
Di sebuah ruangan dengan nuansa klasik,Adelio duduk di kursi tempatnya bekerja sambil tersenyum sendiri,dia mengingat kejadian semalam bersama Yura,dirinya sudah nekat mencium bibir Yura.
"kalo seperti ini aku bisa gila memikirkannya" ucap Adelio.
"ya tuhan perasaan apa ini kenapa aku merasa sangat menginginkannya dan takut kehilangannya" ucap Adelio lagi sambil meraba dadanya.
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu yang membuyarkan pikirannya,
tok...tok...
seketika pintu terbuka,terlihat bi iyem yang sudah berdiri di ambang pintu.
"maaf tuan saya sudah mengganggu" ucap bi iyem.
"tidak apa-apa saya sedang tidak bekerja,ada apa ya?" tanya Adelio.
"anu tuan ehm..." bi iyem belum melanjutkan bicaranya tiba-tiba Atha datang dan langsung masuk kedalam ruangan Adelio.
"aku ingin berbicara empat mata", ucap Atha dengan lantang seperti orang dewasa,tapi kelucuan seorang anak tetap ada.
Adelio terkejut saat Atha mengajak bicara padanya,"tuan saya mengantarkan Atha karena dia ingin bertemu dengan tuan",jelas bi iyem.
"ya sudah biarkan kami berdua" ujar Adelio,bi iyem pun menganggukkan kepalanya lalu dia menutup lagi pintunya.
Ketika bi iyem dan Mia pamit pulang,Atha merengek pada ibu nya untuk ikut ketempat Adelio,dan Yura pun merasa heran dengan sikap anaknya yang tiba-tiba ingin bertemu Adelio,dan kebetulan Adelio tidak masuk kerja.
"hai boy bagaimana nak kamu sehatkan sekarang?" tanya Adelio mencairkan suasana.
"aku ingin bicara" ucap Atha gemas.
Kini ayah dan anak itu duduk bersebrangan,mereka saling tatap.
"apa yang akan kamu bicarakan?" tanya Adelio pada Atha.
"ayah..." tiba-tiba keluar dari mulut Atha,Adelio pun tertegun mendengarnya.
"apa kau memang benar ayahku?jika iya kenapa meninggalkan aku dan ibu?" Adelio di cerca dengan pertanyaan-pertanyaan Atha.
Adelio menjawab,"iya nak aku ayah mu".
"lalu alasannya apa meninggalkan kami?"
"maafkan ayah nak..." lirih Adelio.
Atha menarik nafas,"apa benar aku anak yang tidak di inginkan,apa itu alasan untuk meninggalkan kami?" tanya Atha lagi.
Adelio terkejut mendengarnya,"siapa yang bilang seperti itu nak,justru ayah mengharapkan kamu", jelas Adelio.
"Ayah akan berkorban demi kamu nak" lanjut Adelio.
"demi apa pun?",tanya Atha meyakinkan ayahnya.
__ADS_1
"iya demi apa pun",jawab Adelio.
Di luar Yura sangat mencemaskan anaknya,dia takut kalo Atha akan macam-macam pada ayahnya.
"tenang Ra,Atha anaknya baik",ucap bi iyem menenangkan Yura.
"tapi anakku pintar bi,aku yakin akan terjadi sesuatu pada Ayahnya",ujar Yura.
Ketika bi iyem dan Yura menunggu,Adelio dan Atha pun keluar secara bersamaan,mereka melihat ke arah Yura dan bi iyem.
Yura melihat ada yang tidak beres,lalu dia menghampiri Adelio dan Atha namun mereka menghentikan langkah Yura,"stop..." ucap Adelio dan Atha secara bersamaan.
Yura pun menghentikan langkahnya,"apa kalian baik-baik saja?" tanya Yura.
"kami akan ke dapur",jawab Adelio.
Mereka berdua pun pergi ke arah dapur,sedangkan Yura dan bi iyem saling lirik.
Di meja makan Adelio sedang duduk sambil menatap setengah gelas cabai yang sudah di haluskan,dia di tantang oleh Atha untuk menghabiskan cabai tersebut untuk membuktikan kalo Adelio benar-benar berkorban untuk dirinya.
Yura memijit keningnya,ternyata dugaannya benar kalo Atha akan berbuat sesuatu pada Adelio.
Adelio melihat ke arah Atha yang duduk di sampingnya,"ayo buktikan padaku",ucap Atha.
Adelio pun memejamkan matanya,dia langsung mengambil gelas berisikan cabai lalu meminumnya sampai habis.
Setelah menghabiskannya wajah Adelio berubah jadi merah karena kepedasan,Yura mencoba membantu untuk mengambilkan minum dan memberikan air kelapa muda yang sudah di siapkan untuk menetralisir kan tubuh.
Beberapa jam kemudian Adelio berbaring lemas di kasur kebesarannya,dia merasa kalo asam lambungnya kambuh.
Di ruangan lain Yura mencemaskan keadaan Adelio karena dia tahu kalo Adelio tidak pernah memakan makanan pedas karena mendiang mertuanya selalu menjaga Adelio dengan baik.
Atha duduk dengan santai saat melihat ibunya mondar mandir di hadapannya.
Yura menoleh ke arah Atha,"kamu sudah keterlaluan nak,kenapa kamu membuat dia menderita seperti ini?",tanya Yura kesal.
Atha menjawab,"ini tidak seberapa dibanding kita,rasa itu hanya beberapa jam akan hilang namun tidak dengan apa yang kita rasakan bu".
"tapi bagaimana kalo dia sakit?" tanya Yura.
"aku yakin dia akan kuat dan akan cepat sembuh" ujar Atha.
"apa tidak ada cara lain sayang?" tanya Yura lagi,Atha menggelengkan kepalanya.
...----------------...
Hari sudah malam,Atha dan Yura masih berada di rumah Adelio,Soni dan Andre pun berada di sana,mereka sedang melihat Adelio yang tengah di periksa oleh dokter.
"bagaimana dok keadaannya?" tanya Yura pada dokter.
"tidak apa-apa tuan Adel akan segera sembuh,saya sudah memberikan suntikan ke tubuhnya",jawab dokter.
__ADS_1
"syukurlah, makasih dok", ucap Yura.
Dokter pun pergi,Soni dan Andre pun keluar dari kamar Adelio.
"kasian si bos pasti perutnya sakit sekali" ucap Andre.
"ehm anaknya sudah membuatnya menderita",ujar Soni.
Atha yang sedari tadi menonton tv,dia menghampiri kedua lelaki yang tengah duduk di sofa.
"hai ponakan kamu belum tidur?",tanya Soni.
"aku menunggu ibu",jawab Atha.
"ibumu sedang mengurus ayahmu di dalam,mau tau tidak kalau ibu mu sangat mencemaskan pria itu",tutur Soni.
"hei,kenapa Atha melakukan hal itu?",tanya Andre.
"karena dia bilang akan berkorban demi kami",jawab Atha.
"ternyata anak ini tidak salah",ujar Soni.
"tapi tetap saja itu sangat berbahaya,om mau kamu jangan mengulanginya lagi",pesan Andre pada Atha.
"baik om"
Soni tersenyum melihat Atha yang menuruti kata-kata Andre.
Tidak lama kemudian Yura keluar dari kamar Adelio,lalu dia menghampiri Soni,Andre dan Atha.
"kamu mau pulang?" tanya Andre pada Yura.
"iya kami akan pulang",jawab Yura.
"kenapa kamu pulang,bagaimana dengan Adelio kasian dia tidak ada yang merawat",tutur Soni.
Yura melihat ke arah Atha,"tapi kami harus pulang",ucap Yura.
"Ra...sebaiknya kamu menginap saja di sini,yang dikatakan pak Soni memang benar,tuan Adelio tidak ada yang merawat,anggap saja ini rasa tanggung jawab mu",saran Andre.
"iya Ra di sini juga kan ada bi iyem sama aku",timpal Mia.
"baiklah,malam ini aku akan tidur di sini",ucap Yura akhirnya dia mengalah karena dia juga merasa bersalah karena perbuatan putranya.
Atha sudah terlelap,Yura beranjak dari ranjang karena dia ingin melihat kondisi Adelio saat ini setelah di periksa oleh dokter.
Yura masuk ke kamar mantan suaminya dan dia mendekati Adelio,dia melihat tubuh Adelio basah dengan keringat,lalu Yura mengambil handuk untuk mengelap kening Adelio yang sudah basah oleh keringat.
Setelah itu Yura pun beranjak namun tangannya di tahan oleh tangan Adelio.
"jangan pergi,temani aku sampai aku tidur",ucap Adelio dengan suara serak.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...