Cinta Setelah Berpisah

Cinta Setelah Berpisah
histeris


__ADS_3

Setelah kepergian Soni dan Andre,Yura mencoba membuka isi buku yang di berikan Andre.


Setiap halaman dia membuka dan membacanya begitu indah tulisan tangan Mika,tiba di penghujung buku,Yura melihat sebuah pesan untuknya.


Hai Ra...


apa kabarmu Atha sehat kan,kenapa kamu tidak memberi tahu keberadaan mu pada ku,apa kamu tahu aku tersiksa tidak ada kamu,semua orang mengucilkan ku,tapi aku menyadarinya kalo semua itu salah ku juga,


Ra...


maaf kalo selama ini aku selalu menyakiti perasaan kamu,aku sudah bersikap egois tidak seharusnya aku menginginkan Adelio berada di sampingku lagi,dan kamu tidak perlu mengorbankan cinta kalian,


aku benar-benar merasa bersalah,apa lagi melihat kondisi Adel,aku merasa seperti orang yang paling kejam di dunia ini,


Aku berharap cinta kalian dapat bersatu kembali,dan ingat jangan sia-sia kan cintanya jangan sampai kamu menyesal seperti aku,karena kesempatan tidak datang dua kali,


oh ya,hari ini aku sudah menikah dengan lelaki pilihan ibu tiri ku,dan aku kini menetap di jerman karena suamiku keturunan jerman,


doakan aku agar bisa sembuh dan bisa bertemu lagi dengan mu,rencananya aku akan menjalani operasi minggu depan doakan ya semoga lancar,


terima kasih untuk perhatiannya,walau pertemuan kita hanya sebentar tapi itu bermakna bagi ku,dan aku tidak akan melupakan kebaikan mu,jujur saja aku merindukan mu,dan makasih juga kamu sudah meluangkan waktunya untuk membaca buku ini sampai jumpa di lain waktu.


dear Mika...


Yura tersenyum setelah membaca dan melihat poto Mika,"kamu cantik sekali,pantas saja dulu Adelio menikahi mu",gumam Yura.


...----------------...


Di kediaman Adelio,Soni sedang berbincang bersama Andre di teras depan.


"kira-kira apa Yura akan kembali ke sini?",tanya Soni.


"saya yakin pak,dia hanya perlu waktu untuk merenungi kesalahannya",jawab Andre.


"ya semoga saja secepatnya Yura kembali,aku sudah tidak tahan lagi melihat sepupuku menderita seperti ini",


"jujur saja,rasanya aku ingin memarahi Yura karena dia sudah berbuat seenaknya tapi aku tahan karena sekarang bukan waktunya untuk menyalahkan seseorang",tutur Soni.


"mungkin kita tidak akan mengerti dengan alasannya, tapi saya yakin kalo Yura sama tersiksanya seperi bos Adel",jelas Andre.


"ya begitulah,bukan cinta yang rumit tapi mereka yang membuat cinta menjadi rumit",ujar Soni.


Keesokan harinya,seperti biasa suster yang di sewa Soni untuk mengurus Adelio mencoba membujuk Adelio untuk sarapan.


"tuan makanlah hanya satu sendok saja",bujuk suster namun Adelio membanting semangkuk bubur yang sedang dipegang suster ke lantai.


Suster pun menghela nafasnya,karena setiap hari harus menghadapi drama bersama tuannya.


"ya ampun,kalo begini terus lebih baik aku mundur",gerutu suster itu sambil membereskan pecahan mangkuk yang berserakan.


Setelah selesai membersihkannya suster itu langsung pergi ke dapur dan dia meninggalkan Adelio sendiri yang sedang duduk di kursi roda.


Tiba-tiba saja seorang wanita datang menghampirinya sambil membawa mangkuk berisikan sup kesukaan Adelio.


"selamat pagi tuan,ijinkan saya menyuapi tuan pagi ini",sapa Yura.

__ADS_1


Adelio tidak bisa berkata-kata dia hanya memejamkan matanya,"tuan ayo buka mulutnya",titah Yura.


Adelio tetap saja menutup matanya,dia enggan membukanya karena dia takut itu hanya halusinasinya.


Yura membelai pipi Adelio,seketika Adelio membuka matanya,begitu hangat sentuhan Yura.


"aku kembali dan akan memenuhi janjiku",ucap Yura.


Namun reaksi Adelio hanya diam seribu bahasa,"oppa ini bukan mimpi tapi nyata,maafkan aku sudah membuatmu seperti ini,aku benar-benar menyesal",ucap Yura.


Adelio mencoba mengangkat kedua tangannya lalu dia memegang kedua pipi Yura,dia merasakan kalo ini benar nyata.


Adelio melepaskannya lalu dia memalingkan wajahnya,Yura yang melihatnya merasa Adelio marah padanya.


"pergilah jangan pernah kembali padaku,semua ini sudah terlanjur,terlanjur kau menyiksa ku",tiba-tiba keluar dari mulut Adelio,baru kali ini dia berbicara lagi.


Yura menundukkan kepalanya,dia menahan tangisnya saat mendengar ucapan Adelio.


"apa tidak ada kesempatan lagi untukku?",tanya Yura.


Adelio hanya diam,Yura mencoba menggenggam tangan Adelio,"aku janji tidak akan membiarkan mu seperti ini lagi,maafkan aku",ucap Yura.


Adelio melepaskan genggaman Yura,"pergilah",ucap Adelio.


"kumohon,maafkan aku",ucap Yura.


"pergi....",bentak Adelio.


Tubuh Yura pun bergetar saat Adelio membentaknya.


Adelio pun berteriak sambil menangis,"aaahh...."


Yura menangis saat melihat Adelio histeris,"pergi...pergi...",teriak Adelio lagi.


"Ra sebaiknya kamu ikut aku",ajak Mia sambil menarik tangan Yura.


Ketika Yura sudah berada di luar,dia berpapasan dengan Soni dan Andre yang hendak berlari karena mendengar teriakan Adelio.


"Ra kamu sudah kembali!",sapa Soni.


Yura tidak menjawab dia hanya menangis,Soni mengerti kalo Adelio histeris karena kehadiran Yura.


"kamu jangan kemana-mana,aku akan melihat keadaan Adel",ucap Soni lalu pergi.


Akhirnya Adelio tertidur setelah Soni dan Andre menenangkannya,Yura yang masih di rumah Adelio dia sedang menunggu Soni di teras depan.


"Ra...",sapa Soni.


"aku bukan pengobat bagi Adelio kak",ucap Yura sambil mengeluarkan air matanya.


Soni mendekati Yura,"bersabarlah,semua ini perlu waktu",ucap Soni yang menatap Yura menangisi sikap Adelio.


"aku bodoh,benar-benar bodoh",lirih Yura.


Soni pun memeluk Yura yang terus menerus menyalahkan diri sendiri.

__ADS_1


"sudah lah,jangan seperti ini tidak ada gunanya",ucap Soni.


Yura melepaskan pelukan Soni,"aku harus pergi kak",pamit Yura.


"kamu mau pergi kemana,tinggal lah di sini",titah Soni.


Yura menggelengkan kepalanya,"aku tidak ingin membuat Adelio seperti tadi lagi,maafkan aku kak sampaikan padanya aku sangat mencintainya",tutur Yura.


"dan aku sudah berbicara pada putraku agar tinggal di sini bersama ayahnya,mudah-mudahan dia akan menjadi obat bagi Adelio",lanjut Yura.


"baiklah aku akan sering mengunjungi mu",ucap Soni,tidak lama Yura pun pergi.


...----------------...


Di perjalanan Yura melamun,sekarang hatinya sedang hancur,karena tindakannya membuat hubungannya dengan Adelio menjauh.


"maafkan aku...",ucap Yura sambil terisak.


Supir taxi pun melihat ke arah belakang dari kaca spion,dia melihat Yura yang sedang menangis.


Hujan begitu deras dan angin yang begitu kencang,membuat supir taxi kesusahan untuk memilih jalan.


"hati-hati pak",ucap Yura sambil berdoa meminta keselamatan.


Hari itu cuaca begitu ekstrim,membuat mobil yang di tumpangi Yura oleng dan masuk ke dalam sungai.


"aaakh.....",teriak Yura dan supir taxi.


"Yura....",panggil Adelio yang terbangun dari tidurnya,wajahnya penuh dengan keringat,nafasnya tidak teratur.


"ayah",ucap Atha yang berada di samping Adelio.


Adelio melihat ke arah samping,"putraku",ucap Adelio sambil memeluk Atha sambil menangis.


"ayah aku akan tinggal bersama mu",ucap Atha.


"benarkah,ayah sangat senang nak",ujar Adelio sambil melepaskan pelukannya.


"sembuhlah ayah agar kita bisa bersama-sama lagi",tutur Atha.


"ibu mu kemana?",tanya Adelio,Atha tidak menjawab dia malah menundukkan kepalanya.


"kenapa sayang?",tanya Adelio.


"ibu pergi",jawab Atha pelan.


Adelio terpaku saat mendengar Yura pergi lagi,"ayah baik-baik saja kan?",tanya Atha.


"apa ibu pergi sebentar?",tanya Adelio.


Atha menggelengkan kepalanya,"aku tidak tahu,kenapa ayah menanyakan ibu?"


"bukannya tadi ayah menyuruh ibu pergi!",ucap Atha.


Adelio tersentuh dengan ucapan putranya,ternyata Atha sempat melihat ayahnya menyuruh ibu nya pergi.

__ADS_1


"Ra...kenapa kamu pergi lagi,kenapa kamu tidak bisa bertahan",ucap Adelio dalam hati.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2