Cinta Setelah Berpisah

Cinta Setelah Berpisah
Pelukan Adelio


__ADS_3

Yura sedang mempersiapkan pakaian Adelio dengan cekatan,sedangkan Adelio dia berada di kamar mandi sedang membersihkan tubuhnya.


Setelah selesai Yura mengetuk pintu kamar mandi.


tok...tok...tok...


"tuan pakaian anda sudah saya siapkan,apa ada yang harus saya bantu lagi?" tanya Yura pada Adelio.


Adelio menjawab,"pergi lah nanti aku panggil lagi jika aku membutuhkan bantuan mu".


Tidak menunggu lama Yura pun pergi keluar dari kamar Adelio,namun di depan pintu Mika sudah menunggunya.


"ikut aku" ajak Mika lalu dia pergi berjalan menuju balkon,Yura pun mengikuti Mika.


"sebenarnya apa yang kamu rencanakan?apa kamu ingin balas dendam padaku?" tanya Mika setelah sampai di balkon.


Yura menjawab,"maaf saya tidak mengerti ucapan anda!"


"jangan pura-pura bodoh Yura,katakanlah dengan jujur" ucap Mika.


Yura tersenyum,"saya tidak seperti anda yang menginginkan milik orang lain" sindir Yura mulai mengerti tujuan pembicaraan Mika.


Mika menatap Yura tajam,ternyata Yura sekarang lebih berani tidak seperti dulu penakut dan penurut.


"kenapa anda menatap saya seperti itu,apa ucapan saya menyentuh hati anda?" tanya Yura sedikit meledek Mika.


"kau sekarang berbeda,aku takjub melihat keberanian mu,tapi sayang semuanya akan sia-sia saja karena aku yakin sebentar lagi kau akan pergi dari sini" ucap Mika licik.


Mika merencanakan sesuatu,dia memancing emosi Yura dengan berkata kalo Yura lah menyebabkan kematian sang mertua.


"kau ingat dengan meninggalnya mama mertua kita,bukankah itu semua karena mu?" tanya Mika memancing Yura.


"aku tidak mengerti maksud mu?" tanya Yura balik.


"jangan pura-pura tidak tahu,bukan kah selama ini kau meracuninya agar mendapatkan harta kekayaan Adelio" ujar Mika.


"jangan bicara yang tidak-tidak,aku tidak pernah melakukan hal semacam itu,apa lagi mama sangat baik padaku tidak mungkin aku melakukannya" jelas Yura.


Mika terus memancing emosi Yura,tidak henti-hentinya dia menjelekan Yura sampai Mika berkata kalo sikap Adelio berubah karena Yura.


"hentikan dengan omong kosong mu aku tidak pernah melakukan hal seperti itu" teriak Yura.


Mika pun tersenyum,dia berhasil memancing Yura sampai Adelio keluar dari kamarnya.

__ADS_1


Yura terus membela dirinya,namun Mika tetap menyalahkan Yura,adu mulut antara Yura dan Mika terjadi,saking kesal dengan ucapan Mika tiba-tiba Yura melayangkan tamparan di pipi Mika.


Adelio yang melihatnya terkejut dia langsung menghampiri kedua mantan istrinya.


"Yura...." teriak Adelio.


Kedua wanita itu langsung menoleh ke arah Adelio yang sedang berjalan menghampiri mereka.


"apa yang kau lakukan terhadap Mika,kenapa kau lancang menamparnya?" tanya Adelio marah pada Yura.


"dia yang memulai duluan,dia sudah memfitnah ku" jawab Yura.


Mika menyangkal,"tidak,dia salah paham Del aku hanya ingin bicara tentang kematian mama yang sebenarnya".


"jangan berbohong kamu" ujar Yura pada Mika.


"cukup..." teriak Adelio pada Yura.


Tiba-tiba Mika kesakitan di daerah perutnya,dia mencekal tangan Adelio.


"aw...sakit Del..." Mika meringis.


Adelio terkejut,"kamu tidak apa-apa?"


Adelio langsung menggendong Mika lalu pergi meniggalkan Yura sendiri,sedangkan Mika tersenyum dia merasa menang kali ini.


"sial dia berhasil memancing emosiku" gumam Yura.


...----------------...


Adelio membawa Mika ke kamarnya lalu dia membaringkan Mika di kasur.


"aku panggilkan dokter" ucap Adelio namun Mika melarangnya,"jangan,aku yakin semuanya akan cepat reda jika aku minum obat".


"baiklah kalo begitu kamu minum obat dulu" ucap Adelio sambil mengambilkan obat untuk Mika dan memberikannya.


Setelah Mika meminum obatnya Adelio menyuruh Mika untuk beristirahat.


"sekarang kamu istirahat aku harus ke ruang kerjaku" ucap Adelio,Mika pun menuruti apa kata Adelio.


Yura tersenyum kegirangan saat Adelio sudah keluar dari kamarnya,"rencana ku berhasil sebentar lagi kau akan enyah Yura" ucap Mika senang.


Di ruang kerja Adelio sudah bersama Yura,kelihatannya mereka sedang berbicara serius.

__ADS_1


"aku gak nyangka kalo kamu kaya gitu,yang kamu lakukan itu salah" ucap Adelio.


Lalu Yura berkata,"saya bukan Yura yang dulu yang bisa di hina dan injak-injak,sekarang saya akan melawan jika ada yang mengganggu kehidupan saya termasuk anda dan Nyonya Mika".


Adelio begitu terkejut saat mendengar perkataan Yura,"aku tidak mau tahu hari ini dan seterusnya bersikaplah dengan baik" pesan Adelio.


"saya tidak janji tuan,apa yang menyangkut dengan kehidupan saya,saya akan melawannya cukup bagi saya untuk terus mengalah dan mengalami penindasan,permisi tuan saya harus pergi" ucap Yura lalu dia pergi dari ruang kerja Adelio.


Yura berlari ke arah dapur,dia menahan tangis yang akan segera keluar,Yura masuk ke sebuah kamar mandi yang berada di dapur.


Tangisan Yura pecah,selama ini dia mencoba tegar untuk menghadapi kehidupan namun berkali-kali dia menerima cemoohan dari Mika.


Sedangkan Adelio merenungkan ucapan Yura,dia kini benar-benar merasa bersalah atas sikapnya tadi pada Yura tidak seharusnya dia marah.


"bodoh kamu Adelio kenapa tidak bisa menahan emosi mu" umpat Adelio kesal.


"aku harus menarik perhatiannya lagi" gumam Adelio.


Hari berganti malam,seperti biasa Yura duduk di luar jika dia tidak bisa tidur,Yura masih memikirkan kejadian tadi walau apapun yang dia terima harus bersabar demi anaknya.


Tiba-tiba Adelio datang menghampiri dan duduk di samping Yura.


"apa kamu gak bisa tidur?" tanya Adelio,Yura tidak menjawab.


"maaf jika tadi aku memarahi mu" ucap Adelio.


"sudah biasa" jawab Yura singkat.


Adelio menoleh ke arah Yura,apa yang dikatakan wanita yang di sampingnya memang benar dia tidak pernah bersikap manis terhadap Yura.


"aku akan memahaminya jika kamu tidak mau memaafkan ku" tutur Adelio.


"itu harus" ujar Yura.


"apa kau membenci ku?" tanya Adelio lagi pada Yura sambil berdiri.


Yura pun ikut berdiri,dia enggan menjawabnya karena dia tidak tahu perasaan apa yang ada pada dirinya saat ini,entah itu kecewa,benci atau perasaan cinta.


Yura hendak pergi namun tangan Adelio menarik tangannya dan membiarkan Yura berada di pelukannya.


Yura terkejut dengan perlakuan Adelio,"tolong maafkan semua kesalahan ku" ucap Adelio masih memeluk Yura.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Author : makasih untuk like nya di tunggu lho komentar membangunnya.


__ADS_2