Cinta Setelah Berpisah

Cinta Setelah Berpisah
Operasi


__ADS_3

Adelio baru keluar dari ruang meeting bersama karyawannya,dia langsung masuk ke dalam ruangan dan duduk di kursi kebesarannya sambil menyandarkan tubuhnya.


Adelio teringat dengan perlakuannya tadi pada Yura dan dia tersenyum sendiri,tiba-tiba Andre datang.


"bos,ini berkas yang harus di tanda tangani" ujar Andre sambil memberikan sebuah map pada Adelio.


"sebentar lagi aku akan pergi ke rumah sakit jadi urus semua pekerjaannya,dan setelah selesai kamu boleh menjenguk anakku" ujar Adelio sambil berdiri dari duduknya.


"baik bos" ucap Andre sambil membungkukkan tubuhnya.


Adelio pun pergi,dia hendak menjenguk Atha di rumah sakit.


Tidak menunggu lama Adelio sudah sampai di rumah sakit,dia melangkahkan kakinya ke ruangan dimana Atha di rawat.


Dari kejauhan Adelio melihat Yura yang tengah duduk sendiri di ruang tunggu.


"apa ada kabar baik?" tanya Adelio setelah dia sudah bersama Yura.


Yura menjawab,"tadi dokter bilang kalo Atha harus di operasi".


"lalu?" tanya Adelio lagi.


"saya belum memutuskannya,saya menunggu tuan" ujar Yura.


Adelio tersenyum dia merasa senang kalo Yura tidak mengambil keputusan sendiri.


"baiklah kita ikuti saran dokter" ucap Adelio.


"tapi dokter juga bilang kalau resikonya terlalu tinggi" tutur Yura.


"terus bagaimana dengan kata hati mu?" tanya Adelio.


"saya sudah pasrah dengan keadaan yang nantinya akan menimpa Atha" lirih Yura.


Adelio menepuk pundak Yura,"kita harus yakin kalo Atha akan cepat pulih kembali" tutur Adelio mencoba menenangkan Yura.


"saya juga berharap seperti itu tuan".


Adelio dan Yura sudah menandatangani sebuah surat persetujuan kalo Atha akan segera di operasi,dalam hati Adelio dia sangat yakin kalo anaknya bisa kembali sembuh seperti sedia kala.


Setelah selesai berbincang bersama dokter,Yura dan Adelio duduk kembali di ruang tunggu.


"makasih pak atas semuanya" ucap Yura.


"jangan berterima kasih ini sudah menjadi kewajiban ku,sebaiknya kita berdoa semoga operasi nya lancar" ujar Adelio.


Rencananya Atha akan dioperasi sesegera mungkin setelah dokter menerima persetujuan dari keluarga dan siap untuk menjadwalkan operasinya.

__ADS_1


Kini Adelio dan Yura sudah berada di rumah mereka sedang makan bersama,tidak ada pembicaraan di antara mereka suasananya hening.


Setelah mereka selesai makan,Adelio pergi keluar rumah karena ada pekerjaan yang harus di selesaikan malam ini juga.


Adelio pergi menemui Andre dia ingin mencari informasi tentang Mika,namun Andre belum juga mengetahui keberadaanya.


Adelio kesal karena baru kali ini dia gagal dalam mencari jejak seseorang,biasanya kalau Jodi yang mengerjakan tidak menunggu lama karena Jodi sudah lihai dalam melacak seseorang,hanya saja dia mengkhianati bosnya.


Adelio pulang ke rumah ketika dia sudah menemui Andre namun hasilnya sia-sia.


Dia menghempaskan tubuhnya di sofa yang berada di ruang tv,tiba-tiba salah satu art menghampirinya.


"tuan sudah pulang!"


Adelio langsung duduk ketika art nya menghampirinya,"ada apa?" tanya Adelio.


"tadi nyonya Yura memberi pesan kalo dia akan menginap di rumah sakit".


Adelio mendengus,"kenapa dia sangat keras kepala" gumam Adelio.


"ya sudah biarkan saja dia menemani putranya" ucap Adelio kesal lalu melangkah pergi ke kamarnya.


Setelah berada di kamar,Adelio bergegas masuk ke kamar mandi untuk melakukan ritualnya.


...----------------...


Yura menundukkan kepalanya sambil berdoa supaya operasinya berjalan lancar.


Tidak hanya Yura,Adelio pun terlihat gusar memikirkan Atha,begitu pula Andre dan Soni mereka ikut menunggu berlangsungnya operasi.


Sudah dua jam belum ada tanda-tanda Atha keluar,Yura semakin tak tenang,Soni yang melihatnya langsung menghampiri Yura,"Ra...apa kamu mau di bawakan kopi?" tanya Soni mencoba mencairkan suasana yang tegang.


"aku tidak minum kopi kak" jawab Yura.


"kalau begitu teh saja!" ujar Soni.


"jangan kak,aku tidak ingin minum apa-apa" kata Yura.


"ya sudah kalo kamu gak mau aku gak bakalan maksa" ujar Soni.


4 jam Sudah,Atha dia bawa keluar untuk di pindahkan ke ruangannya kembali.


Yura,Adelio,Soni dan Andre pun langsung mengikuti Atha yang di bawa oleh tiga orang perawat.


Kini Atha sudah kembali ke ruangannya,namun dia belum sadarkan diri,Yura berharap operasinya akan berhasil,dia menatap putranya dengan mata berkaca-kaca,sebenarnya dia tak tega melihat keadaan Atha saat ini,namun dia mencoba untuk tegar.


Begitu pula Adelio,dia ingin anaknya segera tahu kalo dia adalah ayahnya,"cepatlah bangun boy,apa kamu tidak ingin melihat ayah" ucap Adelio dalam hati.

__ADS_1


Sudah beberapa jam pasca di operasi,kondisi Atha belum menunjukkan tanda-tanda dia akan sadar.


Perasaan Yura semakin resah dia terus menggenggam tangan putranya berharap keajaiban datang.


Adelio menghampiri Yura,"sebaiknya kamu istirahat,biar aku yang gantiin menjaga Atha" titah Adelio.


Yura menggelengkan kepalanya,"aku ingin tetap di sini" ucap Yura.


"tapi kamu butuh energi Ra untuk tetap di sini,ayolah jangan keras kepala sebaiknya kamu istirahat di sofa" ujar Adelio.


Yura mengangkat wajahnya dan melihat ke arah Adelio,"tapi janji ya kalo Atha sudah sadar bangunkan aku" pinta Yura.


"tentu saja kita adalah orang tuanya" ucap Adelio.


Yura pun berdiri dan melangkah menuju sofa,sedangkan Adelio menggantikan posisi Yura.


Yura berbaring di sofa,dia mencoba memejamkan matanya namun tetap tidak bisa,lalu dia membuka matanya dan mengubah posisinya menjadi miring.


Kini dia dapat melihat jelas antara Adelio dan Atha,dia merasa tenang melihat Adelio menjaga Atha,tiba-tiba di benaknya menginginkan keluarganya seperti ini.


"ya tuhan kenapa aku berpikir kalo aku sedang dalam keluarga yang bahagia,padahal aku dan ayahnya Atha sudah tidak bersama lagi" ucap Yura dalam hati.


Adelio merasa Yura sedang memperhatikan dirinya dan Atha,lalu dia beranjak menghampiri Yura.


"kenapa tidak tidur?" tanya Adelio yang sedang berdiri di hadapan Yura.


"aku tidak bisa tidur,pikiranku masih ada pada Atha" jawab Yura.


"aku paham itu,sebaiknya aku beli beberapa cemilan untuk kita makan" ujar Adelio.


"aku tidak lapar" ucap Yura.


"tapi perut ku yang lapar" ujar Adelio.


"sebaiknya tuan pulang saja,besok kan tuan harus pergi ke kantor" titah Yura.


"aku tidak akan meninggalkan mu dan anak kita,jadi jangan menyuruhku untuk pulang sebelum Atha sadar" tutur Adelio lalu dia kembali duduk di samping Atha.


Adelio menggenggam tangan Atha,dadanya terasa sesak saat Yura menyuruhnya pulang padahal dia juga adalah ayah dari anaknya.


Yura merasa tidak enak saat menyuruh Adelio pulang,dia langsung beranjak menghampiri Adelio untuk meminta maaf.


Saat Yura hampir dekat,kakinya tersandung dan tubuhnya oleng,Adelio yang melihatnya dengan cekatan menangkap tubuh Yura,dan akhirnya Yura berada di pelukan Adelio,kini mata keduanya saling bertemu.


Ketika terjadi adegan antara Adelio dan Yura,tiba-tiba tangan Atha mulai bergerak namun kedua orang tuanya tidak menyadari akan hal itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2