Cinta Setelah Berpisah

Cinta Setelah Berpisah
Kehadiran Ana


__ADS_3

Keesokan harinya,Adelio berjalan di koridor rumah sakit,dia sangat tergesa-gesa,sepertinya dia ingin cepat sampai di ruang inap di mana Yura di rawat.


Adelio membuka pintu ruangan,terlihat Atha sedang sarapan bersama ibunya.


"ayah sudah datang,aku kira ayah tidak akan sepagi ini ke sini",ucap Atha.


"ayah ingin berbicara dengan ibu mu",ujar Adelio.


Atha dan Yura saling menatap satu sama lain,"kamu jahat,biarkan putra mu sarapan dulu,baru kita bicara",ucap Yura.


"tidak apa bu,kalo begitu aku keluar",Atha pun keluar sambil membawa sarapannya,dia paham dengan apa yang di inginkan ayahnya.


Setelah Atha keluar,Adelio duduk di samping istrinya,"dokter akan melakukan tindakan operasi untukmu",ucap Adelio.


Yura pun menghentikan sarapannya,"aku sudah katakan pada putra kita,kalau aku menolak untuk di operasi",ucap Yura.


"kenapa?",tanya Adelio.


"itu hanya akan sia-sia saja",jawab Yura dengan santai.


"apa kamu pesimis?",


"bukan itu maksudku,mau di operasi atau tidak aku akan tetap pergi,karena dengan operasi belum juga aku sembuh",jelas Yura.


"itu artinya kamu pesimis sayang,kamu jangan takut,ada dokter yang akan membantumu,apa lagi pihak rumah sakit mendatangkan dokter yang ahli",bujuk Adelio.


Yura menatap suaminya,"jika tuhan berkehendak lain,dokter pun tak bisa berbuat apa-apa",kata Yura.


Adelio terdiam,"jangan pernah paksa aku untuk operasi,karena aku tidak mau",lanjut Yura.


"apa kamu tak ingin melihatku bahagia?",tanya Adelio.


"apa kamu akan bahagia jika melihatku setelah di operasi,apa kamu akan tenang jika aku di operasi?,aku yakin kebahagiaan itu kini sudah berganti jadi duka,semenjak kamu mengetahui aku sakit,aku tahu kebahagiaan kamu hilang",tutur Yura.


Adelio terpaku,apa yang dikatakan Yura memang benar,kini kebahagiaan itu berubah menjadi tangis.


"kenapa tak pernah membicarakan ini terlebih dahulu padaku,yang akan menghadapi semua ini aku,aku sendiri",ucap Yura dengan mata sudah berkaca-kaca.


"asal kamu tahu,menghadapi ini tidak mudah,aku sudah berusaha ikhlaskan semuanya",lanjut Yura.


Adelio memeluk istrinya,"maafkan aku sayang sudah menyepelekan perasaan mu,mulai sekarang aku tak akan lagi memaksa kamu",ucap Adelio.


"tapi apa kamu bisa menghadapi semuanya?",tanya Adelio yang sudah melepaskan pelukannya.


"aku sudah siap untuk mengahadapi semuanya",jawab Yura.


Adelio menempelkan keningnya ke kening Yura,dia akan merindukan masa-masa mereka berdua.


"aku tak ingin kehilangan mu sayang,tapi jika tuhan berkehendak aku akan merelakan mu",ucap Adelio.


"dan aku berharap kita bisa di pertemukan lagi di alam yang berbeda",ujar Yura.


...----------------...


Rachel dan Dafa sudah bersiap akan pergi ke rumah sakit untuk menemui Yura,tapi kepergian mereka terhalang dengan kehadiran Ana yang tiba-tiba datang ke rumahnya.

__ADS_1


"bagaimana kabar kalian?",tanya Ana.


"kami baik,katakan apa maksud kamu datang ke sini?",tanya Dafa.


"ehm aku hanya ingin bertemu kalian saja,karena sudah lama aku tak menjenguk ibu",jawab Ana.


Rachel menarik nafasnya,"buang-buang waktu saja",gumam Rachel yang terdengar oleh suaminya.


"ehm tapi maaf ya sebenarnya kami terburu-buru mau keluar,kalo kamu ingin bertemu ibu,dia ada di rumah kaca",kata Dafa.


"kalian mau kemana?",tanya Ana penasaran.


"kami mau ke rumah sakit,dan ini sudah terlalu siang",jawab Rachel ketus.


"maaf ya Ana,lebih baik kamu temui ibu saja",ujar Dafa.


"oh ya enggak apa-apa,lagian aku juga gak akan lama kok,oh ya kalau ada waktu kita boleh mengobrol kan?",


"tentu saja",Rachel yang mendengar jawaban suaminya begitu terkejut.


"ayo sayang kita pergi,keburu siang",ajak Dafa.


Dengan wajah merah Rachel berjalan sendiri meninggalkan suaminya.


"bisa-bisanya mereka dia mengajak suamiku ngobrol,dan Dafa lagi kenapa dia menyetujuinya",ucap Rachel sambil masuk kedalam mobil.


"sayang pakai sabuknya",titah Dafa.


Rachel tak menghiraukan ucapan suaminya,dia malah menunjukkan wajah cemberut.


"kamu kenapa sih Chel?",tanya Dafa dengan lembut.


"ya biar cepat aja,kalo aku menolaknya secara langsung kan nanti kepanjangan juga gak enak",jawab Dafa.


"udah ah kita berangkat aja,capek harus ngurusin kaya gitu",ucap Rachel.


Dafa pun menghela nafasnya lalu dia menjalankan mobilnya.


...----------------...


Adelio sudah membicarakan tentang Yura menolak di operasi pada dokter,dan dokter pun menyayangkan akan hal itu.


"maaf dok,saya tidak bisa membujuk istri saya",ucap Adelio.


"pihak rumah sakit tak akan memaksa,jika ada apa-apa pada pasien,jangan salahkan pihak rumah sakit,karena kami sudah memberikan yang terbaik",ujar Dokter.


"baik dok",


Adelio pun keluar dari ruangan dokter,dia berjalan menuju ruangan Yura,namun Atha terlebih dahulu menemui Adelio.


"ayah",sapa Atha.


Adelio pun menoleh kearah Atha,"kamu tidak masuk kantor?",tanya Adelio.


"aku sengaja meliburkan diri,apa ayah sudah menemui dokter?".

__ADS_1


"ya,ayah harus mengatakannya pada pihak rumah sakit,dan dokter pun menyayangkan keputusan kita",


"kalo memang ini menjadi keputusan yang di ambil ibu,sebaiknya kita berdoa saja,agar ibu cepat sehat tanpa tindakan operasi",kata Atha.


"ayah juga berharap seperti itu".


Malam pun tiba,Dafa turun dari mobilnya,dia hendak masuk kedalam rumahnya,dia pulang sendiri,karena malam ini giliran Rachel yang menjaga Yura di rumah sakit.


Dafa menaiki anak tangga,namun telinganya mendengar suara seorang perempuan sedang bernyanyi.


Dafa mengikuti suara itu,dan dia berhenti di kamar si kembar.


Lalu Dafa membuka pintu,dia terkejut melihat Ana sedang menidurkan kedua anaknya.


"kamu belum pulang?",tanya Dafa.


"belum,soalnya aku kasihan pada anak-anakmu,dia tadi mencari ibunya",jawab Ana.


"lalu pengasuh si kembar kemana?",tanya Dafa.


"aku menyuruhnya istirahat",jawab Ana.


"oh kalo gitu aku mau ke kamar",Dafa pun pergi.


Ana menatap kepergian Dafa,sepertinya dia mengharapkan sesuatu dari mantan suaminya itu.


Di kamar,Dafa membuka dasinya,tiba-tiba dua buah tangan membantunya.


"biar aku bantu Daf",ucap Ana.


Dafa terkejut saat Ana berada di hadapannya,"apa yang kamu lakukan di sini?",tanya Dafa.


"aku hanya membantu membuka kan pakaian untukmu",ucap Ana sambil membuka kancing-kancing baju kemeja Dafa.


"jangan Ana,aku bisa sendiri",ucap Dafa sambil mengehentikan tangan Ana.


Ana memandang dada bidang Dafa,lalu dia menyentuhnya,"Ana,apa yang kamu lakukan?",tanya Dafa.


Ana melihat mata Dafa,lalu dia mendorong Dafa sampai terjatuh di atas ranjang,dengan cepat Ana menindih Dafa,lalu mencium bibir Dafa dengan rakus.


Dafa mencoba mendorong Ana,"Ana...",teriak Dafa dengan kemarahan.


Ana mengeluarkan air matanya,"kenapa Daf,kenapa kamu tega melakukan ini padaku,dengan Rachel kamu bisa bercinta sampai kalian memiliki keturunan,tapi dengan aku,kamu tak pernah menyentuhku sedikit pun",ucap Ana.


"kita bukan suami istri lagi,kamu sudah tahu kan kalo aku tak mencintai mu",ujar Dafa.


Ana mendekati Dafa lagi,"bagaimana kalo aku di jadikan istri kedua",pinta Ana.


"kami gila Ana",


"kalau tidak,kita bisa sembunyikan hubungan kita dari Rachel,dan kamu bisa sepuasnya menyentuhku,aku rela Daf",ucap Ana lagi.


"kenapa kamu jadi seperti ini Ana,kenapa kamu jadi berubah",ucap Dafa.


"aku seperti ini karena kamu Daf,kamu yang terlalu acuh padaku,padahal aku sangat mencintaimu,ku mohon kembalilah padaku,aku janji akan membuat mu jatuh cinta padaku",tutur Ana.

__ADS_1


Dafa menggelengkan kepalanya,"kamu sudah gila Ana",ucap Dafa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2