
Di dapur Mia dan Bi iyem mendengar pertengkaran tuannya,termasuk Atha dia ingin sekali menghampiri kedua orang tuanya namun bi iyem menahannya.
Terlihat Yura keluar dari ruangan Adelio,dia lalu mengambil tasnya dan mengajak Atha pulang.
"ayo kita pulang sayang",ajak Yura.
Atha pun meraih tangan ibunya,"bi,Mi...aku pulang",pamit Yura pada biniyem dan Mia,lalu dia pergi begitu saja.
Ketika Yura sudah pergi,Adelio pun keluar dari ruangannya,"apa Yura sudah pulang?",tanya Adelio pada Mia.
"sudah tuan",jawab Mia.
Adelio pun mengusap kasar wajahnya,lalu dia pergi ke kamarnya.
Adelio merebahkan tubuhnya di kasur,seketika matanya berkaca-kaca,dia merasa kalo Yura tidak bisa memahami perasaannya sekarang ini,dia sangat takut terjerumus lagi ke dalam jurang yang sama.
"apa yang sebenarnya kamu pikirkan Ra,lalu bagaimana dengan perasaan ku",ucap Adelio sambil memejamkan matanya.
Di apartemen Yura pun melakukan hal yang sama,dia menatap langit-langit.
"maafkan aku,anggap saja ini sebuah pengorbanan untuk cinta kita",ucap Yura sambil terisak menangis.
Atha yang mendengarnya di balik pintu merasa kebingungan,seharusnya anak itu tidak menyaksikan perdebatan orang tuanya.
Keesokan harinya seperti biasa Adelio bekerja di kantor, dia mencoba mencari kesibukan agar tidak teringat dengan permintaan Yura.
"apa kabar tuan Adelio?",tanya Soni saat berada di dekat Adelio yang tidak di sadari kedatangannya oleh pemilik kantor tersebut.
"kabar ku baik",jawab Adelio tanpa menoleh ke arah Soni matanya hanya melihat ke layar laptop.
"penyambutan yang kurang menyenangkan",uja Soni.
"ada keperluan apa kamu datang kesini?",tanya Adelio dengan ketus.
"aku ingin melihat keadaan sepupuku katanya dia sedang bucin",jawab Soni asal.
"makasih,kalo tidak ada keperluan lain silahkan pergi",Adelio mengusir Soni dengan wajah datar.
Soni tersenyum,"hei ada apa dengan mu,lagi datang bulan ya," ledek Soni.
"ayo lah aku ingin mentraktir mu,kebetulan aku mendapatkan proyek besar",ajak Soni.
"maaf aku sedang sibuk sebaiknya lain waktu saja",Adelio menolak ajakan Soni.
"baiklah aku pergi tapi ingat jangan pasang wajah seperti itu kau kelihatan tua",ucap Soni sambil menunjuk pada Adelio lalu dia pergi.
Adelio hanya tersenyum,bukannya dia tidak mau hanya saja dia malas berinteraksi dengan orang lain.
__ADS_1
Hari sudah sore,waktunya Adelio pulang sebelum pergi dia mengecek ponselnya terlebih dahulu,namun tidak ada pesan Wa atau panggilan dari Yura.
"aku yang marah apa dia yang marah?",Adelio bertanya sendiri.
Dia beranjak pergi,dan dia berniat langsung pulang karena ingin menenangkan pikirannya.
Setelah sampai di rumah,dia langsung melangkahkan kakinya menuju kamar yang dirindukannya setelah seharian bekerja.
Saat menaiki anak tangga,ada seorang wanita yang tengah berdiri sedang menunggunya,"selamat sore Del...",sapa Mika.
Adelio pun terdiam hatinya mulai bicara,"ternyata Yura tidak main-main".
"kenapa kamu ada di sini?",tanya Adelio dingin.
Mika tersenyum lalu menjawab,"aku rindu pada mu,ada sesuatu yang harus aku bicarakan".
"nanti saja aku ingin istirahat",ucap Adelio lalu pergi menuju kamarnya.
Mika hanya tertegun saat melihat sikap Adelio,namun dia berusaha sabar karena dia ingat pesan Yura saat menjemputnya tadi siang di rumah sakit.
"jangan pernah menyerah,aku yakin Adelio orangnya baik dan dia akan menerima kehadiran mu lagi",ucap Yura pada Mika,dan Mika pun pergi ke kamarnya setelah mengingat pesan Yura.
Adelio menghempaskan tubuhnya di kasur dia menatap langit-langit kamarnya,"kamu benar-benar keras kepala Yura",ucap Adelio.
...----------------...
Setelah beres memasak,Yura pergi ke kamar Adelio untuk menyapanya terlebih dahulu namun sepertinya mata Adelio masih terpejam.
Yura mendekati Adelio lalu dia duduk di tepi ranjang,dia mencoba menyentuh wajah Adelio dengan telunjuknya mulai dari kening turun ke hidung yang mancung lalu ke bibir namun dengan sigap tangan Adelio mencekal tangan Yura.
"kenapa hanya di sentuh,sekalian di cium dong",goda Adelio yang sudah terbangun karena sentuhan Yura.
"jangan macam-macam,ayo bangun dan cepat mandi,aku sudah beres memasak untuk kita sarapan",titah Yura.
"tumben sekali",ujar Adelio.
"oh jadi gak mau,ya sudah kalo begitu aku pergi saja",ucap Yura.
"kenapa sih akhir-akhir ini kamu cepat sekali merajuk?",tanya Adelio.
"perasaan biasa saja",jawab Yura.
"oke aku mandi dulu tunggu aku di bawah my love",ucap Adelio sambil mengecup pipi Yura.
Setelah Adelio masuk ke kamar mandi,Yura pun keluar dari kamar Adelio.
"selamat pagi Mi...",sapa Yura ketika berpapasan dengan Mika.
__ADS_1
"pagi Ra...kamu sudah dari tadi di sini?",tanya Mika.
"iya,aku juga sudah selesai masak,yuk kita turun",ajak Yura dan Mika pun mengikuti langkah Yura.
Kini mereka berdua sudah berada di meja makan,terlihat Atha yang sedang duduk di kursi sambil main game.
"kasihan sekali anak ibu,masih ngantuk dipaksa bangun",ucap Yura sambil mengacak rambut Atha.
Mika tersenyum melihat Atha,dia merasa lega karena Atha sudah membaik.
Bi iyem dan Mia melihat kedekatan mereka dari dapur,"bi aku gak ngerti kenapa Yura membawa nenek lampir itu ke rumah ini padahal dia sudah menyakiti Yura dan hampir saja membuat Atha mati karena ulahnya",ucap Mia.
"sama bibi juga gak ngerti,tapi mudah-mudahan semuanya akan baik-baik saja",tutur bi iyem.
"apa Yura tidak takut kalo tuan akan meninggalkannya lagi?",tanya Mia.
"kita doakan saja yang terbaik".
Mereka berempat sarapan bersama,Adelio terlihat sangat tidak menikmatinya lalu dia menghentikan sarapannya dan pamit berangkat kerja.
"aku pergi",ucap Adelio sambil mengecup kening dan pipi Yura begitu juga dia lakukan pada Atha.
Mika pun menundukkan kepalanya,ada rasa cemburu di hatinya saat melihat perhatian Adelio terhadap Yura,bahkan Adelio sepertinya enggan melihat atau menyapanya.
Begitu juga Yura,dia merasa tidak enak hati karena perlakuan Adelio yang berlebihan di hadapan Mika.
Setelah selesai sarapan,Yura dan Mika berbincang di ruangan keluarga,sedangkan Atha sedang belajar di kamarnya.
"bagaimana semalam tidurnya nyenyak?",tanya Yura pada Mika.
"nyenyak sekali,hanya saja aku merasa tidak enak dengan Adelio,semalam dia melewatkan makan malamnya mungkin karena kehadiran ku di sini",lirih Mika.
Yura menggenggam tangan Mika,"kamu sudah siap menghadapi konsekuensinya kan,jadi bersabarlah",tutur Yura.
"maaf,aku terlalu egois terhadapmu seharusnya kamu tidak melakukan hal semacam ini",kata Mika.
"jangan bicara seperti itu,aku juga wanita",
"aku akan melakukan hal yang sama jika kematian sudah mendekati ku",lanjut Yura.
"terima kasih,aku benar-benar berhutang padamu,aku janji tidak akan pernah merebut Adelio lagi dari hidupmu",ucap Mika.
"aku percaya",ucap Yura.
"makasih sudah memberikan kesempatan padaku".
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1