Cinta Setelah Berpisah

Cinta Setelah Berpisah
Merindukan hal itu


__ADS_3

Satu bulan sudah Rachel menjalankan hari-harinya tanpa mengejar Dafa,dia menyibukkan diri dengan membaca buku yang dia pinjam di perpustakaan.


Dengan membaca dia bisa mengurangi perasaannya pada Dafa walau niatnya itu hampir gagal karena mereka sering bertemu di kampus,dan dia bertekad untuk tidak berlarut-larut dalam kesedihan,kali ini dia ingin seperti kakaknya yang bisa membahagiakan kedua orang tuanya.


"hai Chel",sapa salah seorang sahabatnya Rachel bernama Windi.


Rachel menoleh ke arah Windi yang duduk tepat dihadapannya.


"kamu lagi baca buku apa sih?",tanya Windi sambil melihat judul buku yang sedang di baca Rachel.


"kamu suka buku ini?",tanya Windi,Rachel hanya terdiam.


"aku harus suka baca buku ini karena ayah dan kakak ku adalah seorang pengusaha,dan aku akan mengikuti jejak mereka",jawab Rachel.


"aku akan mendukung mu,semoga kamu sukses seperti ayah dan kakak mu",ucap Windi.


"makasih".


"kita ke kantin yuk",ajak Windi.


"males ah,lagian tanggung lagi baca",ujar Rachel.


"ayo dong Chel,anak-anak udah nunggu ni",


"kamu aja aku mau di sini",


"payah,kalo gitu aku pergi,tapi kamu mau nitip gak?".


Rachel menggelengkan kepalanya,"ya udah aku pergi ya",pamit Windi,lalu dia pergi meninggalkan Rachel.


Setibanya di kantin Windi berbaur bersama teman-temannya,"Rachel mana?",tanya salah seorang temannya.


"dia ada di kelas lagi sibuk",jawab Windi.


"aku tebak pasti dia lagi baca kan!",


"betul sekali".


"akhir-akhir ini Rachel jadi pendiam ya,dia sekarang jadi kutu buku",ucap salah seorang temannya.


"ya semenjak dia di panggil sama pak Dafa,sikapnya jadi berubah drastis",


"apa jangan-jangan pak Dafa marah padanya?",


"udah deh jangan ngegibah terus,kasian teman kita kan",ucap Windi sambil memasukkan makanan ke mulutnya.

__ADS_1


Di sebrang sana Dafa mendengarkan pembicaraan mereka,Dafa merasa kalo Rachel benar-benar ingin melupakannya,namun Dafa sangat kecewa dengan perubahan Rachel,karena dia mulai merindukan perlakuan Rachel.


Jam kuliah sudah selesai,para siswa berhamburan keluar ruangan,Rachel terlihat berjalan bersama Windi sahabatnya.


"kamu yakin gak mau pulang bareng sama aku?",tanya Windi.


"aku mau jalan kaki aja,soalnya di depan aku mau mampir dulu ke toko aksesoris,mau beli jepitan rambut",jawab Rachel.


"ya udah kalo gitu aku duluan,hati-hati dijalan ya Chel",ucap Windi lalu pergi ke parkiran.


Bukannya Rachel tidak ingin pulang bareng Windi,namun dia tidak mau merepotkan sahabatnya itu.


Rachel melangkah menelusuri jalan,tak terasa dia sudah sampai di toko yang di tuju nya,lalu dia masuk kedalam,di sana banyak sekali aksesoris yang di jual.


Rachel memilih jepitan rambut yang di sukai nya,setelah sudah mendapatkannya dia langsung menuju kasir untuk membayarnya.


Setelah itu Rachel pun memutuskan untuk pulang ke rumahnya,hendak memesan taxi online tiba-tiba dia merasa pusing dan hampir saja terjatuh tapi dengan sigap Dafa menahannya,karena sedari tadi Dafa membuntuti Rachel.


"kamu baik-baik saja kan?",tanya Dafa.


Rachel menoleh ke arah Dafa lalu dia pingsan tak sadarkan diri.


"Chel bangun",ucap Dafa sambil menepuk pipi Rachel.


...----------------...


Dafa menatap wajah Rachel yang cantik natural tanpa riasan,Dafa mencoba menyentuh pipi Rachel namun dia ragu-ragu dan akhirnya dia hanya bisa menatapnya tanpa sepengetahuan Rachel.


Tidak lama kemudian Rachel sadarkan diri,Rachel memijat keningnya yang terasa sakit.


"kamu sudah sadar",ucap Dafa.


"saya dimana?",tanya Rachel.


"kamu sedang di klinik,saya yang membawa kamu kesini,karena saya takut jika terjadi sesuatu padamu",jawab Dafa.


Rachel beranjak dari tidurnya,"kamu mau apa?",tanya Dafa mencemaskan Rachel.


"saya mau pulang,saya takut ibu menunggu saya di rumah",jawab Rachel.


"biarkan aku mengantar mu pulang",ujar Dafa,Rachel hanya terdiam.


Kini Dafa dan Rachel sedang ada di perjalanan pulang,tidak ada pembicaraan di antara mereka,Rachel memalingkan wajahnya ke kaca mobil.


Bukannya dia benci pada Dafa,tapi dia takut gagal untuk melupakan Dafa.

__ADS_1


Tiba-tiba Dafa menghentikan mobilnya,seketika Rachel menoleh ke arah Dafa,"kenapa berhenti di sini,rumah saya masih jauh pak",ucap Rachel.


"ada yang harus aku bicarakan lagi dengan mu",ucap Dafa.


"soal?",


"soal kita",


"aku merasa ada yang kurang dalam hidupku,biasanya seseorang mengikutiku jika aku keluar dari kelasnya dan dia selalu memberikan perhatian,tapi kali ini semua itu benar-benar menghilang",


"asal kamu tahu aku sangat merindukan hal itu",tutur Dafa.


Rachel terdiam matanya sudah berkaca-kaca,"maaf saya harus pulang",ucap Rachel yang lalu membuka pintu mobil dan turun.


Sontak Dafa terkejut lalu dia ikut turun dari mobil dan mengejar Rachel.


"Chel tunggu",ucap Dafa sambil menghadang langkah Rachel.


"ayo kita masuk lagi ke mobil,sebentar lagi akan turun hujan",ajak Dafa.


"terima kasih bapak sudah membantu saya,ijinkan saya pulang sendiri",ucap Rachel.


"tidak,aku tidak akan membiarkan mu pulang sendiri,aku akan mengantarmu pulang",ujar Dafa.


Rachel tersenyum getir,"bapak paham kan maksud saya,tolong jangan seperti ini,karena saya sedang berusaha untuk melupakan cinta saya pada bapak,jadi saya mohon bantu saya melupakannya,dengan seperti itu hidup bapak akan tenang",jelas Rachel.


"justru saya tidak tenang jika kamu seperti ini,jujur saja saya mulai menyukai apa yang pernah kamu lakukan",tutur Dafa.


Rachel memejamkan matanya,dia merasa kalo hatinya sedang di permainkan.


"sudah cukup bagi saya untuk mengejar bapak,saya sudah sadar kalo saya tidak mungkin mengejar laki-laki yang sudah beristri".


Dafa mengernyitkan keningnya dia tidak mengerti apa yang di katakan oleh Rachel,karena selama ini dia belum menikah lagi,tapi kenapa Rachel bisa berkata kalo dia laki-laki sudah beristri,dan Dafa berpikir kalo ini ada kesalahpahaman.


"kita bisa bicarakan soal ini,sebaiknya kita kembali ke mobil ya",bujuk Dafa.


"tidak,saya lebih baik pergi dengan menggunakan taxi online saja,saya takut istri bapak mengetahui kalo suaminya mengantarkan seorang perempuan",Rachel menolak ajakan Dafa.


Dafa pun tertawa kecil karena menurutnya,sikap Rachel sangat lucu.


"saya tidak sedang lelucon pak",


"maaf,saya tahu kalo soal itu saya pastikan tidak akan mungkin ketahuan,yang terpenting sekarang kita masuk ke mobil lalu kita pulang ke rumah mu",


"kita..."

__ADS_1


"ehm maksudnya saya akan mengantarmu pulang,ayo".


Akhirnya Rachel pun luluh,dan dia kembali ke mobil lalu Dafa mengantarkannya pulang.


__ADS_2