
Keesokan harinya,di rumah Adelio semua orang sedang di sibukkan dengan persiapan pernikahan Kiki,Bi iyem dan Mia sibuk di dapur,sedangkan Jodi dan Adelio juga di bantu oleh anak buahnya sedang memasang dekor ala-ala mereka.
Dan Yura sedang pergi bersama Kiki dan pak Amin untuk memilih baju di butik langganan almarhum mamah Adelio.
Waktu mereka tidak banyak,hanya beberapa jam lagi menuju pernikahan Kiki.
Sedangkan Andre di apartemennya sedang mondar mandir sambil menghafal ijab kobul yang akan di ucapkan nanti di depan calon mertuanya.
"ya tuhan lancarkan lah segala urusan ku",pinta Andre.
Nenek datang menghampiri,"rileks saja Ndre,sebaiknya kamu mandi dulu dan bersiaplah karena sebentar lagi kita akan pergi ke rumah tuan mu".
"nek,apa aku tidak sedang mimpi?",tanya Andre.
Nenek tersenyum lalu menjawab,"tidak nak,kamu tidak sedang bermimpi ini adalah nyata,sebentar lagi kamu akan menjadi seorang suami dan menjadi pemimpin di rumah tangga".
"nenek hanya menitip pesan padamu,sayangilah dan hargailah istri mu,dan jangan pernah menyakitinya dengan ucapan atau dengan sikap,berikanlah kelembutan padanya karena sejatinya wanita membutuhkan kelembutan bukan kekerasan",pesan nenek.
"iya nek,aku akan mengingat ucapan nenek,makasih nek sudah menyayangiku selama ini,maaf aku tidak bisa membalas pengorbanan nenek",tutur Andre.
"kamu sudah menjadi kewajiban nenek,setelah kepergian orang tua mu,nenek lah yang menjadi wali mu dan hari ini nenek ikhlas melepaskan mu menikah dengan wanita pilihanmu,semoga kalian cepat di berikan momongan",kata nenek.
Andre memeluk neneknya lalu mengeluarkan air matanya,dia teramat menyayangi neneknya karena hanya nenek satu-satunya yang dia punya,namun bukan hanya nenek tapi sebentar lagi Kiki akan menjadi wanita yang teramat dia sayangi setelah nenek.
Waktu menunjukkan jam 1 siang,Andre dan nenek sudah sampai di kediaman Adelio dan Yura,mereka masuk kedalam rumah,dan di sambut oleh Adelio dan keluarganya dengan hangat.
Kini mereka sudah berkumpul,pak penghulu pun sudah datang,dan acara ijab kabul pun segera di mulai.
"sah...." ucap semua orang dengan serentak.
Semua orang pun tersenyum bahagia,begitu pula dengan pak Amin kini dia merasa lega melihat Kiki sudah menikah,ketakutannya kini berubah menjadi bahagia.
Setelah selesai ijab kabul,Kiki pun keluar dari kamarnya di dampingi oleh Mia dengan memakai kebaya putih,Kiki sangat terlihat cantik dan elegan,semua yang hadir di buat terkagum.
Andre begitu bahagia ternyata di balik ini ada kecantikan Kiki yang tersembunyi.
Kiki dan Andre saling berhadapan,mereka saling menatap satu sama lain,Andre menggenggam tangan Kiki lalu melingkarkan cincinnya di jari manis sang istri lalu menciumnya,cincin yang di pasang Andre di jari manis Kiki bertanda janji suci mereka.
__ADS_1
Semua orang bersorak gembira,Kiki dan Andre pun berpelukan.
Yura dan Adelio tersenyum senang,Adelio merangkul pinggang istrinya lalu berbisik di telinga istrinya,"kamu bahagia?",tanya Adelio,Yura pun mengangguk.
"terima kasih sayang,berkat mu akhirnya mereka bisa menikah",ucap Yura.
Adelio tersenyum lalu menarik Yura masuk kedalam pelukannya,"apa yang tidak buat mu",ucap Adelio.
Kini mereka sedang mencicipi makanan yang sudah di hidangkan di meja makan,semua orang saling berbincang,termasuk Soni dan Alin mereka pun ikut hadir dan menyaksikan pernikahan Kiki dan Andre.
"selamat ya Ndre,aku doakan semoga malam ini kamu bisa menjebol gawang",ucap Soni menggoda Andre,semua orang pun tertawa saat mendengarnya,sedangkan Andre dia hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
"oh ya ini ada hadiah dari kami",ucap Yura sambil memberikan sebuah amplop.
Andre pun menerima amplop itu,"terima kasih nyonya",ucap Andre.
"apa kamu tidak ingin membukanya langsung?",tanya Adelio.
"apa boleh?",Andre balik tanya.
Andre pun membukanya dan mengeluarkan isi amplopnya,"makasih bos",ucap Andre setelah melihat kunci kamar hotel yang akan menjadi tempat malam pengantinnya.
"itu belum seberapa di banding kamu yang sudah mengabdi padaku",ucap Adelio.
Jodi hanya terdiam saat mendengar ucapan Adelio untuk Andre,dia berpikir kalo penyesalan itu datang selalu belakangan,tapi dia sudah bertekad untuk membuat Adelio menjadi percaya lagi terhadapnya walaupun tidak seperti dulu.
Nenek dan Pak Amin sedang berbincang di tempat lain.
"terima kasih ibu sudah menerima putri saya apa adanya,walaupun dia hanya anak dari seorang supir",ucap Pak Amin.
"Andre pun sama,dia bukan terlahir dari kalangan ningrat,jadi tidak ada alasan aku menolak putrimu menjadi istri cucuku",ujar nenek.
"aku ingin sekali melihat Andre bahagia dengan pilihannya sendiri,apa pun keputusannya aku akan mendukungnya asal ada di jalan yang benar",lanjut nenek.
"pak Andre benar-benar beruntung memiliki seorang nenek yang begitu pengertian",ucap pak Amin dalam hati.
...----------------...
__ADS_1
Pernikahan Kiki dan Andre sudah selesai,semua orang mulai kembali ke tempatnya masing-masing termasuk Soni dan Alin,mereka pun sudah pulang ke rumahnya.
Tinggal Kiki dan Andre yang ikut membantu Mia dan Bi Iyem membersihkan bekas makan.
"Ki,sebaiknya kamu ajak pak Andre ke kamar,biarkan ini kami yang kerjakan",titah bi iyem.
"biarkan kami membantu,dari kemarin kami sudah merepotkan seisi rumah",ucap Kiki.
"gak apa-apa,itu sudah tugas kami,karena kita kan keluarga",ujar Bi Iyem.
"iya Ki,kamu jangan pikirkan hal itu,kalo aku seperti kamu,mungkin semua orang disini akan membantuku juga",timpal Mia.
"sebaiknya kamu ajak pak Andre ke kamar,kasihan masa pengantin baru harus ikut kerja",titah Bi Iyem.
"iya Ki,bukannya malam ini kalian akan pergi ke hotel,sebaiknya kamu segera bersiap-siap",ujar Mia.
Mau tidak mau Kiki harus mendengarkan ucapan Bi Iyem dan Mia,lalu Kiki pamit pergi ke kamarnya.
"baiklah kalo begitu aku ke kamar dulu",Kiki pun pergi dan langsung menghampiri Andre yang sedang merapihkan kursi dan mengajaknya pergi ke kamar.
Mia yang melihat pengantin baru pergi ke kamarnya,dia tersenyum sendiri,Mia berharap bisa menyusul Kiki secepatnya.
"makannya cepat nikah biar bisa seperti Kiki",ucap Bi Iyem sambil menyenggol lengan Mia.
"nikah sama tiang bi",ujar Mia bi Iyem pun tersenyum tipis.
Adelio dan Yura sedang berada di kamarnya,mereka sedang menidurkan Rachel.
"sayang,sepertinya kita harus secepatnya mencari pengganti Kiki",ucap Adelio.
"gak perlu,aki juga bisa sendiri".
"tapi akhir-akhir ini kesehatanmu sangat kurang baik,aku gak mau kamu terlalu lelah",ucap Adelio.
"terserah kamu,tapi harus cari yang seperti Kiki,yang cekatan",pinta Yura.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1