Cinta Setelah Berpisah

Cinta Setelah Berpisah
Aku Ingin Pulang


__ADS_3

Yura dan Adelio sudah berada di rumah sakit,mereka sedang berjalan mencari ruangan dimana nenek di rawat.


Tidak menunggu lama mereka sudah berdiri di hadapan pintu,namun mereka melihat Andre dan Kiki sedang duduk di kursi tunggu.


Adelio dan Yura pun menghampiri,"kalian sedang apa di sini?",tanya Yura,Andre dan Kiki pun sama-sama menoleh ke arah suara.


"nyonya",ucap Kiki.


Kini mereka sudah bersama nenek,Yura dan Atha begitu terlihat akrab dengan nenek sampai Intan pun merasa tersaingi.


"Ra,kenalkan ini Intan dia selalu menemani nenek kalo Andre gak ada",ucap nenek.


"hai aku Yura",sapa Yura,Intan hanya tersenyum.


"oh iya nek,ini ayahnya Atha",ucap Yura memperkenalkan Adelio pada nenek.


"selamat siang nek,senang bertemu dengan anda",ucap Adelio.


Nenek tersenyum,"saya juga senang bertemu dengan tuan,Andre selalu membicarakan kebaikan tuan dan saya berterima kasih kalian sudah baik pada cucu saya",ucap Nenek.


"sama-sama".


Nenek melihat ke arah Atha,"cucuku sudah besar,kemarilah nak",ucap Nenek dan Atha pun mendekat.


Nenek mengusap pucuk kepala Atha,"nenek sangat merindukan mu nak",ucap nenek.


"nenek cepat sembuh ya",ucap Atha.


"iya cucuku yang ganteng,nenek akan cepat sembuh kalo kamu yang menemani nenek",ujar nenek.


"aku akan menunggu nenek di sini iya kan bu!",ucap Atha,Yura hanya tersenyum.


"wah nenek akan cepat sembuh ni kalo dokter kecil yang menjaganya",ujar Andre sambil menggelitik pinggang Atha.


"geli om",


Adelio hanya tersenyum melihatnya,karena dia sudah terbiasa dengan kedekatan putranya dengan sang asisten.

__ADS_1


Tapi tidak dengan Kiki dia hanya terdiam sambil memikirkan ucapan nenek yang membahas hubungan Andre dan Yura,begitu pula dengan Intan dia tidak suka melihat Andre dan Atha sedekat itu,rasa cemburunya begitu menggebu-gebu.


Setelah lama mereka berbincang,dokter pun datang dan memeriksa nenek,dan akhirnya dokter mengatakan kalo nenek sudah boleh pulang.


Malam pun tiba,kini mereka sudah berada di rumah nenek,Adelio dan Yura pun ikut mengantar nenek.


Kiki dan Intan sedang berada di dapur,mereka sedang menyiapkan cemilan,"kalo aku dan kamu resmi menjadi istrinya om Andre,mungkin keseharian kita pasti seperti ini",ucap Intan membuka pembicaraan mereka.


"memangnya kamu yakin dengan apa yang kamu katakan,gak semudah itu loh kita hidup dalam satu atap",ujar Kiki.


"kalau kamu masih ragu,silahkan pergi karena aku akan tetap dengan pendirian ku",tutur Intan.


Kiki pun menghentikan aktivitasnya,"kenapa sih kamu begitu berambisi menikahi Andre,sudah jelas dia menolak kamu",ucap Kiki.


Intan menoleh ke arah Kiki,"dia menolak ku karena dia belum tahu siapa aku,kalau kita menikah,aku janji akan memberikan servis yang terbaik untuknya",ucap Intan.


"aku heran kenapa sih kamu seperti ini,kamu jangan terlalu merendahkan harga diri kamu",ujar Kiki.


Intan hanya tersenyum,"oh ya,kamu gak nanya sama calon suami kita kalo dia pernah punya hubungan dengan istri bosnya itu",Intan mencoba memanas-manasi Kiki karena dia tahu kalo di rumah sakit Kiki terlihat gundah.


"maksud kamu?",tanya Kiki.


Kiki pun menatap tajam Intan,dia harus memastikannya sendiri hubungan apa antara Yura dan Andre.


Di kamar Yura sedang menemani Nenek,dia menceritakan siapa Kiki sebenarnya,dan Yura meminta agar nenek menerima Kiki apa adanya,apa lagi Kiki hanya memiliki ayah seorang.


Nenek pun mengerti dan tidak sedikit pun dia menolak Kiki,hanya saja nenek merasa bingung karena ada 2 wanita yang bersedia menikah dengan cucunya.


Di ruangan depan,Andre sedang meminta solusi pada Adelio tentang permasalahan yang sedang di alaminya.


"kalo aku jadi kamu ya akan menuruti apa kata hati,memang tidak apa sih mempunyai dua istri tapi berat jika kita tidak berlaku adil,malahan akan jadi dosa",jelas Adelio.


"itu yang saya pikirkan dan terlebih masalah hati,saya tidak pernah menyukainya dan saya menganggap dia hanya seperti adik sendiri",tutur Andre.


"aku ngerti tapi ada baiknya kamu bicarakan lagi dengan keluarganya",Adelio memberi saran.


"kalau itu saya juga akan berbicara baik-baik agar mereka bisa mengerti",ucap Andre.

__ADS_1


"bagus aku akan mendukungmu".


Sedang fokus dengan pembicaraan,tiba-tiba kedua orang tua Intan datang.


"selamat malam nak Andre",sapa Ayah Intan.


"malam,silahkan masuk",Andre mempersilahkan masuk dan mereka pun masuk kedalam.


Mereka pun duduk di kursi,"nak Andre bagaimana dengan kondisi nenek?",tanya ayah Intan.


"nenek sudah membaik dia sekarang ada dikamar",jawab Andre.


"syukurlah,biarkan dia istirahat",ucap ayah Intan.


"Intan juga belum pulang,apa dia masih di sini?",tanya Ibunya.


Andre menjawab,"iya bu,dia masih di sini".


Ibu Intan tersenyum,"untung ada Intan yang menemani nenek,apa lagi dia sudah terbiasa di sini",ucap Ibu Intan membanggakan anaknya.


Andre dan Adelio yang mendengarnya hanya tersenyum tipis.


"oh ya kebetulan bapak dan ibu ke sini,ada yang harus saya bicarakan soal Intan",ucap Andre.


"begini bu,pak,kemarin Intan berkata pada saya kalo dia bersedia menjadi istri kedua saya,tapi maaf saya tetap tidak bisa menikahinya,karena saya takut tidak bisa bersikap adil pada mereka,saya harap Ibu dan bapak bisa mengerti apa alasan saya",lanjut Andre.


Ayah dan Ibu Intan saling melihat satu sama lain,"saya mengerti tapi apa kurangnya putri saya,penampilan baik wajah berparas cantik dan dia juga dekat dengan nenek nak Andre,lalu kurangnya dimana anak kami",ucap Ayah Intan.


"yang di maksud Andre bukan itu,tapi ini masalah hati",Adelio ikut membantu Andre.


"saya tidak melihat kekurangan putri anda,tapi cinta tidak bisa di paksakan,saya tidak mungkin menikahi wanita yang tidak saya cintai,apa lagi Intan sudah saya anggap seperti adik sendiri,apa lagi umur kita sangat jauh",jelas Andre.


Ayah Intan tidak berbicara lagi,namun Ibu Intan yang berusaha mendesak Andre,"saya benar-benar sakit hati,kenapa kamu tega menyakiti kami dan putri kami,padahal dia orangnya sangat baik,dan belum tentu wanita pilihan anda akan baik seperti putri kami",ucap Ibu Intan.


Andre hanya menggelengkan kepala,dia tidak mengerti dengan cara berpikir mereka,kenapa mereka begitu memaksa Andre untuk menikahi Intan.


Di dapur Kiki dan Intan masih berdebat soal Andre,mereka tidak mau kalah satu sama lain,dan akhirnya Kiki mengalah dan pergi ke kamar.

__ADS_1


Kiki menangis di kamar sambil memanggil ayahnya,"ayah aku ingin pulang",ucap Kiki sambil terisak.


__ADS_2