Cinta Setelah Berpisah

Cinta Setelah Berpisah
Kenangan


__ADS_3

Rachel sudah berada di rumah barunya,dia mencari ibunya di setiap ruangan,namun tidak menemukannya juga.


Tiba-tiba seorang perempuan berumur 50 tahunan datang menghampirinya.


"neng",sapa perempuan itu.


Rachel menoleh dan mengernyitkan keningnya,"siapa ya?",tanya Rachel penasaran.


"perkenalkan saya art baru di rumah ini,nama saya inah",jawab perempuan itu.


"cepat sekali ibu mendapatkan art baru",ucap Rachel dalam hati.


"neng",


"iya bi".


"tadi ibu berpesan kalo malam ini sepertinya ibu akan menginap di rumah yang lama,katanya ada sesuatu yang harus ibu kerjakan".


"oh iya makasih bi,biar nanti saya telpon ibu,kalo begitu saya pergi ke kamar ya".


"tunggu neng",


"iya ada apa lagi bi?",


"bibi sudah siapkan makanan untuk neng,kata ibu neng tadi pagi belum sarapan",


"ya nanti saya makan,tapi saya mau istirahat dulu",ucap Rachel.


"baik neng",


Rachel pun pergi menaiki anak tangga,dia hendak pergi ke kamarnya.


Rachel membaringkan tubuhnya di ranjang,sambil menatap langit-langit dia tersenyum sendiri.


Rachel membayangkan saat dia berduaan bersama Dafa,baru kali ini dia merasakan apa yang sudah di tunggu-tunggunya sejak lama.


Lalu dia teringat dengan ucapan Atha,kalo Dafa masih singel,"aku harus pastikan itu semua,karena aku tidak mau kecewa pada akhirnya",ucap Rachel.


Hal serupa di rasakan oleh Dafa,dia tersenyum sambil melihat ke arah rumah orang tua Rachel dari dalam rumahnya.


Apa yang sedang di rasakan Rachel,dia pun merasakannya juga,kini benih-benih cinta tumbuh di hati Dafa,Rachel benar-benar sudah membuatnya jatuh cinta,hanya saja Dafa masih enggan mengakuinya pada Rachel kalo dia mulai menyukai Rachel.


Kembali ke Rachel,dia sedang makan bersama kakaknya Atha,"ibu kenapa menginap di rumah lama kak?",tanya Rachel.


"katanya dia mau membawa barang yang di kiranya penting",jawab Atha.


"tapi kenapa harus menginap",

__ADS_1


"mungkin begitu banyak barang yang harus ibu kemasi".


"lalu ayah bagaimana?".


"ayah akan pulang menemui ibu,tahu sendiri kan ayah tidak bisa jauh-jauh dari ibu",ucap Atha,Rachel pun tertawa kecil.


"kenapa tertawa?",tanya Atha.


Rachel menjawab,"suka lucu deh kalo lihat ayah manja sama ibu,kaya anak kecil banget,apa lagi kalo ibu sering menghabiskan waktu sama kita,ayah pasti cemburu".


"yang dikatakan kamu memang benar,kakak beruntung memiliki orang tua seperti mereka,apa lagi terlahir dari perut seorang ibu seperti ibu Yura",tutur Atha.


"ngomong-ngomong soal melahirkan,kakak tahu gak bagaimana ibu berjuang melahirkan ku?",tiba-tiba Rachel bertanya akan hal itu yang membuat Atha tidak bisa menjawab.


"kok diam,masa kakak gak tahu,mungkin itu yang dinamakan moment kan,mungkin ada vidionya atau foto gitu",


"kan kamu sudah tahu sendiri kalo kita sudah memperlihatkan vidio sama fotonya".


"bukan itu,tapi maksud aku saat ibu melahirkan ku".


"ya itu gak mungkin dong Chel,kamu kan keluar dari larangan ibu masa harus di vidio",


"ya seenggaknya kan sebelum ibu melahirkan atau saat ibu mengandung aku",


Atha di buat tidak berdaya oleh permintaan Rachel,tapi untungnya dia di selamatkan dengan kedatangan bi Inah.


"enggak apa-apa bi",


"ehm tuan saya bekerja di sini hanya sampai neng dan tuan pulang,setelah itu saya akan pulang",


"jadi bibi gak nginep di sini?",tanya Rachel.


"gak neng,rumah bibi deket,kalo dari sini tinggal jalan saja",jawab bi Inah.


"ehm gak apa-apa kalo bibi sudah waktunya pulang,pulang saja",ucap Atha.


"ya tuan,tapi setelah tuan dan neng selesai makan",ujar Bi Inah.


"gak apa-apa bibi pulang saja,kalo masalah beresin ini ada adik saya,dia akan belajar menjadi seorang istri",


"oh ya neng Rachel mau menikah?",


Rachel memanyunkan bibirnya,"tuh kan jadi di kiranya aku mau nikah",ucap Rachel sambil cemberut.


"pasti dong masa mau jadi perawan tua",


"ih kakak",

__ADS_1


Bi Inah tersenyum melihat kelakuan Rachel dan Atha,lalu dia pamit pulang.


"kalo begitu saya pamit pulang tuan,besok pagi sekitar jam 5 saya sudah ke sini lagi".


"oh ya silahkan bi,hati-hati di jalan".


"terima kasih tuan",bi Inah pun pergi.


Atha melirik ke arah Rachel yang lagi cemberut,"jelek tau",ledek Atha.


"habisnya kakak sih bilang kaya gitu sama bi Inah",ucap Rachel kesal.


"emang bener kan kamu calon istri,kamu juga harus kaya ibu,pandai dalam segi hal apa pun apa lagi pekerjaan ibu rumah tangga",


"ya gak ngomong gitu juga kali,aku juga tahu".


"ehm mulai deh,inget ya ayah sama ibu gak ada,hayo mau ngadu sama siapa",


"tau ah,mending aku beresin piringnya dari pada ngeladenin kakak yang super jahil dan tukang ledek",ucap Rachel lalu dia pergi dengan membawa setumpuk piring bekas dirinya dan Atha makan.


Atha tersenyum lebar saat melihat tingkah Rachel,makin sini makin kaya anak kecil yang lagi minta jajan.


...----------------...


Yura sedang membereskan beberapa pakaian yang akan di bawa ke rumah barunya,dia di bantu oleh Adelio.


"kamu yakin gak bakalan bawa semuanya?",tanya Adelio.


"aku akan membagi dua,karena mulai sekarang kita akan bolak balik ke sana dan ke sini",jawab Yura.


"apa kamu gak bakalan cape?",tanya Adelio lagi.


Yura menghentikan aktivitasnya lalu dia menoleh kearah suaminya,"jangan bilang kalo kamu ingin kita tinggal di sana selamanya",ucap Yura.


Adelio mendekati Yura,"aku punya alasan tersendiri untuk melakukan hal ini,yang pertama aku ingin membantu putra kita untuk membahagiakan ibunya,yang kedua sebenarnya dari dulu aku ingin kita meninggalkan rumah ini,karena di sini aku menaruh luka yang tidak pernah akan terhapus",jelas Adelio.


"kamu tahu,aku ingin kita membuka lembaran baru bersama anak-anak kita,memang di sini kita punya kenangan yang amat begitu banyak,susah,senang,sedih kita jalani bersama".


"tapi buat ku ini hanya neraka,bertahun-tahun aku memendamnya merasakan dosa yang teramat besar,kamu tahu akan hal itu kan?",tanya Adelio dan Yura pun mengangguk.


"maka dari itu aku ingin membawamu ketempat yang lebih nyaman",lanjut Adelio.


Yura mulai paham apa yang dijelaskan Adelio,selama ini dia tersiksa karena rasa bersalah terhadap Yura,di rumah itu Yura di siksa batinnya oleh Adelio,di rumah itu pula perselingkuhan antara Adelio dan Mika terjadi.


Dan kali ini Adelio benar-benar ingin pergi dan menghapus kenangan yang membuatnya tersiksa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2