Cinta Setelah Berpisah

Cinta Setelah Berpisah
Aku Yakin Kamu Tahu


__ADS_3

Rachel terisak menangis ketika kakak dan ayahnya memberi tahu kondisi ibunya.


"kenapa kalian tak memberitahuku dari awal,malah ingin merahasiakannya dari ku",ucap Rachel.


"kami tak bermaksud seperti itu,kami hanya butuh waktu untuk mengatakan semua ini,apa lagi ayah,sebenarnya tak kuasa mengatakannya pada kalian",kata Adelio.


Rachel merasa terpukul,dan dia tidak ingin kehilangan Yura,"ayah kita bawa saja ibu keluar negeri untuk kesehatan ibu,pasti di sana banyak alat untuk kesembuhan ibu",saran Rachel.


"ayah juga mau nya seperti itu,tapi kita akan meminta saran dokter dulu",ujar Adelio.


"iya kita harus pikirkan ini dengan matang,karena ini adalah kesehatan ibu kita",timpal Atha.


"ya nanti kita bicarakan lagi,dan buat kamu Chel,ayah harap kamu tidak menunjukkan kesedihan di hadapan ibu mu",pesan Adelio.


"iya yah".


"untuk saat ini kita akan bawa ibu kembali pulang ke rumah,dan untuk kalian sebaiknya kembali ke vila dan kemasi semua barang-barang,ayah dan ibu akan menunggu di sini",titah Adelio.


"iya yah kami akan kembali ke vila,setelah itu kita akan menjemput ayah dan ibu",ucap Atha.


"bagus,sebaiknya kita temui ibu dulu",ajak Adelio,mereka bertiga pun kembali keruangan Yura.


Atha,Rachel,Dafa dan Tiwi mereka kembali ke vila,sedangkan Adelio dan Yura mereka masih di rumah sakit.


Niat ingin liburan bersama keluarga,kini hanya tinggal harapan,kali ini Adelio dan keluarganya di hadapkan dengan berita pahit,mereka korbankan semuanya demi Yura.


Adelio sedang menyuapi Yura,dia begitu telaten mengurus istrinya.


"sayang sebaiknya kamu istirahat,biar aku makan sendiri",ucap Yura.


"aku harus tetap mengurus mu,karena ini kesempatan bagiku",ujar Adelio.


Yura terdiam dan Adelio menyadari kalo ucapannya membuat Yura terdiam.


"kalo kamu sehat,kamu kan yang ngurus aku jadi karena kamu sakit,aku yang mengurus kamu",lanjut Adelio.


Yura berdecak,"aku juga akan secepatnya sehat,karena duduk dan tiduran terus itu gak enak",kata Yura.


Adelio mencium kening Yura,"kamu akan sehat sayang",ucap Adelio sambil menahan tangisnya,perasaannya sakit ketika dia harus berhadapan dengan Yura,Adelio tak kuasa melihat istrinya harus berbaring di atas kasur.


...----------------...


Mereka sudah kembali ke rumah,Yura meminta kepada suami dan anaknya untuk pulang ke rumah yang dulu,Adelio pun mengabulkan keinginan istrinya.


Di kamar Yura beristirahat,badannya terasa lemas dan wajahnya begitu pucat,dan kepalanya mulai sakit lagi.


Yura meringis kesakitan,tidak lama kemudian darah segar keluar dari hidungnya,dengan cepat Yura membersihkannya karena dia tidak mau keluarganya melihatnya dan mencemaskan nya.

__ADS_1


Tidak lama kemudian Adelio masuk kedalam kamar,memastikan istrinya baik-baik saja.


Adelio melihat Yura sudah tertidur,lalu dia berniat keluar lagi dari kamarnya,namun langkahnya terhenti ketika dia melihat sebuah tisu berlumuran darah yang jatuh di lantai.


Adelio tak terkejut,karena dokter sudah memberitahunya kalo Yura akan mengeluarkan darah dari hidungnya akibat penyakit yang di deritanya.


Tak banyak bicara,Adelio langsung memungut tisu itu lalu membuangnya di tempat sampah yang berada di kamarnya.


Adelio melihat banyak sekali tisu yang di buang Yura,kini perasaannya semakin hancur dengan cepat dia keluar dari kamarnya.


Adelio tak bisa lagi menahan tangisnya,tak terasa dia mengeluarkan air matanya.


"ayah",sapa Atha.


Adelio pun mengusap air matanya,"ada apa Tha?",tanya Adelio.


"ibu baik-baik saja kan?",Atha balik tanya.


"kita bicara di luar saja",ajak Adelio.


Kini Adelio dan Atha berada di taman,mereka membicarakan pengobatan Yura,Atha menekan kan ayahnya untuk memberi tahu ibunya,bagaimana pun Yura harus tahu tentang kondisinya.


"ayah tak sanggup mengatakan kepadanya,lebih baik kamu saja",ucap Adelio.


"kita bicarakan bersama-sama pada ibu",ujar Atha.


Di kamar Yura semakin merasakan sakit,wajah pucat dan keringat bercucuran akibat menahan sakit.


"to...long...",ucap Yura,namun tak ada yang mendengarnya karena suaranya terlalu kecil.


Yura mengeluarkan air matanya karena rasa sakitnya begitu hebat sampai tak tertahankan.


Seketika Yura memejamkan matanya,tidak lama kemudian Rachel masuk kedalam kamar ibunya,dia ingin melihat keadaan ibunya.


Rachel menatap wajah ibunya,dia merasa kalo wajah Yura terlihat pucat dan mengeluarkan banyak keringat,Rachel terus memandanginya dan di kini merasa kalo Yura.sedang tidak baik-baik saja.


"bu",Rachel membangunkan ibunya sambil menggoyangkan tubuh Yura,namun tak ada respon.


Rachel panik,dia mencoba mencari pertolongan,"ayah,kak Atha tolong",teriak Rachel sambil tangan gemetar.


Namun teriakan Rachel tak terdengar oleh Atha maupun Adelio.


Rachel mencoba menekan denyut nadi di tangan Yura,dan dia pun bernafas lega,mungkin ibunya hanya pingsan.


Dengan cepat Rachel keluar kamar mencari pertolongan,ketika dia hendak menuruni anak tangga,Tiwi memanggil Rachel,"Chel",Rachel pun menoleh ke arah Tiwi.


"kak,ibu kak",ucap Rachel sambil gemetar.

__ADS_1


"ada dengan ibu Chel?",tanya Tiwi.


"ibu pingsan lagi",jawab Rachel.


"ya ampun,sekarang ibu di mana?",tanya Tiwi lagi.


"ibu ada di kamar,oh ya kak Atha di mana ya?",


"tadi dia berada di kamar tapi sekarang aku tidak tahu dia dimana",jawab Tiwi.


"gimana dong,apa kita bawa saja ibu ke rumah sakit",Rachel meminta saran.


"sebaiknya kita langsung bawa saja,aku akan memberi tahu pak supir dulu",kata Tiwi.


"baik kak,aku akan kembali ke kamar ibu",ucap Rachel lalu dia pergi.


" tuhan semoga ibu baik-baik saja",doa Tiwi.


Tiwi pun menuruni anak tangga,tiba-tiba dia bertemu dengan Atha dan Adelio.


"kalian dari mana?",tanya Tiwi.


"kami dari tadi taman",jawab Atha.


"ada apa Wi?",tanya Adelio.


"ayah,ibu pingsan lagi",jawab Tiwi.


Adelio dan Atha terkejut,dan mereka langsung naik ke lantai atas dengan langkah cepat.


Kini Yura berada di rumah sakit,dia terbaring lemas di atas ranjang pasien,sedangkan keluarganya menunggu di luar ruangan,hanya Adelio yang berada di samping Yura.


Yura membuka matanya dengan perlahan,pertama yang dia lihat adalah suami tercintanya.


Adelio mencium tangan Yura lalu mengusapnya,"kamu berada di rumah sakit,tadi kamu pingsan lagi",ucap Adelio.


Yura menatap Adelio,"kenapa kamu menatapku seperti itu?",tanya Adelio.


"aku ingin tahu yang sebenarnya",ucap Yura.


"apa maksudmu?",tanya Adelio.


"sebenarnya aku ini mengidap penyakit apa?,sampai aku tak bisa menahan sakit di kepala ini",kata Yura.


Adelio menundukkan kepalanya,dia menahan tangisnya.


"aku yakin kamu tahu",ucap Yura yang membuat Adelio terdiam.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2