Cinta Setelah Berpisah

Cinta Setelah Berpisah
Calon pengantin


__ADS_3

Hari yang begitu cerah,seperti hati Adelio sekarang ini,dia begitu ceria saat Yura sadar kembali.


"selamat siang Ndre",sapa Adelio sambil tersenyum.


"siang bos",Andre membalas sapaan Adelio sambil memperhatikan sikap bosnya lalu dia tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Ndre aku harus pergi ke rumah sakit,seperti biasa aku akan bermalam di sana,tolong jaga Atha jangan lupa untuk menjemputnya dari sekolah",titah Adelio.


"baik bos",


"aku pergi",ucap Adelio sambil beranjak pergi.


Di rumah sakit Yura sedang belajar berjalan,dibantu oleh Mia dan suster.


"pelan-pelan saja nyonya",ucap Suster.


"aw....",yura meringis.


"kenapa Ra?",tanya Mia.


"sakit Mi...",jawab Yura.


"lebih baik istirahat dulu besok kita lanjut lagi",saran suster.


Suster dan Mia pun membantu Yura untuk kembali ke ranjang.


"kalo begitu saya permisi",pamit suster.


Kini tinggal Yura dan Mia,"Ra...aku senang sekali kamu sudah sadar,aku kasihan pada Atha semenjak dia tahu kamu koma dia selalu murung dan tidak bergairah",tutur Mia.


"untungnya ada pak Andre dan Pak Soni yang setia menemani dan menjaganya",lanjut Mia.


"makasih ya kalian sudah menjaga putra ku,andai saja dia ikut aku lagi waktu itu mungkin nasibnya akan seperti ku",lirih Yura.


"sudahlah Ra,semua itu sudah terjadi sekarang kamu sudah melewati masa kritisnya",ucap Mia.


"iya Mi".


"oh ya,ada sesuatu yang harus kutanyakan padamu Ra",


"sebenarnya kenapa kamu pergi meninggalkan tuan?",tanya Mia.


Yura menjawab,"mungkin orang berpikir aku memang kejam karena aku sudah meninggalkan Adelio tapi aku melakukannya bukan karena tak cinta tapi aku hanya ingin membantu Mika,namun cara ku yang salah seharusnya aku mendengarkan penolakan Adelio",jawab Yura.


"aku sama tersiksanya saat jauh darinya,sama sakitnya saat meninggalkannya,aku bertahan sendiri karena aku sadar itu hanya sementara",


"asal kamu tahu Mi,aku berjanji padaku sendiri aku pergi untuk kembali",tutur Yura.


Tidak disadari oleh Yura dan Mia, Adelio mendengarkan ucapan Yura,hatinya sangat teriris saat mendengar kalo Yura pergi untuk kembali lagi padanya.


"sekarang kamu kembali,lalu apa yang akan kamu lakukan?",tanya Mia lagi.


"sebelum aku pergi,dia sudah beberapa kali mengajakku untuk menikah dan sudah waktunya aku memberikan kepastian padanya",jawab Yura.

__ADS_1


"aku akan mendukungmu Ra",ucap Mia sambil memeluk Yura.


"ehem...",Adelio berdehem,sontak Yura dan Mia pun menoleh kearah belakang.


"tuan",ucap Mia.


"bagaimana latihan jalannya?",tanya Adelio.


"tadi Yura kesakitan,jadi suster membiarkannya istirahat besok bisa di mulai lagi",jawab Mia.


"jangan dipaksakan kalo sakit,dokter bilang akan terasa sakit dan kaku karena sudah satu bulan kamu tidak menggerakkannya",ucap Adelio.


"karena tuan sudah datang,saya ijin pulang kasihan bi iyem di rumah kerja sendiri",pamit Mia.


"silahkan",ujar Adelio.


"Ra aku pulang,cepat sembuh ya",ucap Mia.


"makasih Mi".


Setelah Mia pergi,Adelio duduk di samping Yura kini posisi mereka berhadapan.


"sejak kapan kamu datang?",tanya Yura.


"belum lama",jawab Adelio.


Yura menundukkan kepalanya,dia merasa kalo Adelio mendengar pembicaraannya tadi bersama Mia.


"kamu kenapa?",tanya Adelio sambil memegang dagu Yura dan mengangkatnya.


Adelio membelai pipi Yura lalu menciumnya,"aku sudah memaafkan mu sayang,jangan lagi menyalahkan diri sendiri aku tidak mau kamu berlarut-larut dalam kesalahan,bukan itu yang pernah kau ucapkan dulu padaku",tutur Adelio.


"dulu aku juga menyakiti mu,ketika aku ingin kembali dan meminta cintamu,tanpa balas dendam atau benci kamu memberikan ku kesempatan itu,lalu ketika kamu merasa bersalah padaku dan meminta maaf aku juga akan memaafkan mu",


"jadi aku mohon kita lupakan semua itu,mari kita mulai lagi hubungan kita",lanjut Adelio.


"terima kasih",ucap Yura sambil menitikkan air matanya,Adelio pun memeluk Yura untuk menenangkannya.


"aku juga ingin mengucapkan terima kasih",ucap Adelio sambil melepaskan pelukannya.


"untuk apa?",tanya Yura.


"karena kamu sudah hidup kembali dan bisa melalui masa kritis mu",ucap Adelio.


...----------------...


Keadaan Yura berangsur membaik semua ini berkat perjuangannya dan semangat juang untuk bisa sembuh kembali seperti biasanya.


Tidak lupa Adelio juga selalu memberikan semangat pada Yura.


Sudah waktunya Yura pulang dari rumah sakit,dokter menyarankan agar tidak memperbanyak aktivitas dulu karena kondisinya belum sepenuhnya pulih.


Adelio yang tahu hari ini Yura pulang dia sangat bersemangat untuk menjemput calon istrinya.

__ADS_1


"selamat pagi sayang",sapa Adelio yang terlihat tampan dengan setelan jas berwarna biru dongker.


"pagi",Yura menjawab sapaan Adelio.


"apa sudah siap?",tanya Adelio pada Mia.


"sudah tuan",jawab Mia.


"kamu pulang duluan saya akan membawanya ke suatu tempat",titah Adelio.


"baik tuan,Ra aku duluan",pamit Mia.


"hati-hati di jalan",ucap Yura dan Mia pun pergi.


"kamu akan membawaku kemana?",tanya Yura penasaran ketika Mia sudah pergi.


"kejutan,ayo cinta kita pulang",ajak Adelio sambil menggenggam tangan Yura,dan mereka pun pergi.


Adelio dan Yura sudah sampai di tempat pemakaman keluarga Adelio,Yura yang merasa heran bertanya pada Adelio.


"bukannya ini tempat dimana mama dimakamkan?".


"iya sayang,aku sudah lama tidak kesini",jawab Adelio.


Kini mereka sudah berada di pemakaman mama Adelio.


"kamu ingat gak aku pernah ingin mengajakmu pergi ke suatu tempat?",tanya Adelio


"iya aku ingat",


"ke tempat ini lah tujuanku membawamu",ujar Adelio.


Adelio berjongkok di depan pusara mama nya,"mah aku membawa calon menantu kesayangan mama,pasti mama senang melihat kami sudah bersama walaupun belum resmi,tapi aku janji kali ini aku akan membawanya ke kehidupan yang pernah mama nantikan",ucap Adelio lalu dia membalikkan tubuhnya mengarah pada Yura masih tetap posisi berjongkok.


Adelio merogoh sebuah kalung di saku jasnya,"mau kah kamu menikah denganku?",tanya Adelio sambil memperlihatkan kalungnya.


Yura tertegun saat mendengarnya lalu dia menjawab,"ya aku bersedia menikah dengan mu dan hidup bahagia bersamamu".


Adelio pun tersenyum lalu dia berdiri dan memakaikan kalungnya di leher Yura.


"terima kasih,aku tak akan menundanya lagi hari ini kita akan menikah",ucap Adelio.


"secepat itu",ucap Yura tidak percaya.


"aku takut kehilangan mu lagi makannya aku mempercepatnya",lirih Adelio.


"maaf tidak ada tempat mewah,atau pun makanan untuk pembukanya,aku hanya ingin mama menjadi saksinya dan mewujudkan impiannya",lanjut Adelio.


"apa kamu tahu,aku sangat bahagia baru kali ini aku mendapat lamaran dua kali dari orang yang sama",ucap Yura.


"aku juga bahagia karena sebentar lagi aku akan bergelar menjadi seorang suami",bisik Adelio lalu mencium kening Yura.


"ayo kita pulang,semua orang sudah menanti calon pengantinnya datang",ajak Adelio.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2