
Adelio hendak pergi ke kantor bersama asistennya Andre,hanya saja ada yang menganggu nya karena Mika ingin Adelio menemaninya di rumah.
"apa kau tidak tahu kalo aku sedang sakit,ayolah hari ini saja" bujuk Mika pada Adelio.
"tapi aku harus pergi,di kantor masih banyak pekerjaan" ucap Adelio.
"apa kamu akan membiarkan aku sendiri merasakan sakit ini" lirih Mika,dan Adelio pun tidak bisa berbuat apa-apa dan akhirnya dia mengalah.
"baiklah tapi untuk hari ini saja,dan ingat nanti siang aku akan pergi untuk beberapa hari" Adelio memberi peringatan pada Mika.
"iya,tapi untuk kali ini kamu bersama ku ya" ujar Mika.
"Andre sebaiknya kamu pergi kekantor duluan nanti aku nyusul" titah Adelio.
"baik bos,kalo begitu saya pamit pergi"
"ya...hati-hati di jalan".
Andre pun pergi menuju kantor,"dasar wanita gatal" gumam Andre ketika sudah berada di dalam mobil.
Adelio dan Mika sedang duduk di sofa,mereka sedang menonton sebuah film romantis karena permintaan Mika,"romantis sekali ya mereka" ucap Mika sambil memegang tangan lelaki di sampingnya,namun Adelio menepisnya.
Di dalam film adegan demi adegan di perlihatkan,dan Adelio sebagai pria normal menelan saliva nya dan Mika yang menyadarinya tersenyum licik misinya akan berhasil tinggal satu langkah lagi.
Mika memegang wajah Adelio dan mengarahkan ke wajahnya,"apa kamu tidak ingin melakukannya?"bisik Mika yang membuat Adelio tidak berkata-kata.
Mika mencoba mendekati wajah Adelio dan langsung melabuhkan ciumannya di bibir Adelio tidak ada penolakan dari lelaki itu.
Cukup lama mereka melakukan itu namun Adelio menyadarinya apa yang sudah Mika lakukan.
"lepas..." ucap Adelio sambil mendorong Mika.
"ini tidak benar ..." ucap Adelio lagi.
"kenapa sayang...?" tanya Mika kecewa.
"aku sudah mengtalak mu,jadi kita tidak boleh melakukan ini" jelas Adelio.
"tapi bukankah kamu tadi menikmatinya?"
"diam,aku tahu kamu sengaja membuatnya seperti ini,dan ingat jangan coba-coba melakukan hal semacam ini lagi,kalo bukan karena aku kasihan pada mungkin aku sudah mengusir mu dari sini" Adelio memperingatkan Mika lalu dia pergi meninggalkan Mika sendiri.
"kamu tega mas...bukan kah dulu aku wanita satu-satunya di hidup mu,kalo aku berbuat salah pasti kamu akan memaafkan ku" teriak Mika.
__ADS_1
"maaf,kali ini benar-benat fatal" gumam Adelio tanpa menoleh ke arah Mika.
Di kantor Andre sedang mengerjakan tugas yang di berikan bosnya,tiba-tiba dia teringat dengan ucapan bos nya yang sudah menceraikan istrinya,"apa mungkin karena perselingkuhan itu?" gumam Adelio yang di dengar oleh sekretaris Adelio.
"mau kepo soal di bos?"
"sejak kapan kamu di sini?,kenapa tidak mengetuk pintu?"
"saya tadi sudah mengetuknya namun bapak tidak mendengarnya karena terlalu fokus ya jadi saya masuk saja".
"oh ya saya dengar kok ucapan bapak tadi"
"dengar apa?"
"soal bos menceraikan istrinya"
"memangnya kamu tahu?"
"tentu dong,sini saya ceritakan"
Sekretaris itu menceritakan semuanya pada Andre,dari mulai berselingkuh sampai penggelapan aset perusahaan.
"ehm jadi yang jadi selingkuhan istrinya si bos adalah asistennya sendiri,pantesan aku di suruh kesini" ucap Andre.
"kami sedang membicarakan tugas kantor bos" jawab sekretarisnya.
"apa yang kamu bawa?" tanya Adelio pada sekretarisnya.
"ini berkas yang harus di tanda tangani oleh bapak" jawabnya sambil memberikan berkas itu.
Adelio mengambilnya,"kamu boleh pergi"
"pintar berbohong juga dia" ucap Andre dalam hati.
"katanya siang mau kesini?" tanya Andre pada Adelio.
"kenapa kamu bertanya seperti itu,memang tidak boleh?"
"bukan itu maksud saya"
"aku sumpek lama-lama tinggal dengan wanita itu" ucap Adelio.
"apa mau di buatkan kopi?" Andre menawarkan minuman Pada bosnya.
__ADS_1
"boleh"
Andre pun bergegas Pergi keluar ruangan,"apa kau bisa di percaya?" ucap Adelio ketika Andre sudah tidak berada di ruangannya.
Di kediaman Soni,Jodi yang di kurung benar-benar menyesali perbuatannya,dia meminta maaf pada Soni yang sedang duduk di sebuah kursi yang menghadap kepadanya.
"maafkan aku Tuan,aku benar-benar menyesal" lirih Jodi yang menahan sakit akibat pukulan anak buah Soni.
"seharusnya kamu berpikir dulu sebelum melakukan hal itu,ingat ini belum seberapa tapi ketika mantan bos bertindak dia tidak akan segan-segan membunuhmu" ucap Soni yang membuat Jodi ketakutan.
"dan ingat satu hal,apa kamu yakin Mika juga mencintai mu?" tanya Soni dan Jodi pun menjawab,"iya aku yakin dia juga mencintaiku".
"ha ...ha ...ha..." Soni tertawa lepas,"kau ini bego dan tolol,kalau iya dia mencintaimu seharusnya dia ikut bersamamu,ingat waktu kalian kepergok apa yang dia katakan hah..."
Jodi tidak bisa menjawabnya,dia baru sadar waktu itu Mika membuang wajahnya saat dia meminta tolong.
"apa kamu baru sadar hah..." ucap Soni.
"seharusnya yang memperlakukan ini bukan aku tapi sepupu ku,tapi tidak apa aku yang akan mewakili nya" lanjut Soni.
buug...
Soni memukul perut Jodi,"aw...." Jodi meringis kesakitan.
Tiba-tiba ponsel Soni berdering,kring...kring...
Halo,
kamu dimana?,
aku ada di pavilium,sebenarnya ada apa?
aku ada di rumahmu aku akan kesana sambil melihat si pengkhianat itu,
baiklah sepertinya dia juga menunggu mu,
Soni mematikan ponselnya sambil menyeringai,"binatang buas akan datang menemui mu" ucap Soni pada Jodi.
"Adelio dia akan kesini?" gumam Jodi ketakutan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Author : maaf ya teman-teman kalau ada kata-kata yang kalian gak ngerti atau ceritanya agak ngawur,soalnya author lagi sakit,sekalian minta doanya agar cepat sembuh....
__ADS_1