk mengambil sesuatu milik Adelio yang tertinggal di kantor.


Kiki pergi di temani oleh pak Amin,"kamu masuk saja,di dalam ada pak Andre bilang saja kamu di suruh pak Adelio untuk mengambil ponselnya yang ketinggalan",titah pak Amin.


"iya pak,tapi kenapa tidak ikut ke dalam?",tanya Kiki.


"bapak mau ambil kopi dulu,tadi gak sempat ngopi,ingat jangan lama-lama ya",pesan pak Amin.


"iya pak",Kiki mun masuk kedalam kantor,dia langsung menghampiri resepsionis dan mengatakan kalo dia ingin bertemu dengan Andre.


Di ruangannya Andre terus memikirkan kejadian tadi bersama Soni,dia merasa bingung jika bertemu Soni.


Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu dan Andre pun mempersilahkan masuk,seketika Kiki membuka pintu.


Andre sangat terkejut dengan orang yang membuka pintu,jantungnya berdegup kencang dan nafasnya tidak beraturan.


"mas...",sapa Kiki,Andre hanya diam.


Kiki mendekati Andre,lalu memegang tangan Andre,"mas kamu kenapa?",tanya Kiki heran.


Andre pun tersadar,"eh kamu maaf aku sedikit pusing",ucap Andre bohong.


"kamu sedang apa disini?",tanya Andre.


"saya di utus sama tuan Adel untuk mengambil ponselnya yang ketinggalan di ruangannya,mungkin mas bisa bantu saya",jawab Kiki.


"oh tentu kamu tunggu di sini saja aku akan ke ruangan bos",Andre pun pergi.


Kiki mengedarkan pandanganya dia melihat pas poto yang di dalamnya ada gambar Andre dan nenek.


Tidak lama kemudian Andre pun datang kembali,"ini ponselnya",ucap Andre sambil memberikan ponsel milik bosnya.


"makasih mas",ucap Kiki sambil memasukkan ponsel itu kedalam tasnya.


"ehm kalo gitu aku pamit",


"kenapa terburu-buru,kita makan dulu",ajak Andre.


"maaf aku takut kalo tuan menunggu di rumah",


"oke kalo begitu hati-hati di jalan",


Kiki pun melangkah namun tiba-tiba kakinya tersandung kursi,dengan cekatan Andre menangkap Kiki kepelukannya.


Kini mata mereka saling bertemu,Andre memandang Kiki begitu dalam,entah apa yang mendorongnya sampai Andre tidak bisa menahannya,Andre mencium bibir Kiki dengan lembut.


Kiki pun membalas ciuman Andre sambil mengalungkan tangannya di leher Andre,baru satu hari tidak bertemu kerinduan mereka teramat berat.


Di sela berciuman sesekali mereka melepas bibirnya untuk mengatur nafas,namun tidak ingin usai mereka pun melakukannya lagi,lagi dan lagi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2